Talak Setelah Shubuh

Talak Setelah Shubuh
Menemui Nona Alima


__ADS_3

Entah berapa menit aku menangis di dalam toilet.


Melihat Indah berlari keluar, Ozkan segera menyusulnya. Dan dia terpaku di depan toilet.


Dapat didengarnya suara Indah yang menangis tersedu di dalam. Tangannya terkepal kuat, giginya gemeletuk. Berkali-kali dia meninju tembok karena menyesali perbuatannya.


Sedangkan aku yang terduduk menangis dalam toilet masih betah di sana. Hijabku sudah tak berbentuk karena aku pakai untuk membuang ingus di hidung dan mengusap airmataku.


"Mengapa, mengapa baru sekarang kau kembali Ozkan?" teriakku dalam hati dengan airmata yang kembali berhamburan


"Tidak, aku tidak pantas untuk Ozkan, buka mata kamu Indah. Buka" perang batinku


Kembali aku menangis, menyembunyikan wajahku di lutut


Ozkan masih menunggu Indah di luar, dia mendongakkan kepalanya dengan mata yang berkaca-kaca. Sampai akhirnya pintu terbuka dan Indah keluar dari dalam toilet dengan mata merah bekas menangis


Aku segera membuang wajahku ketika kulihat tuan Ozkan menatapku ketika aku melangkah keluar dari dalam toilet


Aku segera masuk dengan terburu kedalam ruangan dan segera kembali membuka laptop lalu fokus kembali bekerja


Ozkan dengan lesu berjalan masuk kedalam ruangan. Dilihatnya Indah yang telah kembali fokus menatap laptop. Ingin sekali rasanya dia merengkuh wanita itu, tapi diurungkannya karena dia tahu Indah akan marah dan menolak. Dia tak ingin kelancangannya makin membuatnya melukai wanita itu


Aku pura-pura tidak melihat ketika tuan Ozkan masuk, aku terus saja mengerjakan laporanku.


...****************...


Ozkan mengeluarkan kartu nama yang tadi diberikan oleh nona Alima. Dibacanya ulang dan diletakkannya di atas dashboard.


Lalu dia membuka aplikasi Maps melalui smartphone dan mengetikkan alamat rumah sakit tempat nona Alima praktik


Tak lama muncul maps yang menunjukkan jalan menuju rumah sakit, lalu Ozkan segera mengegas mobilnya.


Saat di jalan dia kembali membuka smartphonenya, mendial nomor Alima yang sudah disavenya tadi


"Assalamualaikum, Ini saya Ozkan" ucap Ozkan ketika sambungan terhubung


"Waalaikumussalam, iya Tuan Ozkan"


"Saya sudah di jalan menuju tempat praktik anda"


"Baiklah, saya tunggu" tutup nona Alima


Tak butuh waktu lama, Ozkan telah masuk di area rumah sakit. Setelah memarkirkan mobilnya, Ozkan segera turun dan kembali menghubungi Alima


"Saya sudah di bawah"


"Naik saja kelantai tujuh"


Ozkan lalu masuk ke lobi rumah sakit dan berjalan mengikuti petunjuk menuju kearah lift


Begitu masuk lift, Ozkan segera menekan angka tujuh, dan tak butuh waktu lama dia sudah tiba di lantai tujuh. Kembali dia berjalan di lantai putih jernih itu, melihat ketiap papan penunjuk poli klinik. Ketika didapatinya penunjuk arah poli klinik psikiater, dia segera berjalan kearah tersebut.


Sampai di depan pintu, kembali dia menghubungi Alima


"Saya sudah di depan pintu praktik anda"


Tak lama pintu ruangan dibuka, Alima segera menyambut Ozkan dengan senyum manis


"Silahkan masuk" sambut Alima ramah

__ADS_1


Ozkan segera masuk dan duduk di kursi berhadapan dengan Alima.


