
Pesawat yang kutumpangi mendarat cantik di bandara King Abdul Aziz. Setelah turun dari pesawat aku segera keluar menuju pintu exit vvip.
Pak Farhad melambaikan tangan ketika melihatku, dan aku berjalan menuju kearahnya
"Selamat datang kembali Indah" ucapnya ketika aku sampai di depannya
Aku tersenyum lalu segera masuk kedalam mobil mewah yang biasa aku dan ummi naiki jika kami kekantor
"Tiga tuan muda sudah menantikanmu, sejak kemarin mereka menunggu" ucap pak Farhad ketika kami di perjalanan menuju istana kediaman ummi
Aku tersenyum mendengar ucapan pak Farhad. Hampir empat bulan aku berpisah dari mereka. Tentulah aku merindukan mereka
Akhirnya mobil yang membawaku sampai di kediaman ummi. Saat itu hampir tengah malam
"Bunda..." teriak tiga tuan muda ketika aku baru saja menginjakkan kakiku
Berlari mereka menyerbuku. Kulihat ummi dan nona Alima juga ada di teras.
Aku segera merentangkan tanganku menyambut mereka
"Janji tiga bulan, ini hampir empat bulan baru pulang" protes tuan muda Fadh, tuan muda yang paling dekat denganku
"Pardon me" ucapku
Tuan Fadh segera menggandengku, mengajakku masuk rumah
Aku segera mencium punggung tangan ummi dan ummi memelukku erat
"Alhamdulillah kamu telah pulang" ucap ummi sambil mengelus pundakku
Lalu aku mendekap nona Alima
"Semoga kedatanganmu kali ini membawa perubahan besar" bisiknya
Aku tersenyum penuh arti padanya. Lalu kami semua masuk dan aku mengeluarkan oleh-oleh yang khusus aku bawa dari rumah
"Ini apa?" tanya tuan muda Emir ketika dia mengambil satu buah empek-empek dan menciumi dengan hidungnya
"Kok baunya kaya gini?" lanjutnya lagi
Aku terkekeh melihat keheranannya
"Ini namanya empek-empek, makanan khas Palembang, dia terbuat dari campuran tapioka dan terigu, dicampur dengan ikan giling. Bau yang tuan cium itu dari ikan giling" terangku
"Coba saja tuan, rasanya mantaappp!" ucapku sambil mengeluarkan cuko.
Ketiga tuan muda beserta ummi dan Alima tampak mulai mengambil masing-masing satu. Dan mulai menuangkan cuko kedalam mangkuk kecil yang tadi sempat aku ambil di dapur
Mata tuan Emir tampak berputar lalu menutup sebentar
"Ehhmmm, asli ini enak banget" pujinya
Barulah setelah melihat tuan Emir yang lain mengikuti memakannya juga. Dan Alhamdulillah mereka semua memuji kelezatan makanan khas daerahku
...****************...
Bilang sama nenek, bunda sudah sampai di Jeddah" bbmku pada Mikail. Lalu aku mengirim pesan yang sama pada ketiga saudaraku
__ADS_1
Setelah mandi dan makan malam, tepatnya makan dini hari aku tidur.
Pagi ini aku terbangun dengan mata yang masih sangat mengantuk karena hanya tidur sekitar tiga jam.
Dengan malas aku menyibakkan selimut dan turun dari ranjang masuk kekamar mandi menyiram tubuhku.
Setelah melaksanakan kewajiban dua rakaat aku segera berganti baju kerja dan memoles wajahku seperti biasanya.
"Langsung ngantor?" tanya nona Alima ketika melihatku turun dari tangga
Aku tersenyum padanya sambil mengiyakan.
Alima langsung menarik tanganku
"How you feel?"tanyanya
Aku mengerutkan keningku
"Masih perlu terapi?" lanjutnya sambil menaikkan alisnya
Aku terkekeh begitu faham arah omongannya
"Saya jauh lebih baik nona"
"Syukurlah"
Aku lalu sedikit membungkukkan badanku ketika kulihat ummi berjalan kearah kami
"Sarapanlah dulu, baru setelah itu kita berangkat" ucap ummi
Aku menurut lalu berjalan kearah dapur bergabung dengan pelayan lain yang juga sedang sarapan.
...****************...
