The Princess Story

The Princess Story
Dasar gadis kejam!


__ADS_3

"Sebelum saya menjawab pertanyaan kakak, saya akan menceritakan sebuah kisah yang sulit di percaya. Kakak harus mendengarkan cerita ini sampai akhir. Jangan memotong cerita saya!" ucap Se Se pada kakaknya setelah lama hanyut dalam pikirannya.


Ye Yuan bergerak duduk di samping Se Se, kemudian menjawab, "Baiklah, kakak akan mendengarkan ceritamu!"


"Saat itu, usianya masih 27 tahun. Gadis itu berlatih ilmu militer dan pengobatan dari kecil hingga dewasa. Di malam pernikahan gadis itu, dia di bius oleh suaminya.


"Gadis itu di bawa ke rumah sakit dan di rantai di tempat tidur. Suami gadis itu, menyuruh dokter mengeluarkan jantung istrinya untuk di berikan kepada adik tiri dari istrinya.


"Gadis itu berpikir dia sudah meninggal, tetapi saat membuka matanya, gadis itu menyadari bahwa dia sudah terlahir kembali di tubuh yang berbeda. Jiwanya masuk ke dalam tubuh seorang gadis yang meninggal karena tenggelam di kolam teratai.


"Maaf! Saya, saya telah mengambil tubuh gadis ini!" ucap Se Se dengan mata berkaca-kaca.


Ye Yuan mendengarkan cerita itu dan menyimpulkan bahwa gadis di sampingnya saat ini, bukanlah adiknya!


Dia merasa marah dan sedih kehilangan adik kandungnya. Tanpa sadar dia meneteskan air matanya. Dia pernah berjanji pada ibunya untuk melindungi gadis kecil itu, namun gadis itu sekarang sudah tidak ada lagi di dunia ini.


Ye Yuan berjalan keluar dari kamar itu tanpa berkata apa-apa. Hatinya sedang kacau mengetahui kematian adiknya.


Se Se menghapus air matanya, namun dia kembali menangis hingga air matanya membasahi sebagian selimutnya.


********


Tersebar kabar di masyarakat bahwa Putri Huang melakukan perbuatan tercela di hari lamarannya. Tentu saja hal itu adalah perbuatan Nyonya Xin.


Jenderal Ou sangat marah dengan kabar-kabar yang beredar itu. Dia marah, karena merasa hal itu mempermalukan nama baik keluarganya.


Dia menyuruh seorang pelayan mengantarkan surat pembatalan perjanjian pertunangan kepada keluarga Huang.


Nyonya Xin yang menerima surat itu tertawa dengan bahagia di kamarnya.


ISTANA MATAHARI


"Apa yang akan Paman lakukan dengan gadis itu sekarang? Sudah dua kali dia membatalkan perjodohannya. Nama baiknya yang sudah tercemar itu, akan sulit untuk bisa menjadi seorang permaisuri!" ucap Putra Mahkota.


"Aku tidak peduli dengan nama baik. Aku hanya perlu dia menjadi gadisku." jawab Raja Wei menyunggingkan senyuman di wajahnya. Raja Wei saat ini sangat bahagia karena pertunangan gadis kecilnya sudah di batalkan.


"Besok saya akan mengantarkan Paman ke gerbang kota!" ucap Putra Mahkota.


"Tidak perlu, aku akan berangkat tengah malam ini. Bencana kekeringan di sana sudah sangat parah." jawab Raja Wei.

__ADS_1


"Apakah Paman sudah punya solusinya?" tanya Putra Mahkota sambil menaikkan kedua alisnya.


"Solusinya adalah pergi ke sana dan menyelidiki penyebabnya!" jawab Raja Wei tersenyum nyengir.


"Hufff...!"


Putra Mahkota menghela napas, dengan wajah cemberutnya dia berkata, "Itu artinya belum ada solusi, Paman!"


Raja Wei ngakak melihat wajah lucu itu. Dia berhenti menggoda keponakannya dan kembali mempersiapkan keperluan untuk berangkat ke kota Jinan.


KEDIAMAN HUANG


Se Se berada di ruangan kamar Kak Li, dia ke sana untuk bertanya tentang percobaan pembunuhan yang di lakukan oleh sekelompok pembunuh itu.


