
Su Li An masuk ke Istana sebagai penari untuk pesta pernikahan Han Ze Xing dengan Zhou Yi Thing, dia telah menunggu lama datangnya kesempatan untuk bertemu dengan Raja Wei.
"Yang Mulia, semua tamu sudah hadir. Anda harus segera bersiap." ucap seorang Kasim kepada Han Ze Xing.
Zhou Yi Thing masuk ke Istana dengan kereta kuda mewah yang telah disiapkan oleh Han Ze Xing. Upacara pernikahan berlangsung sesuai tradisi yang berlaku di negara Han. Semua itu di jalani oleh Zhou Yi Thing hingga kaki nya terasa pegal dan lelah.
Upacara yang berlangsung selama hampir 2 jam itu membuat Zhou Yi Thing harus berdiri dengan sepatu khusus yang memerlukan keseimbangan untuk menjaga tubuh nya agar tidak terjatuh.
Se Se tentu saja sudah mengetahui jika hal ini akan terjadi, dia telah menyiapkan obat untuk Zhou Yi Thing.
Setelah upacara selesai, Zhou Yi Thing di antar ke kamar pengantin. Se Se mengikuti langkah pelayan yang membawa Zhou Yi Thing ke kamar nya.
"Putri Mahkota, ini saya. Bolehkah saya masuk?" ucap Se Se.
"Tentu saja boleh Permaisuri." jawab Zhou Yi Thing tanpa membuka kain merah penutup kepalanya.
"Saya membawa obat untuk anda. Mohon maafkan atas ketidak sopanan saya." ucap Se Se.
Se Se mengangkat sedikit gaun yang di kenakan oleh Zhou Yi Thing, dia menyemprotkan obat cair penahan rasa sakit ke kedua kaki gadis itu.
"Apa yang anda lakukan Permaisuri?" tanya Zhou Yi Thing.
"Ini adalah obat pereda nyeri. Gunakan saja kapan pun anda merasa sakit." ucap Se Se.
"Terima kasih Permaisuri, anda sudah terlalu baik kepada saya. Saya tidak tahu bagaimana cara membalas semua kebaikan anda." jawab Zhou Yi Thing.
"Jika Putri Mahkota ingin membalas kebaikan saya, maka hiduplah dengan bahagia. Saya sangat menginginkan anda dan Putra Mahkota hidup bahagia selamanya." ucap Se Se sambil memeluk Zhou Yi Thing.
"Terima kasih Permaisuri. Saya akan hidup bahagia, saya akan selalu bahagia mulai sekarang." jawab Zhou Yi Thing dengan mata yang mulai berkaca kaca.
__ADS_1
"Aku sangat senang melihat hidup anda sudah lebih mirip manusia, apa anda tahu seperti apa hidup anda dulu nya? Aku tidak tahu apakah aku harus menyesali keputusan ku pergi ke masa lalu, tapi jika aku diberi pilihan sekali lagi, sepertinya aku akan tetap mengambil pilihan yang sama." batin Se Se.
Kedua gadis itu berbincang menunggu pesta selesai, sementara itu Han Ze Xing menemani para tamu yang hadir dengan iringan musik dan penari.
Su Li An menjadi penari utama di Istana, dia membuat mata para tamu menatap nya dengan sangat buas seolah mereka akan segera menerkamnya jika wanita itu berada di dalam kamar mereka.
Su Li An yang memang pekerja di tempat penghibur tentu saja sudah sering mendapat tatapan seperti itu. Memang itu yang dia harapkan, dia ingin mata semua pria memandang tubuh indah dan wajah cantiknya yang saat ini di tutupi dengan kain tipis bersulam bunga.
Raja Wei sudah mendengar dari pengawal bahwa Su Li An juga menjadi salah satu penari di Istana, namun dia tidak menyangka jika wanita itu terpilih menjadi penari utama.
Di sela sela pesta, Raja Wei keluar dari aula istana untuk mencari angin segar. Su Li An diam diam mengikuti langkah Raja Wei hingga mereka akhirnya sampai di tepi kolam istana.
"Sampai kapan kamu mau terus mengikuti ku?" tanya Raja Wei yang mengetahui keberadaan Su Li An.
"Yang Mulia, saya sangat merindukan anda." ucap Su Li An sambil menunjukkan dirinya.
"Apa mau mu?" tanya Raja Wei.
"Saya hanya ingin bertemu dengan anda Yang Mulia." jawab Su Li An.
Jari Su Li An yang telah terbiasa menebar racun mulai menjalankan aksinya, dia melepaskan racun bubuk ke udara untuk membuat Raja Wei masuk dalam jeratan nya.
Raja Wei kini melihat Su Li An sebagai wanita lain, wajah yang kini di lihatnya adalah wajah Se Se. Su Li An tersenyum melihat Raja Wei yang mulai terpengaruh racun dari nya.
"Permaisuri, kenapa kamu bisa ada di sini? Bukan kah kamu pergi ke kamar Putri Mahkota?" tanya Raja Wei.
"Saya sangat merindukan anda Yang Mulia, itu sebabnya saya kembali ke sisi anda secepatnya." jawab Su Li An.
Su Li An mendekat ke arah Raja Wei, dia berharap rencana nya akan berhasil malam ini.
__ADS_1
"Apakah anda lelah?" tanya Su Li An.
"Aku sedikit lelah, tapi pesta ini belum selesai." jawab Raja Wei.
Su Li An kembali melepaskan racun perangsang, dia tidak perduli jika harus melakukan hubungan intim di tempat itu, yang penting bagi diri nya hanya satu hal. "Pria ini harus menjadi milik ku!" batin Su Li An.
Raja Wei merasa tubuhnya mulai aneh, rasa panas dan hasrat yang tiba tiba datang membuat Raja Wei ingin segera memeluk dan mencumbu seseorang.
"Yang Mulia, apakah anda baik baik saja?" tanya Su Li An.
Raja Wei merasa aneh ketika mendengar wanita itu memanggilnya dengan sebutan Yang Mulia. Sudah lama Se Se tidak pernah menyebut nya dengan panggilan itu.
"Dia bukan Se Se, racun apa lagi yang telah dia berikan kepada ku? wanita ini benar benar berbahaya." batin Raja Wei.
"Aku baik baik saja, tapi kamu tidak akan baik baik saja!" jawab Raja Wei.
Raja Wei menarik pedang nya, dia hampir saja menebas kepala Su Li An namun seseorang menghentikan pedang Raja Wei.
Se Se menahan pedang itu dengan belati kecil, dia menganggap tempat ini bukan tempat yang tepat untuk membunuh Su Li An. Hari ini adalah pernikahan Han Ze Xing dan Zhou Yi Thing, dia tidak ingin nasib mereka menjadi buruk karena pertumpahan darah di hari pernikahan mereka berdua.
"Xuan, hentikan!" ucap Se Se.
Raja Wei menoleh ke arah Se Se, namun dia melihat wajah mengerikan di depan nya. Akibat pengaruh racun dari Su Li An, dia melihat Se Se sebagai monster mengerikan yang belum pernah dia lihat.
"Pergi kau monster menjijikkan!" bentak Raja Wei sambil mengayunkan pedang nya ke arah Se Se.
Su Li An tersenyum melihat perlakuan kasar dari Raja Wei terhadap Se Se. Dia berharap gadis itu bisa segera mati di tangan Raja Wei, dengan begitu dia akan memiliki kesempatan untuk menjadi Permaisuri Raja Wei.
^^^BERSAMBUNG...^^^
__ADS_1