
"Yang massage saya cewek aja ya kak" pintaku saat Jennifer sudah siap dengan berbagai alat massage.
"Nanti eyke..." jawabnya terpotong saat hpnya kembali berdering.
"Ihh ni cowok mau ngapain lagi sih?" sungutnya sebelum mengangkat panggilan
"Awas kalau kamu menyentuh tubuhnya!" ucap suara di seberang yang membuat Jennifer menjauhkan hp dari telinganya
"*Faham?!"
"Heyyy, gimana eyke nggak megang2 tu badan perempuan, kan spa dan massage harus di pegang-pegang, gimana sih yeay*?" Jennifer menjawab dengan kesal
"*Ada pegawai perempuan kan?"
"Iya boss ada, tapi tadi yeay bilang harus eyke yang nangani, kalau nggak eyke, yeay dorr"
"Jangan banyak alasan, kalau mau saya bayar. Kalau tidak, sepeserpun tidak akan kamu terima. Dan salon kamu ini akan ku suruh anak buahku untuk membakarnya!"
"Aawww jangaaann, iya iya eyke nurut*"
Aku langsung menoleh dan bangkit dari posisiku yang tengkurap ketika mendengarnya berteriak
"What happened kak?" tanyaku
"Yeay diem, sumpah deh baru kali ini eyke dapat pelanggan tajir tapi jahat" jawab Jennifer sambil cemberut
"Mayaaanggg" dia berteriak
Seorang pelayan berlari terburu-buru masuk keruangan.
"Ya Madame"
"Nih atm berjalan madame, yeay yang massage, spa, meni pedi, creambath, sauna, komplit pokoknya, jangan lewat satupun. Kasih service yang nomor satu semua, yeay ngerti?
"Ngerti Madame"
Kembali hpnya berdering.
"Ya ampuuunnnn ni laki napa lagi sih?" Jennifer dengan kesal menjawab panggilan di hpnya
"Ya bos, apalagi siiiih, bawel deh yeay"
"Keluar kamu dari sana, biarkan perempuanku sama pegawai mu saja di ruangan"
"Iya bos, iya, siap" Jennifer segera berdiri dan meninggalkan Indah berdua saja dengan Mayang.
Lebih dari dua jam perawatan yang aku jalani di salonnya Jennifer. Ini adalah kali pertamanya aku menikmati segala jenis pelayanan salon. Biasanya aku kesalon cuma untuk potong rambut, tapi kali ini aku benar-benar menikmati pelayanan layaknya perempuan-perempuan beruang di luar sana. Dari ujung rambut sampai kaki semuanya dirasa berbeda.
"Ini bajunya kak" Mayang meletakkan sebuah dress berwarna pastel model plisket, lengkap dengan sepatu dan juga tas.
Aku segera masuk ke dalam kamar ganti dan memakai baju yang tadi diberikan oleh Mayang. Setelah selesai aku keluar dan menuruni anak tangga kembali kelantai dasar tempat di mana pertama tadi aku sampai.
"Hey, sudah selesai?" bu Suryati melambaikan tangannya ketika melihatku.
Aku tersenyum kearahnya yang kelihatan jauh lebih fresh dari tadi pagi.
"Yeay sini, waktunya yeay eyke permak" Jennifer yang tiba-tiba muncul dengan dua gelas orange juice menghampiri kami.
"Diapain lagi kak?" tanyaku
__ADS_1
"Make up" ucapnya sambil menarik tanganku dan mendudukkanku di kursi depan meja rias.
"Lepas hijab yeay!" perintahnya
Aku kaget dan dengan cepat menggeleng.
"Ya ampyuunnnn... tidak ada laki-laki disini" ucapnya mengetahui apa penyebabku tidak mau melepas hijabku.
"Tapi kakak sama Monita kan..?" ucapku menggantung
"Ihhh, dibilangin eyke cewek, yeay gimana sih?" jawabnya kesal
"Buruan!" bentaknya
Hpnya berdering.
"Ya ampuuunnnn.... apa hari ini cuma laki ini sih yang nelpon eyke" wajahnya makin kesal
"Iya apalagi sih boss. Yeay rumpi banget deh"
"Jangan bentak perempuan ku!"
Cuma itu, setelah itu panggilan terputus.
