Talak Setelah Shubuh

Talak Setelah Shubuh
Ke Kingdom Center


__ADS_3

Sejak tahu tentang depresi dan trauma yang dialami oleh Indah, sikap Ozkan semakin manis pada perempuan itu.


Dia akan selalu menjadi pelindung dan makin perhatian bahkan untuk hal sekecil apapun.


Seperti kali ini, saat mereka mengontrol proyek pertambangan, Ozkan dengan rela memayungi Indah selama mereka berpanas-panasan.


Aku yang mendapatkan perhatian lebih dari tuan Ozkan tentu saja sangat bahagia. Tapi aku tidak mau menunjukkan itu padanya, aku takut nanti dia akan berpikir aneh tentangku


"Minum dulu, kamu pasti haus" ucap Ozkan sambil memberikan botol minuman kearahku.


Kuakui lokasi pertambangan ini memang terjal berbatu dan juga sangat panas, tentulah aku haus.


Dengan senang hati aku meraih botol minum yang tadi tuan Ozkan sodorkan padaku


Aku celingukan mencari tempat duduk untuk beristirahat


"Kita kesana" tunjuk Ozkan kearah basecamp pekerja tambang


Aku mengangguk dan berjalan di depannya


"Saya saja yang bawa payungnya" ucapku


Ozkan tersenyum sambil menggeleng


"Kamu pasti kesusahan jika bawa payung" tolaknya


"Tidak, kan payungnya ringan" jawabku


Ozkan tidak membantah, diberikannya payung tersebut ketangan Indah dan dia mengambil botol air minum dan membawanya


Ternyata yang dikatakan tuan Ozkan benar, aku kesulitan membawa payung ini. Hal itu disebabkan karena tubuhku yang jauh lebih pendek dari tuan Ozkan sehingga aku harus meluruskan satu tanganku agar tuan Ozkan bisa kupayungi


Ozkan tersenyum ditahan mengetahui kesulitan Indah. Dia pura-pura tidak melihat dan terus saja melangkah. Malah dia menggoda Indah dengan membuat langkah yang lebar


Aku semakin kesulitan menyeimbangkan langkah lebarnya, nafasku sudah ngos-ngosan dan tanganku terasa pegal walau kami berjalan baru beberapa meter


Gubrak!!


Kakiku menginjak batu yang lumayan besar yang menyebabkan aku jatuh terjerembab.


Aku meringis kesakitan ketika tubuhku menyentuh tanah keras berbatu


Ozkan yang melihat Indah terjatuh segera tergopoh menolong dan membantu perempuan itu untuk berdiri lagi.


Aku segera menepiskan debu yang menempel di baju dan hijabku. Dadaku masih terasa nyeri bekas terkena batu besar tadi.


"Yang mana yang sakit?" tanya Ozkan panik


Aku tidak menjawab melainkan masih mengurut-urut dadaku


"Kena batu?" tanya Ozkan yang melihat Indah tampak meringis ketika mengurut dadanya


Aku mengangguk


Ozkan ikut membersihkan debu yang menempel di bajuku


"Makanya hati-hati" ucapnya


Aku diam, dalam hati aku mengumpat


"Ini karena kamu jalannya terlalu cepat" rutukku dalam hati.


"Masih sakit?" tanyanya lagi


Aku menggeleng


"Ayo jalan lagi, sudah dekat" jawabku sambil mengambil payung yang terlepas dari tanganku


Ozkan memutar badannya kebelakang, memang tidak jauh lagi tapi jalannya sedikit naik tebing


Tanpa pikir panjang, dia segera mengangkat tubuh mungil Indah dengan kedua tangannya


Aku yang kaget dengan perbuatan tuan Ozkan memekik tertahan


Ozkan menatap dalam kearah Indah, dan dia tersenyum manis. Jantungku langsung berdetak kencang tak karuan. Aku hanya bisa menelan ludah dan memandang dengan gugup kearahnya


Perlahan Ozkan mulai berjalan dan aku memayungi kami dengan tangan kananku, sedang tangan kiriku, kulingkarkan kebelakang leher tuan Ozkan


Aku terus menatap kearahnya, rasanya aku tak ingin mengedipkan mataku. Sedangkan tuan Ozkan terus menatap fokus kedepan.


