
"Aku tidak melihat wajah pria itu. Aku hanya melihatnya dari belakang saja. Siapa sebenarnya pria itu?" batin Raja Wei.
"Yang Mulia, apakah kita perlu mencari Permaisuri di kediaman Huang?" tanya Yu.
"Tidak perlu, dia tidak berada di sana." jawab Raja Wei.
"Yang Mulia, petugas yang menjaga kandang kuda ingin menemui anda." lapor salah satu pengawal.
"Biarkan dia masuk!" jawab Raja Wei sambil menatap seorang pria muda yang bertugas menjaga kuda di kediaman.
"Yang Mulia, hamba ingin melaporkan tentang Permaisuri." ucap petugas itu.
"Apa kau tahu di mana Permaisuri berada?" tanya Raja Wei dengan penuh harapan.
"Permaisuri membawa seekor kuda dari kandang, tidak lama kemudian Ti Liu juga membawa kuda nya keluar." jawab petugas.
"Ti Liu?" ulang Raja Wei.
"Benar Yang Mulia, Ti Liu mengikuti Permaisuri saat beliau keluar." jawab petugas.
"Yu, di mana Ti Liu?" tanya Raja Wei.
"Saya belum melihat nya sejak pagi tadi." jawab Yu.
"Cari keberadaan Ti Liu, dia pasti mengikuti Permaisuri diam diam untuk melindungi nya." ucap Raja Wei.
"Baik Yang Mulia." jawab Yu.
Beberapa ekor anjing pemburu di bawa keluar dari kandang, Yu dan kelompok Pasukan Elang mulai mencari keberadaan Ti Liu dengan bantuan anjing pemburu.
Ti Liu sejak kecil telah berada di kediaman, anjing pemburu sudah terbiasa dengan bau nya. Mereka terlatih untuk mencari jejak dengan bau yang di tinggalkan.
Anjing pemburu membawa kelompok pencarian Permaisuri hingga ke sebuah gunung, hari yang gelap membuat mereka kesulitan untuk menyusuri hutan hutan di gunung itu.
"Yang Mulia, istirahatlah sebentar di sini. Kami akan melanjutkan pencarian." ucap Yu.
"Aku akan ikut mencari sampai Permaisuri di temukan." jawab Raja Wei.
__ADS_1
"Tapi luka anda ... " Yu menghentikan perkataan nya, dia menatap luka luka yang ada di sekujur tubuh Raja Wei.
Luka itu adalah hukuman untuk Raja Wei, dia menghukum dirinya sendiri karena telah melakukan kesalahan besar terhadap Se Se.
Setiap menit yang mereka lalui di hutan akan menjadi satu luka baru di tubuhnya. Raja Wei menusuk kaki dan tangan nya dengan ujung pedang yang tajam sebagai bentuk penyesalan.
"Aku mohon kembali lah, aku akan menerima semua hukuman. Tolong kembali ke sisi ku." batin Raja Wei.
"Yang Mulia, luka luka anda harus di bersihkan. Tempat ini sangat lembab dan kotor, luka anda mudah terinfeksi jika anda membiarkan luka itu terbuka." ucap Yu.
"Aku akan mengobati nya jika Permaisuri telah di temukan." jawab Raja Wei.
"Aku benar benar tidak mengerti jalan pikiran orang yang jatuh cinta. Kenapa Yang Mulia bertindak bodoh seperti ini? Cinta benar benar menakutkan." batin Yu.
Raja Wei memegang dada nya yang terasa sakit tanpa sebab, dia menghentikan langkahnya.
"Yang Mulia ... "
Yu terkejut saat melihat Raja Wei bersandar di sebuah pohon.
"Anda tidak apa apa Yang Mulia? Istirahat lah sebentar. Kami akan meneruskan pencarian." ucap Yu sambil mendekat ke arah Raja Wei.
"Ada apa dengan perasaan gelisah ini? Kenapa hati ku terasa sakit dan nyeri? Apakah terjadi hal buruk kepada Se Se? Aku harap ini hanya sekedar firasat buruk." batin Raja Wei.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di dalam sebuah goa yang berada di salah satu lereng gunung, Ti Liu sedang merawat luka di sekujur tubuh Se Se.
Untuk pertama kali nya Ti Liu melihat wajah Se Se yang tidak berdaya. Dia berharap Raja Wei segera mencari keberadaan mereka, Ti Liu tidak bisa meninggalkan Permaisuri begitu saja di dalam hutan karena banyak binatang liar dan dia juga tidak bisa membawa tubuh Se Se kembali ke kediaman karena luka lukanya akan semakin parah jika terlalu banyak bergerak.