"Sayangnya kamu tidak hadir waktu launching akhir tahun kemarin" ucap ummi yang mengetahui kekagumanku.
"Maafkan saya ummi karena cuti lewat dari batas" jawabku tak enak
"It's okay Indah" jawab ummi
Lalu ummi mengajakku masuk, seluruh karyawan yang melihat kami masuk membungkukkan badan mereka.
Ummi mengajakku masuk kesatu ruangan yang kuketahui itu sebagai ruangan pimpinan.
Di dalam telah terdapat beberapa buket bunga yang cantik-cantik, dan juga ada beberapa ucapan selamat. Aku membaca satu persatu ucapan yang terbuat dari kertas warna warni tersebut.
Ummi menarik lenganku ketika aku masih memutar tubuhku membaca tulisan yang menggantung tersebut.
Tanpa membantah aku mengikuti ummi yang masih memegang tanganku. Lalu ummi menarik kursi pimpinan dan menyilahkanku duduk dengan memberi kode dengan kelima jarinya.
Aku menoleh tak mengerti maksud ummi, ummi malah tersenyum kearahku
"Surprise.....!!!" teriak beberapa karyawan yang masuk sambil meniupkan terompet dan kertas warna warni kearahku dan ummi
Aku menundukkan wajahku menghindari kertas kecil yang berterbangan agar tidak menempel di wajahku
"Ayo, silahkan duduk!" ucap ummi padaku yang masih bengong
__ADS_1
Dengan bengong aku mengikuti perintah ummi, dan duduk di kursi pimpinan
Sementara beberapa karyawan tampak senyum-senyum kearahku
"Mulai sekarang, ummi percayakan pengelolaan hotel Ar Mursalat 2 ini ketangan kamu" ucap ummi yang makin membuatku bengong tak percaya
"Tapi ummi?" ucapku bingung
Ummi menepuk pundakku
"Sudah cukup rasanya ummi membimbing kamu, mungkin ini saat yang tepat kamu mandiri" jawab ummi
Aku menarik nafas dalam masih belum percaya dengan kejutan ini
"Kamu tidak sendiri, investor kita ada bersama kamu, dia yang akan membimbing kamu jika kamu masih bingung" ucap ummi sambil menoleh kearah pintu masuk
Akupun menoleh kearah yang sama, dan aku dapati abang masuk dengan membawa buket bunga yang besar.
"Congratulation Indah" ucap Abang sambil memberikan buket bunga tersebut padaku
Tanpa berkedip aku menerima buket pemberiannya dan abang memainkan sebelah matanya padaku hingga aku tersadar dan segera mengucapkan terima kasih
"Sekarang giliran kamu yang membimbingnya" ucap ummi pada abang
"Dengan senang hati Nyonya" jawab abang sambil menyilangkan tangan kanannya kedada dan membungkukkan sedikit tubuhnya kearah ummi
"Saya akan kekantor saya, dan kamu Indah sekarang kantor kamu di sini. Itu artinya mulai sekarang kamu tidak harus pulang dan pergi bareng ummi lagi, ummi sudah siapkan supir pribadi untuk kamu" tambah ummi sambil kembali menatapku yang masih tampak shock dengan semua ini
Aku tidak menjawab perkataan ummi, bahkan ketika ummi meninggalkan ruangan aku masih bengong.
Aku terhenyak di kursi, melihat keseluruh ruangan dengan pandangan kosong
Sampai akhirnya aku tersadar ketika ada sebuah tangan melingkar di leherku
"Abang!" ucapku tergagap
Abang melepaskan tangannya yang tadi memelukku dari belakang, lalu pindah berjongkok di sebelahku
"Selamat ya sayang atas pencapaian kamu. Abang harap ditahun yang baru ini juga menjadi hal yang baru untuk kehidupanmu"
Aku tersenyum kaku
"Jangan shock, ada abang disini"
Aku menghembus nafas dalam
"Aku masih tidak percaya dengan ini semua bang" lirihku
Abang bangkit dan menarikku berdiri
"Perlahan dan pasti semua mimpimu jadi kenyataan, tinggal satu yang belum" ucapnya sambil menangkup wajahku
Aku mendongak kearahnya, menatapnya ragu
"Pernikahan kita" sambung abang
Nyessss....
__ADS_1
Wajahku langsung memanas, malu mendengar ucapannya