Aku dengar dia seperti ngos-ngosan


"Apa aku berat?" tanyaku takut-takut


Ozkan menghentikan langkahnya dan melihat kewajah Indah yang hanya berjarak beberapa centi saja dari wajahnya


"Saya sudah pernah sebelumnya menggendong kamu, dan itu jauh lebih berat dari ini" jawabnya


Aku terkejut. Pernah menggendongku, kapan?! bola mataku langsung berputar mencoba mengingat


"Kapan?" tanyaku karena aku tidak mengingatnya


"Waktu di Pekanbaru" jawab Ozkan sambil terus menatap tajam mata Indah

__ADS_1


Aku memejamkan mataku mencoba mengingat kembali saat kami di Pekanbaru, lalu aku membuka mataku dan menggeleng


"Nggak ingat" jawabku pelan


"Saat kamu pingsan habis disiksa mantan suami kamu dan saat malam pergantian tahun baru yang saat itu kamu tertidur menyandar di pundakku, ingat?" tanya Ozkan


Wajahku langsung memanas, dan Ozkan melihat itu dengan jelas sekali jika wajah Indah yang bersemu merah


"Kalau begitu turunkan aku!" ucapku lirih menahan malu


Ozkan makin mengeratkan tangannya yang sedang menggendong Indah. Dan tubuhku kian rapat menyentuh dada bidangnya


Aku segera menyembunyikan wajahku di dada itu untuk menutupi rasa maluku. Ozkan terkekeh melihat Indah yang merasa malu


"Coba basecampnya lima kilo meter lagi" ucap Ozkan sambil melanjutkan langkah kakinya


Aku makin menenggelamkan wajahku di dadanya sambil terkekeh


...****************...


"Turun!" ucapku ketika aku menarik wajahku dari dada bidangnya


Karena saat itu kami telah sampai di basecamp, dan sekarang kami sudah di dalam kantor mini yang ada di sana


Ozkan menggeleng. Aku segera melepaskan payung di tanganku yang menyebabkan benda itu jatuh lalu mencubit dadanya


"Turun!" ucapku lagi dengan nada sedikit ketus


Bukannya menurunkanku, Ozkan malah membawaku duduk bersamanya dalam satu kursi. Itu artinya aku duduk di pangkuannya.


Tanganku yang tadi refleks aku lingkarkan kelehernya karena dia bergerak turun segera aku lepaskan begitu kami telah duduk


Tangan tuan Ozkan segera melingkar di perutku ketika aku hendak turun. Dia langsung memelukku erat.


Aku melototkan mataku, kembali aku kecolongan, batinku. Ozkan meletakkan dagunya di pundakku. Dapat aku rasakan hembusan hangat nafasnya


"Aku rindu sekali ingin memelukmu Indah" lirihnya.


Tanpa aku sadari, aku kembali melingkarkan kedua tanganku di lehernya.


Aku membalas memeluknya. Dan tanganku meremas rambutnya dengan sayang. Ozkan semakin menenggelamkan perasaannya. Semakin dipeluknya erat wanita yang dicintainya itu


Ada butiran bening mengalir saat aku memeluk erat tubuh tuan Ozkan.


"Aku merindukanmu Indah, sangat merindukanmu" lirih Ozkan


Aku hanya bisa mengangguk dan menghapus airmata yang mengalir di pipiku


Cukup lama kami berpelukan, meluapkan segunung rindu yang selama ini terpendam.


"Kita pulang sekarang?" tanya Ozkan


Aku mengangguk dan turun dari pangkuannya


Ozkan segera menarik tangan Indah saat wanita itu telah turun dari pangkuannya


"Aku sangat mencintaimu" ucapnya sambil menatap tajam kemata Indah


Aku menundukkan wajahku menahan malu. Ya Rabb kenapa ini? rutukku


Ozkan kembali tersenyum menangkap wajah Indah yang kembali bersemu


"Aku harus bisa membuat dia jatuh cinta lagi padaku" batin Ozkan


"Pulang, lapar" ucapku dengan suara manja


Ozkan kembali menarik dan memeluk Indah. Dan aku kembali terkejut dengan perlakuannya


"Nada suara ini yang selama berbulan-bulan ini aku rindukan" ucapnya


Aku tersenyum dan kembali duduk di pangkuannya


...****************...


"Kita mau kemana tuan?" tanyaku saat kami pulang dari proyek pertambangan


"Dinner romantis" jawabnya


Aku terkekeh


"Aku tidak lapar, kan tadi kita sudah makannya waktu keluar dari proyek" jawabku


"Kalau begitu aku ingin membawa kamu kesuatu tempat" ucapnya


"Kemana?" tanyaku


Ozkan menepikan mobilnya lalu berhenti. Aku menoleh dan menatap bingung padanya


Ozkan tidak menjawab pertanyaan Indah melainkan dia segera mengeluarkan smartphonenya dan terlihat seperti menelpon seseorang


"Assalamualaikum nyonya Afsha, saya cuma ingin menyampaikan jika saya tidak bisa mengantarkan Indah pulang malam ini, karena sampai sekarang kami masih di proyek, masih banyak yang harus kami buat. Kemungkinan kami akan lembur, dan itu artinya malam ini kami bermalam di basecamp tambang" ucap tuan Ozkan yang ternyata sedang menelpon ummi


Aku segera melototkan mataku kearahnya dan berusaha merebut smartphone tersebut.

