
Aku lantas berdiri dan menunjuk tajam kearah pak Hermawan
"Apa anda lupa jika tidak seluruh anak itu akan mirip ayahnya, Adam ini mirip saya, mirip keluarga besar saya. Dia coklat karena kulit saya dulu juga coklat, dan anda lihat kan bagaimana postur tubuhnya, dia tinggi besar seperti kedua kakak saya"
"Dan anda jangan lupa bukti tes DNA yang dilakukan Andi, tes itu menyatakan jika 100% Adam adalah anaknya Andi. Dan ini memang kesalahan Andi, karena dia menyembunyikan hasil tes DNA itu pada kalian sehingga kalian selalu beranggapan jika Adam bukanlah anaknya"
"Tapi saya yakin anda tidak akan lupa bagaimana Andi menghembuskan nafas terakhirnya"
"Mikail dan Naura serta anak anda yang lainnya tak kurang-kurangnya membimbing Andi untuk mengucap syahadat dan membacakan Yasiin, tapi apa?, siapa akhirnya yang mampu membimbingnya?, Adam!!!!"
"Adam lah yang akhirnya yang mampu membimbing Andi setelah Adam ikhlas memaafkan seluruh kesalahan dan dosa Andi!"
"Dan apa anda lupa, bagaimana akhirnya istri anda mati, hah?, istri anda mati setelah mendapatkan maaf dari anakku Adam!!!"
Teriakan kencang Indah terdengar sampai di bawah, kak Andri sudah berniat berdiri ketika diberi kode untuk tenang oleh Ozkan
"Telah ada Abraham dan Tomo di atas, kak"
Kak Andri hanya membuang nafas kasar dan membuang wajah dengan kesal
Sementara Dimas dan mas Indra hanya bisa tertunduk malu
"Istri anda bisa mati dengan tenang karena maaf Adam, begitu juga dengan Andi, dan anda masih saja mengatakan hal yang buruk tentang anakku?!"
"Seumur hidupku aku tidak akan pernah memaafkan mu pak Hermawan, memang ketiga anakku bukanlah cucumu, tapi ketiga anakku adalah cucunya umak bapakku!"
"Dan kau lihat ini pak Hermawan!"
Aku dengan kasar memegang kepala Adam dan menolehkannya kearah pak Hermawan
"Ini, ini bekas luka di kening Adam karena anda lempar dengan gelas, saya tanya sama anda, apa hak anda menyakiti anak saya??? dan ini, anda lihat ini!"
Aku menarik Adam membawanya berdiri di depan pak Hermawan, aku berjongkok dan menaikkan dengan kasar celana dasar Adam sampai ke lutut
__ADS_1
"Anda lihat ini!!" teriakku
"Ini bekas luka sewaktu dia kecil mengejar Andi karena dia ingin meminta uang seribu perak untuk dia beli permen, sampai dia terjatuh, tapi Andi sama sekali tidak berhenti dan memberinya uang!"
"Tapi anda lihat sekarang, bukan seribu perak yang saya berikan padanya, tapi seribu dolar!!!!"
"Memang wajar jika anda tidak menganggap Adam cucu kalian dan anaknya Andi, karena Adam juga tidak pernah menganggap kalian mbah mereka dan Andi sebagai ayahnya!"
"Mbak Ningsih pasti ingat bagaimana Adam mengatakan jika dia tidak mempunyai ayah, ingat kan mbak?"
Mbak Ningsih yang wajahnya penuh dengan air mata hanya bisa mengangguk
"Saya cam kan sekali lagi sama anda pak Hermawan, saya ikhlas anda tidak menganggap ketiga anak saya cucu anda, tetapi yang saya tidak ikhlas adalah uang saya yang kalian pakai untuk biaya rumah sakit bu Mira!!!"
