The Princess Story

The Princess Story
Ep 225. Undangan pesta


__ADS_3

Se Se berdiri dari tempat duduknya, ia berjalan ke arah Cu Ye Lie kemudian memeluk sambil menepuk ringan punggungnya.


"Jangan menangis, dia pantas menerima ganjarannya. Bahkan terlalu ringan untuk orang bejad itu mati begitu saja. Seharusnya dia di siksa lebih dulu sebelum di kirim ke akhirat!" ucap Se Se masih sambil menepuk ringan punggung Cu Ye Lie.


Cu Ye Lie menangis sejadi jadinya, mengeluarkan semua air mata yang selama ini sudah dia tahan agar tidak tumpah. Setelah puas menangis, Cu Ye Lie melepas pelukan dari Se Se.


"Maafkan saya Permaisuri, saya telah mengotori tubuh anda yang berharga." ucap Cu Ye Lie sambil menghapus genangan air mata.


"Tidak apa apa, saya senang melihat anda sudah berhenti menangis." jawab Se Se.


"Saya tidak tau apa yang akan terjadi dengan saya jika nantinya kasus pembunuhan ini dilaporkan ke petugas pemerintah." ucap Cu Ye Lie dengan nada putus asa.


"Jangan khawatir, kematian Long Au Ping tidak akan menjadi kasus pembunuhan." ucap Se Se.


Cu Ye Lie segera melayangkan pandangan matanya ke arah Se Se, "Apa maksudnya itu Permaisuri?" tanya Cu Ye Lie.


Se Se tersenyum, "Kematian Long Au Ping akan diberitakan sebagai kematian yang terjadi karena penyakit jantung. Jadi Nona Cu Ye Lie akan baik baik saja di sini." jawab Se Se.


"Terima kasih Yang Mulia telah membantu saya menutupi kasus pembunuhan ini. Saya benar benar berterima kasih atas bantuan besar yang telah Permaisuri berikan kepada saya yang rendah ini." ucap Cu Ye Lie sambil berlutut di lantai.


"Jangan seperti ini, cepat berdiri! Saya tidak melakukan apapun untuk Nona. Itu semua terjadi karena istri dari Long Au Ping yang ingin menutupi kasus pembunuhan suaminya." ucap Se Se.


"Saya sangat beruntung karena bertemu orang orang baik seperti anda Yang Mulia." ucap Cu Ye Lie yang masih berlutut.


"Berdirilah! Nona Cu Ye Lie sudah bebas dari Long Au Ping. Mulai sekarang, Nona boleh memilih jalan hidup anda sendiri." ucap Se Se.


"Saya boleh melakukannya?" tanya Cu Ye Lie memastikan.


"Ya, lakukan lah apa yang ingin Nona lakukan. Saya akan membantu Nona untuk mewujudkannya." jawab Se Se.


"Per... Permaisuri... Bo... Bolehkan saya tinggal di sini? Saya bisa menjadi pelayan anda atau bekerja di dapur ataupun membersihkan halaman. Bolehkan saya tinggal di sini?" tanya Cu Ye Lie ragu ragu.


Se Se tersenyum kecil kemudian menjawab, "Tentu saja, saya meminta Yu mengantar Nona Cu Ye Lie ke sini agar Nona bisa tinggal di sini! Saya harap Nona bisa menjaga anak anak saya dan mengawasi mereka."


"Anak?" gumam Cu Ye Lie.


"Ya, putra dan putri saya memerlukan seseorang untuk mengawasi kegiatan mereka sehari hari. Jadi saya harap Nona Cu Ye Lie bersedia menjadi pengasuh mereka." ucap Se Se.

__ADS_1


"Tentu saja saya sangat bersedia, tapi saya takut jika kemampuan saya yang rendah ini tidak cukup baik untuk merawat Pangeran dan Putri." jawab Cu Ye Lie.


"Saya sudah mencari tau tentang Nona Cu, Saya tau Nona Cu Ye Lie memiliki empat adik kandung, dan ke empat adik Nona saat ini hidup dengan baik berkat didikan dari anda. Jadi saya sangat berharap agar Nona Cu Ye Lie mau menjadi pengasuh bagi anak anak saya." pinta Se Se.


"Saya sangat berterima kasih atas kesempatan yang di berikan oleh Permaisuri. Saya akan berusaha agar tidak mengecewakan kepercayaan anda." jawab Cu Ye Lie.


