The Princess Story

The Princess Story
Ep 216. Sudah lama tidak ...


__ADS_3

Yu menarik tangan Luo Luo dan segera keluar dari ruangan itu. Para pengawal dari kediaman Ximen telah mengepung penginapan. Raja Wei dan para pengawalnya sedang berusaha membuka jalan untuk menerobos keluar dari pengepungan.


Setelah beberapa waktu saling berperang, terdengar suara peluit seorang pria berbaju hitam yang mengenakan topeng hantu. Para pengawal Ximen mundur dari pertarungan sengit mereka. Raja Wei masih memegang erat pedang yang di arahkan ke wajah pria bertopeng itu.


"Kau ternyata lebih bodoh dari perkiraan ku!" ucap pria itu sembari melepas topengnya.


"Kaisar Ming!" ucap Yu dengan wajah kaget yang terlihat jelas.


"Hahaha!!! Aku tidak menyangka jika seorang Raja Wei rela mempertaruhkan nyawanya hanya demi menyelamatkan seorang wanita." ucap Kaisar Ming sambil tertawa lebar.


"Apa maksud dari semua ini? Apakah sejak awal mereka semua berkomplot merencanakan hal ini?" batin Raja Wei.


"Apakah kau terlalu terkejut hingga tidak dapat berkata apa apa Han Ze Xuan?" tanya Kaisar Ming dengan wajah meremehkan.


"Apakah Pangeran Ming Luo Xi juga merencanakan hal ini?" tanya Raja Wei setelah terdiam sesaat.


"Tentu saja tidak!!! Aku hanya menggunakan pria bodoh itu sebagai alasan untuk berperang." jawab Kaisar Ming.


"Apakah anda juga yang telah mengirimkan wanita milik Pangeran Ming Luo Xi kepada keluarga Ximen?" tanya Raja Wei.


"Karena kau akan mati disini, aku akan mengatakan semuanya dengan jelas agar kau tidak mati penasaran." ucap Kaisar Ming sambil tersenyum licik.


Kaisar Ming berjalan ke arah Luo Luo, Yu dan para pengawal lainnya mundur dan menjaga jarak dengan mereka.


"Wanita ini awalnya adalah milikku!" ucap Kaisar Ming.


Raja Wei dan Yu saling menatap tak percaya dengan perkataan Kaisar Ming.


"Bagaimana bisa anda memberikan wanita anda kepada Pangeran Ming Luo Xi?" tanya Raja Wei


"Aku bisa melakukan apa saja demi mencapai tujuanku!" jawab Kaisar Ming dengan wajah datar.


"Demi membunuh satu orang saja, anda sampai merencanakan hal serendah ini?" tanya Raja Wei.


"Aku memang merencakan hal ini, tapi tujuanku bukan hanya untuk membunuh satu orang saja." jawab Kaisar Ming.

__ADS_1


"Aku akan membunuh Dewa perang dari kerajaan Han kemudian menjadikan negara Han yang sudah kehilangan dewa perang sebagai bagian dari kerajaan Ming." ucap Kaisar Ming sambil menatap mata Raja Wei.


"Hahh... mimpi anda ternyata cukup besar ya!" sindir Raja Wei.


Raja Wei tersenyum sinis menahan rasa sakit dan perih dari luka di tubuhnya, dia berusaha menjaga ekspresi di wajahnya agar musuh tidak menyadari kondisinya saat ini. Setelah bertarung dengan perbandingan jumlah pasukan yang sangat besar, tentu saja banyak luka akibat tergores pedang di sekujur tubuhnya.


Raja Wei menurunkan pedangnya kemudian dia berjalan ke arah Yu. "Anda sudah mendengar semuanya bukan?" ucap Raja Wei sambil melihat ke arah langit langit.


Seorang pria turun dari atas langit langit dengan wajah suram dan mata yang kemerahan. Pria itu adalah Pangeran Ming Luo Xi yang sejak tadi menyaksikan dari atas sambil menahan amarah.


"Kau! Bagaimana bisa kau berada di sini?" ucap Kaisar Ming dengan wajah kaget bercampur takut.


Ming Luo Xi tidak menjawab, dia mengeluarkan sebuah kantong dari balik lengan bajunya dan secara cepat menyebarkan isi kantong itu ke udara.


"Ming Luo Xi!!!" teriak Kaisar Ming.


"Itu adalah racun yang kau gunakan untuk membunuh ayah dan ibuku!" ucap Ming Luo Xi dengan wajah dan suara datar.


