The Princess Story

The Princess Story
Ep 145. Pernikahan Putra Mahkota


__ADS_3

Han Ze Xing mengunjungi kediaman Raja Wei sehari sebelum hari pernikahan. Dia memutuskan untuk membawa Zhou Yi Mei ke Istana untuk menjadikannya sebagai selir di hari yang sama dengan hari pernikahan nya.


"Bawa gadis itu ke sini!" perintah Raja Wei kepada Yu.


Han Ze Xing duduk di samping Raja Wei, dia telah mengungkapkan niat nya untuk membawa Zhou Yi Mei ke Istana dan menjadikan nya sebagai selir.


Tidak lama kemudian Yu masuk membawa Zhou Yi Mei.


"Saya memberi hormat kepada Yang Mulia Putra Mahkota dan Raja Wei." ucap Zhou Yi Mei sambil menunduk.


"Apakah kamu bersedia menjadi selir ku?" tanya Han Ze Xing.


"Saya bersedia Yang Mulia." ucap Zhou Yi Mei dengan semangat yang membara.


"Ambisi mu itu sangat jelas terlihat dari wajah mu!" batin Raja Wei.


"Kemaslah barang-barang mu, ikut aku ke Istana hari ini juga!" ucap Han Ze Xing.


"Baik Yang Mulia." jawab Zhou Yi Mei.


Gadis itu meninggalkan ruangan, dengan langkah besar dia kembali ke kamar dan membereskan barang-barangnya.


"Jangan lupa ucapan Paman, gadis itu bukan lah gadis baik. Jangan percaya pada wajah polosnya!" ucap Raja Wei.


"Baik Paman." jawab Han Ze Xing.


"Aku hanya akan memanfaatkan gadis itu untuk menyingkirkan Putri Yuan Cin Cu." batin Han Ze Xing.


Kereta kuda telah menunggu di depan, Raja Wei mengantarkan Han Ze Xing menuju kereta. Zhou Yi Mei membawa sebungkus kain yang berisi pakaian nya dan dengan cepat berlari ke arah kereta kuda. Dia tidak ingin kehilangan kesempatan untuk menjadi selir Putra Mahkota.


"Masuklah!" ucap Han Ze Xing ketika melihat kedatangan Zhou Yi Mei.


Zhou Yi Mei masuk ke dalam kereta di bantu oleh seorang pelayan. Dalam hati dia berharap Han Ze Xing yang akan membantu nya, namun tentu saja itu harapan yang sia-sia karena Han Ze Xing tidak memiliki perasaan untuk nya.


Han Ze Xing pamit kembali ke Istana, mata nya menatap ke arah kamar Se Se. Dengan wajah sedih dan kecewa dia masuk ke dalam kereta kuda.


"Apakah ini akhir dari perasaan ku untuk nya?" batin Han Ze Xing.


Selama perjalanan, Han Ze Xing hanya diam melamun dan memikirkan langkah selanjutnya yang harus dia ambil. Zhou Yi Mei merasa kesal karena diabaikan oleh Han Ze Xing.


Kereta tiba di Istana Matahari, Putri Yuan Cin Cu melihat Han Ze Xing turun dari kereta kuda. Dia segera mendekat untuk memberi salam, namun langkahnya terhenti saat melihat Zhou Yi Mei turun dari kereta.


Han Ze Xing sudah melihat Putri Yuan Cin Cu dari jauh, dengan sengaja dia membantu Zhou Yi Mei dan bersikap mesra di depan nya.


"Hati-hati, perhatikan langkah mu jangan sampai terjatuh." ucap Han Ze Xing.


Zhou Yi Mei merasa senang dan gembira dengan perlakuan lembut dari Han Ze Xing, sedangkan Putri Yuan Cin Cu menatap mereka berdua dengan penuh amarah.

__ADS_1


"Prang!!!"


Putri Yuan Cin Cu kembali ke kamar, dia melemparkan cangkir yang berada di atas meja dengan penuh emosi.


"Brengsek! Besok adalah hari pernikahan ku, tapi dia malah membawa gadis lain dan bermesraan di depan ku." ucap Putri Yuan Cin Cu dengan nada kebencian.


"Putri..."