__ADS_1


Ozkan menepis tanganku yang sudah terulur hendak merebut smartphone yang saat itu menempel di telinganya


Terdengar suara ummi olehku, aku kian memanyunkan bibirku karena tuan Ozkan membohongi ummi


"Oh iya, baiklah nyonya, siap, saya akan menjaga Indah seperti yang nyonya pinta" jawab Ozkan sambil menutup pembicaraan.


Segera dia meletakkan smartphone dan menatap Indah dengan lekat


"Aku harus melakukan ini, jika tidak dengan cara ini. Kita tidak bisa kencan" jawabnya


Aku masih cemberut


"Saat ini sepertinya kamu butuh Jennifer" ucap Ozkan karena Indah hanya cemberut


"Kenapa dengan kak Jen?" tanyaku cepat


Ozkan langsung memandang dengan wajah sedih


"Karena cuma makhluk itu yang bisa buat kamu tertawa lepas bahkan disaat kamu sedih sekalipun"


Aku langsung tersenyum manis kearahnya


"Ahhhh, so sweetnya" jawabku


Ozkan kembali berpura-pura berwajah sedih. Dan aku segera menyentuh lengannya


"Jalan, katanya mau ngajak aku kesuatu tempat" ucapku dengan nada manja, hal itu aku lakukan agar tuan Ozkan tidak sedih lagi.


Ozkan segera menatap sendu kemata Indah.


"Sevi seni yorum" ucapnya lirih


Aku diam karena aku tidak mengerti apa yang dia katakan, aku cuma menganggukkan kepalaku saja.


Mobil terus berjalan, aku merasa kami sudah cukup lama di mobil ini, tapi belum terlihat tanda mobil akan sampai di tujuan. Aku sudah menguap beberapa kali, hingga akhirnya aku tertidur


Ozkan tersenyum saat dilihatnya kepala Indah bersandar di pundaknya.


Akhirnya mobil masuk kedalam kawasan Kingdom Center dan Ozkan segera menghentikan mobilnya.


"Indah, Indah, bangun sayang" ucapnya sambil mengelus wajah Indah yang masih bersandar di pundaknya.


"Bangun atau kamu mau aku cium?" goda Ozkan


Indah masih bergeming


"Dia kelihatan lelah sekali, kasihan jika aku harus membangunkannya" ucapnya


Kaca jendela diketuk seseorang, Ozkan segera membuka jendela tersebut


"Mobilnya biar kami yang parkirkan tuan" ucap lelaki yang berpakaian dinas hotel Kingdom Center


"Sebentar, saya membangunkan istri saya dulu" ucap Ozkan lagi


"Indah kita sudah sampai ditujuan, ayo turun" ucapnya lagi dengan mengelus wajah Indah


Aku segera membuka mataku dan dengan gugup segera membetulkan posisi kepalaku


"Oh, maaf" jawabku sambil membetulkan hijabku


"Sudah sampai" bisik Ozkan


Aku segera melongokkan kepalaku. Mencoba melihat dari balik jendela kaca.


"Ayo" ucap Ozkan yang telah membukakan pintu untukku.


Aku segera turun lalu kami berdua masuk kedalam bangunan yang tadi kubaca Kingdom Center


Ozkan menggenggam tanganku selama kami berjalan masuk kedalam hotel menuju resepsionis


"Saya yang sudah reservasi kamar di lantai 66, nomor 7425" ucapnya


Dengan cekatan resepsionis itu mengambil kunci berbentuk card lalu menyerahkannya pada tuan Ozkan sambil tersenyum manis


Ozkan membalas tersenyum ramah pula pada gadis cantik itu. Seketika wajahku berubah masam melihat tuan Ozkan tersenyum pada gadis itu


Aku berjalan disampingnya dan tidak mau bergandengan tangan lagi dengannya


Ozkan langsung menoleh melihat perubahan sikap Indah dan dia hanya mengangkat bahu saja


Kami masuk kedalam lift dan tuan Ozkan menekan angka 66.


Di dalam lift aku masih diam dan memasang wajah masam. Ozkan yang tidak mengetahui jika Indah cemburu hanya beranggapan jika perempuan itu masih mengantuk


Tak lama pintu lift terbuka, dan kami segera keluar. Kembali Ozkan hendak menggandeng tangan Indah, dan lagi-lagi Indah menepisnya


"Are you okay?" tanya Ozkan heran sambil mensejajari langkah lebar Indah


Aku tidak menjawab, aku kian mempercepat langkahku. Sampai di depan kamar bernomor 7425 aku berhenti dan menoleh pada tuan Ozkan


Tanpa dikomando tuan Ozkan segera memasukkan card yang tadi diberikan resepsionis dan dengan segera pintu kamar terbuka.


Aku segera masuk dan segera melempar tasku keatas tempat tidur lalu segera menelungkupkan wajahku kedalam bantal.

__ADS_1


Ozkan yang menyusul masuk tertegun melihat perubahan sikap Indah.


"Ada apa dengannya?" lirihnya dalam hati


__ADS_2