The Princess Story

The Princess Story
Ep 205. Yu yang frustasi


__ADS_3

"Aku tidak ikut malam ini, anak anak lain ingin me ..." Ti Liu tidak melanjutkan kalimat nya, dia merasa malu untuk mengucapkan kata itu.


"Anak anak ingin melakukan apa? Kenapa kamu bicara setengah setengah begitu?" tanya Yu dengan wajah kesal.


"I... Itu... Me ... Me..." Ti Liu masih saja kesulitan mengucapkan kata itu.


Wajah Ti Liu memerah karena memikirkan ucapan Ti Yi tadi, dia merasa sangat malu karena ini pertama kali dia membahas pembicaraan dewasa dengan orang lain.


"Kenapa wajah mu menjadi merah? Kamu sedang sakit?" tanya Yu.


Wajah Ti Liu makin memerah karena pertanyaan Yu, Ti Liu mengipas ngipas wajahnya yang terasa panas dengan telapak tangan.


"Aku tidak tahu. Kamu tanyakan sendiri kepada Ti Yi!" ucap Ti Liu kemudian dia berbaring sambil menutup wajahnya dengan selimut.


"Ck ...!"


Yu berdecak kesal karena penasaran, dia menarik selimut Ti Liu dan kembali bertanya.


"Hei, katakan pada ku apa yang akan mereka lakukan?"


"Aku tidak tahu, kamu tanyakan saja kepada Ti Yi." jawab Ti Liu sambil menarik selimut nya kembali menutupi wajah.


"Kamu benar benar membuat ku kesal!" ucap Yu.


"Keluar lah, aku sudah mau tidur!" ucap Ti Liu.


"Hahhh!!"


Setelah menghela napas panjang, Yu keluar dari kamar itu meninggalkan Ti Liu yang masih menutup wajah nya dengan selimut.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Raja Wei baru saja menyelesaikan pekerjaan nya, dia menuju ke kamar untuk melihat istri dan anak anak.


"Xuan, hari ini kamu kembali lebih awal." ucap Se Se.


"Aku menyerahkan tugas lain kepada Yu agar bisa menemani mu lebih lama." jawab Raja Wei.


Raja Wei melepaskan semua pakaian yang dikenakan oleh Se Se, dia mengambil obat dari dalam laci dan mengoleskan obat itu ke semua luka yang ada di tubuh Se Se.


Gerakan tangan Raja Wei tiba tiba berhenti, dia menatap luka di wajah Se Se.

__ADS_1


"Wajah mu ... !" ucap Raja Wei.


"Tidak apa apa, bekas luka ini akan memudar seiring berjalan nya waktu." jawab Se Se.


"Aku akan mencari obat yang bisa menghilangkan bekas luka di wajah mu." ucap Raja Wei sambil menyentuh luka di wajah Se Se.


"Aku tidak apa apa, luka ini hanya luka kecil." jawab Se Se.


"Wajah adalah harta bagi seorang wanita, kenapa kamu tidak perduli dengan wajah mu yang terluka seperti ini?" tanya Raja Wei.


"Aku bisa menambahkan bekas luka nya agar tidak ada lagi pria lain yang melirik wajah ini, dengan begitu Xuan tidak akan merasa cemburu lagi." jawab Se Se.


"Deg!"


"Rasa sakit apa ini? Kenapa mendengar ucapan Se Se membuat ku merasa bersalah seperti ini?" batin Raja Wei.


"Jangan menyakiti diri sendiri demi aku. Aku tidak akan mengizinkan nya." ucap Raja Wei.


"Aku rela melakukan apa saja demi Xuan." jawab Se Se sambil tersenyum.


"Mulai sekarang, aku akan percaya pada mu. Jadi aku mohon jangan melakukan hal yang menyakiti diri sendiri lagi." ucap Raja Wei.


"Aku tidak melakukan ini dengan sengaja, ini hanya luka kecil saja jadi jangan terlalu khawatir. Apakah Xuan keberatan jika wajah ku menjadi cacat seperti ini?" ucap Se Se.


