
Ozkan kembali memeluk erat istrinya yang terkekeh ketika membicarakan selingkuhan mantan suaminya
"Sekarang aku telah mengikhlaskan semua perlakuan mereka padaku, karena tanpa aku membalas mereka menggunakan kedua tanganku ada tangan Alloh yang membalas mereka"
"Mereka semua telah menerima balasan atas perbuatan mereka. Yang paling tragis adalah Laras, dia langsung mati tanpa adanya tobat terlebih dulu, aku bukan mendahului Alloh, tapi aku yakin jika dia menerima azab yang pedih atas kejahatannya"
"Aku cuma berharap jika Maria dan pak Hermawan mendapatkan hidayah sehingga mereka bisa bertobat sebelum mereka mati"
"Dan untuk Andi..." wajahku berubah sinis ketika aku menyebut nama Andi
"Dia beruntung karena ketiga anakku hafidz dan hafidzah yang akan terus mendoakan dan membantunya di akhirat kelak. Tapi aku yakin bagaimanapun ketiga anakku membantunya, dia tetap akan disiksa lama di neraka"
Ozkan terkekeh ketika melihat mata istrinya berkilat marah.
"Ada yang lucu?"
Abang yang tertawa menggeleng
"Abang tahu hati kamu sangat baik, mulutmu saja yang jahat ketika marah, tapi abang yakin ketika kamu memarahi pak Hermawan dan Maria hati kamu sebenarnya tak tega, iya kan?"
Aku memandang wajah abang tak percaya, bagaimana dia tahu, batinku
"Abang suamimu, dan kau tercipta dari tulang rusuk abang, jadi abang tahu apa yang kau rasakan, abang tahu dalam marahnya kamu masih ada rasa sayang, masih memaafkan walau kecewa, masih bertahan walau kau terluka"
"Itulah makanya Abang bilang, bahwa abang bersyukur memiliki istri sepertimu"
Wussss...
Rasanya tubuhku melambung tinggi mendengar pujiannya. Aku tersenyum malu, dan abang terkekeh
"Abang tidurlah, nanti ketika mendarat akan aku bangunkan"
Abang mengangguk, lalu gantian aku yang mengusap-usap kepalanya hingga akhirnya abang benar-benar tertidur nyenyak
Setelah abang nyenyak, aku mengecup keningnya lalu turun dari ranjang, berjalan keluar dari kamar
Aku membuka kamar Serkan dan Defne yang kosong, lalu berjalan kearah depan, kearah dua bodyguard yang berdiri sigap
Mereka membungkukkan sedikit ketika aku mendekat
"Where are Serkan and Defne?"
Pertanyaanku dijawab keduanya dengan mengulurkan kelima jari mereka kedalam
Aku segera masuk dan ku dapati anak kembarku terlelap di sofa dengan televisi masih menyala
"Maa syaa Alloh..." lirihku dengan langsung membenarkan kaki mereka.
Tampaknya kedua anak kembarku tak merasakan gerakan apa-apa. Keduanya masih nyenyak ketika aku merapikan posisi tidur mereka
Lalu aku meraih remote dan mematikan televisi lalu ikut duduk di sofa dengan memandangi wajah tenang keduanya
Aku tersenyum ketika melihat wajah keduanya. Rambut mereka coklat terang dengan kulit putih bersih
Kembali aku tersenyum tak percaya jika aku melahirkan anak kembar berwajah bule. Mereka sangat mewarisi keturunan Daddy nya
Karena bengong sejak tadi tidak tahu apa yang harus kulakukan. Dengan nekat aku mengambil laptop abang yang berada di atas meja
Sudah lama sekali aku tidak mengetik, terutama membuat catatan harianku. Dulu jika aku ada masalah maka pelarianku adalah dengan menuangkan kesedihanku lewat tulisan
Segera aku mencari menu icon word, lalu mulai menekan tombol keyboard
__ADS_1
*Sebuah karma mengatakan, jika yang bersama dan yang mendampingi mu sekarang bukanlah jodohmu,
Satu per satu kebohongannya akan terbongkar, Alloh memperlihatkan keburukannya padamu
Alloh akan membiarkan dia terus menyakitimu berkali-kali sampai kau sadar dia bukan yang terbaik untukmu
Benar ternyata...
Orang yang keseringan berbohong, akan cenderung lupa dengan kebohongannya sendiri
Dan akhirnya kebohongan itu akan diungkap oleh mulut mereka sendiri, bahkan tanpa dia sadari
Makanya terkadang banyak orang yang memilih DIAM
DIAM bukan berarti menerima segala FITNAH yang dituduhkan padanya, melainkan sedang memperhatikan bagaimana cara semesta bekerja
Sampai akhirnya, kebenaran dari segala masalah terungkap dengan sendirinya
Aku tahu menjadi janda tidaklah mudah, karena banyak orang memandangnya sebelah mata
Tapi yakinlah, bahwa Alloh telah menyiapkan yang terbaik sebagai gantinya
Teruslah bersabar karena Alloh bersama orang yang sabar
Bahkan Nabi Ibrahim tidak pernah tahu jika api yang membakarnya akan terasa dingin.
