
Han Ze Liang bangun dari tidurnya, dia menatap wanita yang sedang memeluk tubuhnya. Senyuman tersungging di bibir pria itu, dengan kasar dia menarik selimut yang menutupi tubuh Li Siang.
Li Siang membuka matanya yang sejak tadi di pejamkan, dia hanya berpura-pura tidur. Han Ze Liang mulai menyentuh melon di tubuh Li Siang, dengan kasar dia meremas dan memelintir pucuknya.
Li Siang merintih kesakitan hingga meneteskan air matanya.
"Bertahan lah! Semua ini akan segera berlalu. Aku harus menjadi wanita yang paling berkuasa di tempat ini dan membunuh jalang itu dengan cara yang paling menyakitkan!" batin Li Siang.
"Kenapa kau diam saja? Apakah aku perlu mengajari mu cara melayani seorang pria?" ucap Han Ze Liang dengan wajah yang menjijikkan.
Li Siang menahan air matanya, dia bangkit dan menindih tubuh Han Ze Liang. Tangannya menyentuh pelan tubuh kekar pria itu, namun Han Ze Liang tampak tidak puas. Dia menarik rambut Li Siang dan membenamkan wajah wanita itu di dada nya.
Li Siang menahan amarah dan rasa sakitnya, dia mulai menyentuh tubuh Han Ze Liang dengan bibir dan lidahnya, pria itu masih belum puas. Dia mendorong Li Siang dan bangkit dari tempat tidur.
"Ganti pakaian mu, dalam waktu 10 menit tunggu aku di depan gerbang istana!" perintah Han Ze Liang.
Li Siang menelan semua kepahitan dalam hatinya. Dia merasa sangat di rendahkan dan terhina namun tidak berdaya. Dengan langkah berat dia menuju kamar dan berganti pakaian.
Tubuhnya terasa sakit semua akibat kekasaran Han Ze Liang. Bagian bawah perutnya bahkan masih mengeluarkan darah dan terasa perih.
Li Siang menunggu Han Ze Liang di luar gerbang istana, tidak lama kemudian sebuah kereta kuda berhenti di depan nya.
"Masuk!" ucap Han Ze Liang dari dalam kereta.
Li Siang menurut dan masuk ke dalam, dia ketakutan dan merasa cemas. Entah kemana Han Ze Liang akan membawanya.
Kereta berhenti di depan pintu sebuah tempat hiburan. Banyak wanita berpakaian terbuka yang sedang menggoda pria-pria yang lewat di sana.
Li Siang makin ketakutan, "Untuk apa bajingan ini membawa ku ke tempat ini?" batin Li Siang.
Han Ze Liang turun dari kereta kuda. Dia berbalik dan menyuruh Li Siang untuk turun. Li siang menuruti perintahnya meskipun dia merasa takut.
"Tuan muda, sudah lama anda tidak ke tempat ini." ucap seorang wanita dengan riasan tebal di wajahnya.
"Nyonya Hu, hari ini aku kemari untuk mengajari wanita di sampingku." ucap Han Ze Liang.
"Itu masalah yang sangat mudah, serahkan saja pada saya." ucap Nyonya Hu.
Nyonya Hu menggerakkan jarinya, dua pengawal mendatangi Nyonya Hu.
"Bawa wanita ini ke kamar pelatihan!" perintah Nyonya Hu.
"Aku akan ikut dengan nya!" ucap Han Ze Liang.
__ADS_1
Jantung Li Siang berdetak kencang, dia ketakutan menunggu apa yang akan terjadi padanya.
Li Siang di seret masuk ke sebuah kamar yang sangat luas, di kamar itu tersedia banyak barang aneh yang di gunakan untuk memuaskan pria dan wanita.
Nyonya Hu masuk bersama 2 orang wanita penghibur, kedua wanita itu berpakaian sangat tipis hingga terlihat seluruh lekukan di tubuh mereka.
"Kalian, ajari wanita ini cara untuk menyenangkan pria!" perintah Nyonya Hu.
"Baik madam." jawab kedua wanita itu bersamaan.
Yi Yi dan Suan Suan, nama kedua wanita itu. Mereka mulai melepaskan satu persatu pakaian di tubuh Li Siang. Meskipun Li siang ingin menolak, dia tidak dapat melawan tenaga kedua wanita itu.
Li Siang berusaha menutupi kedua melonnya dengan tangan. Dia merasa sangat malu dan hina karena tubuhnya saat ini polos tanpa sehelai pun benang.
Han Ze Liang duduk di kursi dan menatap Li Siang dengan senyuman puas.
