The Princess Story

The Princess Story
Ep 75. Kehamilan permaisuri


__ADS_3

"Suamiku..."


Se Se menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan, pipinya memerah karena merasa malu.


"Tok Tok Tok!"


Ling Er masuk membawa sarapan dan air untuk bersih-bersih.


"Nona, Ling Er sudah menyiapkan makanan dan air untuk nona." ucap Ling Er.


"Letakkan saja di meja. Keluar dan tutup pintunya." perintah Raja Wei.


Raja Wei sarapan bersama permaisurinya, suasana masih terasa canggung namun mereka terlihat bahagia.


Beberapa hari kemudian terdengar kabar bahwa Putri Liang dan Pangeran 5 akan menikah. Mereka tertangkap basah melakukan perbuatan suami istri di kamar Han Ze Liang.


Kaisar memberikan perintah pada Han Ze Liang untuk menikah dengan gadis itu, dia harus bertanggung jawab atas perbuatannya. Tentunya itu dilakukan oleh Yu atas perintah Raja Wei.


"Kerja bagus, Yu. Perintahkan dua anggota Pasukan Elang untuk mengikuti Han Ze Liang, laporkan semua kegiatannya padaku." ucap Raja Wei.


"Baik Yang Mulia." jawab Yu.


Sementara itu Se Se dalam perjalanan menuju Toko Obat Han, dia mengenakan topi dan cadar untuk menutupi wajahnya.


"Nona, akhirnya anda datang juga. Kami sudah lama menunggu anda." ucap Er Niu anak pemilik toko.


"Apa kabar Tuan muda Chen? Sudah lama sejak terakhir saya berkunjung." ucap Se Se ramah.


"Baik, masuklah dan duduk sebentar. Saya akan memanggil ayah." ucap Er Niu.


"Baik, terima kasih." jawab Se Se.


Tuan Chen Ho Jun masuk ke ruangan itu membawa buku dan sebuah kotak berisi batangan emas.


"Nona, ini adalah laporan penjualan dari obat yang anda berikan bulan lalu. Emas ini adalah pembagian hasil milik nona." ucap Tuan Chen sambil menyerahkan buku dan kotak di tangannya.


Se Se memerintahkan kusir untuk menurunkan peti obat yang sudah dia siapkan di dalam kereta.

__ADS_1


"Obat ini berjumlah dua kali lipat dari bulan lalu, terima kasih atas kerja samanya Tuan Chen." ucap Se Se.


Karena urusannya masih banyak, dia pamit pada Tuan Chen. Se Se menuju sebuah toko pakaian dan membeli beberapa pasang pakaian pria.


Dia menyuruh kusir untuk kembali ke kediaman, malam ini dia berencana untuk membalaskan dendam pribadinya.


Se Se mengganti pakaiannya dengan pakaian pria dan menutup wajahnya dengan kain hitam.


Dia menunggu di depan istana dan dengan cepat mengikuti Putri Liang yang baru saja keluar bersama pelayannya.


Mereka masuk ke sebuah lorong di depan jalan utama. Se Se mengambil kesempatan itu untuk menculik Putri Liang.


Dia membawa Putri Liang ke sebuah tempat pelacuran setelah memaksanya menelan obat perangsang. Dia melihat sendiri dan memastikan gadis itu mendapat balasan yang setimpal atas perbuatannya.


"Aku tidak akan bersikap lemah lagi, akan kupastikan kalian membayar ribuan kali lipat atas penderitaan yang telah ku alami." batin Se Se.


Putri Liang di permainkan secara bergilir oleh pria-pria di sana. Banyak orang melihat pertunjukkan itu. Putri Liang tidak bisa mengendalikan diri akibat obat yang diberikan Se Se padanya.


Semalaman gadis itu digilir secara bergantian, kabar pun menyebar dari mulut ke mulut. Dalam satu malam saja, kabar itu sudah tersebar sampai ke istana.


Kaisar dan Han Ze Liang sangat murka mendengar kabar Putri Liang yang berada di rumah pelacuran, Han Ze Liang pergi ke sana untuk memastikan dengan matanya sendiri.


