The Princess Story

The Princess Story
Ep 140. Jebakan Zhou Yi Mei


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu, Putri Yuan Cin Cu dikabarkan telah memasuki wilayah negara Han. Acara pernikahan akan di laksanakan awal bulan depan dengan mengundang semua negara tetangga dan para pejabat kerajaan Han.


"Yang Mulia, Putri Yuan Cin Cu sudah tiba di Istana." lapor seorang Kasim kepada Han Ze Xing.


"Apakah kamar untuk nya sudah di siapkan?" tanya Han Ze Xing.


"Kami sudah menyiapkan semuanya Yang Mulia." jawab Kasim.


"Siapkan dua pelayan untuk melayani Putri Yuan, aku akan menemuinya nanti malam." perintah Han Ze Xing.


"Baik Yang Mulia." jawab Kasim.


Han Ze Xing mengganti pakaian, dia keluar dari Istana dengan pakaian biasa agar tidak dikenali. Dia menuju kediaman Raja Wei, namun niatnya bukan untuk menemui Raja Wei melainkan untuk bertemu dengan Se Se.


Pengawal yang menjaga pintu gerbang tentu saja mengenali Han Ze Xing, mereka segera membuka pintu dan mempersilahkan Han Ze Xing masuk ke dalam.


Han Ze Xing berjalan menuju ke kamar utama, ruangan tempat tidur Se Se dan kedua anak nya. Zhou Yi Mei tanpa sengaja melihat Han Ze Xing masuk ke halaman paviliun Se Se, dengan cepat niat jahat terlintas di kepalanya.


Zhou Yi Mei mengikuti Han Ze Xing, dia tersenyum licik saat melihat pemuda itu mengetuk pintu kamar Se Se.


Se Se membuka pintu, dia keluar dari kamar kemudian mengajak Han Ze Xing duduk di halaman depan kamar.


"Ada apa Yang Mulia mencari saya?" tanya Se Se.


Han Ze Xing terdiam tanpa menjawab, dia hanya duduk memandang wajah gadis itu.


"Yang Mulia..." panggil Se Se suara pelan.


"Saya hanya ingin bertanya, apakah ada obat yang bisa membuat orang melupakan hal yang ingin dilupakan?" ucap Han Ze Xing.


"Saya tidak mengerti obat apa yang anda maksud, tapi sepertinya tidak ada obat seperti itu di dunia ini." jawab Se Se.


"Bagaimana cara melupakan seseorang yang ada di dalam sini?" tanya Han Ze Xing sambil menyentuh dada nya.

__ADS_1


"Saya tidak tahu bagaimana harus menjawab anda Yang Mulia, tapi perasaan bukan lah sesuatu yang bisa kita kendalikan. Jika anda memiliki seseorang di dalam sana, namun orang itu tidak bisa menjadi pasangan hidup anda, maka sebaiknya Yang Mulia merelakan saja gadis itu, bukan melupakan." jawab Se Se.


"Merelakan?" ucap Han Ze Xing.


Se Se mengangguk, "Ya, akan jauh lebih mudah untuk merelakan orang itu agar dia hidup bahagia bersama pilihan nya. Yang Mulia juga harus hidup bahagia bersama orang lain yang akan menjadi pasangan hidup anda." jawab Se Se.


"Anda benar, saya memang harus merelakan nya, saya juga harus mencari pasangan lain untuk mendapatkan penerus." ucap Han Ze Xing dengan senyum getir di wajahnya.


"Jangan mencari pasangan demi penerus saja, Yang Mulia harus memilih pasangan yang anda sukai dan anda cintai dengan sepenuh hati. Dengan begitu anda akan menjalani hidup yang bahagia." ucap Se Se.


"Bagaimana aku bisa mencintai gadis lain selain diri mu?" batin Han Ze Xing.


"Terima kasih sudah mendengarkan keluh kesah saya yang memalukan ini." ucap Han Ze Xing.


Seorang pelayan mengantarkan teh, Han Ze Xing dan Se Se meminum teh tanpa menyadari ada hal aneh di dalam teh itu.


