Talak Setelah Shubuh

Talak Setelah Shubuh
Malam Tahun Baru


__ADS_3

"Suamiku kemana kak ya, kok dari pagi tadi nggak kelihatan?" tanyaku gelisah pada Jennifer yang sibuk memasangkan foundation kewajahku.


Jennifer diam, dia tetap fokus melihat kewajahku dan sesekali ke arah cermin di depanku.


"Kak?" sentakku


"Hmmm" jawabnya malas


"Suamiku kemana kak ya?"


Jennifer berdiri tegak dari posisinya yang sedikit miring karena fokus kewajahku


"Meneketehe" jawabnya lalu kembali membungkuk fokus merias wajahku


"Aku telpon tidak aktif, sms juga tidak terkirim" lanjutku


"Mati mungkin" jawabnya santai


"Kakaaakkk..." aku memasang wajah cemberut


"Ihhhh ni makhluk bego atau peak sih" jawabnya sambil menenyeng kepalaku.


Aku langsung mengelus kepalaku yang habis diteyengnya


"Yeay itu kalau adik eyke aja ya, dah habis yeay eyke pukul saking geramnya" jawabnya dengan kesal


"Kan dia suami aku kak, wajar dong aku khawatir"


"Yeay nggak usah sok-sokan mikirin dia, bisa jadi kan dia sekarang lagi indehoi dengan perempuan lain"


Degg!!! degup jantungku langsung berpacu cepat. Pikiran buruk mulai melintas di kepalaku


"Bisa jadi dia sekarang lagi pelukan, ehem eheman" Jennifer makin mengompori Indah


Aku diam mendengar ocehannya, tapi kepalaku penuh dengan pikiran buruk. Bisa jadi yang dikatakan Jennifer benar.


Di Linggau saja dia bisa main gila, apalagi di daerah orang. Apalagi dari pagi tadi aku tidak melihatnya. Ahh, mungkin saja Andi sedang main gila ini.


"Sebentar kak, aku mau nelpon bu Suryati, bertanya kali aja suaminya tahu dimana suami aku" kataku sambil bangkit dari kursi dan mengambil hp di atas bantal


Jennifer mengangkat bahu dan kedua tangannya lalu membuang nafas kesal


"What?? Yeay benar-benar ya Ndah" ucapnya kesal


Aku segera mengambil dan mendial nomor bu Suryati. Seharian ini aku tidak menghubungi beliau, aku tidak mau beliau mengetahui keadaanku, aku malu jika beliau tahu bagaimana keadaanku saat ini.


Tersambung dan diangkat


"Ya Ndah, sudah selesai make up nya?"


"Belum bu" jawabku


"Lah terus kok nelpon? ibu kira kamu sudah ready dan mau ngajak langsung kelokasi"


"Gini bu, Pak Alam ada?


"Iya, ada. Ini beliau sudah ready, ibu belum, masih dandan" terdengar bu Suryati tertawa


Aku juga ikut tertawa


"Ehmm, aku boleh ngomong sama pak Alam sebentar bu?" tanyaku ragu


"Ada apa? Penting?"


"Diomong penting nggak penting, tapi diomong nggak penting tapi penting bu" lanjutku


"Ohh, okee" jawab beliau.


"Ya Ndah, ada apa?" terdengar suara pak Alam yang berbicara


"Bapak seharian ini ketemu suami saya tidak?"


"Tidak, kenapa Ndah?"


"Dari pagi dia tidak pulang ke kamar pak, aku khawatir" jawabku


"*Ada dia nelpon atau sms kamu nggak gitu buat ngasih tahu dia dimana?"


"Tidak pak"


"Ohh, mungkin pak Andi ada tugas lain, makanya beliau tidak ngabari kamu. Kemarin pas meeting kita memang banyak revisinya, mungkin beliau lagi revise laporan"


"Ohhh gitu ya pak?"


"Biasanya gitu. Nantikan pas acara kita semua kumpul. Beliau pasti ada. Jangan khawatir lagi"


"Iya pak, terima kasih untuk penjelasannya. See you at party sir..Assalamualaikum*" tutupku


"See you too. Waalaikumusalam"


Aku bernafas lega. Aku segera kembali kekursi tempat Jennifer tadi mendandaniku lalu duduk


Jennifer melengos dan cemberut. Dia diam saja, belum kembali melakukan tugasnya.


"Kak?" ucapku


Dia masih diam tak bergeming. Dia malah sibuk memainkan kukunya yang lentik.


"Kak?" aku kembali memanggilnya

__ADS_1


"Iya aku minta maaf" kataku lalu bangkit menghampirinya


"Aku khawatir kak, dan itu menurutku wajar" tambahku


"Eyke heran sama yeay Ndah. Malam tadi yeay dihajar sampe hampir mati sama tu laki. Lah sekarang kok malah yeay sibuk kebingungan nyariin tu orang, otak yeay jalan nggak sih Ndah?"


