The Princess Story

The Princess Story
Ep 173. Masa lalu yang tidak diketahui (1)


__ADS_3

Wajah Raja Wei kecil memerah, dia menutup bibirnya dengan kedua telapak tangan. Se Se menarik tangan Ti Liu dan membawa nya berlari dari tempat itu.


"Jangan lupa untuk mencari ku saat dewasa nanti!" teriak Se Se sambil berlari.


"Wah, hilang sudah ciuman pertama mu." goda pria yang lebih dewasa.


"Kak, siapa gadis itu? Dia cantik sekali." tanya Raja Wei kecil yang tidak memperdulikan godaan kakak nya.


Pria dewasa itu adalah Kaisar Han di masa depan, mereka sudah dekat sejak kecil. Kaisar Han sering mengunjungi Raja Wei yang tinggal di luar Istana karena merasa bosan di dalam Istana yang dingin.


Raja Wei kecil melihat anak kecil yang ada di depan pintu, "Bawa dia masuk dan rawat dia dengan baik!" perintahnya kepada salah satu pelayan.


"Baik Pangeran." jawab pelayan itu.


Setelah berlari menjauh dari tempat itu, Se Se dan Ti Liu terlempar ke dimensi lain lagi. Kali ini mereka berada di dalam Istana Langit.


Peperangan dan kekacauan terjadi di dalam Istana, banyak mayat berserakan di atas tanah. Istana yang biasa nya indah itu kini menjadi lautan darah yang di penuhi mayat mayat.


"Liu, kali ini apa lagi?" tanya Se Se.


"Saya tidak tahu, ini bukan masa lalu saya Permaisuri." jawab Ti Liu.


Se Se melihat seorang wanita yang mirip dengan wajah nya. Dia berlari mengikuti wanita itu, mereka terus berlari hingga tiba di pintu dimensi.


"Aku ingin kembali ke masa 10 tahun lalu, kembalikan aku ke sana!" teriak wanita itu sebelum membuka pintu dimensi.


Se Se dan Ti Liu menyaksikan wanita itu menghilang, pintu itu kembali tertutup. Se Se mendekat dan melihat pintu itu dengan seksama.


"Tidak ada tulisan di pintu ini, apakah wanita yang baru membuka pintu tadi adalah Putri Kerajaan Langit yang pertama?" ucap Se Se.


"Kenapa kita kembali ke masa lalu yang sudah ratusan tahun?" ucap Ti Liu.


"Entah lah, ayo kita lihat apa yang terjadi." ucap Se Se.


Se Se dan Ti Liu berjalan mengelilingi istana Langit. Beberapa pelayan dan kasim berlari meninggalkan Istana. Ti Liu menatap ke arah seorang pria yang dia kenali wajah nya.


"Yang Mulia!" ucap Ti Liu.


Se Se ikut menatap ke arah pandangan Ti Liu, dia melihat wajah seseorang yang sangat mirip dengan Raja Wei.


"Dia bukan Xuan, saat ini Xuan belum lahir." ucap Se Se.


"Kalau begitu, apakah dia Kaisar Han? Kakek dari Yang Mulia?" tanya Ti Liu.


"Kenapa Kaisar Han membunuh semua orang di sini? Bukan kah Kerajaan Han dan Kerajaan Langit selalu berteman?" ucap Se Se.

__ADS_1


"Siapa di sana?" tanya Kaisar Han.


Se Se dan Ti Liu ketahuan bersembunyi di balik tiang, mereka keluar dan memberi hormat kepada Kaisar Han.


"Siapa kalian?" tanya Kaisar Han.


"Kami hanya kebetulan berada di sini, apakah anda Kaisar Han?" ucap Se Se.


"Aku bertanya siapa kalian?" ucap pria itu dengan wajah kesal.


"Kami berasal dari negara Han, saya adalah Putri dari keluarga Huang, dan dia adalah pengawal di keluarga kerajaan." jawab Se Se.


"Apa buktinya kalian berasal dari negara Han?" tanya Kaisar Han.


Ti Liu memperlihatkan simbol pengawal keluarga kerajaan. Semua anggota pasukan Elang memiliki simbol itu di lengan nya.


"Kembali lah ke negara Han, jangan datang lagi ke tempat ini!" ucap Kaisar Han.


