The Princess Story

The Princess Story
Ep 151. Ayah dari bayi


__ADS_3

Zhou Yi Thing telah mengetahui bahwa dirinya sedang mengandung anak yang entah milik siapa. Dia duduk sendirian sambil termenung di depan kamar.


Se Se mengunjungi Zhou Yi Thing, dia membawa obat penguat kandungan yang di resepkan oleh Tabib.


"Minumlah obat ini selagi hangat, obat ini akan menguatkan kandungan di dalam perut mu." ucap Se Se sambil meletakkan mangkuk obat di atas meja.


"Terima kasih Permaisuri." jawab Zhou Yi Thing.


Gadis itu hanya melihat obat yang terletak di atas meja tanpa menyentuhnya.


"Jangan menyakiti diri sendiri dan bayi di dalam perut mu, kalian tidak bersalah. Aku akan membantu mu merawat bayi itu jika kamu tidak menginginkan nya. Tapi saat ini, kamu harus menjaga kesehatan demi diri mu dan bayi itu." ucap Se Se.


"Aku bahkan tidak tahu siapa ayah dari bayi ini, bahkan jika aku tahu pun, aku tidak akan mungkin meminta pertanggung jawaban dari bajingan itu. Kenapa aku harus menjaga bayi dari bajingan itu?" ucap Zhou Yi Thing, air mata mulai mengalir membasahi kedua pipi nya.


"Bayi itu adalah bayi mu juga, bukan salah bayi itu jika dia memiliki ayah bajingan. Dia juga merupakan korban, sama seperti diri mu." ucap Se Se.


"Anda benar Permaisuri, saya terlalu berpikiran sempit. Terima kasih telah menyadarkan dan menasehati saya." ucap Zhou Yi Thing.


Se Se memeluk Zhou Yi Thing sambil menepuk pelan punggung nya, dia merasa sangat kasihan kepada gadis itu.


"Dunia ini benar-benar tidak adil, kenapa gadis sebaik ini harus menderita karena bajingan-bajingan itu?" batin Se Se.


Setelah gadis itu tenang, Se Se melepaskan pelukan nya. Dia memberikan mangkuk obat kepada Zhou Yi Thing. Gadis itu menghabiskan obat nya dalam sekali teguk.


"Jika kamu membutuhkan sesuatu, katakan saja pada saya." ucap Se Se.


Zhou Yi thing mengangguk, "Terima kasih Permaisuri, maaf karena saya sudah mengganggu ketenangan di kediaman ini." ucap Zhou Yi Thing.


"Jangan sungkan meminta bantuan, saya akan selalu membantu anda semaksimal mungkin." jawab Se Se.


Thien Si Rui dan Putri Yuan Cin Cu mendengar percakapan kedua gadis itu, mereka juga merasa iba kepada Zhou Yi Thing setelah mengetahui peristiwa buruk yang telah menimpa gadis itu.


Thien Si Rui mengajak Putri Yuan Cin Cu meninggalkan kedua gadis itu, dia tidak ingin menguping lebih jauh pembicaraan mereka.


Se Se merasa heran kenapa kehamilan Zhou Yi Thing di katakan masih berumur satu bulan saja. Sedangkan mereka kembali ke kediaman sudah sebulan lebih, dan kejadian di hutan sudah berlalu lebih dari sebulan lama nya.


"Nona Zhou, bolehkah saya mengetahui kapan anda datang bulan terakhir kali nya?" tanya Se Se penasaran.

__ADS_1


"Saat dalam perjalanan menuju Kerajaan Han. Saya mengingat hal ini karena darah di pakaian saya sangat banyak ketika sampai di kediaman ini. Kenapa Permaisuri bertanya tentang hal ini?" ucap Zhou Yi Thing.


"Tidak, saya hanya asal bertanya. Istirahat lah lebih banyak, anda pasti merasa sangat lelah karena kehamilan ini." ucap Se Se.


Se Se berjalan kembali menuju ke kamar nya, dalam hati dia berpikir bagaimana bisa Zhou Yi Thing hamil jika dia mendapatkan menstruasi di saat kejadian itu telah berlalu?


"Apakah bayi itu milik Putra Mahkota? Saat itu, mungkin saja bukan adiknya, tapi Zhou Yi Thing yang berada di dalam kamar. Apakah Xuan mengetahui tentang hal ini?" batin Se Se.


Se Se menghentikan langkahnya, dia berbalik kemudian berjalan menuju ke ruang kerja Raja Wei.