Aku diam. Aku juga bingung dengan diriku sendiri. Satu sisi memang aku marah sama Andi tapi satu sisi aku juga mengkhawatirkan dia.


"Nggak bisa jawab kan?, dasar peak" Jennifer kembali meneyeng kepalaku


Aku tersenyum dengan perlakuannya. Itu artinya dia perduli sama aku. Dan aku bersyukur untuk itu.


"Ayo kak, kan belum selesai make up in akunya" bujukku


"Jika bukan karena perintah si bos. hiii amit-amit eyke mau lagi dandani yeay" jawabnya sambil berjalan menuju kemeja rias sambil menghentak-hentakkan kakinya.


"Jangan cemberut, nanti cantiknya hilang" godaku


"Bawel" jawabnya


Aku segera duduk di kursi, dan Jennifer kembali mendandaniku.


Setelah hampir setengah jam akhirnya selesai juga


"Perfecto" ucapnya


Aku tersenyum sumringah kearahnya.


Lalu aku berdiri dan menatap pantulan tubuhku di cermin


"Ini beneran aku kak?" ucapku tak percaya.


Jennifer mengangguk seraya tersenyum bangga.


"Apa nggak terlalu "wah" ya kak?" ucapku ragu


"Ihhh,, yeay harus all out tahuuu"


"Tapikan malu kak"


"Bawel" jawabnya


Aku diam dan terus memutar-mutar tubuhku untuk memastikan jika ini pantas untuk aku pakai malam ini.


"Diam, jangan kemana-mana dulu" perintahnya. Lalu Jennifer mengambil kamera dan seperti biasa dia memintaku berpose


"Untuk apa sih kak?" ucapku sedikit malas hendak menolak


"Buat eyke pajang di kamar mandi" jawabnya asal


"Buat nakut-nakutin tikus kan?" sambungku


Spontan kami berdua terbahak. Selesai dengan tawa, Jennifer kembali keperintahnya dan kali ini aku tidak membantah. Aku positive thinking saja mungkin untuk kenang-kenangan baginya.


Aku segera berpose sesuai sarannya. Pokoknya aku sudah seperti model saja dibuat olehnya. Dalam hati aku ingin sekali tertawa, tapi aku takut nanti dia merajuk lagi.


"Dah, selesai. Eyke rasa cukup fotonya" ucapnya akhirnya setelah sibuk melihat hasil jepretannya di kamera.


Akupun melihat hasilnya setelah itu Jennifer selesai melihat terlebih dulu



...****************...


Aku berjalan dengan mengangkat sedikit bagian bawah gaunnku saat berjalan menuju kekamar bu Suryati dengan diiringi Jennifer.


Aku mengetuk pintu dan tak lama Bu Suryati dan Pak Alam keluar. Bu Suryati sampai ternganga melihat Indah dari atas sampai bawah


"Ckckck... cantik banget kamu Ndah" pujinya


"Siapa dulu dong yang dandani. Madame Jennifer" Jennifer menjawab


Aku tersenyum. Lalu kami berempat berjalan menuju loby dan tak lama muncul Afdal dengan pakaian yang juga sama necisnya seperti pak Alam. Tetapi dia terlihat lebih modis, sesuai dengan usianya. Malam ini dia memakai kemeja, dan memadukannya dengan jas semi formal, crop pants, dan sepatu loafer. Benar-benar terlihat keren.


Jennifer saja sampai melongo dibuatnya..hahha.


"Yuk jalan" ajaknya


Lalu kami semua berjalan menuju lift dan Afdal menekan angka 5.


Di dalam lift, Afdal tak henti-hentinya menatap Indah.


"Cantiknya" batinnya


Pintu lift terbuka dan kami keluar. Aku menggandeng tangan Jennifer saat berjalan. Itu aku lakukan karena aku gugup dan tidak percaya diri


"Gandeng aku saja tidak apa-apa kok mbak" ucap Afdal sambil nyengir demi melihat Indah menggandeng lengan Jennifer


Aku menoleh padanya sambil terkekeh


"Abang gandeng adek aja" tangan Jennifer terulur manja pada Afdal


"Oggahh!" Afdal spontan menjawab yang membuat kami terkekeh. Jennifer langsung memasang wajah cemberut.


Kami masuk kedalam ruangan yang malam sebelumnya pernah dipakai untuk meet and great. Ternyata sudah banyak yang hadir. Aku masuk dengan masih menggandeng Jennifer. Aku tersenyum pada ibu-ibu yang kemarin siang heboh-hebohan bareng.


Melihat ku datang, mereka langsung mendekatiku dan memelukku bergantian.


Aku harus menahan sakit saar mereka memeluk ku dengan kencang.