"Kau! Sejak kapan kau mengetahui hal itu?" tanya Kaisar Ming.


"Dasar bajingan gila! Seharusnya kau ikut mati di hari itu!" teriak Kaisar Ming hingga kelihatan semua urat nadi di lehernya.


Tak lama kemudian terdengar suara rintihan dari para pengawal Ximen dan Kaisar Ming yang kesakitan akibat menghirup racun.


******


"Kita akan melanjutkan hal ini besok, kalian semua kembali dan istirahat saja lebih dulu. Maafkan aku karena telah menunjukkan emosi yang berlebihan." ucap Se Se setelah menyadari sikapnya yang telah berlebihan terhadap pasukan setia Raja Wei.


Se Se meninggalkan ruangan, para pasukan dan Yu menghela nafas panjang setelah menahan nafas mereka sejak tadi.


Yu mengingat kembali kejadian yang baru saja mereka alami, baru kali ini mereka terdesak hingga ke sudut dimana mereka harus mempertaruhkan nyawa Raja Wei.


"Bagaimana akhir dari gadis itu?" pikir Yu setelah mengingat Luo Luo yang di bawa pergi oleh Pangeran Ming Luo Xi setelah kematian Kaisar Ming.


Kaisar Ming dan para pengawalnya mati keracunan sesaat setelah racun di tebar ke udara. Sementara Raja Wei dan pasukannya selamat berkat obat penaear yang di berikan oleh Pangeran Ming Luo Xi.

__ADS_1


"Seperti rumor yang beredar, Pangeran Ming Luo Xi adalah sosok yang bijaksana sejak dia masih kecil. Penawar racun yang dia bagikan kepada kami adalah bukti dari sikap bijaksana dari Pangeran yang dapat membedakan mana musuh dan teman. Tapi seorang pria tetaplah lemah jika berada di hadapan wanita yang dia cintai." batin Yu.


Seminggu telah berlalu sejak kembalinya Raja Wei, luka luka yang ada di tubuhnya hanya meninggalkan bekas yang tidak bisa dihilangkan.


"Xuan, ada yang ingin saya bicarakan." ucap Se Se sambil menyerahkan sepucuk surat kepada Raja Wei.


Raja Wei membuka surat dan membacanya. Dia terlihat memikirkan sesuatu sebelum akhirnya membuka suara.


"Apakah kamu ingin menolong mereka?" tanya Wei.


Se Se mengangguk, "Saya ingin menyelamatkan mereka semua dan melenyapkan pelaku di balik semua ini." jawab Se Se.


"Kamu tau ini bukanlah hal yang mudah kan?" tanya Raja Wei.


"Saya tau, tapi meskipun sangat sulit, saya ingin menolong mereka semua karena saya telah mengetahui penderitaan yang mereka alami. Saya tidak bisa hanya diam saja setelah mengetahui semua hal ini." jawab Se Se.


"Bacalah ini!" ucap Raja Wei sambil menyerahkan sebuah gulungan kepada Se Se.


"Ini?!"


"Itu adalah laporan tentang Long Au Ping, mereka biasa menyebutnya Tuan Besar Long. Dia adalah sepupu dari Perdana Menteri sekaligus menantu dari Jenderal Peng." jawab Raja Wei.


"Sepertinya menolong mereka semua akan menjadi hal yang sulit untuk dilakukan." ucap Se Se dengan kerutan di keningnya.


Raja Wei mengelus halus kening Se Se, "Aku akan memastikan Long Au Ping menerima ganjaran atas perbuatannya meskipun dia seorang Kaisar." ucap Raja Wei.


Se Se menoleh ke arah Raja Wei, dengan kening yang makin berkerut dia berkata, "Apakah boleh berbicara seperti itu? Bukankah itu bisa di anggap sebagai bagian dari penghianatan?"


Raja Wei tersenyum kecil melihat kekhawatiran Se Se, dia memeluk gemas Permaisurinya sambil menjawab, "Aku akan melakukan apapun yang Permaisuri inginkan, meskipun harus melakukan penghianatan."


"Manis sekali suamiku ini" batin Se Se sambil tersenyum membalas pelukan dari Raja Wei.


"Ehem ehem... Istriku... Itu... Sudah lama kita tidak melakukannya." ucap Raja Wei sambil melepas pelukannya.


^^^BERSAMBUNG...^^^

__ADS_1


__ADS_2