"To the point saja, ada apa dengan Indah" ucapnya tanpa basa basi


Alima tersenyum


"Indah itu pasien saya"


Raut wajah Ozkan langsung berubah kaget


"Maksudnya?" tanyanya cepat


"Sudah lebih dari dua tahun ini Indah menjadi pasien saya"


Ozkan membetulkan posisi duduknya


"Apakah Indah mengidap penyakit mental?" tanyanya dengan nada khawatir


Alima diam, dia memandang dalam pada Ozkan yang terlihat panik


"Tolong katakan pada saya, apakah Indah mengidap sakit mental?"


Alima tersenyum sambil menggeleng


Ozkan menghembus nafas lega begitu melihat Alima menggeleng


"Syukurlah, anda membuat saya spot jantung" jawabnya


"Tapi lebih dari itu" jawab Alima


Raut wajah Ozkan berubah tegang mendengar jawaban Alima


"Jangan berteka-teki sama saya, tolong anda jelaskan bagaimana kondisi Indah"


Alima menarik nafas dalam


Ozkan mengusap kasar wajahnya. Lalu mengatupkan kedua tangannya menutupi hidung dan menarik nafas dalam


"Bagaimana itu bisa terjadi?" tanyanya pilu setelah cukup lama diam


"Mungkin anda sudah tahu jika Indah adalah korban perselingkuhan dan korban kdrt"


Kembali Ozkan menarik nafas dalam. Dikepalkannya tangannya ketika ingatan tentang lebam ditubuh Indah berkelebat di matanya.


"Bukan hanya secara fisik Indah disakiti, tapi juga secara psikis, Indah juga mengalami pelecehan secara verbal dari mantan suaminya, dimaki, direndahkan, hingga membuat Indah jadi pendendam dan berusaha menunjukkan jika dia baik-baik saja" ucap nona Alima dengan sedih


"Saat dia kembali bahagia dan jatuh cinta, dia kembali harus mengubur perasaannya karena ternyata anda juga membohonginya"


"Padahal anda adalah satu-satunya harapan bagi Indah yang akan membuatnya bahagia dan mencintainya apa adanya"


"Kita tidak tahu sedalam apa luka bathinnya, tapi sebagai psikiaternya saya tahu bahwa dia sangat rapuh, dia berusaha untuk tegar demi dendam dan tiga anaknya, jika saya jadi Indah, saya tidak tahu apakah saya bisa menjalani ini semua"


"Benar apa yang dikatakannya, kita orang beruang makanya kita tidak bisa merasakan bagaimana sakitnya dihina, dan kita juga tidak merasakan bagaimana rasa sakitnya dicampakkan oleh orang yang kita sayangi"


Alima menarik nafas dalam matanya tampak berkaca-kaca


"Apakah anda tahu apa yang menyebabkan Indah depresi?" tanya Ozkan dengan suara lirih


Alima kembali menarik nafas dalam

__ADS_1


"Kemungkinan karena faktor ambiguitas, dimana Indah dituntut menjadi perempuan yang memiliki banyak tanggung jawab mengurus keluarganya, memiliki ekspektasi yang terlalu tinggi hingga akhirnya dia merasa terbebani"


"Faktor kedua karena kritik diri sendiri, karena menganggap bahwa diri sendiri mampu dan tidak boleh mengeluh sehingga menyebabkan diri seseorang memendam stress"


"Yang ketiga karena faktor lingkungan, dimana masyarakat banyak menjudge jika jadi seorang janda maka masa depan anaknya nanti bagaimana, dia akan hidup seperti apa, dimana-mana, sebagian besar masyarakat memandang buruk pada status janda"


"Yang keempat karena masa lalu, dimana pasangannya tidak menghargai dan tulus padanya, dia tidak mendapatkan dukungan dan itu makin membuatnya stress"


"Yang terakhir karena ketakutan diri sendiri yang selalu menuntut orang yang depresi over thinking. Mereka selalu memikirkan yang ada dipikirannya saja dan itu belum tentu terjadi, tapi mereka sudah memikirkannya terlalu dalam. Misalnya bagaimana jika orang tahu aku lemah, bagaimana jika orang menganggap aku tidak normal, bagaimana jika anak-anakku nanti hidupnya tidak bahagia"


"Itu, itu yang aku tangkap dari kasusnya Indah, dia bermasalah karena itu"


Ozkan kembali mengusap kasar wajahnya.


