
"Lusa kita ke Turki, ya sayang"
Aku menoleh pada abang yang berbaring di sebelahku
"Tapi Defne dan Serkan masih sangat kecil bang, abang saja yang kesana"
Ozkan memiringkan tubuhnya menghadap kearah Indah, dibelainya wajah Indah
"Bagaimana abang bisa pergi tanpa kamu"
Aku tersenyum dan ikutan membelai wajah abang
"Kita pergi kan pakai pesawat jet baba, bukan pesawat komersil, lagian abang ingin mengajak anak-anak kita jalan-jalan"
"Abang yakin Naura dan dua adiknya pasti suka"
Aku mengubah posisi menjadi telentang dan menatap langit kamar
"Kamu kenapa sayang?"
Aku menoleh kearah abang
"Mereka pasti suka, tapi aku khawatir dengan reaksi Canan dan Ozlem"
Ozkan tersenyum
"Kedua adikku itu punya hati yang baik. Aku yakin mereka suka sama mereka, dan saya yakin Canan pasti akan tertarik dengan Naura"
"Maksudnya?"
"Canan itu designer, punya studio foto, agent model juga, melihat postur Naura, abang yakin dia akan memaksa Naura untuk menjadi modelnya"
Aku terkekeh
"Abang, boleh tidak malam ini aku tidur di kamar anak-anak?"
Ozkan menggeleng
"Loh kok?"
"Abang sudah puasa lebih dari empat puluh hari, jadi malam ini abang ingin eksekusi kamu" sambil berkata seperti itu Ozkan memeluk erat istrinya
Aku terbahak dan berusaha melepaskan tangan abang yang memelukku erat
"Please...."
Aku makin terkekeh melihat mata abang yang telah sayu, lalu aku mengangguk
...****************...
Pagi ini ketiga anakku sudah rapi di luar. Begitu juga dengan twins, mereka juga sudah cantik dan tampan
Aku menggendong Defne dan abang menggendong Serkan. Anne dan Gulsen juga sudah siap
"Kalian jaga dengan baik mansion ini, jangan sampai terjadi hal yang tak diinginkan"
Semua bodyguard menganggukkan kepala mereka saat anne memberi arahan
Setelah dua buah mobil berhenti di depan kami, kami semua naik.
Satu mobil berisikan aku, abang dan twins serta Adam. Sedangkan yang lain masuk ke mobil satunya
Mobil melaju membelah jalan menuju bandara. Dengan gagah Ozkan berjalan masuk bandara melalui pintu masuk vvip.
Semua mata memandang kearahnya terlebih ketika mereka melihat jika Ozkan menggendong anak kecil
Aku yang melihat abang jadi perhatian segera mensejajarkan langkahku padanya
Abang tersenyum ke arahku lalu kami berjalan bersebelahan. Naura terus memegangi tangan kedua adiknya, anne berjalan dengan elegan sementara Gulsen dan dua bodyguard tampak membawa barang-barang kami
Pintu jet langsung terbuka begitu pilot melihat Ozkan berjalan kearahnya
Rambut coklat kemerahan anne tampak bergerak tertiup angin, begitu juga dengan hijab Naura yang tampak berkibar
Bodyguard dan Gulsen masuk terlebih dahulu karena mereka mau meletakkan barang-barang kami, sementara kami masih berdiri di bawah menunggu bodyguard turun
Aku lihat Adam hanya diam, aku segera berdiri di sampingnya
"Ini pesawat jet pribadi babanya papa, jadi tiap kalian mau jalan-jalan, jet ini yang akan membawa kalian"
Adam menoleh dan menganggukkan kepalanya
"Adek jangan minder, papa baik kok, papa sayang sama adek"
Adam memegang gamisku dan menatapku dalam
"Ini ide papa, papa ingin mengajak kalian jalan-jalan dan ke rumah babanya, memperkenal kalian pada baba dan dua adik papa"
Naura dan Mikail mendekat, bahkan Naura menciumi pipi Defne
"Jadi kalian jangan canggung lagi ya sama papa"
Ketiganya mengangguk
Setelah dua bodyguard turun kami mulai naik ketangga pesawat
"Kamu duluan sayang" ucap Ozkan menyuruhku naik duluan
Lalu aku naik diikuti abang dan yang lainnya. Setelah di dalam pesawat, kami duduk di tempat masing-masing
Aku duduk di dekat ketiga anakku, Adam di sebelahku
"Defne sama anne saja"
__ADS_1
Aku mendongak pada anne yang telah berdiri di sebelahku
Dengan tersenyum aku memberikan Defne pada anne, lalu Adam dengan manja meletakkan kepalanya di bahuku
Aku mengelus kepalanya sementara pesawat mulai take off. Dapat kulihat wajah kedua anakku yang lain tegang.
