
"Kenapa saya harus pergi dari sini sedangkan wanita jalang itu boleh tinggal di Istana Ratu?" ucap Yang Ru Yi dengan wajah kesal.
"Keluar!" bentak Thien Si Rui dengan wajah merah padam.
Xin Xin dan Xia Xia menangis karena terkejut mendengar suara bentakan dari Thien Si Rui. Se Se melangkah ke ranjang dan mengendong Xia Xia, Thien Si Rui ikut mendekat kemudian menggendong Xin Xin.
"Yang Mulia!" bentak Yang Ru Yi dengan suara tinggi ketika melihat Thien Si Rui menggendong bayi orang lain yang bukan anaknya.
"Tolong diam lah! Anak-anak menjadi terkejut karena suara kalian." ucap Se Se dengan wajah kesal.
Yang Ru Yi makin marah karena mendengar suara Se Se yang dinilai memerintah dirinya dan Thien Si Rui.
"Wanita jalang, berani nya kau memerintah Kaisar Kerajaan Langit!" ucap Yang Ru Yi dengan nada tinggi.
"Aku akan menarik dan memotong lidah mu jika kau masih ribut di sini!" ucap Se Se wajah dingin.
"Kau!" bentak Yang Ru Yi.
"Pengawal, seret wanita ini keluar!" perintah Thien Si Rui.
"Hah, bagus lah jika Yang Mulia sadar bahwa wanita ini tidak pantas berada di sini!" ucap Yang Ru Yi yang salah mengira perintah dari Thien Si Rui.
Pengawal masuk dan menarik paksa Yang Ru Yi untuk keluar dari ruangan.
"Apa yang kalian lakukan? Wanita itu yang seharusnya di seret!" ucap Yang Ru Yi.
Kedua pengawal tidak perduli dengan ucapan Yang Ru Yi, mereka masih menarik dan menyeret gadis itu. Yang Ru Yi merasa kesal dan marah, dia memukul dan menjatuhkan kedua pengawal itu.
"Yang Mulia, anda tidak boleh menyukai wanuta jalang ini!" teriak Yang Ru Yi sambil melangkah mendekat.
"Yang Ru Yi!!! Keluar dari sini!" bentak Thien Si Rui.
"Wanita jalang itu yang seharusnya keluar, kenapa anda malah mengusir saya Yang Mulia?" jawab Yang Ru Yi sambil menunjukkan jarinya ke arah Se Se.
"Yang Mulia, tolong keluar dan bawa wanita ini bersama anda!" ucap Se Se dengan nada kesal dan wajah marah.
"Maaf, saya akan mengurusnya terlebih dulu." jawab Thien Si Rui.
Thien Si Rui meletakkan Xin Xin di atas ranjang kemudian menarik Yang Ru Yi keluar. Dia membawa Yang Ru Yi dan menghempaskan tangannya di depan pintu gerbang Istana Bulan.
__ADS_1
"Jangan pernah menginjakkan kakimu di tempat ini lagi!" ucap Thien Si Rui.
"Yang Mulia, kenapa anda memilih wanita jalang itu? Dia bahkan sudah memiliki 2 bayi dan sedang hamil. Apa bagusnya wanita jalang itu dibanding dengan saya?" ucap Yang Ru Yi sambil menangis.
"Wanita itu lebih baik ribuan kali di banding diri mu!" jawab Thien Si Rui kemudian membalikkan tubuhnya dan berjalan menjauh.
Yang Ru Yi mengepalkan tangannya, "Aku akan membunuh wanita jalang itu! Tidak ada wanita yang boleh memiliki Thien Si Rui selain aku." ucap Yang Ru Yi.
Surat dari Raja Wei baru saja tiba, Thien Si Rui membakar surat itu setelah membacanya. Wajahnya terlihat kesal dan tidak senang karena isi surat itu.
"Tolong katakan kepada Permaisuri ku jika suami tercintanya telah menyelesaikan tugas dan akan segera menjemput nya."
"Kenapa harus secepat ini?" batin Thien Si Rui.
Sementara itu di Istana Bulan, Yang Ru Yi membawa beberapa pengawal untuk menangkap Se Se dan kedua anaknya.