"Kenapa? Kenapa anda melakukan ini? bukan kah Kerajaan Han dan Kerajaan Langit selalu berhubungan baik?" tanya Se Se.


"Putra ku mati di tangan Kaisar Langit, apakah aku masih harus berhubungan baik dengan mereka?" jawab Kaisar Han.


"Putra? Apakah maksudnya ayah dari Xuan?" batin Se Se.


"Apakah ada kesalah pahaman di sini Yang Mulia? Kaisar Langit tidak mungkin membunuh Pangeran." ucap Se Se.


"Tapi Yang Mulia...!"


Se Se dan Ti Liu berpindah dimensi sebelum dia selesai bertanya. Kali ini mereka terlempar ke sebuah penjara bawah tanah.


"Cambuk terus pria itu hingga darahnya mengering!" perintah seorang pria berbaju pengawal.


"Hentikan! Jangan mencambuknya lagi!" teriak seorang pria paruh baya dari dalam penjara.


Se Se dan Ti Liu menatap pria itu, dia adalah Kaisar Han yang baru saja mereka temui di dimensi lain.


"Apakah orang yang di cambuk itu adalah Pangeran? Ayah dari Raja Wei?" ucap Ti Liu.


"Mungkin saja. Tapi kenapa kita terlempar ke dimensi ini?" tanya Se Se.


"Berhenti! Bawa pria itu keluar, tuan kita akan menemui nya." ucap salah satu pengawal yang baru saja masuk.


Se Se dan Ti Liu masih bersembunyi di balik dinding sel tahanan. Kaisar Han di bawa keluar dari penjara, setelah itu seorang pria dewasa masuk ke dalam penjara.


Pria itu meminta garam kepada pengawal, dia melemparkan garam-garam itu ke luka di tubuh Pangeran yang mereka siksa dengan kejam.

__ADS_1


"Setelah kematian mu, Kerajaan Han dan Kerajaan Langit akan saling membunuh. Aku akan melihat dan menonton pertunjukkan seru ini." ucap pria itu.


"Bajingan brengsek, keinginan mu tidak akan pernah terjadi!" ucap Pangeran.


"Kau benar-benar naif, apa kau pikir ayah mu itu tahu bahwa dalang di balik kejadian ini adalah Kerajaan Zhou? Sayangnya, ayahmu tidak akan pernah mengetahui semua hal itu. Karena dia sama bodoh nya dengan mu!" ucap pria itu.


"Yang Mulia, Putri Kerajaan Langit sudah datang." lapor salah satu pengawal.


"Bagus sekali, bawa dia ke sini!" perintah Pangeran Zhou.


"Pangeran Zhou, kenapa anda melakukan ini?" tanya seorang wanita yang baru saja masuk ke penjara.


"Putri Kerajaan Langit..." gumam Se Se dan Ti Liu bersamaan.


"Aku yakin kamu sudah tahu kenapa aku melakukan hal ini." jawab Pangeran Zhou.


"Lepaskan dia!" ucap Putri Kerajaan Langit.


"Aku akan melepaskan nya jika kau bersedia menikah dengan ku!" ucap Pangeran Zhou.


"Aku tidak akan pernah menikah dengan mu!" jawab gadis itu.


"Kalau begitu, aku akan membuat mu terpaksa menikah dengan ku!" ucap Pangeran Zhou.


"Apa yang kau inginkan?" tanya Putri Kerajaan Langit.


"Kalian semua keluar!" perintah Pangeran Zhou


Semua pengawal dan pelayan keluar dari tempat itu, Putri Kerajaan Langit merasa panik karena saat ini hanya tersisa mereka bertiga dengan kondisi Pangeran Han terikat.


"Lepaskan pakaian mu!" perintah Pangeran Zhou.


"Dasar gila!" maki Putri Kerajaan Langit.


"Aku memang gila karena mu!" jawab Pangeran Zhou sambil menarik lengan gadis itu.


"Lepaskan aku!" teriak gadis itu sambil mendorong tubuh Pangeran Zhou.


^^^BERSAMBUNG...^^^


Hai teman-teman...


Mohon dukungan nya.


Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.

__ADS_1


Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.


Terima Kasih💖


__ADS_2