Beberapa saat setelah meminum teh, mereka merasa gerah dan kepanasan. Se Se menyadari apa yang salah dengan teh itu, seseorang telah memasukkan obat ramuan cinta ke dalamnya.


Han Ze Xing pamit karena merasa aneh dengan tubuhnya yang tiba-tiba bergairah, dia segera melangkah keluar dari halaman. Sedangkan Se Se masuk ke kamar dan mengunci pintu kamar dari dalam.


Zhou Yi Mei tersenyum melihat rencana nya berhasil, namun dia tidak menyangka bahwa Han Ze Xing akan pergi dari sana.


Raja Wei menerima surat kaleng yang isinya ada seorang pemuda sedang berselingkuh dengan Permaisuri di dalam kediaman. Tentu saja Raja Wei tidak percaya dengan isi surat itu, namun perasaan nya merasa gelisah ketika memikirkan seseorang berniat jahat terhadap Se Se. Dengan cepat dia berlari menuju ke kamar.


Tidak lama kemudian Raja Wei telah sampai di depan pintu kamar, dia tidak bisa membuka pintu karena terkunci dari dalam.


"Buka pintu nya!" ucap Raja Wei dengan suara keras.


"Xuan...!" gumam Se Se.


Raja Wei kehabisan kesabaran, dia merasa cemas karena tidak ada jawaban. Dia menendang pintu dengan kuat, satu tendangan saja sudah membuat pintu itu terbuka.


Raja Wei segera masuk dan memeriksa keadaan Se Se, wajah gadis kecil nya mulai berkeringat. Kedua pipi nya memerah dan napasnya memburu.

__ADS_1


Raja Wei menyadari apa yang terjadi pada Se Se, awalnya dia berniat memanggil tabib untuk menawar racun yang ada di tubuh istrinya itu. Namun niat nya berubah setelah gadis itu memeluk dan menciumnya.


"Xuan... Seluruh tubuh ku tidak nyaman. Tolong bantu aku!" ucap Se Se.


"Aku akan membantu mu dengan senang hati. Permaisuri ku..." jawab Raja Wei dengan senyuman nakal.


Sementara itu Han Ze Xing mulai terpengaruh obat, langkah nya terhenti di depan salah satu pintu kamar yang masih berada di dalam kediaman Raja Wei.


Zhou Yi Thing yang berada di dalam kamar mendengar suara jatuh tubuh Han Ze Xing, dia membuka pintu kamar untuk mencari asal suara.


"Tuan, apakah anda perlu bantuan?" tanya Zhou Yi Thing ketika melihat Han Ze Xing duduk di depan pintu kamar nya.


Saat itu Han Ze Xing yang terpengaruh obat melihat Zhou Yi Thing sebagai Se Se, dengan cepat dia menarik lengan Zhou Yi Thing dan menciumnya.


Gadis itu meronta dan melawan, dia memukul dada Han Ze Xing dengan kuat. Namun kekuatan nya tentu saja kalah dengan Han Ze Xing yang telah dipengaruhi oleh obat ramuan cinta.


Han Ze Xing berdiri dan menggendong tubuh Zhou Yi Thing menuju ke dalam kamar. Dia meletakkan gadis itu ke atas ranjang dan menindihnya.


Zhou Yi Thing meronta dan berteriak meminta tolong, Han Ze Xing menutup mulut gadis itu dengan bibirnya dan menciumnya dengan penuh nafsu.


"Lepaskan aku! Lepaskan aku! Kumohon lepaskan aku!" ucap Zhou Yi Thing sambil menangis.


Han Ze Xing tidak sadar apa yang dia lakukan saat ini. Zhou Yi Thing yang mulai lelah meronta akhirnya hanya bisa menangis dan membiarkan Han Ze Xing melecehkan nya.


"Kenapa aku harus mengalami hal ini lagi? Apa dosa yang telah ku lakukan hingga harus berkali-kali mengalami hal buruk ini?" batin Zhou Yi Thing.


^^^BERSAMBUNG...^^^


Hai teman-teman...


Mohon dukungan nya.


Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.

__ADS_1


Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.


Terima Kasih💖


__ADS_2