
Se Se menoleh ke arah lain setelah mengetahui arti dari tatapan Thien Si Rui.
"Aku pasti terlalu banyak berpikir, mana mungkin Kaisar sepertinya bisa menyukai ku." batin Se Se.
Thien Si Rui membersihkan wajah Se Se dengan perlahan, setelah semua darah yang menempel telah hilang, dia melempar sapu tangannya keluar jendela.
"Terima Kasih Yang Mulia..." ucap Se Se dengan suara kecil.
"Berikan satu bayi anda, saya akan membantu menggendongnya. Mereka terlihat tidak nyaman jika di ikat dengan kain seperti itu." ucap Thien Si Rui.
Se Se merasa tidak enak merepotkan, namun melihat wajah bayi nya yang tidak nyaman dia terpaksa menuruti perkataan Thien Si Rui.
"Maaf merepotkan anda Yang Mulia." ucap Se Se sambil menyerahkan Xin Xin di pangkuan Thien Si Rui.
Xin Xin tersenyum saat melihat Thien Si Rui, tangan kecilnya mencoba meraih dan menyentuh wajah pria itu.
Thien Si Rui ikut tersenyum melihat wajah Xin Xin yang menggemaskan, dia menaikkan lengannya dan membiarkan Xin Xin menyentuh wajahnya.
"Yang Mulia...!" ucap Se Se dengan wajah panik.
Kaisar adalah seorang pemimpin tertinggi yang tubuhnya tidak boleh sembarangan di sentuh oleh orang lain. Se Se panik melihat Xin Xin menyentuh dan menepuk-nepuk wajah Thien Si Rui karena peraturan itu.
"Tidak apa-apa, saya menyukai sentuhannya." ucap Thien Si Rui dengan wajah tersenyum.
Se Se terlihat lega mendengar perkataan Thien Si Rui, dia melepaskan ikatan kain Xia Xia agar dia lebih nyaman bergerak.
Sepanjang perjalanan penuh dengan suara tawa Xin Xin dan Xia Xia, mereka tidak terlihat lelah meskipun sudah lama berada di dalam kereta yang terus bergoyang.
Setelah beberapa jam, akhirnya Xin Xin dan Xia Xia tertidur lelap. Thien Si Rui memerintahkan pengawalnya untuk singgah di sebuah restoran, mereka perlu mengisi perut sebelum melanjutkan perjalanan.
"Tidak lama lagi kita akan tiba di Kerajaan Langit, saya tahu anda lelah, tapi tolong tahan sebentar lagi." ucap Thien Si Rui.
Se Se mengangguk, "Saya tidak merasa lelah Yang Mulia." jawabnya berbohong.
"Dengan wajah pucat seperti ini, tidak akan ada yang percaya jika anda berkata seperti itu!" ucap Thien Si Rui yang tanpa sadar membelai wajah Se Se.
__ADS_1
Se Se terkejut dan memalingkan wajahnya ke kanan, secara refleks dia menghindar dari sentuhan Thien Si Rui.
"Maaf, saya tidak bermaksud melecehkan anda." ucap Thien Si Rui sembari menurunkan tangannya.
Se Se merasa canggung, dia tidak menjawab ucapan dari Thien Si Rui. Kereta kuda berhenti di salah satu restoran, Thien Si Rui turun lebih dulu kemudian membantu Se Se untuk turun dari kereta.
Karena kehamilannya yang sudah memasuki 8 bulan, perutnya yang besar membuat Se Se kesulitan untuk turun dari kereta sambil menggendong Xia Xia.
Thien Si Rui menyerahkan Xin Xin kepada salah satu pengawal pribadi nya, dia menggendong tubuh Se Se dan membawanya turun dari kereta.
Tidak cukup sampai di situ, Thien Si Rui membawa Se Se masuk ke dalam restoran dan mendudukkan nya di salah satu kursi.
Sikap Thien Si Rui yang seperti itu membuat para pengawal merasa heboh, belum pernah mereka melihat Thien Si Rui yang begitu perhatian kepada seorang wanita. Apalagi wanita itu adalah istri dari pria lain yang sedang mengandung.
Para pengawal mulai berbisik menggosipkan sikap Thien Si Rui. "Apakah wanita ini akan menjadi Ratu Kerajaan Langit?" pertanyaan dalam batin mereka.