__ADS_1


"Ya ampun Indah, kamu cantik sekali" bu Tondang memujiku sambil memelukku erat.


Aku terpaksa tersenyum manis. Padahal tubuhku nyeri saat dia tadi memelukku


"Ibu juga sangat cantik malam ini" pujiku padanya


Bergantian kami saling berpelukan dan cipika cipiki. Setelah itu aku, bu Suryati dan Jennifer bergabung dengan ibu-ibu tadi dan kembali kami heboh. Ditambah lagi dengan adanya Jennifer yang membuat malam tahun baru ini semakin semarak.


Kami langsung terdiam ketika ada pasukan bodyguard yang masuk dengan mengawal CEO.


Begitu CEO dan istri duduk, kamipun semuanya duduk


"Welcome ladies and gentleman" suara dari mic membahana diruangan


Michael? Aku terkejut dan tersenyum begitu melihatnya di atas podium


"Where is Indah? heii Indah, come in" panggilnya


Aku berdiri dan melambaikan tanganku kearahnya.


"Come in baby, we start our party tonight" lanjutnya


Aku mengangkat bahuku, tidak faham maksudnya.


Seorang bodyguard yang ku ketahui karena seharian kemarin mengawal kami berjalan kearahku


"Ayo mbak, saya antar" ucapnya


Aku dengan bengong mengikuti perintahnya. Aku berjalan disebelahnya, dan ketika di dekat CEO dan istri, aku menganggukkan kepalaku sedikit lalu mulai menaiki anak tangga menuju podium


"Stop Indah, stop!! ucap Michael yang membuatku spontan menghentikan langkahku.


Michael berjalan kearahku dan mengulurkan tangannya. Aku menyambut uluran tangannya lalu berjalan mengiringinya.


"Takut dia jatuh lagi" ucapnya sambil terkekeh


Yang hadir ikutan tertawa mendengar alasan Michael.


Lalu kami berdua kembali memandu acara malam tahun baru ini.


Acara malam ini lebih keacara santai. Karena ini adalah malam terakhir untuk kami berkumpul bersama sekaligus menghabiskan malam pergantian tahun.


Setelah memandu acara selesai, kembali aku dan Michael berjabat tangan.


"Aku akan mengingat kamu Indah. Terima kasih banyak telah jadi partner yang baik" ucap Michael.


Akupun membalas hangat jabatan tangannya.


"Aku juga berterima kasih pak, karena bapak juga telah baik hati mengajak aku colab" jawabku


Lalu dia mengantarku sampai aku turun dari tangga dan aku berjalan kearah ibu-ibu yang lain yang telah berkumpul sambil memegang piring mereka masing.


Akupun mengambil piring, mengisinya dengan sedikit nasi dan stick. Lalu aku bergabung bersama mereka, makan bareng.


Acara terus berlanjut sampai malam. Para pelayan sibuk wara-wiri membawakan berbagai makanan dan minuman pesanan para pengunjung ruangan ini.


Sampai pada akhirnya ada seorang pelayan mendekatiku dan menawari minuman.


Saat tanganku akan mengambil gelas minuman, ternyata di bawah gelas itu ada secarik kertas. Aku menatap pelayan itu


"Ini diberikan oleh seseorang di sana" jawabnya seperti mengerti maksudku


Aku menoleh kearah yang ditunjukkannya. Tapi di sana aku tidak mendapati siapa-siapa


"Terima kasih" ucapku


Lalu aku membalik kertas tersebut dan membacanya


"Aku tunggu di luar"


Mataku kembali melihat kearah yang ditunjukkan pelayan tadi, masih tetap tidak ada orang. Aku tertegun


"Hayoo ngelamunin apa?" Jennifer yang tiba-tiba datang langsung menepuk pundakku


Aku langsung meringis kesakitan. Jennifer segera membekap mulutnya


"OMG, maaf Ndah, eyke lupa"


Aku mengelus-elus pundakku untuk meredakan rasa nyerinya. Jennifer menatapku dengan wajah bersalah


"Maaf..." ucapnya lagi


"It's okay kak" jawabku


"Itu apa?" tanyanya menunjuk kertas kecil yang aku pegang.


Kertas itu aku berikan ketangannya dan langsung dia baca


"Ayo buruan, tunggu apa lagi" ucapnya


"Kemana?" tanyaku bingung


"Ya keluar sesuai yang tertulis di kertas ini"


"Takuuuttt" jawabku


Jennifer menepuk keningnya


"Cape dehhh"

__ADS_1


"Buruannn" lanjutnya sambil dia mendorong pelan bahuku menyuruhku keluar


Aku menuruti perintahnya dan dengan ragu aku berjalan keluar dari dalam ballroom yang semakin malam semakin semarak.


__ADS_2