The Princess Story

The Princess Story
Mimpi Panjang


__ADS_3

Dalam Mimpi


"Apa yang kamu lakukan padaku?" tanya seorang gadis yang terikat rantai di tempat tidur rumah sakit.


"Apa kamu tidak bisa melihatnya? Aku sedang membuatmu merasakan apa yang dirasakan oleh adikku!" jawab seorang pemuda yang berdiri disamping tempat tidur.


"Apa maksudmu? Aku tidak mengerti apa yang kamu katakan!" ucap gadis itu dengan wajah iba dan mulai meneteskan air matanya.


Pemuda itu mencengkram wajah sang gadis dan menaikkan pandangan gadis itu ke wajahnya. "Teruslah berpura-pura! Aku tidak akan tertipu dengan air mata palsumu!"


Seorang wanita masuk ke dalam kamar dan memeluk pria itu dan bertanya, "Mike, kapan operasinya akan dilakukan?"


"Secepatnya sayang, aku sudah meminta dokter untuk mempercepat jadwalnya." jawabnya sambil melingkarkan tangannya ke pinggul wanita itu.


"Kalian! Sejak kapan kalian ... ?" gadis itu tidak bisa melanjutkan kata-katanya. Dia hanya memejamkan mata dan menangis tanpa bersuara.


"Kak, berhentilah menangis! Aku merasa sedih jika melihat kakak seperti ini." ucap gadis itu tersenyum puas.


Gadis itu membuka matanya dan melihat pria yang sedang memeluk adik tirinya, dia tidak bisa membayangkan sudah berapa banyak kebohongan yang di lontarkan oleh suaminya itu.


"Kenapa kalian memperlakukan aku seperti ini?" tanya Se Se pada kedua orang itu.


Wanita itu melepaskan pelukan dari Mike dan melangkah ke tempat tidur dan menjawab pertanyaan itu, "Sejak kecil hingga dewasa kamu selalu merebut semuanya dariku! Kamu selalu menjadi nomor satu di semua hal.


"Kamu meremehkan aku yang tidak bisa menjadi sainganmu, bahkan kakak tertua hanya sayang padamu. Aku membencimu! Aku sudah memendam kebencian ini selama bertahun-tahun!"


Se Se tersenyum kecut mendengar jawaban dari adik tirinya. Dia sangat menyesal dan kecewa telah percaya pada orang yang salah.


Dia menatap wajah suaminya dan bertanya, "Lalu, bagaimana denganmu?"


Mike membalas tatapannya dengan wajah dingin. Dia berjalan ke sofa yang ada di ruangan itu dan duduk di atasnya. Pria itu kemudian mulai menjelaskan alasannya.


"Apa kamu ingat enam tahun yang lalu terjadi kecelakaan di bandara? Kecelakaan itu membuat adikku terluka parah dan meninggal.


"Saat itu, seseorang membutuhkan donor jantung. Orang itu mencuri jantung adikku, tanpa sepengetahuan keluargaku. Aku bahkan tidak menyetujuinya, namun operasi pengangkatan jantung itu tetap dilakukan!

__ADS_1


"Aku memeriksa tanda tangan yang tertera di surat persetujuan itu, dan aku juga menyelidiki kecelakaan yang terjadi dibandara. Huang Se Se! Kamu yang telah merencanakan kecelakaan itu! Kamu yang sudah membunuh adikku untuk mengambil jantungnya! Aku tidak akan pernah ... " ucapan pria itu terhenti. Dia tidak sanggup melanjutkan perkataannya. Matanya mulai berkaca-kaca menahan kesedihannya.


Se Se menatap suaminya dengan wajah sendu, dia kecewa pada suami nya yang tidak mempercayainya. Dia menghapus genangan air di matanya dan berkata, "Mike, aku tidak pernah menandatangani surat operasi apapun! Aku tidak pernah merencanakan pembunuhan terhadap adikmu! Aku juga tidak pernah mengambil jantung adikmu! Bagaimana caranya agar kamu percaya pada ucapanku? Aku tidak pernah melakukan semua hal yang kamu tuduhkan itu."