"Brakkk!" pintu di buka dengan kasar.
Yang Ru Yi masuk bersama beberapa pengawal setelah menjatuhkan dua pengawal yang berjaga di depan kamar.
"Bawa wanita itu dan kedua anaknya!" perintah Yang Ru Yi.
"Bunuh saja wanita itu jika dia tidak menurut!" ucap Yang Ru Yi.
"Keluar atau mati!" ucap Se Se.
"Hahaha... Wanita jalang, aku ingin lihat apa kelebihan dari diri mu selain wajah penggoda itu!" ucap Yang Ru Yi dengan wajah menghina.
Tanpa basa basi Se Se mengeluarkan pistol dan melubangi kepala pengawal yang mendekat ke arahnya.
"Kau! Senjata apa yang kau gunakan? Apa kau seorang penyihir?" ucap Yang Ru Yi ketakutan.
"Ini adalah peringatan terakhir untuk mu, jika kau masih berani datang mengganggu ku, akan ku pastikan hidupmu berakhir sama seperti pengawal itu!" ucap Se Se dengan wajah dingin.
"Tok Tok Tok!" seorang pengawal mengetuk kamar Thien Si Rui.
"Masuk!"
"Yang Mulia, Nona Yang Ru Yi membawa beberapa pengawal menuju ke Istana Bulan." lapor pengawal yang bernama He Xi.
__ADS_1
"Apa?" ucap Thien Si Rui dengan wajah panik.
"Maaf Yang Mulia, kami sudah menghalanginya, tapi pengawal yang Nona Yang Ru Yi bawa bukan lah pengawal sembarangan. Mereka adalah pengawal terbaik di kediaman Jenderal Yang." ucap He Xi menjelaskan.
Thien Si Rui segera berlari menuju Istana Bulan, dia mendengar suara tembakan dari pistol Se Se ketika baru masuk ke gerbang pintu.
"Hentikan!" perintah Thien Si Rui saat melihat Se Se mengarahkan pistol ke arah Yang Ru Yi.
"Bagaimana pun juga, Yang Mulia pasti akan tetap membela ku. Wanita jalang ini pasti akan di hukum karena telah membunuh dan membawa senjata berbahaya ke dalam istana." batin Yang Ru Yi
Se Se menurunkan pistolnya, dia menatap ke arah Thien Si Rui yang berjalan mendekatinya.
"Anda tidak apa-apa Permaisuri?" tanya Thien Si Rui.
"Ya, saya baik-baik saja Yang Mulia." jawab Se Se dengan nada datar.
"Yang Mulia, wanita jalang ini berusaha membunuh ku, dia juga membunuh 4 pengawal kediaman Yang dengan menggunakan senjata aneh." ucap Yang Ru Yi dengan wajah memelas.
"Keluar!" perintah Thien Si Rui.
"Apa kau tidak mendengarnya? Yang Mulia sudah mengusir mu untuk keluar dari istana ini!" ucap Yang Ru Yi dengan wajah puas.
"Aku menyuruh mu keluar, Nona Yang!" ucap Thien Si Rui dengan wajah marah.
"Yang Mulia!" bentak Yang Ru Yi.
"Mulai sekarang, anda tidak di izinkan memasuki istana tanpa perintah. Pengawal, bawa Nona Yang kembali ke kediaman Yang dan beritahukan kepada Jenderal yang untuk mendidik Putrinya!" ucap Thien Si Rui.
Yang Ru Yi menatap Se Se dengan mata penuh kebencian, dia merasa sangat marah dipermalukan seperti ini.
"Aku pasti akan membunuh wanita jalang ini!" batin Yang Ru Yi sambil berjalan keluar.
"Permaisuri..." panggil Thien Si Rui.
"Yang Mulia, maaf karena telah membuat keributan." ucap Se Se sambil menunduk hormat.
"Bukan salah anda, ini adalah salah saya yang tidak memperketat keamanan di istana ini. Saya akan menyuruh pelayan untuk membereskan mayat-mayat ini." ucap Thien Si Rui kemudian berjalan keluar dari ruangan.
"Sepertinya aku harus segera pergi dari tempat ini" batin Se Se.
__ADS_1
^^^BERSAMBUNG...^^^