"Baca doa" lirihku
Keduanya tampak komat kamit, pelan dan pasti pesawat mulai naik dan kami semua tenang di dalam pesawat
Ketiga anakku tertidur, dengan pelan aku membetulkan posisi kepala Adam, tanpa aku sangka abang membetulkan kursi yang diduduki Adam agar bisa sedikit agak merebah
Lalu abang menyelimutinya, lalu abang berpindah pada kedua kursi Naura dan Mikail, melalukan hal yang sama seperti tadi dan menyelimuti mereka
Aku tersenyum pada abang.
Lalu abang menarik ku, mengajakku pindah ke kursi di dekatnya
Aku lalu merebahkan kepalaku di dada abang.
"Defne sama Serkan mana?" tanyaku
"Diajak anne ke kamar, karena di sana jauh lebih nyaman"
"Ohh"
"Jika kamu tidak keberatan, tiga anak kita yang lain bisa kita pindahkan ke kamar juga"
"Abang kuat gendong mereka?"
Ozkan mengangguk
"Nggak usah lah bang, kasihan mereka sudah tidur. Pas pulang saja, nanti kalau mereka ngantuk bisa kita suruh pindah sebelum mereka tertidur"
Ozkan menganggukkan kepalanya dan mencium kening istrinya. Lalu digenggamnya dengan erat jari Indah
"Anak-anak kapan masuk sekolah?"
"Kayanya sih 4 Januari bang"
"Berarti mereka masih punya waktu kurang lebih sepuluh hari lagi"
Aku mengangguk
"Jika begitu mereka kita ajak full liburan"
Aku mendongakkan kepalaku memandang abang
"Kemana?"
"Terserah mereka mau kemana"
Aku menganggukkan kepalaku dan kembali mengeratkan pelukanku ke perut abang
Hampir empat jam pesawat akhirnya landing, aku yang telah terbangun sebelum pesawat landing segera masuk ke kamar melihat Defne yang pulas sambil dipeluk Anne, sedangkan Serkan kulihat bermain sendiri dengan menggumam-gumamkan suara khas bayi
Abang langsung mengecup kening Serkan dan menciumi seluruh wajahnya
"Kita ke rumah büyükbaba sayang, ya. Daddy yakin büyükbaba sudah menantikan kita"
Serkan hanya bergumam tak jelas yang makin membuat abang gemas dan mengambilnya dari pelukanku
Karena Serkan sudah dengan abang aku membangunkan ketiga anakku saat pesawat sudah benar-benar berhenti
Saat kami keluar dari pintu vvip, beberapa bodyguard langsung berjalan kearah kami
Mereka membungkukkan badan kearah kami, dan lagi, anne dengan elegannya berjalan.
Seorang bodyguard segera membukakan mobil untuk anne, anne masuk kemudian bodyguard itu menutup pintu mobil
Bodyguard yang lain segera membukakan pintu mobil untukku dan abang
Sebelum naik aku menoleh pada ketiga anakku
"Mereka di mobil satunya, nyonya" ucap bodyguard yang tadi membukakan pintu mobil untukku
Aku mengangguk kearah ketiga anakku lalu aku masuk kemobil
Kembali bodyguard membuka pintu mobil untuk ketiga anakku, dan terakhir satu mobil lagi untuk Gulsen
Aku terus menoleh kebelakang kearah mobil yang membawa ketiga anakku, dan Ozkan menyadari itu
"Mereka aman sayang, karena ada lima mobil, dan tiap mobil berisi bodyguard"
Aku mengangguk pelan dan terus mendekap Defne.
Akhirnya mobil yang membawa kami masuk ke istana keluarga tuan Yilmaz. Dan benar apa kata abang, baba dan seluruh keluarga yang lain telah menunggu kami
Baba memeluk erat anne, lalu memeluk erat abang.
Saat aku mencium punggung tangan baba, beliau mengusap-usap kepalaku
Canan dan Ozlem langsung mengambil Serkan dan Defne yang masih kami dekap
Dengan sayang keduanya menciumi kedua keponakannya bergantian
Naura dan kedua adiknya mengikuti caraku menyalami baba, mereka mencium punggung tangan baba
"Anak kami dari Indonesia" ucap abang
Tuan Yilmaz tampak menganggukkan kepalanya dan mengusap kepala ketiga anakku dan tersenyum ramah
"She is your daughter, kak?" Canan menoleh kearah Naura
__ADS_1
"Iya" jawabku
Naura mengulurkan tangannya dan mencium punggung tangan Canan. Canan tersenyum canggung melihat gaya bersalaman ketiga anakku padanya
"What's your name?"
