
"Pasien??!" mata ummi terbelalak
"Iya, apa selama dua tahun belakangan ini aku ngajak Indah ke rumah sakit itu untuk menemaniku? membantuku?, bukan ummi. Aku mengobatinya!!"
"Dia sakit ummi, dia sakit!" Alima menutup wajahnya, lalu tersedu
"Susah payah aku mengobatinya, menyembuhkan sakit batinnya, ummi malah kembali membuat luka itu"
Ummi lalu menatap Alima yang tersedu, menuntut jawaban atas segala keterkejutannya
"Bertahun-tahun aku meyakinkan Indah bahwa dia akan bahagia, meyakinkannya bahwa dia memiliki harapan dan masa depan, malah ummi menghancurkan usahaku"
"Ummi jahat!!!"
Alima masih tersedu
"Saat Indah sudah sembuh dan kembali memiliki harapan untuk masa depannya malah ummi menghancurkannya!!"
Ummi makin bingung mendengar perkataan Alima.
"Jelaskan, jelaskan semua pada ummi. Apa maksud kamu?, ummi tidak faham Alima"
Alima menghapus air matanya
"Karena ummi wanita tangguh dan kuat, jadi ummi tidak bisa melihat kesengsaraan wanita yang nyaris delapan tahun ini selalu bersama ummi"
Ummi diam, dia terus menantikan kelanjutan ucapan Alima
"Indah sakit apa?" tanyanya lembut karena Alima masih terisak
"Depresi"
Mulut ummi ternganga, jelas sekali kekagetan di wajahnya yang mulai menua
"Mungkin ummi melihat dia wanita tegar dan kuat. Tapi ummi tidak menyadari kerapuhan dibalik senyuman dan semangatnya"
"Please jangan berteka teki lagi sama ummi, ceritakan semuanya"
Dengan kembali mengusap kasar wajahnya Alima menceritakan seluruh yang terjadi pada Indah, seluruhnya tanpa ada yang ditutup-tutupi
"Jadi jika ummi tetap berusaha menjodohkan Indah dengan uncle, sama artinya ummi membuat Indah kembali dalam depresinya"
Ummi Afsha menarik nafas dalam menyandarkan tubuhnya kesandaran kursi
"Indah mencintai Ozkan, ummi"
"Ozkan??!"
Alima mengangguk
"Iya, investor Turki, anak tuan Yusuf Yilmaz, kolega abi. Orang yang ummi suruh membimbing Indah sekarang"
"Sejak kapan?"
"Sejak lama, sejak mereka sama-sama di Indonesia. Itulah sebabnya, mengapa tuan Yusuf mengucurkan dana trilyunan untuk mega proyek ummi, itu agar Ozkan bisa mendekati dan mengambil hati Indah kembali"
Ummi makin merasa bersalah, mengapa selama ini dia tidak melihat duka di mata Indah, mengapa selama ini dia tidak memahami penderitaan wanita yang sudah dianggapnya anak tersebut.
"Mengapa mereka menyembunyikan hubungan mereka dari ummi?"
Alima menatap umminya dengan tatapan tak percaya
"Ummi pernah muda, masa ummi tidak merasakan tatapan sayang dari mereka berdua?"
Ummi tersenyum basi kearah Alima.
"Ummi sama abimu ta'aruf Alima, mana kami kenal pacar-pacaran"
Alima akhirnya tersenyum mendengar jawaban umminya
"Mereka saling mencintai ummi, enam tahun terpisah. Mungkin ummi ingat bagaimana Indah nyaris pingsan saat melihat Ozkan ketika dia pertama kali presentasi"
Ummi menatap keluar, mencoba mengingat kejadian dimana Indah akan pingsan
__ADS_1
"Ahh, ummi ingat. Waktu itu Indah nyaris pingsan ketika Ozkan masuk"
Alima tersenyum.
"Itulah kalau ummi mau tahu, betapa kuatnya cinta mereka. Ketika Alloh menghendaki hati ke hati untuk bertemu, dia akan menghubungkannya walaupun diantara keduanya terjarak langit dan bumi"
...****************...
"Tidak harus membawa bodyguard juga abi" Canan cemberut ketika mereka masuk mobil
"Kita tidak tahu bahaya apa yang mengancam kita" jawab anne
"Aku hanya ingin kita berempat" rajuk Canan
Ozkan kembali tersenyum dan menjalankan mobilnya dengan pelan
"Ozlem, suruh mereka pulang. Ini quality time kita sama anne, walau kurang karena baba masih di kantor"
Ozlem menurut dan segera mengeluarkan smartphonenya
"Kalian kembali kerumah!"
"Tapi bagaimana dengan bos Ozkan?"
"Ini abi yang menyuruh"
"Siap bos Ozlem"
Canan tersenyum dan segera memeluk lengan anne dengan manja
"Setelah belanja kita minum teh di pinggir pantai di bawah Bosphorus Bridge" ucap Ozkan
"Saya rasa itu mustahil abi" sahut Ozlem
Ozkan menoleh pada Ozlem yang berada di sebelahnya
"Ini yang kita bawa anne dan Canan" jawabnya
"Awas kalian, saya adukan dengan baba"
Kembali keduanya terbahak
"Anne...." rengek Canan
"Kalian berdua bisa diam, tidak?" ucap nyonya Aylin
Sontak kedua pria tampan bermata biru terang itu langsung menutup mulut mereka
Sekarang giliran Canan yang terbahak
"Perempuan dimana-mana itu selalu menang, jadi abi-abiku yang tampan, mau bagaimanapun kalian membantah tetap akulah yang akan menang"
Ozlem memutar mata dengan malas mendengar jawaban menang dari mulut Canan
Mobil mewah yang dikendarai Ozkan masuk kekawasan Emaar Square Mall, setelah menurunkan anne dan kedua adiknya Ozkan memberikan kunci mobil kepada pegawai khusus parkir, lalu diapun bergabung dengan orang yang disayanginya.
