
Selesai resepsi di Turki, bapak dan kedua kakakku beserta pak Abraham dan kak Jennifer kembali ke Indonesia
Aku memeluk erat ketiga orang lelaki yang sangat sayang padaku itu. Bahkan mata bapakku tampak berkaca-kaca ketika akan meninggalkan waiting room tempat aku dan abang mengantarkan mereka
"Naura jangan jadi pikiranmu, itu tugas kakak" lirih kak Andri ketika aku memeluknya
Aku hanya mengangguk karena saat itu air mataku sudah mengalir
Kembali aku melow saat memeluk kak Jen. Orang yang baru beberapa hari aku kenal saat di Pekanbaru tapi sudah seperti saudaraku sendiri
"Eyke seneng akhirnya yeay bahagia, eyke selalu berdoa semoga yeay bahagia selamanya" ucap kak Jen saat memelukku
Berkali-kali dia mengelus pundakku
"Sering-seringlah calling eyke, ya?"
Aku cuma bisa menganggukkan kepalaku. Abang segera merengkuh bahuku, mengusap-usap pundakku ketika rombongan berjalan meninggalkanku
"Jangan lupa transferan biaya make up nya" ucap kak Jen sambil berlari cepat takut dimarah abang
Aku tersenyum sambil menghapus air mataku melihat kelakuannya, sedangkan abang tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepala
Dapat kulihat kak Jen yang berjalan mengeluarkan handphone dari saku celana ketatnya, lalu menoleh pada kami sambil kiss bye
"Abang langsung transfer?" tanyaku
Abang mengangguk
"Pantesan kak Jen senang"
"Senanglah, orang yang abang transfer seratus juta" jawab abang santai sambil menggandengku keluar dari waiting room
"What?? seratus??!" aku kaget
Abang langsung merengkuh bahuku, dan menciumi puncak kepalaku
"Foto kamu dulu satunya dihargai satu juta sama ben***ng matre itu" lanjut abang sambil terus merengkuh pundakku
Aku menggeleng-geleng, dan teringat jika dulu tiap habis merias ku kak Jen pasti mengambil fotoku, jadi ini alasannya. Karena abang yang nyuruh dan bayar mahal
"Tapi apapun akan abang lakukan, karena abang tahu, kamu nyaman sama dia"
Aku mengeratkan tanganku ke pinggang abang dan mendongak menatap mesra wajahnya yang sangat tampan itu
...****************...
"Honey moon nya kemana ini?" Ozlem langsung bertanya ketika kami santai di ruang keluarga, malam ini
Aku yang duduk di sebelah abang menoleh padanya
"Rencananya sih ke Switzerland" jawab abang
Ozlem mengangkat alisnya
"Well, Switzerland tempatnya bagus cuacanya juga mendukung untuk honeymoon" jawabnya sambil terkekeh
Anne dan tuan Yilmaz ikut terkekeh, abang cuma tersenyum, sedangkan wajahku langsung bersemu merah
"Berangkatlah besok, nikmati honeymoon kalian di sana, dan semoga pas pulang bawa kabar baik" sambung anne
Aku makin kikuk dan malu
__ADS_1
"Udah ya anne, baba kami masuk duluan, sudah malam" ucap abang sambil merengkuh bahuku
"Cuit cuit.." goda Ozlem yang membuat abang meninju lengan adik lelakinya itu
Kami meninggalkan ruang keluarga diiringi tatapan dari baba, anne dan Ozlem. Aku menundukkan wajahku menahan malu
Sampai di dalam kamar, abang langsung mengunci pintu, sedangkan aku langsung membersihkan wajahku
Ozkan langsung memeluk istrinya dari belakang dan menghirup dalam aroma sampo dari rambut Indah yang tergerai
"Sekarang kamu tiap hari harus keramas" bisik abang di telingaku
Aku tersipu malu mendengar ucapan nakalnya
Selesai dengan membersihkan wajah, aku segera berjalan kearah lemari mengambil piyama tidur
Abang dengan telaten membantuku membukakan resleting bajuku. Tapi aku sangat yakin tujuan sebenarnya bukanlah itu, tapi yang lain
Tepat ketika bajuku lepas abang langsung mengangkat ku keranjang dan kembalilah permainan panjang kami di mulai.
Entah sudah tak terhitung berapa kali aku mengejang tapi abang masih seperti tadi.
Ozkan terus mereguk madu dunia yang begitu memabukkan dan membuatnya candu, hingga dia melupakan segalanya, yang ada dibenaknya adalah kebahagiaan dan kenikmatan yang tiada tara.
Hingga akhirnya dia dapat mereguk semuanya hingga tandas dan terlelap sambil mendekap tubuh istrinya
...****************...
"Apa tidak kita ke Dubai dulu bang?" tanyaku pagi ini ketika kami berdua keluar dari dalam kamar mandi
Abang yang mengeringkan rambutnya dengan handuk menoleh sesaat padaku
"Dubai kan dekat, ke Switzerland saja dulu" jawabnya
Abang duduk di sofa dan menarikku yang saat itu kami masih sama-sama memakai handuk
"Siapa sih tuan Malik itu?" tanya abang menatap dalam mataku
Deg!!! mati aku, batinku
"Siapa dia sayang? nggak mungkin kan orang tiba-tiba ngasih kita voucher nginap di Burj Khalifa selama seminggu kalau dia tidak kenal dekat dengan kita?"