"Naura, and he is my brother, his name Mikail, and he is my youngest brother, Adam"
Canan dan Ozlem menganggukkan kepala mereka
"Your face like Chinese, different with your mom" sambung Canan
"Because my father as like Chinese"
Aku menatap bagaimana reaksi Canan saat Naura menyinggung tentang ayahnya. Tapi aku melihat bahwa Canan hanya menganggukkan kepalanya saja
"Welcome in Turkey dear, I think tomorrow you can allow me to photo shoot"
Aku menatap Canan dengan bengong
"Dia tinggi kakak, jadi nggak papa lah besok dia ikut pemotretan baju hasil desain terbaruku"
Aku menghembus nafas lega dan tersenyum kearah Canan
Naura menatapku tak yakin
"Aunty meminta kamu untuk menjadi model rancangan baju terbarunya"
Mulut Naura ternganga. Sedangkan abang terkekeh
"Canan, Canan, kamu tidak bisa melihat orang tinggi dikit ya"
"Dia berpotensi untuk jadi model abi, postur nya loh, huuhhh"
Aku menggeleng dan segera mengajak ketiga anakku masuk
"Naura nggak mau jadi model bun, bunda tahu sendirikan bagaimana pakaian model" bisik Naura
Aku mengangguk dan mengelus tangannya.
...****************...
Empat hari di Turkey benar-benar dilakukan abang untuk memanjakan ketiga anakku.
Setiap hari abang membawa ketiganya berlibur keliling seluruh Turkey, bahkan bukan hanya Istanbul dan Ankara, abang bahkan mengajak ketiganya ke perbatasan Yunani
Hari pertama abang mengajak mereka ke Blue Mosque, masjid biru kebanggan Turkey
"Masjid yang dibangun oleh Sultan Ahmed I yang berasal dari dinasti Ottoman pada abad ke 14" ucap Naura yang memandang takjub keindahan blue mosque itu
Ozkan mengangguk kearah Naura
"Kamu kok tahu nak?"
"Dari pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di sekolah pa"
Lagi Ozkan tersenyum bangga pada anaknya itu
Puas berkeliling di sekitar blue mosque, Ozkan mengajak ketiganya ke Galata Bridge, makan di sana.
Hari kedua Ozkan berencana mengajak mereka ke Cappadocia. Saat mereka telah siap berangkat tiba-tiba Canan menelpon meminta Ozkan mengantarkan Naura ke studionya.
"Bagaimana nak?" Ozkan meminta pertimbangan Naura
Naura menoleh pada bundanya
"Coba dulu yuk, kalau nanti pakaiannya terbuka, ayuk bisa nolak"
Naura menghembus nafas dalam
"Kalau Naura keberatan nggak usah sayang, jangan memaksanya"
Aku menoleh pada Naura
"Terserah ayuk" lirihku
"Coba dulu lah pa, nggak enak jika aunty kecewa"
Ozkan tersenyum dan kembali dalam hati dia memuji kemiripan sifat Naura dengan Indah
Lalu Ozkan membawa Naura ke studio milik Canan. Ternyata di sana telah ada beberapa model
"Pastikan bukan pakaian terbuka" ucap Ozkan penuh penekanan pada Canan
"Iya abi, tahu..."
Lalu Naura di bawa masuk keruang make up. Karena ini adalah kali pertamanya bagi Naura, wajahnya tegang sekali saat di dandani mua.
Begitu juga saat Canan memakaikan baju hasil rancangannya. Dengan terlatih Canan melilitkan hijab di kepala Naura hingga Naura menjelma menjadi gadis yang sangat cantik
Mulut Mikail dan Adam ternganga melihat wajah Naura yang berubah drastis
"Itu ayuk, kak?"
Mikail diam tak menjawab pertanyaan Adam karena dia juga shock melihat wajah ayuknya
Ozkan tersenyum melihat kearah Naura yang berjalan canggung
"Semangat nak, buktikan kalau kamu bisa" teriak Ozkan saat seorang fotografer mulai mengarahkan Naura untuk berpose
Naura hanya tersenyum canggung kearah Ozkan dan melambaikan tangan kearah dua adiknya
Canan sibuk memberikan contoh gaya pada Naura yang masih amatiran
__ADS_1
"I love you ayuk" teriak Mikail dan Adam
Naura tersenyum dan itu bertepatan dengan fotografer membidik wajahnya