"Anda harus mendengarkan kenyataan pahit bagaimana buruknya anda sebagai manusia!" lanjutku dengan mata yang masih menyala
"Anda telah gagal menjadi seorang suami, dulu saat anda menikahi bu Mira, saya yakin orang tua bu Mira meminta anda menggantikan tugas mereka membimbing bu Mira menjadi manusia baik, tapi anda bukannya membimbingnya menjadi manusia berakhlak, anda malah makin menjerumuskannya menjadi manusia tak bermoral"
"Anda malah mendukung segala kejahatannya dan malah anda setuju dengan semua kebusukannya"
"Apa ada anda menghentikan Andi untuk berselingkuh?, tidak kan? anda dan istri anda malah mendukungnya dan apakah anda menghentikan kelakuan jahat dan jahanamnya Laras pada saya?, tidak. Anda malah tersenyum senang ketika Laras mengejek dan menghina saya, bahkan anda diam ketika Laras dan Maria memberikan baju robek pada saya"
"Anda gagal jadi manusia pak Hermawan. Ingatlah nanti ketika di akhirat kelak, disaat istri anda dan kedua anak anda diadili dan mereka menuntut pertanggungjawaban anda, anda tidak akan bisa mengelak lagi, karena memang itu adalah tanggung jawab anda"
Wajah pak Hermawan makin memucat. Dia akui jika selama ini yang dikatakan Indah semuanya benar, dia sekalipun tidak pernah menasehati dan membimbing istrinya untuk berbuat baik, dan tidak pernah pula menghentikan kejahatan kedua anaknya
"Alloh masih sayang sama anda dan Maria pak Hermawan, itulah sebabnya Alloh belum mengambil nyawa kalian, Alloh masih ingin kalian berdua tobat, maka pergunakanlah waktu kalian yang sempit ini untuk bertobat"
"Karena jika anda mati sama persis seperti istri anda dan Laras, sudah dipastikan anda akan terbakar di neraka, persis seperti baju yang saya bakar di bawah tadi!"
Pak Hermawan kian menunduk dalam
"Dan saya yakinkan pada anda, jika nanti anda mati, ketiga anak saya akan saya larang melayati anda, terlebih seperti yang telah Adam lakukan untuk istri anda"
__ADS_1
"Istri anda beruntung, karena dari menyolatkan sampai tahlil dia yang memimpin, tapi untuk anda nanti, itu tidak akan pernah terjadi, saya akan larang ketiga anak saya datang, karena anda bukan mbah mereka!!!"
Air mata pak Hermawan menetes, dan dia mengangkat wajahnya melihat kearah Indah
"Jangan berkata seperti itu Indah, kasihanilah saya yang sudah renta ini"
Aku menggelengkan kepalaku dan tersenyum sinis
"Aku hanya mengikuti kemauan anda pak hermawan, anda yang tidak menganggap ketiga anak saya cucu anda, maka saya juga melakukan hal yang sama"
"Sekarang silahkan anda bawa pergi Maria dari rumah saya, saya tidak mau melihat wajah kalian berdua lagi. Terserah anda mau menganggap saya kurang ajar atau tidak sopan pada anda, tapi seperti yang telah saya katakan pada bapak saya tadi, sikap saya tergantung bagaimana sikap orang lain pada saya"
"Saya bisa lebih baik pada orang yang baik sama saya, dan saya juga jauh bisa lebih jahat kepada orang yang jahat sama saya"
Pak Hermawan menarik nafas panjang dan menatap sedih pada Indah
"Terima kasih untuk perlakuan anda, istri anda dan kedua anda selama ini sama saya"
"Terima kasih juga untuk penghinaan dan makiannya sama saya, sehingga dengan makian dan hinaan kalian itu, saya bisa menjadi Indah yang sekarang"
"Karena makian kalian itulah, saya akhirnya mampu memberikan banyak harta untuk ketiga anak saya"
"Kalian melupakan sesuatu ketika dulu menghina saya pak Hermawan, bahwa tidak ada yang tidak mungkin jika Alloh sudah berkehendak"
"Anda bisa lihat bagaimana terpuruknya saya dan ketiga anak saya dulu karena ditinggal dan diusir Andi, dan betapa terhinanya kami ketika kalian mencaci maki kami, tapi anda lihat bagaimana sekarang Alloh mengubah itu semua"
"Saya yang dulu kalian hina, bisa menjadi kaya raya seperti sekarang, ketiga anak saya yang dulu tidak kalian akui, sekarang kalian lihat bagaimana berhasilnya mereka menjadi manusia berguna"
"Pergilah pak Hermawan, jangan pernah kembali lagi kesini, disini bukan tempat anda, saya hanya menghargai suami dan orang tua saya dengan mempersilahkan anda di rumah ini, tapi tidak lagi sekarang"
"Hubungan antara kita telah lama terputus sejak saya bukan lagi menantu kalian, tetapi karena saya memikirkan bagaimana perasaaan ketiga anak saya dan memikirkan bagaimana penilaian orang, makanya saya harus berbesar hati menerima anda"
"Tapi sekarang tidak lagi pak Hermawan, saya hidup dengan keinginan hati saya, bukan dengan keinginan hati orang lain, cukup selama ini saya memikirkan perasaan orang lain dan mengabaikan perasaan hati saya"
__ADS_1
"Adam, bawa mbahmu turun. Dan ambilkan pakaiannya, setelah itu bawa mbahmu dan tantemu Maria keluar dari rumah ini"
Setelah berkata begitu aku berdiri dan pergi meninggalkan mereka bertiga yang hanya bisa menatap kepergian ku dengan tatapan sedih