The Princess Story

The Princess Story
Ep 99. Cinta mengalahkan segalanya


__ADS_3

Fajar menyingsing, perlahan mata pemuda itu terbuka. Dia menoleh ke sisi kiri dimana Se Se yang terlelap tidur sambil memeluknya, "Apa yang telah ku lakukan semalam?" batin Raja Wei.


Saat Raja Wei menggeser tangan Se Se dari atas sixpack nya, gadis itu terbangun dan menatap lekat wajah Raja Wei.


"Selamat pagi Xuan..." sapa Se Se dengan sebuah kecupan di bibir Raja Wei.


Raja Wei melingkarkan lengan dan memeluk erat tubuh ramping gadis di sampingnya.


"Selamat pagi sayang." Raja Wei sambil mengecup kening Se Se dengan lembut dan penuh kasih sayang. Di dalam matanya, tidak lagi terlihat amarah.


"Aku... Semalam... Apakah aku melakukan sesuatu yang kasar padamu?" tanya Raja Wei dengan perasaan bersalah.


"Semoga saja aku tidak melakukan hal yang keterlaluan padanya saat mabuk." batin Raja Wei.


Se Se menggelengkan kepala, dia menjawab, "Xuan tidak melakukan apapun, aku yang bersalah. Maaf... karena telah membuat Xuan begitu gelisah memikirkan ku."


Raja Wei melepaskan pelukannya, mereka bersitatap dalam jarak yang sangat dekat.


"Bukankah aku yang harus meminta maaf? Aku sudah memperlakukan istriku dengan kasar tanpa bertanya apapun. Aku telah menuduh istriku selingkuh dengan pria lain hanya karena sebuah pelukan.


"Tapi, aku benar-benar tidak sengaja melakukannya. Hatiku begitu gelisah saat melihatmu memeluk pria lain. Aku sangat takut kehilangan dirimu. Apa yang harus kulakukan? Haruskah aku mengurungmu di kamar ini agar tidak di sentuh oleh pria lain?"


"Hmm..." Se Se menaikkan alis, setelahnya dia tersenyum dengan lebar.


Hati gadis itu begitu tersentuh mendengar penjelasan dari Raja Wei.


"Bukan Xuan yang salah, aku yang telah bersalah. Jika Xuan memeluk wanita lain di depan mataku, aku juga akan bersikap seperti itu. Jika Xuan mendekati wanita lain, aku juga akan kehilangan rasa percaya diri. Itu semua adalah salahku yang tidak menjaga jarak dengan pria lain. Aku terlalu egois..." batin Se Se.


"Xuan, aku mencintaimu dari lubuk hatiku yang terdalam. Aku tahu aku salah karena memeluk Putra Mahkota, tapi dia hanya mencoba menenangkan perasaanku." ucap Se Se setelah terdiam beberapa saat.


Raja Wei berpikir dalam benaknya, "Apakah aku menjadi bodoh karena terlalu mencintaimu? Bagaimana bisa aku berpikir permaisuriku selingkuh dengan Ze Xing?"


"Seumur hidupku, aku hanya akan mencintai Xuan seorang. Percayalah padaku, aku tidak akan pernah menghianati cinta kita. Jika aku berpindah hati, aku rela mati dengan mengenaskan selama 7 kehidupan." ucap Se Se melanjutkan perkataannya.


Raja Wei segera menutup bibir Se Se dengan telapak tangan. Dia tidak ingin mendengar gadis itu menyumpahi dirinya sendiri.


"Jangan berkata buruk seperti itu, aku percaya padamu. Tolong batalkan sumpah mu!" ucap Raja Wei dengan nada cemas.


"Suamiku sangat menggemaskan, bagaimana mungkin aku berpindah hati!" goda Se Se saat melihat wajah cemas Raja Wei.


Raja Wei merasa lega setelah mendengar penjelasan dari Se Se, beban di hatinya telah hilang tanpa jejak.

__ADS_1


"Permaisuriku..." Raja Wei tersenyum nakal.


"Hmm?" Se Se menjawab dengan menolehkan wajahnya ke arah Raja Wei.


"Aku ingin ..." ucap Raja Wei sambil menyentuh ringan daun telinga Se Se.


"Ingin apa? tanya Se Se pura-pura tidak mengerti.


"Ingin itu..." Raja Wei menurunkan sentuhan jarinya ke bukit kembar yang menjulang tinggi menantang.


"Apa itu?" tanya Se Se lagi dengan senyuman nakal yang membangkitkan gairah lelaki.


Raja Wei menurunkan leher baju Se Se, bibirnya mulai bermain di bukit kembar yang padat dan besar milik istrinya. Sesekali dia menggigit buah yang kenyal itu.


"Emh...!"


