
Selesai dengan acara makan siang kami istirahat sebentar di pinggir balkon, karena tempat yang kami reservasi berada di puncak Peak.
Saat yang lain sibuk melihat keindahan kota Pekanbaru dari atas, aku memepet ke dekat abang
"Ini tempat kita makan malam tahun baru dulu kan?"
Abang menoleh, tersenyum dan mengangguk
"Sebenarnya abang ingin bawa kamu kesini malam, biar kita dejavu"
Aku menyenggol bahunya dengan bahuku sambil memonyongkan bibirku
"Kamu ingatkan sayang, malam itu untuk pertama kalinya kita berpelukan"
Dressss wajahku rasanya panas.
"Apaan sih"
Ozkan terkekeh melihat wajah istrinya yang merona
"Atau kita pindah nginap di Peak saja?, di kamar kita dulu"
Aku melotot kan mataku dengan gemas, Ozkan makin terkekeh. Kulihat tuan muda Emir dan Naura tampak berbincang, mereka pintar, dibawanya serta Defne dan Serkan.
"Eh cin, kita ke Alam Mayang, yuk"
Aku segera menoleh ke kak Jen yang makin dekat kearah kami
"Alam Mayang?"
"He eh, tempat wisata. Bagus loh tempatnya"
Aku menoleh ke arah abang
"Boleh" jawab Ozkan
Aku segera mengangguk kearah kak Jen yang segera memberi kode tepuk tangan kesemua keluargaku sehingga mereka menoleh
"Hei hei hei... Dengerin Madame mau ngomong, kita sekarang turun ke bawah ya, kita cusss ke Alam Mayang"
"Madha qala??" (Dia ngomong apa?)
Naura menoleh pada tuan Emir yang berdiri di sebelahnya. Naura sedikit menggeser, tuan Emir yang sadar melakukan hal yang sama
"Ops, sorry"
Naura mengangguk menahan malu
"Mumkin aerif madha qala?" (Boleh saya tahu, dia ngomong apa?) ulangnya
"Oh, Eamat qalat 'anaha turid 'an takhudhana fi nuzhat ealaa al'aqdam" (Oh, tante bilang, dia mau ngajak kita jalan-jalan)
"Yabdu mumtiean" (Kedengarannya menyenangkan)
Naura mengangguk
"Naura sayang, kita mau ke Alam Mayang, lumayanlah walau beberapa jam di sana, sebelum kita kembali ke hotel" ucap kak Jen
"Iya aunty, tapi pakaian saya sepertinya tidak cocok untuk dibawa jalan, saya loh masih pakai kebaya"
Lalu Naura menoleh kearah Tuan Muda Emir, melihatnya sekilas
"Nanti kita mampir ke toko baju, kalian berdua beli dulu baju di sana"
Naura mengangguk. Lalu dengan dikomandoi kak Jen umak bapakku dan ayuk-ayukku turun melalui lift.
Aku menggandeng Adam, sementara Abang menggendong Defne dan tuan muda Emir menggendong Serkan
Lalu kami semua turun dengan pengawalan ketiga bodyguard yang terus mengawal kemana pun kami pergi
Selama di Pekanbaru, abang menyewa lima buah mobil untuk bisa membawa kami kemana saja.
Setelah sampai di bawah kami semua naik mobil.
"Nanti tunggu eyke yes, eyke mau ajak anak gadis cantik eyke dan calon suami eyke beli baju. Yeay semua nanti tunggu, jangan ninggalin eyke"
__ADS_1
"Siap madame" jawab kelima supir menurut
Aku tersenyum melihat gaya kak Jen. Sementara pak Abraham cs menggeleng-gelengkan kepalanya
"Cin, kalian berdua ikut mobil aunty!" ucap kak Jen kearah Naura dan Emir
Tuan muda Emir bergeming, akhirnya Naura berbicara padanya sedikit menjelaskan barulah dia menganggukkan kepalanya dan mengikuti Naura masuk kedalam mobil kak Jen
"Bos, atm nya mana" lanjut kak Jen sambil mengulurkan tangannya kearah abang
Aku segera mengambil dompetku lalu mengeluarkan atmku
"Pakai punya aku!"
"No, punya abang saja!"
"Yang aku saja bang"
"Yang abang"
"Ihhh, punya aku aja"
"Kalian malah rebutan. Sini dua-duanya saja!" jawab kak Jen cepat sambil menyambar kedua atm yang ada di tangan kami
Dengan santainya dia membalikkan badan dan berjalan kearah mobil
"Eh cin, kok lu duduk belakang sih? kenapa nggak dekat gue aja!" ucap kak Jen dengan raut kecewa saat melihat tuan muda Emir duduk di belakang, sementara yang duduk di sebelahnya Naura
Tuan muda Emir hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya saja
"Cepatlah aunty, nanti keburu Alam Mayangnya tutup"
Dengan menarik bibirnya kak Jennifer masuk kedalam mobil dan dengan segera melaju membelah jalan utama kota Pekanbaru.
"Kita ke toko langganan aunty" ucap Kak Jen melambatkan laju mobilnya. Lalu dia berhenti, dan mereka bertiga masuk
Aku menurunkan kaca mobil
"Ga pake lama ya kak" teriakku
Kak Jen mengedipkan matanya dengan genit.
"Kasih baju modis untuk kedua anak madame"
Pelayan yang kesemuanya perempuan, begitu melihat tuan muda Emir bukannya langsung melayani malah rebutan mengambil fotonya
"Hei... malah sibuk motoinnya, kalian itu madame suruh cariin dia baju, bukannya motoin dia!!" teriak kak Jen
"Habisnya dia ganteng banget madame"
Mata kak Jen berputar malas dan segera menarik tangan tuan muda Emir. Naura yang melihat cewek-cewek yang rebutan menempel pada tuan muda Emir mundur kebelakang
Sekitar sepuluh menit ketiganya sudah keluar dari dalam toko. Tuan muda Emir telah berganti baju dengan menggunakan jeans dan kemeja yang dibalut dengan jas biru yang membuatnya senada dengan jeans yang digunakannya.
