The Princess Story

The Princess Story
Ep 202. Ruang dimensi


__ADS_3

Se Se membuka matanya, dia menatap wajah Raja Wei yang terlihat lelah dan tidak bersemangat.


"Xuan, kenapa kamu masih di sini? Ayo kita pulang ke rumah." ucap Se Se.


"Kamu masih belum boleh banyak bergerak, kita akan pulang setelah keadaan mu lebih baik." jawab Raja Wei.


"Aku baik baik saja, luka ini hanya terlihat serius dari luar. Luka ini tidak akan membahayakan nyawa ku." ucap Se Se.


Raja Wei mulai berkaca kaca, air mata mengalir dari kedua sudut mata nya.


"Maafkan aku, ini semua karena kesalahan dan kebodohan ku." ucap Raja Wei.


"Jangan menangis, ini bukan salah Xuan. Pikiran Xuan telah di pengaruhi oleh racun yang di sebarkan oleh Su Li An, itu sama sekali bukan kehendak mu. Jangan menyalahkan diri sendiri, aku tidak akan pernah menyalahkan Xuan. Berhentilah meminta maaf ... suami ku." ucap Se Se di akhiri senyuman yang dia paksakan.


"Rasa sakit ini benar benar membuat ku tidak berdaya. Aku tidak punya cara lain selain menggunakan obat itu." batin Se Se.


"Ini salah ku, jika aku lebih percaya kepada mu, racun itu tidak akan bisa mempengaruhi pikiran dan juga emosi ku. Aku akan menemani mu di sini sampai kondisi mu membaik, kita akan pulang setelah tabib mengizinkan tubuh mu di angkat." ucap Raja Wei.


"Aku butuh bantuan Xuan. Tolong minta Yu untuk melarang siapapun masuk ke sini." ucap Se Se.


"Tunggu sebentar, aku akan memanggil Yu untuk berjaga." jawab Raja Wei.


Raja Wei berdiri, dia berjalan keluar untuk menemui Yu dan memberi perintah kepada nya agar Yu berjaga di deoan pintu goa.


"Jangan membiarkan siapa pun masuk ke dalam." ucap Raja Wei.


"Baik Yang Mulia." jawab Yu.


Raja Wei masuk kembali ke dalam goa, di samping tubuh Se Se telah tersedia banyak obat obat dan peralatan medis yang dia ambil dari ruang dimensi saat Raja Wei keluar dari goa.


"Tolong bantu aku membuka tutup botol itu dan masukkan ke dalam jarum suntik." ucap Se Se.


"Obat apa ini? Dari mana Se Se mendapatkan semua obat obat ini?" batin Raja Wei.


Meskipun penasaran, Raja Wei tidak ingin banyak bertanya kepada istrinya. Dia hanya berharap istri nya cepat sembuh dan sehat seperti semula.


Setelah selesai memasukkan obat ke dalam jarum suntik, Se Se meminta Raja Wei untuk menyuntikkan obat itu ke tubuh nya.

__ADS_1


Raja Wei tampak tidak tega menusukkan jarum itu, dia menghentikan gerakan tangan nya ketika jarum mendekat ke kulit tubuh Se Se.


"Xuan, kenapa kamu tidak melakukan nya?" tanya Se Se.


"Adakah cara lain untuk memberi mu obat? Jarum ini terlihat sangat menyakitkan." jawab Raja Wei.


"Jarum itu tidak menyakitkan sama sekali, tolong lakukan sekarang." ucap Se Se.


" ... "


Raja Wei masih ragu untuk menusuk jarum itu ke tubuh Se Se, dia melihat jarum suntik yang ada di tangan nya dengan banyak pertanyaan di pikiran nya.


"Hufff... Berikan pada ku, aku akan melakukan nya sendiri." ucap Se Se.


"Tidak, aku yang akan melakukan nya untuk mu. Tolong tahan sebentar rasa sakit nya." ucap Raja Wei.


Raja Wei menyuntikkan obat itu ke tubuh Se Se, meskipun jarum itu terlihat lebih besar dari jarum suntik yang biasa digunakan, bagi Se Se yang sudah sering merasakan rasa sakit, suntikan jarum itu sama sekali tidak terasa apa apa di tubuh nya.