"Indah, seberat inikah beban yang kau tanggung?" lirihnya


"Seperti yang saya bilang tadi, Indah itu perempuan tangguh. Saya salut dengannya, dia bisa menghadapi ini dengan santai, padahal saya yakin bathinnya hancur" airmata Alima mengalir saat mengucapkan kalimat tersebut


"Terus, yang membuatnya trauma karena apa?, apa hanya karena perselingkuhan mantan suaminya?"


"Banyak faktor, salah satu penyumbang terbesar memang disebabkan karena perselingkuhan suaminya. Dimana korban perselingkuhan itu, yang kebanyakan adalah istri, mereka selalu berfikir bahwa mereka gagal menjadi seorang istri yang baik. Bagi pelaku perselingkuhan mungkin mereka menganggap bahwa perselingkuhan itu adalah hal sepele, hanya permainan sesaat, tapi dia tidak menyadari bahwa perbuatannya itu bisa merusak mental pasangan yang telah dikhianatinya"


"Dia kehilangan rasa percaya diri dan harus hidup dengan rasa trauma, rasa khawatir dan ketakutan, serta akan selalu dihantui kenangan dan memori buruk yang tidak akan pernah bisa dilupakan"


"Faktor selanjutnya karena rasa penolakan. Dulu Indah banyak mengalami penolakan dari keluarga mantan suaminya, itulah makanya ketika bertemu anda dan dia akhirnya mengetahui latar belakang anda, ketakutannya kembali hadir. Dia takut jika nanti dia mengalami penolakan lagi"


Ozkan menunduk dalam dengan tangan yang terkepal.


"Mengapa? mengapa aku harus mengetahui itu sekarang?" sesalnya


"Karena itulah saya meminta anda untuk menemui saya" jawab nona Alima


Ozkan mengangkat kepalanya, matanya merah menahan tangis.


"Anda harus membantu saya" lanjut nona Alima dengan wajah serius


"Apapun, apapun akan saya lakukan untuk menolong Indah. Katakan saja dokter" jawab Ozkan cepat


"Bantu Indah untuk mengembalikan rasa percaya dirinya, buat dia bangga pada dirinya, dan yang paling penting adalah buat dia jatuh cinta lagi. Buat dia yakin bahwa dia berhak untuk merasa bahagia, dan ini adalah tugas anda, mungkin berat untuk anda melakukannya karena dia sekarang bersikap dingin pada anda, tapi jika anda benar-benar mencintainya, tunjukkan bahwa anda layak menjadi pendampingnya"


Ozkan menarik nafas dalam


"Akan saya buat Indah kembali jatuh cinta pada saya" jawab Ozkan percaya diri


Nona Alima menarik nafas lega mendengar jawaban Ozkan


"Terima kasih untuk bantuan dan kerelaan anda menemui saya. Jika ada hal yang ingin anda tanyakan pada saya jangan sungkan-sungkan menghubungi saya"


Ozkan mengangguk pasti, sekali lagi dia mengusap wajahnya lalu menarik nafas dalam


Nona Alima tersenyum melihat tingkah Ozkan


"Jangan terburu-buru, dekati dia dengan perlahan, anda pasti masih ingat bagaimana dulu dia bisa jatuh hati pada anda, tidak ada salahnya jika itu juga anda lakukan untuk kembali merebut hatinya" saran Alima ketika Ozkan berpamitan


Ozkan mengangguk dan mengucapkan banyak terima kasih atas informasi yang didapatnya tentang Indah


Segera dia turun kelantai bawah dan berjalan menuju mobilnya. Ketika sampai di dalam mobil, dia segera menelungkupkan wajahnya di atas stir, menangis terisak. Tangis yang sejak tadi dia tahan.


Tangisnya pecah, bahunya sampai berguncang

__ADS_1


"Maafkan aku Indah, maafkan aku" ucapnya berkali-kali.


"Andai waktu bisa kuputar" sesalnya dalam


__ADS_2