"Liu, kembali lah ke kediaman. Tolong bawa bunga ini untuk Yang Mulia, katakan pada Yang Mulia untuk selalu membawa bunga ini sampai bunga nya menjadi layu." ucap Se Se.
"Saya tidak bisa meninggalkan anda sendirian di tempat ini. Tempat ini terlalu berbahaya." jawab Ti Liu.
"Aku mohon... Jika menunggu lebih lama lagi, kita akan kehilangan Yang Mulia untuk selamanya. Tolong antarkan bunga ini kepada Yang Mulia sekarang juga!" ucap Se Se dengan suara lemah.
" ... "
__ADS_1
Ti Liu tidak membantah dan juga tidak menuruti perintah dari Se Se, dia hanya duduk sambil berpikir apa yang harus dia lakukan.
"Liu ..." panggil Se Se.
"Permaisuri, saya tidak mengerti kenapa bunga ini begitu penting sampai anda rela mengorbankan nyawa anda. Bisakah anda menjelaskan nya kepada saya?" ucap Ti Liu.
"Kamu pasti akan segera mengerti jika kamu melihat keanehan pada tatapan Yang Mulia dan juga kelakuan nya. Yang Mulia telah terkena racun yang membuatnya tidak bisa berpikiran jernih.
"Semakin lama racun itu di dalam tubuhnya, dia akan semakin lemah dan jika racun itu tidak segera di obati, kita akan kehilangan Yang Mulia karena dia akan bersikap seperti orang lain yang benar benar berbeda dari diri nya yang kita kenal. Jadi aku mohon, tolong selamatkan Yang Mulia dari racun itu." ucap Se Se.
"Bunga ini adalah penawar racun?" tanya Ti Liu.
"Ya, bunga itu bisa menghilangkan racun di tubuh Yang Mulia. Kita hanya perlu membuat Yang Mulia terus membawanya hingga bunga itu layu." ucap Se Se.
"Aku sudah mencoba memberikan darah ku, tapi sepertinya racun itu tidak bisa di obati dengan darah ku karena tidak ada bahaya nyawa yang mengancam orang yang telah di racuni. Ini adalah cara terakhir yang bisa ku pikirkan, jika benar ini adalah racun Huan Ren yang pernah aku baca di masa lalu, maka hanya bunga ini yang bisa menyelamatkan Xuan." batin Se Se.
"Tolong tunggu di sini, Permaisuri harus menunggu hingga saya kembali untuk menyelamatkan anda." ucap Ti Liu.
"Aku akan menunggu, aku akan baik baik saja di sini." jawab Se Se.
FLASHBACK
Ti Liu yang mendengar suara bentakan dari Raja Wei segera menuju ke sumber suara. Saat dia sampai di depan kamar, dia melihat Se Se keluar dari kamar dengan wajah yang terlihat frustasi.
Ti Liu akhirnya memutuskan untuk mengikuti Se Se dari belakang, dia tidak tahu kemana gadis itu akan pergi, dia hanya berusaha melindungi nya secara diam diam.
Se Se pergi ke kandang kuda, dia menarik seekor kuda keluar dari kandang. Ti Liu ikut mengambil seekor kuda setelah melihat Se Se pergi menjauh.
Se Se pergi ke arah pegunungan, dia berkeliling mencari sesuatu di sana. Ti Liu merasa penasaran, "Apa yang sedang di cari oleh Permaisuri di tengah gunung ini?" batin nya.
"Akhirnya ketemu!" ucap Se Se sambil tersenyum.
Se Se melihat sebuah bunga yang tumbuh di bebatuan lereng gunung, tanpa peralatan pengaman dia turun untuk mengambil bunga itu.
Ti Liu mencoba mencegah nya, namun dia terlambat karena gerakan Se Se yang sangat gesit. Gadis itu sudah mendapatkan bunga di tangan kanan nya, namun saat akan naik ke atas, batu yang di injak oleh Se Se ternyata sudah lapuk. Batu itu jatuh dan membuat keseimbangan tubuh Se Se terganggu.
Se Se terjatuh ke bawah jurang, dasar jurang yang penuh dengan pepohonan lebat membuat nyawa nya selamat namun tubuhnya penuh dengan luka luka goresan dan kaki nya juga tidak bisa di gerakkan karena tulangnya retak.
__ADS_1
Ti Liu segera mencari jalan untuk turun ke dasar jurang, dia membawa tubuh Se Se ke dalam sebuah goa dan mengobati luka gadis itu di sana.
^^^BERSAMBUNG...^^^