Sementara Naura juga menggunakan jeans, tapi untuk atasannya dia memakai tunik. Aku yakin ini adalah pertama kalinya dia menggunakan jeans, karena setahuku dia tak memiliki jeans
"Yuk cusss" ucap kak Jen melambaikan tangan kearah kami
"Cocokkan mereka" ucap abang
"Abang apaan sih, mereka masih kecil. Naura setelah ini mau kuliah, dan tuan muda Emir dia baru juga mau semester tiga"
Ozkan terkekeh melihat istrinya yang selalu ngeyel menolak.
"Apa kamu berfikir tentang cowok yang tadi ngajak Naura taaruf?"
Aku memejamkan sebentar mataku, menghembus nafas kasar lalu menoleh kearah abang, ku gigit bahunya
Ozkan menjerit kecil kesakitan akibat gigitan istrinya, aku terkekeh hingga Defne yang kupangku sampai ikut tertunduk-tunduk
...****************...
Kami semua masuk ke kawasan wisata Alam Mayang, ketiga ayukku langsung membawa anak mereka ke kawasan bermain anak, umak bapakku duduk di kursi taman.
Aku dan abang membawa Adam dan Twins ke kawasan out bond. Sedangkan kak Jen membawa Naura dan Tuan muda Emir ke kawasan berkuda
__ADS_1
"Hal tastatie rukuba?" (Kamu bisa berkuda?)" tanya tuan muda pada Naura
Naura menggeleng
"Sa'uealimuk baed dhalik" (Saya akan mengajari kamu kalau begitu)
Wajah Naura menegang, dia menggelengkan kepalanya
"La takhafua. 'ala tuelam rukub alkhayl sanatan? (Jangan takut, bukankah belajar berkuda termasuk sunnah?)
"'Ant faqat , daeni 'akun almutafarij" (Kamu saja, biar aku jadi penonton)
Emir mengangguk, dia tak lagi memaksakan kehendaknya. Dia segera masuk ke dalam arena kuda, seorang penjaga langsung mendekatinya. Lalu Naura berbicara pada penjaga tersebut menjelaskan jika Emir ingin berkuda.
Segera penjaga itu membawa keluar seekor kuda besar berwarna hitam kehadapan Emir. Dengan santai Emir mengelus kepala kuda yang tampak menurut padanya.
Lalu dengan santainya Emir naik ke punggung kuda dan mulai menarik tali kekangnya, awalnya kuda berjalan pelan tapi lama kelamaan mulai berjalan cepat hingga akhirnya melompat lincah di tiap lompatan
Tanpa sadar Naura dan kak Jen ikut melompat dan bertepuk tangan melihat kelihaian Emir dalam berkuda
"You wanna try?" ucap Emir sambil mengulurkan tangannya kearah Naura
Lagi Naura menggeleng, Emir tersenyum lalu kembali menarik tali kekang hingga kuda kembali berlari kencang
...****************...
Setelah puas bermain di Alam Mayang, jam lima sore kami pulang ke Jatra.
"Besok eyke tunggu di tempat eyke"
Aku menganggukkan kepalaku lalu memeluk kak Jen yang akan kembali ke rumahnya.
Bergantian keluargaku memeluk kak Jen. Pada bapakku kak Jen menyalami dan mencium punggung tangannya.
Lalu kak Jen mengulurkan tangan kearah abang, dan disambut abang dengan jabatan hangat
Kak Jen tersenyum saat abang menyambut tangannya.
"Kalian bertiga eyke tunggu juga ya besok, pokoknya kita pesta di rumah eyke besok" ucap kak Jen kearah pak Abraham cs yang dibalas mereka dengan anggukan kepala
Lalu kak Jen masuk mobil dan kami masuk ke dalam hotel.
"Naura..!!" sebuah suara memanggil Naura saat kami melewati lobby
Kami semua memutar badan melihat kearah sumber suara. Di kursi yang ada di dalam lobby kami melihat pemuda yang tadi disebutkan bernama Akmar berdiri menatap kearah kami
Naura menelan ludahnya, kulihat wajahnya berubah tegang.
Dengan percaya diri pemuda tadi berjalan mendekat kearah kami. Ketika sampai di dekat kami dia langsung menyalami bapak dan umakku, mencium punggung tangan keduanya dengan takzim.
Lalu dia juga menyalami kami semua, kecuali Naura.
"Maaf Bapak ibu semuanya, di sana ada mama papa saya, kalau bapak dan ibu berkenan, mama papa saya mau berbicara pada bapak atau ibu" ucapnya kearah bapakku
Bapakku menoleh ke arahku
"Naura cucu kami, ini papa dan bundanya"
Naura menggenggam erat tanganku. Kurasakan dingin sekali tangannya
"Kamu mau apa nak?" tanyaku lirih
Akmar menunduk sebentar lalu menoleh kearah orang tuanya yang juga melihat kearah kami
"Baiklah, kami akan menemui orang tuamu, kamu bisa kembali kesana" jawab Ozkan
Aku segera menajamkan mataku kearah abang
"Kita harus bersikap baik pada semua orang sayang"
Aku menarik nafas dalam
"Umak bapak ikut kami, yang lain bisa masuk, untuk istirahat" lanjut abang
Emir menatap dalam kearah Naura
__ADS_1
"He was the one who shouted "I love you Naura?"
Naura tidak menjawab, dia hanya memandang kearah tuan muda Emir dengan gugup dan wajah tegang