Talak Setelah Shubuh

Talak Setelah Shubuh
Emir Pulang


__ADS_3

Naura hanya menatap dalam diam pada Emir yang bilang jika besok dia akan kembali ke Jeddah


Setelah menganggukkan kepala dan tersenyum sekilas Naura naik dengan menggandeng Defne dan Serkan


"Ukhti, do you like akhi Emir?"


Naura menghentikan langkahnya dan menoleh pada Defne


"I don't know, that I know, I really respect of him"


"Do you agree if he is handsome?"


Naura terkekeh, di towelnya pipi merah merona Defne


"Daddy more than handsome"


Defne terkekeh


"Daddy is the most handsome man in the universe" ucapnya


Sambil tertawa ketiganya masuk ke kamar dan menutup pintu


Naura segera melepas hijabnya dan menggantungnya, saat akan membersihkan wajahnya, dia teringat dengan hadiah yang diberikan Akmar


Dengan pelan dibukanya pintu lemari, dia tak ingin kedua adik kembarnya yang baru akan memejamkan mata mereka terbangun


Diambilnya kotak bening kristal tersebut, dan kembali mengeluarkan isinya.


Kembali senyum simpul terukir di bibirnya


Dengan cepat Naura meraih handphonenya yang berdering


Kakak Ter❤️


"Assalamualaikum kak?"


"Waalaikumussalam yuk, lagi apa?"


"Baru mau tidur, kenapa kak?"


Mikail diam, Naura menunggu kelanjutan omongan adiknya


"Ada yang penting, ya?, bicara aja"


"Iya kak, ini tentang Akmar"


Detak jantung Naura langsung berdegup kencang begitu dia mendengar Mikail menyebut nama Akmar


"Ada apa dengan Akmar?"


Mikail kembali diam, dan makin membuat degup jantung Naura makin berdetak tak karuan


"Ayuk sudah ambil dan lihat hadiah yang Akmar beri?"


"Iya, sudah"


"Katanya itu kado ulang tahun untuk ayuk"

__ADS_1


Naura menutup wajahnya, tiba-tiba dirasanya jika wajahnya terasa panas


"Ayuk masih dengar suara kakak kan, yuk?" goda Mikail karena dia tak mendengar jawaban Naura


Naura terkekeh


"Ayuk suka sama Akmar?"


Naura langsung menghentikan tawanya, kembali jantungnya berdetak kencang


"Kakak tahu sekarang di rumah juga ada tuan muda Emir, kan?"


"Kakak tahu dari Akmar jika mereka berdua bersaing untuk mendapatkan hati ayuk"


Naura menarik nafas dalam


"Pilihan yang berat ya yuk, tapi tidak berat jika melibatkan Alloh di dalamnya"


Naura tersenyum dan kalung dari Akmar yang ada di genggamannya terus dimainkannya


"Sudah shalat Istikharah?"


"Belum"


"Loh, kenapa?, shalat istikharah lah yuk, mohon petunjuk Alloh"


Dari Jabir Bin Abdullah radhiyallahu ‘anhuma berkata:


Dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengajari kami Istikharah dalam memutuskan segala sesuatu, (sebagaimana mengajari kami) surat dalam Alquran, beliau bersabda


...فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ لِيَقُلْ...


...اللَّهُمَّإِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي أَوْ قَالَ عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي أَوْ قَالَ فِي عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ وَاقْدُرْ لِي الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِي...


Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan yang tepat kepada-Mu dengan ilmu-Mu dan aku memohon kekuatan kepada-Mu (untuk memutuskan urusanku dan mengatasinya) dengan Kemahakuasaan-Mu. Aku memohon kepada-Mu kebaikan dari karunia-Mu yang agung, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa, sedang aku tidak kuasa, Engkau Maha Mengetahui, sedang aku tidak mengetahui dan hanya Engkau-lah Yang Maha Mengetahui hal yang ghaib. Ya Allah, apabila (menurut pengetahuan-Mu) Engkau mengetahui bahwa urusan ini, lebih baik bagiku dalam urusan agamaku, penghidupanku, dan akibatnya bagi duniaku dan akhiratku-, maka takdirkan lah untukku, mudahkanlah jalannya, kemudian berilah berkah untukku. Akan tetapi apabila (menurut pengetahuan-Mu) Engkau mengetahui urusan ini berdampak buruk bagiku dalam urusan agamaku, penghidupanku, dan akibatnya bagi akhiratku, duniaku atau akhiratku-, maka jauhkan urusan tersebut dariku, dan jauhkan aku darinya, takdirkan kebaikan untukku dimana saja kebaikan itu berada, kemudian jadikanlah aku ridho dengan takdir tersebut.”