"Kita sudah bisa pulang sekarang." ucap Se Se setelah Raja Wei menyuntik obat ke tubuh nya.


"Kenapa kamu memaksakan diri seperti ini?" tanya Raja Wei.


"Aku akan menyuruh Yu menyiapkan tandu, tunggu lah di sini." ucap Raja Wei.


"Terima kasih." jawab Se Se.


Raja Wei memerintahkan Yu dan anggota pasukan Elang untuk menyiapkan tandu agar bisa membawa Se Se kembali ke kediaman. Mereka melakukan tugas nya dengan cepat, Yu dan Ti Liu pergi mencari bambu besar yang kuat.


Setelah tandu selesai di buat, mereka membawa Se Se dan Raja Wei kembali ke kediaman. Raja Wei merasa bersalah karena Se Se harus menahan rasa sakit akibat guncangan di dalam tandu. Sementara Se Se sendiri tidak merasakan sakit apapun karena dia sudah menyuntik obat pereda nyeri dan penyembuh di tubuh nya.


"Yang Mulia, kita sudah sampai." lapor Yu.


Raja Wei membawa Se Se ke kamar, dia memanggil tabib untuk memeriksa luka istri nya.


"Ini sangat aneh, tulang yang retak telah kembali utuh sempurna dalam waktu satu malam. Baru kali ini saya melihat proses penyembuhan yang sangat cepat. Apakah Permaisuri mengkonsumsi obat dewa?" ucap Tabib.


Raja Wei dan Yu saling menatap, seolah tidak mempercayai ucapan tabib. Se Se hanya menghela napas mendengar penjelasan tabib. Tentu saja tulang nya telah sembuh sempurna karena obat yang di kembangkan oleh Prof. Jimm di kehidupan yang lalu bisa menyambung kembali tulang tulang yang retak ataupun patah dalam hitungan menit saja.

__ADS_1


"Apakah anda tidak salah dalam pemeriksaan ini?" tanya Yu.


"Saya sudah memeriksa beberapa kali dan hasilnya tetap sama. Tulang yang retak telah pulih dengan sangat sempurna. Ini benar benar luar biasa, sepertinya Permaisuri di berkati oleh para dewa." jawab Tabib.


Raja Wei menatap wajah istri nya, dalam hati dia bertanya, "Apakah obat tadi sangat luar biasa seperti yang tabib katakan?"


Setelah semua orang meninggalkan kamar, Raja Wei duduk di samping Se Se dan bertanya kepada nya.


"Apakah obat tadi benar benar obat dewa?"


"Bisa di bilang seperti itu." jawab Se Se.


"Apakah aku boleh bertanya dari mana obat itu berasal dan kenapa obat itu bisa ada di dalam goa mu?" ucap Raja Wei.


"Aku akan menjawab nya jika Xuan bertanya." jawab Se Se.


"Dari mana obat itu berasal?" tanya Raja Wei.


"Aku memiliki obat itu bersama ku sejak terlahir kembali di dunia ini." jawab Se Se.


"Kenapa obat itu bisa muncul di goa? Aku tidak melihat ada obat yang kamu bawa saat membersihkan luka di tubuh mu." ucap Raja Wei.


"Xuan ... ini mungkin terdengar sulit untuk di percayai. Tapi aku harap Xuan akan mempercayai penjelasan ku yang tidak masuk akal ini." ucap Se Se.


"Sejak dulu, segala hal tentang diri mu memang sangat sulit untuk di percaya, mulai dari terlahir kembali di dunia ini sampai kemampuan senjata yang kamu miliki. Namun aku akan mempercayai semua ucapan mu." jawab Raja Wei.


"Aku terlahir dengan membawa sebuah ruang dimensi di tubuh ku." ucap Se Se.


"... Ruang dimensi?" ucap Raja Wei dengan ekspresi terkejut.


^^^BERSAMBUNG...^^^


Hai teman-teman...


Mohon dukungan nya.


Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.

__ADS_1


Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.


Terima Kasih💖


__ADS_2