Jennifer bengong menatap hpnya lalu berlari keluar salon
"Tu laki dimana sih, kok dia tahu semua apa yang eyke lakukan" ucapnya sambil celingukan.
"Heh, laki-laki sigap siaga, apa boss yeay ada di sini?" tanyanya pada seorang bodyguard yang dari tadi berjaga di depan pintu.
Sang bodyguard langsung melototkan matanya yang membuat Jennifer berlari kabur
"Kenapa kak?" tanyaku
"Nggak ada apa-apa" jawabnya
"Monitaaaaa...." kembali dia berteriak.
Monita segera berlari dan menghampiri Jennifer.
"Ya Madame" jawabnya
"Tugas yeay make up in ibu Suryati, dan eyke make up in ni atm berjalan eyke"
Monita segera beranjak ketempat bu Suryati duduk dan meminta bu Suryati untuk duduk di kursi di sebelahku.
"Tapi kak, kalau ada yang datang gimana?" ucapku masih penuh keraguan
"Ya Tuhaaannnn.. hari ini salon eyke udah dibooking sama bos khusus untuk yeay. Jadi yeay nggak usah khawatir ada yang datang"
Aku bengong mendengar jawabannya. Aku dan bu Suryati saling toleh dan sama-sama mengangkat alis kami tanda bingung
"Cepat lepas jilbab nya ya atm berjalanku" suara berubah manis
"Kok nggak galak lagi kak?" godaku
"sttttt..., dia tahu kalau aku ngomong kasar ke kamu, dia marah tadi sama aku" jawabnya berbisik
"Dia siapa kak?" tanyaku penasaran.
__ADS_1
"Lelaki ganteng yang sudah bayar mahal buat eyke" jawabnya sambil cekikikan.
"Lelaki ganteng?, suamiku ya kak?" kejarku
"Rahasiaaaa, yang penting demi yeay dia rela bayar berapapun" jawabnya makin centil.
"Ayo buruan"
Aku segera membuka hijab yang dari tadi di kepalaku.
Maka dengan cekatan, Jennifer mulai memberikan toner pada wajahku, dilanjutkan dengan memakaikan foundation.
Sekitar satu jam Jennifer memake up wajahku. Yang semula wajahku bersih tanpa bedak karena habis spa, maka sekarang telah berubah dengan riasan yang simple namun anggun sesuai permintaanku.
Begitupun dengan bu Suryati, pesona keanggunan beliau makin terpancar. Kami sama-sama tersenyum puas dengan pelayanan Jennifer hari ini yang telah membuat kami menjadi cantik.
"Sudahkan kak?" kataku yang berniat hendak pulang
"Eits, nanti duluu... kan belum foto. Satu foto satu juta" ucapnya sambil masuk mengambil kamera
Aku yang mendengar ucapannya tadi makin bengong.
"Apalagi ini maksudnya satu foto satu juta?" batinku
"Yuk ahh, ke belakang salon eyke aja, view disana juga nggak kalah cantik dibanding di dalam ruangan" ucapnya.
Aku dan bu Suryati mengikuti langkahnya. Memang benar, di belakang justru jauh lebih nyaman. Ruang terbuka dengan taman yang cantik.
"Stop, yeay pose di sana ya" pintanya.
Aku berhenti dan mulai bergaya sesuai arahan darinya.
"Sudah kan kak?" kataku
"Nanti, makin banyak foto, makin banyak eyke dapat duit" jawabnya
"Ihh curang" protesku
"Suka-suka eyke dongg"
Lalu aku kembali berpose. Entah sudah berapa kali Jennifer mengambil fotoku.
"Sama bu Suryati juga dong kak" pintaku
"Oh, tentuu.. Nanti eyke pasti dapat tambahan" jawabnya makin sumringah
Aku dan bu Suryati menggelengkan kepala mendengar jawabannya.
Lalu kami berdua berpose layaknya ibu dan anak.
Aku tersenyum ketika melihat hasil jepretannya.
"Foto aku yang ini aja ya kak, yang lainnya hapus" pintaku
"Ohh tidak bisaaa" jawabnya
Aku memanyunkan bibirku demi mendengar jawabannya.
__ADS_1
"Dasar b*****g matre" batinku