Naura menarik nafas panjang mendengar nasehat Mikail


"Jangan suka mempermainkan hati orang yuk, nggak baik"


"Iya kak, iya, In Syaa Alloh ayuk bakal istikharah, kalau menurut kakak diantara mereka siapa yang baik?"


Mikail diam


"Nggak tahu yuk, karena kakak belum mengenal mereka, tapi yang kakak tahu mereka semuanya hafidz, In Syaa Alloh akhlaknya bagus"


Naura tersenyum


"Eh iya yuk, ngomong-ngomong dapat kado apa dari Akmar?"


Naura terkekeh


"Kalung"


"Wahhh pasti bagus ya yuk?"


Kembali Naura terkekeh

__ADS_1


"Ya sudah yuk, kakak cuma menyampaikan itu saja. Karena malam sebelum kami pulang, Akmar mengajak kakak ngomong empat mata, dia meminta izin sama kakak untuk mengajak ayuk taaruf"


Kembali detak jantung Naura berpacu cepat


"Terus kakak jawab apa?"


Mikail tergelak mendengar pertanyaan cepat ayuknya


"Cie cie yang penasaran"


Naura tersadar dan menepuk keningnya


"Besok kakak ceritain lagi, sekarang sudah malam, kakak mau tidur, besok harus dinas, salam buat keluarga besar ya yuk, maaf kakak nggak pulang lagi, kasihan papa kalau harus menyuruh pilot antar jemput kakak terus"


Keduanya terkekeh, setelah Mikail mengakhiri obrolan dan mengucapkan salam, Naura meletakkan hp dan kembali menatap kalung yang sejak tadi digenggamnya


Lalu dia kembali mengambil hp dan mengirimi Akmar pesan


Terima kasih untuk kadonya


Setelah mengirim pesan tersebut, Naura ikut merebahkan tubuhnya di sebelah adik kembarnya yang sudah nyenyak


...****************...


Jam sepuluh pagi, Emir telah bersiap untuk kembali, dua bodyguardnya telah menunggu di depan ketika Emir berpamitan dengan Indah dan Ozkan


Pak Abraham cs yang akan mengantarkannya ke bandara pun telah siap di dalam mobil


Ketika berdiri di depan Naura, Emir tampak mengeluarkan sesuatu


"Gift for your birthday" ucapnya


Dengan ragu Naura mengambil bungkusan kecil yang diulurkan Emir


"Syukron Emir"


Emir mengangguk


"See you soon Naura, I back to home"


"Be careful Emir"


Sambil sama-sama menangkupkan tangan di depan dada, keduanya sama-sama tersenyum kaku


Aku dan Abang saling toleh dan sama-sama mengangkat alis kami


"See you at office Emir, In Syaa Alloh uncle back to Jeddah three day later"


"Okey uncle" ucap Emir sambil kembali mendekap hangat Ozkan


Aku mengelus kepalanya ketika dia menyalami dan mencium punggung tanganku


Anak kecil yang dulu sering aku gendong dan naik di bahuku jika aku pulang dari kantor, kini telah berubah menjadi pria dewasa yang gagah dan tampan


Setelah itu, dengan langkah gagah Emir masuk kedalam mobil dan melambaikan tangannya ketika mobil akan berputar


Aku menarik nafas panjang ketika mobil keluar dari pagar dan kian menjauh

__ADS_1


Aku melirik sekilas pada Naura yang tampak melihat kado yang tadi diberikan Emir padanya


Dia tampak tertegun menatap benda tersebut dan tergagap ketika aku mengajaknya masuk


__ADS_2