*****


"Yang Mulia, ada surat dari istana!"


Raja Wei mengambil kemudian membuka surat yang diserahkan oleh pelayan.


Isi surat


"Malam ini akan di adakan pesta untuk menyambut kedatangan delegasi dari negara barat. Saya harap Pangeran Han Ze Xuan dan Permaisuri Huang Se Se dapat menghadiri pesta penyambutan ini."


"Siapa yang mengirimkan surat ini?" tanya Raja Wei.


"Hamba menerima surat ini langsung dari tangan kasim Wei yang selalu berada di samping Ratu." jawab pelayan.


"Siapkan pakaian untuk Permaisuri dan beritahu berita jika kita akan ke istana malam ini!" perintah Raja Wei.


Raja Wei masih menatap isi surat, "Semoga saja semuanya berjalan dengan lancar." batin Raja Wei.


Malam tiba, Raja Wei menunggu Se Se di depan halaman pintu utama. Meskipun berencana tiba lebih awal, Raja Wei tetap sabar menunggu Se Se yang belum selesai memilih perhiasan.


"Cepatlah, kita akan terlambat jika kalian terus memilih milih seperti ini!" ucap Se Se gelisah.


"Yang Mulia, bagaimana mungkin kami asal asalan memakaikan perhiasan di tubuh anda? Pesta kali ini akan dihadiri oleh banyak bangsawan dari keluarga terkenal dan juga perwakilan dari luar negeri. Kami akan membuat Yang Mulia Permaisuri menjadi wanita tercantik di pesta!" ucap salah satu pelayan dengan semangat berkobar.


"Hahh...!"


Se Se menarik nafas panjang mencoba menenangkan hatinya.


"Cepat! Cepat! Aku tidak ingin menjadi orang yang terlambat menghadiri perjamuan penting malam ini!" keluh Se Se setelah beberapa menit menunggu para pelayan memilih perhiasan dan aksesoris rambut untuknya.


"Ini saja!"

__ADS_1


"Yang ini saja!"


"Ku rasa yang ini lebih elegan!"


Sementara itu para pelayan masih sibuk menentukan pilihan mereka.


Se Se kehilangan kesabaran dia mengambil satu tusuk rambut yang sederhana dari kotak perhiasan kemudian memakainya sendiri.


Tusuk rambut yang terbuat dari perak, memiliki dua bunga dan seekor kupu kupu sebagai hiasan.



Selesai memakai tusuk rambut, Se Se langsung saja berjalan keluar tanpa memperdulikan pelayan pelayannya yang sedang asik berdebat di dalam sana.


Raja Wei yang tengah menunggu di samping kereta kuda menatap Se Se dengan mata penuh cinta. Dia meraih lengan Se Se dan menuntunnya naik ke atas kereta kuda.


"Kamu sangat cantik malam ini." ucap Raja Wei setelah mengecup lembut bibir Se Se.


"Jangan nakal, kita sudah hampir terlambat!" ucap Se Se sambil mendorong pelan kening Raja Wei.


Kereta kuda melaju cepat menuju ke istana. Pintu gerbang istana sudah di kerumuni oleh banyak kereta kuda mewah yang di tumpangi bangsawan.


Raja Wei yang malas menunggu antrian masuk akhirnya memanggil petugas penjaga pintu gerbang.


"Mau sampai kapan aku menunggu di sini? Bersihkan jalan sekarang juga!" perintah Raja Wei dengan suara tegas.


"Maafkan saya Yang Mulia, tapi kerumunan kereta kuda ini sangat sulit untuk di bersihkan." jawab penjaga gerbang.


"Sulit bukan tidak bisa kan?" ucap Raja Wei kesal.


"Ta... Tapi... Pangeran, kereta kuda di depan adalah kereta kuda penasehat Rong." jawab penjaga dengan gugup.


"Sudahlah, jangan menyulitkan penjaga ini. Kita hanya perlu menunggu beberapa saat." ucap Se Se menenangkan Raja Wei.


"Ckkk... Pergilah! Dasar penakut!" ucap Raja Wei dengan wajah kesal setelah berdecak.


"Xuan... Kamu marah?" tanya Se Se.

__ADS_1


^^^Bersambung...^^^


__ADS_2