Nabi Musa tidak pernah tahu bahwa lautan di depan matanya akan terbelah,
Demikian halnya dengan kita manusia biasa, mungkin kita merasa bahwa hari-hari kita terasa berat dan sulit
Tapi kita harus yakin, bahwa Alloh pasti menolong kita tanpa harus tahu seperti apa caranya
As long as we have God, we have Hope
Sulit bagi kita, bukan berarti sulit bagi Alloh
Choosing your partner, is also choosing your future
Jadi berhati-hatilah memilih pasangan, libatkan Alloh dalam hal ini, karena kita tidak pernah tahu yang akan terjadi pada diri kita
Kita beranggapan bahwa sesuatu itu baik bagi kita, tapi belum tentu menurut Alloh
Dan kita beranggapan jika sesuatu itu buruk bagi kita, tapi sebenarnya itulah yang terbaik menurut Alloh
Qodarullah
Setiap rencana yang telah kita susun dengan rapi, jika itu tidak menjadi kenyataan, percayalah ketetapan yang terbaik sudah Alloh atur jauh lebih indah
Untuk semua perempuan dimanapun berada, terutama yang saat ini terzolimi oleh suaminya bahkan oleh mertuanya, jangan rendah diri dengan merasa bahwa kalian buruk dan tak pantas
Mereka hanya tak melihat sisi baik kalian, karena hati mereka dibutakan dengan kebencian
Jalaluddin Rumi pernah berkata "Seseorang yang tak pandai membaca kedua matamu, tak kan mahir mendengar kata hatimu"
Tidak perlu terlihat baik oleh orang lain, karena yang terlihat baik belum tentu benar-benar baik.Cukup dengan menjadi orang yang tulus ikhlas dan jujur, agar hanya orang-orang yang mempunyai mata hati saja yang bisa merasakan siapa yang baik
Ingat, jadilah pribadi yang baik, bukan menjadi orang-orang yang pura-pura baik
Cukup Alloh saja yang menilai kita
Dan untuk semua ibu, calon ibu dan juga calon mertua
__ADS_1
Jangan bedakan menantumu, ingat, sebelum menjadi menantumu, dia adalah anak kesayangan kedua orang tuanya, kesayangan saudara-saudaranya
Jangan karena dia tak sama denganmu, tak sederajat denganmu maka kau seenak hatimu memperlakukannya
Ingatlah bagaimana dulu kau menjadi menantu, pasti kau juga merasakan kesulitan beradaptasi dan harus membiasakan diri dilingkungan baru
Ingat, mereka akan melahirkan garis keturunanmu, jika kau perlakukan dia dengan baik, maka kau akan jauh lebih disayanginya melebihi orang tuanya, tapi jika kau berlaku buruk padanya, kau akan menjadi. musuhnya
Dan untuk para suami dan calon suami, ingat bagaimana dulu ketika kau meminang istrimu kepada kedua orang tuanya, saat itu yang kau lihat adalah kebaikan dan kecantikannya, maka janganlah ketika kau bosan kau mencari kesenangan diluar
Ingat, istri itu pelitanya rumah, apabila pelita rumah telah redup, seisi rumah akan merasakan gelap
Satu hal yang perlu kalian ingat, jika kalian tengah beruang dan menganggap bahwa satu perempuan itu kurang, maka bagi perempuan ketika dia beruang, satu lelaki baginya kebanyakan
Hati-hati,
Baik buruk seorang istri itu tergantung oleh suaminya
cintanya muncul karena kasih sayang
bencinya muncul karena kebohongan
sedihnya muncul karena ketidakpekaan
bahagianya muncul karena perhatian
Semakin kau memperlakukan dengan baik, istrimu akan memuliakanmu
Tapi ketika kamu memperlakukannya dengan tidak baik, dia akan berubah sepertimu
Di Atas Awan
November 2022
Indah Yuliani
Aku lalu tersenyum menatap laptop dan kembali menoleh kearah kedua anakku yang masih terlelap
Dan dapat kulihat dari jendela yang gordennya terbuka, jika diluar telah terang benderang
Dan semakin lama semakin kurasakan jika pesawat seperti menukik, sepertinya pesawat telah siap landas
Aku menutup laptop lalu beranjak membangunkan kedua buah hatiku
Setelah kedua anakku duduk, aku berpindah ke kamar membangunkan suamiku
Abang membuka matanya lalu tersenyum manis
"Alhamdulillah kita sudah sampai" lirihku
Abang lalu meregangkan ototnya lalu turun dari ranjang
Berempat kami berdiri di atas anak tangga, aku memandang berkeliling pada suasana bandara King Abdul Aziz
Siapa yang menyangka jika aku seorang perempuan yang diremehkan orang akhirnya bisa berdiri di atas sebuah pesawat jet pribadi
Siapa yang akan menyangka jika aku yang dulunya dihina akan sukses seperti sekarang
Itulah nasib, tidak ada yang bisa menduganya akan jadi apa kita kedepannya
Pesannya saya cuma satu jangan suka meremehkan orang lain, karena kita tidak tahu nasib orang kedepannya bagaimana
__ADS_1
Aku menarik nafas dalam-dalam, menghirup sebanyak-banyaknya udara kota Jeddah, kota yang dipilih Alloh untuk menjadi tempat tinggal ku sekarang
...TAMAT...