Raja Wei baru saja keluar dari ruang kerja, dia berpapasan dengan Se Se di depan pintu ruang kerja nya.


"Xuan, ada yang ingin ku bicarakan dengan mu." ucap Se Se.


"Ada apa Permaisuri ku? Tidak biasanya kamu mencari ku di sini." tanya Raja Wei.


"Aku ingin membicarakan tentang bayi yang di kandung oleh Nona Zhou." jawab Se Se.


Raja Wei tanpa ragu memeluk dan mengecup bibir Se Se di depan para pengawal, "Ada apa dengan gadis itu?" tanya Raja Wei.


"Bayi nya, sepertinya bayi itu adalah milik Putra Mahkota!" ucap Se Se.


"Kehamilan nya baru berumur 1 bulan, sementara kejadian di hutan saat itu sudah lebih dari satu bulan. Dia juga sangat ketakutan ketika melihat Putra Mahkota. Entah kenapa aku merasa Zhou Yi Thing lah yang sudah di paksa untuk melayani Putra Mahkota saat kami keracunan obat dari Zhou Yi Mei." jelas Se Se.


"Permaisuri, aku tahu kamu merasa kasihan dengan gadis itu. Tapi dia tidak cocok untuk menjadi Selir Ze Xing." ucap Raja Wei.


"Apa maksud nya? Xuan sudah mengetahui hal ini sejak awal?" tanya Se Se dengan raut wajah kecewa.


"Ya, Ze Xing sudah mengatakan nya kepada ku bahwa gadis yang berada di dalam kamar saat itu adalah Zhou Yi Thing." jawab Raja Wei.


"Kalau begitu, bukan kah kita harus memberi tahu tentang kehamilan Nona Zhou kepada Putra Mahkota?" tanya Se Se.


"Tidak, Ze Xing belum boleh mengetahui hal ini. Gadis itu tidak cocok menjadi Selir Ze Xing." jawab Raja Wei.


"Apa maksud Xuan mengatakan dia tidak cocok menjadi Selir? Bukankah Putra Mahkota harus bertanggung jawab atas hal yang telah dia lakukan terhadap Nona Zhou?" ucap Se Se kesal.


"Gadis itu telah ... dia tidak pantas lagi menjadi Selir Ze Xing, kamu juga sudah tahu alasan nya." ucap Raja Wei.

__ADS_1


"Tapi dia harus bertanggung jawab atas bayi yang ada di dalam kandungan nya!" ucap Se Se dengan nada tinggi.


"Ada apa ini? Kenapa kalian berdua bertengkar?" tanya Thien Si Rui yang datang bersama Putri Yuan Cin Cu.


"Saya mendengar tentang tanggung jawab terhadap bayi, bayi siapa? Siapa yang harus bertanggung jawab atas bayi itu?" tanya Putri Yuan Cin Cu.


Se Se menatap Putri Yuan Cin Cu, dia memutuskan untuk memberi tahu tentang bayi di dalam perut Zhou Yi Thing yang merupakan bayi dari Han Ze Xing.


"Ada sesuatu yang harus saya bicarakan dengan anda, Putri Yuan!" ucap Se Se.


"Apa yang ingin anda bicarakan Permaisuri?" tanya Putri Yuan Cin Cu.


"Ayah dari bayi Nona Zhou ..." ucap Se Se.


"Huang Se Se!!!" bentak Raja Wei memotong ucapan Se Se.


Se Se menatap Raja Wei dengan wajah penuh kekecewaan, dia tidak menyangka suami nya itu berusaha menutupi kesalahan Han Ze Xing.


Se Se berjalan kembali ke kamarnya dengan langkah cepat, Raja Wei mengejarnya dari belakang. Sementara Thien Si Rui dan Putri Yuan Cin Cu saling menatap dengan wajah penasaran.


"Permaisuri!" panggil Raja Wei sambil mengikuti langkah Se Se dari belakang.


Se Se mengabaikan panggilan dari Raja Wei, dia terus melangkah hingga sampai ke halaman depan kamar nya.


"Huang Se Se!" bentak Raja Wei.


Se Se berbalik, dia menatap mata Raja Wei dengan raut wajah yang dingin.


"Apa?" jawab Se Se dengan nada yang tinggi.


^^^BERSAMBUNG...^^^


Hai teman-teman...


Mohon dukungan nya.


Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.

__ADS_1


Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.


Terima Kasih💖


__ADS_2