Aku diam, aku ragu apakah aku harus jujur apa harus bohong ini tentang siapa sebenarnya tuan Malik. Tapi jika aku bohong, dan akhirnya abang tahu, aku khawatir dia akan marah, tapi jika aku jujur apa abang juga tidak akan marah??, ah pusing aku
"Hei, ditanya kok malah bengong" lanjut abang sambil memainkan rambut basahku
"Janji abang nggak marah ya?" ucapku takut-takut
Ozkan mengerutkan keningnya mendengar ucapan Indah
Diputarnya tubuh istrinya agar menghadap padanya
"Sebenarnya tuan Malik itu adik iparnya ummi, yang tinggal di Dubai"
Ozkan menatap serius wajah istrinya
"Terus?"
"Terus, ehm... janji ya bang nggak bakal marah..."
Ozkan mengangguk
__ADS_1
"Terus ummi kemarin berniat menikahkan tuan Malik sama aku" jawabku pelan nyaris tak terdengar
Wajah Ozkan berubah, tampak kilatan cemburu di matanya
"Kapan itu?" jawabnya dengan nada dingin
Aku yang mengetahui jika abang marah langsung menunduk takut
"Kapan itu sayang?" suara Ozkan berubah lunak demi melihat istrinya menunduk takut
"Waktu abang pulang ke Turki, terus abang tertembak, jadi nona Alima yang menjelaskan semuanya pada ummi dan tuan Malik, jika aku sudah mempunyai calon suami"
Ozkan tersenyum, dan mengangkat wajah istrinya, mencium lembut bibir tipis itu. Sementara tangan satunya lagi digunakannya untuk menarik handuk yang melekat di tubuh istrinya
Lalu kembali permainan panas terulang lagi untuk kesekian kalinya di pagi ini.
Seperti tiada puasnya, Ozkan terus menikmati dan mereguk kenikmatan dunia bersama istrinya.
Suara ketukan pintu di luar tidak mereka pedulikan, mereka terus saja larut dalam permainan yang sangat memabukkan itu
Anne yang berdiri di luar pintu menempelkan telinganya
"Sepertinya Ozkan sedang bercocok tanam" gumamnya menahan tawa demi didengarnya ada suara-suara aneh dari dalam kamar
...****************...
"Jaga menantu anne, jangan buat dia kelelahan melayani mu yang sangat ganas itu" ucap anne yang sanggup membuat wajahku kembali memerah ketika kami berpamitan akan pergi honeymoon
Canan menutup mulutnya menahan tawa sedangkan tuan Yilmaz menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum mendengar ucapan jujur dari istrinya itu
"Kalau kamu capek, kamu boleh kok nolak Ozkan" bisik anne di telingaku yang kembali membuat wajahku bersemu merah
"Please anne jangan buat wajah istriku semakin merah, kasihan dia" ucap Ozkan yang menyadari jika Indah menahan malunya
Lalu dengan cepat kami segera berpamitan dan segera masuk kedalam mobil yang sudah menunggu kami di depan rumah
"Buat anak yang banyak, buktikan kalau kamu bibit unggul" ucap anne sambil melambaikan tangannya kearah kami
Aku yang mendengar langsung menyembunyikan wajahku di dada abang yang terkekeh
Mobil yang membawa kami masuk kedalam area bandara, dan abang menggenggam tanganku, membawaku lewat pintu vvip.
"Mereka ikut juga?" tanyaku pada abang ketika lima orang bodyguard berjalan di belakang kami
"Iya" jawab abang singkat
"Untuk pengawal kita, abang tidak mau kejadian penembakan kemarin terulang lagi. Apalagi kemarin Hatice datang, abang tidak yakin perempuan licik itu sadar"
Aku menganggukkan kepalaku dan terus berjalan mengikuti abang menuju jet pribadi milik keluarga Yusuf Yilmaz
Sampai dalam jet pribadi, kelima bodyguard langsung berdiri di posisi mereka masing-masing dengan sigap siaga
Tujuan pertama kami ke Switzerland, ketika pesawat jet akan take off, Ozkan yang mengetahui jika istrinya phobia ketinggian segera merangkul tubuh istrinya dan diajaknya berbaring di kursi yang telah di desain khusus di dalam pesawat pribadi ini
Aku yang berbaring di sebelah abang mengeratkan pelukanku ketika pesawat mulai naik
Butuh waktu sekitar tiga jam lima menit akhirnya pesawat mendarat di bandara Zurich.
Dari sana honeymoon kami di mulai. kami mengunjungi seluruh wisata terkenal yang ada di Swiss. Aku yang sudah dua kali ini ke Swiss selalu takjub dengan keindahan kota ini.
Jika siangnya kami jalan-jalan, menikmati keindahan pemandangan alam Swiss dan berpetualang di setiap tempat wisata, maka malamnya adalah waktunya kami berpetualang berdua menikmati surga dunia.
__ADS_1
"Tumbuhlah penerusku" bisik Ozkan di atas perut rata milik istrinya.
Lalu mendekap tubuh mungil itu kedalam pelukannya.