"Kenapa pembunuh itu memburu kalian? Siapa kalian sebenarnya?" tanya Se Se.


Kak Li menundukkan kepalanya, dia tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Status mereka tidak boleh ketahuan di kerajaan Han ini.


Se Se menyadari Kak Li tidak bisa menjawabnya. Dia mengganti pertanyaannya, "Dari mana asal kalian?"


Mata Kak Li terlihat panik, dia tidak tau apa yang harus dia katakan pada Se Se. Gadis ini sudah sangat baik memperlakukan mereka seperti keluarga. Dia tidak ingin membohongi gadis itu.


Se Se masuk ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya ke tempat tidur. Dia merasa ada seseorang di kamar itu selain dirinya.


"Jika sudah datang, maka keluarlah!" ucap Se Se tanpa mengetahui siapa tamu yang tidak di undang itu.


Raja Wei keluar dari tempat persembunyiannya, Dia tersenyum dan mendekat ke wajah Se Se dan bertanya, "Apa kamu merindukan aku?"


"Ck! Kenapa raja sepertimu suka sekali mengganggu gadis kecil sepertiku?" tanya Se Se dengan memasang wajah sebalnya.


Raja Wei tersenyum manis dan menjawab, "Aku tidak sembarangan mengganggu gadis kecil! Aku hanya suka mengganggu gadis kecil yang aku cintai!"


"Deg Deg Deg!"


Wajah Se Se mulai memerah, jantungnya berdetak kencang, hatinya merasa kacau mendengar pengakuan pemuda di depannya.


"Tapi, aku tidak cinta padamu!" ucap Se Se, matanya bertatapan dengan Raja Wei.


Hati Raja Wei seperti tertusuk ribuan duri tajam. Dia sudah membayangkan bahwa gadis kecilnya akan menjawab seperti itu. Tetapi saat mendengarnya langsung, hatinya masih terasa sakit.

__ADS_1


"Hari ini, aku datang untuk pamit!" ucap Raja Wei dengan nada rendah.


Se Se mengerutkan keningnya dan bergumam, "Pamit? Kemana?"


"Aku akan ke kota Jinan." jawab Raja Wei yang mendengar gumam'an Se Se.


"Oh!" ujar Se Se.


"Apa ada yang kamu inginkan di kota itu? Aku akan membelinya untukmu saat kembali." tanya Raja Wei, dia bergeser duduk di tempat tidur.


"Tidak ada, jaga dirimu baik-baik. Jangan bekerja terlalu keras!" ucap Se Se.


Raja Wei tertawa kecil mendengar ocehan gadis kecilnya. Dia mendekatkan tubuhnya ke gadis itu dan memeluknya. Berat rasanya untuk meninggalkan gadis itu, sehari tidak menggodanya saja, sudah terasa seperti se-abad.


Se Se diam mematung saat di peluk oleh pemuda di depannya, gadis itu tidak menolak pelukan dari Raja Wei. Dia mulai terbiasa dengan sentuhan dari pemuda itu.


"Apakah kamu, akan merindukanku?" bisik Raja Wei yang masih memeluk Se Se.


"Tidak!" jawab Se Se ketus.


"Dasar gadis kejam." bisik Raja Wei dengan senyuman di bibirnya.


Se Se tersenyum mendengar bisikan itu. Raja Wei melepaskan pelukannya. Dia bertanya kepada gadis kecilnya, "Aku ingin makanan manis sebelum aku pergi, bolehkah aku memakannya?"


"Makanan manis?" gumam Se Se.


Raja Wei tersenyum licik dan menjawab, "Ya, makanan yang paling manis di dunia ini."


"Apa itu? aku akan menyuruh Ling Er membuatnya." tanya Se Se bingung.


Raja Wei menatap wajah Se Se dan berbisik dengan suara seraknya, "Tidak perlu, makanan itu sudah ada di sini!"


Raja Wei membelai wajah Se Se dengan lembut, wajahnya mendekati wajah gadis itu dengan perlahan. Matanya menatap bibir merah dan lembut di wajah Se Se. Bibir mungil itu, saat ini dimakan lagi olehnya.


"DEG DEG DEG!"


"Akhh! Sepertinya jantungku akan segera melompat keluar!" batin Se Se.


^^^BERSAMBUNG...^^^

__ADS_1


__ADS_2