Masuk kedalam pusat perbelanjaan mewah kelas elit yang ada di Istanbul bukanlah hal yang luar biasa buat Canan, karena hampir tiap minggu dia akan mengunjungi setiap mall yang ada di Istanbul ini.
Dengan lincahnya dia dan anne masuk kedalam mall langsung menuju kearah deretan sepatu mewah, berbagai bentuk dan warna sepatu hasil desainer terkenal dunia terpajang di sana. Dan dengan kalapnya baik Canan maupun Nyonya Aylin mencoba setiap sepatu yang mereka inginkan.
Ozkan dan Ozlem yang mengikuti iseng-iseng juga mencoba. Tapi akhirnya mereka berdua tidak juga membeli, karena tidak ada yang cocok di hati mereka.
Puas di toko sepatu, Canan dan anne pindah ke toko perhiasan. Kembali di sini kedua ibu dan anak ini kalap melihat berbagai jenis perhiasan cantik
Ozkan yang untuk pertama kalinya ketoko perhiasan tampak berjalan kearah barisan yang memamerkan cincin.
"Aku kan akan menikah, sudah pasti membutuhkan cincin" batinnya
Ozlem yang melihat abinya melihat-lihat cincin, mendekat
"Mau beli?" tanyanya
Ozkan menoleh dan tersenyum
__ADS_1
"Untuk calon istriku"
Ozlem mencibir, Ozkan memukul lengannya
"Tunjukkan pada saya cincin berlian" ucap anne yang tiba-tiba telah berdiri di belakang Ozkan
Ozkan menoleh dan tampak malu
Seorang pelayan lalu memberikan beberapa model contoh cincin berlian yang diminta anne
"Berlian itu cantik dan elegan, dan anne yakin akan semakin manis dan berkelas di jari calon menantuku"
Wajah Ozkan kembali mengembangkan senyum malu
"Saya mau cincin berlian dengan model Cushion" lanjut anne
Dengan cepat pelayan tersebut memberikan berbagai ukuran cincin berlian model Cushion
"Model cincin seperti ini sering dipakai oleh kalangan bangsawan dan kerajaan Eropa, itulah sebabnya jika nanti dipernikahan kalian Indah memakai cincin mewah ini, akan terkesan seperti royal wedding" lagi anne menjelaskan
"Kamu tahu ukurannya?" tanya anne menoleh pada Ozkan
Ozkan menggeleng
"Kalau begitu bagaimana kita tahu cincin mana yang pas di jari calon istrimu abi..." ucap Canan
Ozkan diam tampak seperti berfikir lalu dia menarik tangan Canan. Diperhatikannya dengan membolak balikkan jari Canan
"Sepertinya jari kalian sama ukurannya"
Canan bengong
"Dari mana abi tahu?" tanyanya
"Dia pasti sering menggenggam tangan itu" jawab Ozlem sambil menyenggol bahu Ozkan dengan bahunya
Canan dan anne tertawa tertahan, sedangkan wajah putih Ozkan berubah pink
"Tuh, kalian lihatkan bagaimana wajahnya berubah merah" kembali Ozlem menggoda
"Sudahlah, kalian jangan terus menggoda anak tertampan anne, nanti masak wajahnya" sambung anne
Ozkan langsung menyembunyikan wajahnya dibalik pundak anne.
"Yang ini" ucap Canan setelah dia mencoba beberapa buah cincin dan akhirnya menemukan yang pas.
Setelah membayar, mereka pergi naik ke lantai atas, menuju ke Emaar Akvaryum Ve Sualti Havyanat Bahcesi, akuarium raksasa yang ada di Istanbul.
Canan sibuk mengambil swafoto di dalam sana, berkali-kali dia membidik wajahnya dengan latar belakang penyelam yang sedang berenang di dalam aquarium tersebut.
Ozlem dan Ozkan pun tak mau kalah, mereka juga mengambil swafoto mereka berdua bahkan terkadang berempat.
Canan sangat bahagia, karena kedua abinya menemaninya berbelanja.
Pukul sepuluh malam, saat mall akan tutup, barulah mereka keluar dari dalam mall.
Ozkan berjalan kearah basement berdua dengan Ozlem saat sebuah pistol merk Desert Eagle mengarah tepat kekepalanya.
Hanya beberapa detik saat Ozkan menunduk membetulkan sepatunya, peluru tepat mengenai lengannya
Suara ledakan pistol yang sangat kuat membuat Canan berteriak, apalagi ketika dilihatnya Ozkan ambruk
Ozlem berteriak panik, dan dia segera berlari mengejar lelaki yang memakai jaket hitam yang berlari kearah berlawanan
"Abiiiii....." teriak Canan
"Ozkaaannnnn....." teriak anne
Ozkan ambruk di aspal dengan darah yang mengair dari lengan kanannya.
Ozlem kembali berbalik arah, berlari cepat kearah anne dan Canan yang berteriak dan menangis meraung
"Cepat kesini!!!!" teriak Ozlem di samartphone, memanggil para bodyguard
__ADS_1