"Terima Kasih karena sudah mengatakan sesuatu yang membuat ku senang." ucap Se Se.


"Aku serius mengatakan ini, seperti apa pun rupa mu, aku akan tetap mencintai mu selama nya." ucap Raja Wei sambil memeluk tubuh Se Se yang masih berbaring lemah.


"Aku harap waktu bisa berhenti di saat saat seperti ini." batin Se Se.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tengah malam tiba, Ti Yi dan teman teman nya menuju ke penjara bawah tanah. Para penjaga telah tertidur lelap karena obat tidur yang di campurkan ke makanan mereka.


Sementara Yu menunggu di dalam penjara untuk melihat apa yang akan mereka lakukan kepada Su Li An, dia bersembunyi di salah satu sel tahanan dengan pakaian yang sedikit hancur dengan percikan darah.


"Yi, mereka sudah tertidur semua. Ayo kita lakukan sekarang!"


"Siapa yang lebih dulu?"


"Ayo kita undi saja biar adil."

__ADS_1


Setelah di undi, Ti Yi mendapat giliran pertama. Dia masuk ke sel tahanan Su Li An dan yang lain nya berjaga di depan.


Su Li An ketakutan melihat Ti Yi masuk, pria itu menggunakan pakaian hitam dengan topeng yang juga berwarna hitam pekat.


"Kau ... Mau apa kau?" tanya Su Li An.


"Tidak perlu banyak tanya, tutup saja mulut mu itu!" jawab Ti Yi sambil menyumpal mulut Su Li An dengan sapu tangan.


Su Li An yang kesakitan tidak dapat melawan, Ti Yi mulai melepaskan pakaian Su Li An, wanita itu hanya sedikit meronta dan menangisi nasib nya.


Tubuh nya yang kesakitan membuat Su Li An semakin menderita, Ti Yi melepaskan pakaian wanita itu dengan sangat kasar meskipun dia tahu Su Li An mendapatkan luka di sekujur tubuh dan tulang nya patah di banyak titik.


Yu terkejut melihat perbuatan Ti Yi, dia mengenali topeng yang di gunakan Ti Yi setiap mereka bertugas.


"Apa yang harus aku lakukan? Haruskah aku mencegah Ti Yi melakukan hal ini?" batin Yu.


"Bukan kah kau wanita penghibur? Ada apa dengan wajah mu itu? Kau merasa jijik melayani aku?" ucap Ti Yi dengan wajah kesal karena melihat Su Li An memejamkan mata nya saat Ti Yi menyentuh bagian bagian sensitif tubuhnya.


"Hahh... Aku lupa kau tidak bisa menjawab!" ucap Ti Yi sambil melepaskan sapu tangan di mulut Su Li An.


"Lepaskan aku, tolong lepaskan aku. Jangan lakukan ini kepada ku!" ucap Su Li An sambil memohon.


"Ckk!!! Wanita penghibur seperti diri mu tidak cocok bertingkah lugu. Wajah mu memang polos, tapi hati mu itu lebih kejam dari iblis." ucap Ti Yi.


"Aku mohon lepaskan aku, tolong bunuh saja aku! Jangan menyentuh tubuh ku ..." ucap Su Li An sambil menangis.


Ti Yi kesal mendengar ucapan Su Li An, dia merasa marah karena menganggap Su Li An meremehkan diri nya.


"Kau hanya seorang wanita penghibur, berani nya meremehkan aku dan menolak untuk di sentuh! Akan ku buat kau menyesali hal ini!" ucap Ti Yi.


"Ti Yi si bajingan ini ...! Aku baru tahu jika dia memiliki kebiasaan buruk seperti ini. Pantas saja Liu tidak bisa mengatakan nya kepada ku. Wajah Liu bahkan memerah saat memikirkan hal yang akan dilakukan oleh Ti Yi. Apa yang harus aku lakukan? Apakah Yang Mulia tidak akan marah dengan perbuatan mereka kali ini?" batin Yu.


^^^BERSAMBUNG...^^^


Hai teman-teman...


Mohon dukungan nya.


Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.


Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.

__ADS_1


Terima Kasih💖


__ADS_2