"Ali, pergilah ke negara Han dan lenyapkan Putri Liang secara diam-diam." perintah Kaisar Liang pada seorang pengawalnya.


"Baik, Yang Mulia." jawab Ali.


Beberapa hari berlalu, Putri Liang menghilang dari istana dan tidak ditemukan dimana pun.


Beberapa rumor menyebutkan bahwa Putri Liang bunuh diri karena merasa malu dengan perbuatannya.


Tentu saja itu rumor yang salah, karena Putri Liang dibunuh dan dibuang ke lautan besar oleh Ali.


BEBERAPA MINGGU KEMUDIAN


Raja Wei membawa Se Se mengunjungi istana, mereka pergi ke halaman Istana Matahari.


Putra Mahkota menunggu pamannya di dalam sebuah gazebo.

__ADS_1


"Paman, Permaisuri." Han Ze Xing memberi salam saat melihat kedua orang itu mendekat.


"Yang Mulia, bagaimana kabar anda?" ucap Se Se sambil menunduk sedikit.


"Permaisuri, anda tidak perlu menunduk dihadapan saya. Permaisuri saat ini sudah menjadi senior saya." ucap Han Ze Xing.


Mereka duduk dan makan bersama di gazebo, Putra Mahkota bercerita bahwa dia menemukan bukti pemberontakan yang dilakukan oleh Han Ze Liang.


"Kita hanya perlu menunggu saja, tunggu mereka memindahkan pasukan pemberontak. Aku akan menangkap mereka semua sekaligus." ucap Raja Wei.


Seorang pelayan membawakan sup ayam obat, dia meletakkan sup itu di meja. Aroma sup itu membuat perut Se Se mual dan pusing. Dia menutup mulutnya dengan telapak tangan dan berlari ke sudut taman. Dia jongkok di sudut taman itu dan mengeluarkan semua isi perutnya.


Raja Wei dan Han Ze Xing terlihat panik melihat wajah Se Se yang mendadak pucat dan terlihat lemah.


"Cepat panggil tabib!" perintah Raja Wei dan Han Ze Xing bersamaan.


"Selamat Yang Mulia, anda akan segera menjadi seorang ayah." ucap tabib itu dengan senyuman lebar.


"Jederr!!"


Hati dan pikiran Raja Wei seperti disambar petir. Sejak menikah hingga sekarang dia belum pernah menyentuh permaisurinya karena terlalu sibuk.


Keadaan batin istrinya juga tidak memungkinkan untuk melayani Raja Wei. Namun saat ini permaisuri sedang hamil, Raja Wei tentu merasa itu bukanlah anaknya.


Se Se terlihat panik saat mendengar ucapan tabib. Dunianya serasa runtuh dalam sekejap. Dia mengingat kebahagiaan yang baru saja dia jalani bersama Raja Wei. Apakah kebahagiaan itu akan lenyap begitu saja karena kehamilannya?


"Kenapa banyak cobaan yang datang padaku? Dosa besar apa yang telah kuperbuat?" batin Se Se.


"Selamat Paman dan Permaisuri akan segera menjadi ibu dan ayah." ucap Han Ze Xing.


Han Ze Xing merasa heran melihat wajah kedua orang itu yang tidak terlihat bahagia dengan kabar kehamilan permaisuri, namun dia tidak ingin banyak bertanya.


Raja Wei dan Se Se pulang ke kediaman, mereka diam saja selama perjalanan. Ruang sempit di dalam kereta membuat hati mereka tambah sesak.


Raja Wei membantu Se Se turun dari kereta dan membawanya ke kamar, dia menurunkan dan mendudukkan Se Se di tempat tidur.


"Istirahatlah, jangan kelelahan. Kandunganmu akan terganggu jika kamu lelah." ucap Raja Wei sambil mengecup kening permaisurinya.

__ADS_1


"Marahlah jika anda ingin marah. Makilah saya jika anda sedang ingin memaki. Teriak dan bentaklah saya karena saya sudah melakukan kesalahan besar. Dengan begitu, hati saya akan terasa sedikit lega. Tolong... keluarkan isi hati anda, suamiku." ucap Se Se sambil menahan pergelangan tangan Raja Wei yang akan melangkah keluar.


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2