Thien Si Rui memesan makanan yang sehat untuk wanita hamil, dia memesan banyak makanan agar Se Se dapat memilih sendiri makanan yang dia inginkan.
Pelayan mengantarkan makanan, meja mereka kini penuh dengan berbagai macam makanan enak. Se Se teringat dengan Raja Wei yang suka memaksanya makan dengan banyak.
"Apakah dia makan dengan teratur? Apakah dia istirahat dengan nyenyak di malam hari? Apakah dia baik-baik saja saat ini?" batin Se Se.
"Han Ze Xuan pasti baik-baik saja, dia pria yang tangguh dan kuat. Anda harus merawat dan menjaga diri anda dengan baik sambil menunggu Han Ze Xuan kembali." ucap Thien Si Rui.
Thien Si Rui mengambilkan beberapa makanan ke dalam mangkuk Se Se, "Makanlah yang banyak demi anak di dalam perut anda."
"Terima kasih Yang Mulia, anda benar-benar orang yang baik." ucap Se Se kemudian mengambil sumpit dan mulai makan makanan yang di ambilkan oleh Thien Si Rui.
Sementara itu Raja Wei dan pasukannya sedang menyusup ke ibu kota Kerajaan Zhou, mereka menyamar sebagai rakyat biasa. Raja Wei melepaskan topengnya dan mengganti pakaiannya dengan pakaian dari Kerajaan Zhou.
Yu dan para pasukan lain juga mengganti pakaian mereka, Yu menutup sebelah matanya dengan penutup mata agar tidak di kenali.
Raja Wei memberi perintah untuk menelusuri sekeliling Istana dan melaporkan semua hal yang mereka dapatkan dari hasil pemantauan.
Hari mulai gelap, mereka kembali ke tenda di dalam hutan dan menyusun kembali rencana penyerangan.
__ADS_1
"Yu, aku akan masuk ke istana dan membunuh Kaisar tua itu. Kamu dan Ti Liu bawa beberapa Pasukan Elang dan bunuh semua pangeran dan putri secara diam-diam. Kita akan melakukan ini secara serentak agar mereka tidak sempat melakukan perlawanan." ucap Raja Wei.
"Baik Yang Mulia!" jawab mereka serentak.
Raja Wei dan para pasukan mengganti pakaian mereka dengan warna hitam dan menutup wajah mereka dengan kain. Mereka berangkat menuju istana dan melaksanakan tugas masing-masing.
Pengawal di Istana Zhou berkeliling setiap saat, membuat Raja Wei kesulitan untuk menyelinap. Dia terpaksa membunuh pengawal itu dan menyeret mayat mereka ke dalam kolam yang ada di istana.
"Prangg!"
Seorang gadis cantik menjatuhkan cangkirnya, dia melihat Raja Wei yang tengah menyeret satu mayat pengawal.
Gadis itu adalah Putri dari Kaisar Zhou yang bernama Zhou Yi Thing. Putri itu di rumorkan memiliki sifat yang pemberani, dia sangat baik hati dan menyayangi rakyatnya tanpa membedakan status. Raja Wei mengenalinya karena mereka pernah bertemu di perjamuan Kekaisaran Yuan.
"Berhenti!! Siapa di sana?" tanya Putri Zhou Yi Thing.
"Tidak penting siapa saya, tapi saya datang untuk mengambil nyawa kalian semua, Putri Zhou!" jawab Raja Wei.
"Kenapa anda melakukan ini? Siapa anda sebenarnya?" tanya Zhou Yi Thing tanpa rasa takut di wajahnya.
"Saya melakukan ini karena ayah anda gelah melakukan banyak kejahatan dan berusaha membunuh keluarga saya." jawab Raja Wei.
"Jika ayah saya yang bersalah, kenapa anda ingin membunuh kami semua yang tidak terlibat?" tanya Zhou Yi Thing lagi dengan wajah lembut tanpa prasangka ataupun kebencian.
"Gadis ini tidak terlihat takut pada ku, sifatnya benar-benar sesuai dengan rumor yang beredar." batin Raja Wei.
"Yang Mulia Raja Wei dari Kerajaan Han, apakah tebakan saya benar?" ucap Zhou Yi thing.
^^^BERSAMBUNG...^^^
Hai teman-teman...
Mohon dukungan nya.
Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.
__ADS_1
Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.
Terima Kasih💖