"Tidak ada yang gratis di dunia ini, kau harus membayar mahal atas keinginan dan ambisi mu!" batin Han Ze Liang.
Yi Yi melepas pakaian di tubuhnya, dia mendekati Han Ze Liang dan duduk di pangkuannya. Suan Suan menarik tangan Li Siang dan menghempaskan tubuhnya ke depan kaki Han Ze Liang.
"Mulailah!" perintah Suan Suan.
"Mulai? mulai apa?" tanya Li Siang tak mengerti.
Li Siang merasa jijik, perutnya sudah terasa mual sebelum melakukan hal menjijikkan itu.
"Jika bukan karena wanita jalang itu, aku tidak akan terhina seperti ini! Aku akan melemparnya ke tempat ini sebelum mengeluarkan jantung jalang itu!" batin Li Siang.
Suan Suan mencambuk tubuh Li Siang dengan kuat, "Kau, jangan diam saja! Cepat lakukan!" ucap Suan Suan dengan nada memerintah.
Li Siang menahan tangisan nya, dia menggenggam erat tangan nya hingga tak sadar jika telapak tangan nya telah berdarah karena tertusuk kuku-kuku yang panjang.
Li Siang mulai melepas pakaian Han Ze Liang dan menuruti semua perintah dari kedua wanita itu. Seharian dia dipaksa untuk melayani Han Ze Liang dengan cara yang digunakan oleh pelacur.
Kebencian di hati Li Siang semakin membesar karena diperlakukan seperti seorang wanita murahan, dia bersumpah akan membunuh Han Ze Liang setelah membunuh Permaisuri Raja Wei.
Mata-mata yang di kirim Raja Wei melaporkan hal ini kepadanya. Raja Wei tertawa mendengar laporan dari Ti San, dia tidak menyangka Han Ze Liang akan berbuat sekotor itu kepada seorang wanita penari.
"Kirimkan beberapa orang untuk melindungi Permaisuri." perintah Raja Wei.
"Baik Yang Mulia." jawab Ti San.
"Li Siang, jangan menyalahkan ku atas apa yang akan terjadi pada mu! Berani sekali kau menargetkan gadis kecil ku, akan ku buat hidupmu lebih menderita dari pada kematian!" batin Raja Wei.
__ADS_1
Yu masuk membawa tabib istana yang memberi obat untuk Raja Wei. Tabib berlutut ketakutan, seluruh tubuhnya bergetar.
"Kau! Berani sekali tabib sepertimu menipu ku!" ucap Raja Wei dengan wajah penuh amarah.
"Yang... Yang Mulia... Ma... ma.. maafkan hamba. Hamba hanya menuruti perintah saja." ucap tabib gugup.
"Katakan! Siapa yang memberi mu perintah?" ucap Raja Wei.
Tabib makin ketakutan, dia memohon sambil membenturkan kepalanya ke lantai.
"Ampuni nyawa hamba Yang Mulia, hamba hanya melaksanakan perintah dari Selir Ying!"
"Apa tujuan nya berbuat seperti itu?" tanya Raja Wei.
"Hamba tidak tahu, hamba hanya melakukan apa yang di suruh. Mohon maafkan hamba!" jawab tabib sambil menangis ketakutan.
"Seret dia ke penjara, jangan biarkan dia keluar dari sana tanpa perintah dari ku!" perintah Raja Wei.
Yu membawa tabib ke ruangan bawah tanah, dia memasukkan tabib ke dalam sel penjara yang di penuhi kecoak dan bangkai tikus.
Raja Wei kembali ke kamar, Se Se tertidur sambil duduk di kursi. Raja Wei menggendong istrinya ke atas ranjang. Se Se membuka matanya karena merasa terganggu.
"Xuan..."
"Maaf, aku membangunkan mu." ucap Raja Wei.
"Tidak apa-apa, aku senang bisa bangun dan melihat wajah Xuan." jawab Se Se lalu mengecup pipi Raja Wei.
"Tidur lah lagi, aku akan menemani mu hingga pagi." ucap Raja Wei sambil berbaring di samping tubuh Se Se.
Se Se melingkarkan tangan nya ke pinggang Raja Wei dan tertidur dengan memeluk tubuh kekar pria itu.
"Aku akan melindungi mu, Wanita jahat itu akan segera mendapat ganjaran atas niat jahat nya padamu!" batin Raja Wei.
^^^BERSAMBUNG...^^^
Hai teman-teman...
Mohon dukungan nya.
Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.
Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.
__ADS_1
Terima Kasih💖