Rintihan Se Se membuat Raja Wei semakin ingin memuaskan kebutuhan psikologisnya. Namun tiba-tiba kedua bayi menangis karena lapar. Suara tangisan bayi membuat Raja Wei batal melanjutkan permainannya yang baru saja dimulai.


"Ugh...! sepertinya aku harus mandi dengan air dingin." benak Raja Wei.


Akhirnya sepasang suami istri itu rukun kembali. Hari-hari bahagia mereka dipenuhi dengan berbagai hambatan dan rintangan. Namun rasa cinta mereka yang besar telah mengalahkan semua gangguan itu.


Kaisar telah mendengar desas desus tentang kematian Ratu Wei Jia Li, awalnya dia tidak percaya. Namun ketika Kaisar memikirkan kembali semua rangkaian kejadian, hal itu memang masuk di akal.


"Hukuman apa yang harus kuberikan pada Ibu Suri? Bagaimana pun dia adalah Ibu yang telah melahirkanku." batin Kaisar.


Han Ze Xing datang ke Istana Kaisar, kasim memberitahukan hal itu dan Kaisar menyuruh Kasim untuk mempersilahkan Han Ze Xing masuk.


Han Ze Xing tampak ragu, namun dia membulatkan tekadnya untuk memberitahu kebenaran kepada ayahnya.


"Xing, ada apa kamu mencari ku?" tanya Kaisar.


"Ayah Kaisar, ada sesuatu yang harus saya katakan kepada anda." Han Ze Xing menyerahkan sebuah surat ke tangan Kaisar.


"Bammm!!" Kaisar memukul meja di sampingnya setelah selesai membaca surat.


"Apakah isi surat ini benar?" tanya Kaisar dengan raut wajah terkejut.


Han Ze Xing mengangguk dan berkata, "Surat itu adalah bukti yang sangat kuat untuk menghukum Ibu Suri. Wanita itu sudah banyak melakukan kesalahan dan dosa besar."


Kaisar terlihat sangat marah, wajahnya memerah dan urat-urat di lehernya mulai menonjol.

__ADS_1


"Kasim Ma, seret wanita itu kemari!" perintah Kaisar.


Kasim Ma terlihat bingung, dia tidak mengerti siapa wanita yang di maksud oleh Kaisar.


"Ibu Suri!" ucap Han Ze Xing seolah membaca isi pikiran Kasim Ma.


Kasim Ma segera pergi membawa Ibu Suri untuk menghadap Kaisar. Ibu Suri masih tidak mengetahui apa yang sedang terjadi hingga Kaisar memanggilnya.


"Ada apa putraku memanggilku kemari?" tanya Ibu Suri yang baru saja masuk.


"Kau, bukan ibuku!" ucap Kaisar dengan menahan amarah.


"Deg!"


Ibu Suri ketakutan mendengar kata itu. Rahasia besar yang selama ini dia sembunyikan, telah diketahui oleh Kaisar.


"Apa maksudmu? Aku yang melahirkanmu, tentu saja aku ibumu!" jawab Ibu Suri dengan suara bergetar.


Kaisar melempar surat itu ke wajah Ibu Suri. Dia mengambil dan membacanya. Wajah Ibu Suri langsung berubah setelah selesai membaca surat itu. Tubuhnya mulai bergetar ketakutan, dia berpikir Kaisar akan segera membunuhnya.


"Kau! mulai sekarang kau bukan lagi Ibu Suri. Semua jabatanmu akan dihapus dan statusmu akan turun menjadi budak!" ucap Kaisar dengan mengepalkan tangan.


"Tidak!!! Anda tidak boleh melakukan itu! Aku adalah ibumu, kau tidak boleh melakukan itu padaku!" jerit Ibu Suri dengan suara histeris.


"Kasim Ma, bawa budak ini ke tempat pengasingan dan buat dia bekerja keras seumur hidupnya!" perintah Kaisar kepada Kasim yang telah lama bekerja untuknya.


Kasim Ma menunduk memberi hormat kemudian menyeret wanita itu keluar.


Raja Wei dan Se Se tentunya juga mendengar kabar ini. Se Se membawa Xiao Fei bertemu dengan Raja Wei, Xiao Fei menceritakan semua hal yang terjadi pada Ratu.


Se Se menitipkan kedua bayinya pada Ling Er dan Xiao Fei, dia akan pergi menghukum wanita jahat itu dengan kedua tangannya sendiri.


^^^BERSAMBUNG...^^^


Hayo... Apa hukuman yang akan Se Se berikan untuk Ibu Suri? ✌😁✌


Jangan lupa LikeπŸ‘ dan komentar yang panjang πŸ€—


Terima Kasih teman-temanπŸ’–πŸ’•πŸ’–


I luph U fullπŸ’–πŸ’–πŸ’–

__ADS_1


__ADS_2