Seorang pelayan hendak menasehati Putri Yuan Cin Cu agar mengecilkan suaranya Namun dia teringat kejadian beberapa hari lalu sehingga membuatnya mengurungkan niat untuk menasehati gadis itu.


"Kau, pergi selidiki siapa gadis itu!" perintah Yuan Cin Cu kepada salah seorang pelayan yang bernama Yu Ying.


"Baik Putri." jawab Yu Ying.


Sikap Han Ze Xing kembali dingin setelah kepergian Putri Yuan Cin Cu, ketidak-tahuan Zhou Yi Mei membuatnya bingung dengan sikap Han Ze Xing yang berubah-ubah.


Han Ze Xing menyuruh pelayan menyiapkan sebuah kamar di samping kamarnya untuk Zhou Yi Mei.


"Mulai sekarang, kamu tinggal di kamar ini!" ucap Han Ze Xing.


"Terima kasih Yang Mulia." jawab Zhou Yi Mei.


Han Ze Xing kembali ke kamar, dia berpikir kembali tentang kejadian di kediaman Raja Wei beberapa hari yang lalu.


"Berbeda, mereka bukan gadis yang sama!" gumam Han Ze Xing.


"Siapa gadis itu? Apakah dia baik-baik saja sekarang?" batin Han Ze Xing.


Hari mulai berganti, pelayan dan kasim sibuk mondar mandir di Istana Matahari karena hari ini adalah hari pernikahan Han Ze Xing.


"Tok Tok Tok!"


Seorang kasim mengetuk pintu kamar Han Ze Xing.


"Masuk!" jawab Han Ze Xing dari dalam.


"Yang Mulia, silahkan ganti pakaian ini. Acara pernikahan anda akan segera di mulai." ucap Kasim.


"Tinggalkan saja pakaian itu di sana. Keluarlah!" perintah Han Ze Xing.


"Yang Mulia, biarkan saya membantu anda mengganti pakaian." ucap Kasim.


"Tidak perlu, aku bisa memakainya sendiri." jawab Han Ze Xing.


Kasim memberi hormat kemudian berjalan keluar, tidak lupa Kasim itu menutup pintu kamar.


Sementara itu Se Se dan Raja Wei sudah bersiap menghadiri acara pernikahan Han Ze Xing.

__ADS_1


"Ganti pakaian mu!" perintah Raja Wei.


"Kenapa? Pakaian ini sudah di siapkan khusus untuk hari ini." jawab Se Se.


"Ganti saja! Aku tidak suka pakaian itu ada di tubuh mu." ucap Raja Wei dengan wajah kesal.


"Hufff..."


Se Se menghela napas kemudian berkata, "Aku sudah lelah sejak tadi pagi bersiap demi acara ini. Tidak bisakah Xuan berlapang dada sedikit saja?"


Raja Wei tiba-tiba mendekat dan menggendong tubuh Se Se, dia membawa gadis itu kembali ke kamar.


Sampai di kamar, Raja Wei menurunkan tubuh Se Se kemudian mulai merobek pakaian nya dengan kasar.


"Xuan!" bentak Se Se dengan wajah kesal.


"Jangan memakai pakaian seperti itu lagi! Kenapa kamu tidak bisa mengerti perasaanku?" ucap Raja Wei.


Se Se memegang keningnya yang terasa sakit karena darah tinggi melihat kelakuan Raja Wei.


"Carikan pakaian untuk ku! Aku malas berdebat dengan mu!" ucap Se Se dengan wajah kesal.


"Apa kamu sedang memerintah ku sekarang?" tanya Raja Wei.


"Ya, aku menyuruh mu mengambilkan pakaian untuk ku karena kamu sudah merobek pakaian ku siapkan!" jawab Se Se dengan nada tinggi.


"Ada apa dengan mu hari ini? Kenapa kamu tidak memanggil ku dengan nama? Apakah kamu marah karena aku telah merobek baju itu?" tanya Raja Wei bertubi-tubi.


"Aku lelah, cepat ambilkan pakaian untuk ku!" bentak Se Se.


"Xiao Se Se!" Raja Wei ikut menaikkan suaranya.


"Akhhh!"


Se Se merintih kesakitan, dia memegang perutnya.


^^^BERSAMBUNG...^^^


Hai teman-teman...


Mohon dukungan nya.


Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.


Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.


Terima Kasih💖

__ADS_1


__ADS_2