"Aku sudah melakukan penyelidikan berkali-kali dan hasilnya tetap sama. Huang Se Se, Sampai kapan kamu akan terus membohongiku?" Pemuda itu berdiri dan berjalan keluar dari kamar itu. Dia membanting pintu kamar dengan kuat, melampiaskan amarahnya.


Adik tirinya kembali mendekatkan bibirnya ke gadis itu. Dia membisikkan sesuatu ke telinga nya. Wajah gadis itu membeku dan matanya tertegun. Dia terlihat sangat terkejut dan tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya.


********


Mata gadis itu terbuka secara perlahan, air mata kembali menghiasi wajahnya. Dia menggunakan jari telunjuk untuk menghapus genangan air di matanya dan menahan tangisannya.


"Aku benar-benar tidak melakukannya Mike, kenapa kamu tidak percaya padaku?" ucapnya dalam hati.


Dia mengangkat pergelangan tangannya untuk menutup mata nya yang berair dan mulai menangis lagi mengeluarkan kesedihan di hatinya.


Matahari mulai menyinari kamar kecil itu, Se Se bangun dari tempat tidurnya dan membersihkan wajahnya dengan air yang di bawa oleh Ling er.


"Nona, ada apa denganmu?" tanya Ling er yang melihat mata nonanya sedikit membengkak.


"Baik Nona." jawab Ling er yang masih khawatir pada nonanya.


Kereta kuda berhenti di halaman depan. Se Se meminta bantuan kepada beberapa pelayan disana untuk mengangkat kotak itu. Dia mengambil topi dengan kain hitam panjang di dalam kamarnya dan kemudian segera melangkah masuk ke kereta kuda.


"Tolong antarkan saya ke Toko Obat Han!" ucap Se Se pada kusirnya.


Di dalam kereta kuda, dia memakai topinya dan memutar cincin di jarinya. Kain panjang di topinya menutup seluruh wajahnya, sehingga kusir tidak akan menyadari perubahan di wajah gadis itu.


Sampai di depan pintu toko, dia meminta kusir untuk mengangkat kotak dan membawa nya ke dalam. Kusir itu melakukan tugas dari nonanya.


"Kembalilah lebih dulu!" perintah Se Se kepada kusirnya.


Pria pemilik toko melihat gadis itu dan segera mengenalinya.


"Selamat datang Nona Flo, mari ikut saya ke dalam." ucap pria pemilik toko.

__ADS_1


"Terima kasih Tuan." ucap Se Se lalu mengikuti langkah pria itu.


"Er Niu, siapkan teh untuk Nona Flo!" perintah pria itu.


"Tuan ..." ucapan Se Se terhenti, dia tidak mengetahui nama pria itu.


"Chen Ho Jun. Saya di panggil dengan sebutan Lao Chen." ucap pria itu seolah membaca pikiran sang gadis.


"Tuan Chen, saya mengantarkan obat pertama yang dengan jumlah 100 botol. 1 botol obat itu berisi 20 butir obat. Tuan boleh menjualnya secara terpisah untuk orang yang kurang mampu." jelas Se Se.


Lao Chen mengerutkan dahinya, "Maksud Nona obat ini boleh di jual per butir?"


"Benar Tuan Chen, Tuan boleh membuka botol obat itu dan menjualnya per butir sehingga rakyat miskin bisa membelinya tanpa harus mengeluarkan uang banyak." jawab Se Se.


Lao Chen mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti. "Baiklah Nona Flo, saya akan memberikan modal pertama untuk obat ini, tolong tunggu sebentar di sini!"


Lao Chen masuk ke sebuah ruangan yang terpisah dari ruang tamu. Tidak berapa lama kemudian, dia keluar dan memberikan sebuah kotak yang berisi emas di dalamnya kepada Se Se.


"Nona Flo, ini adalah modal awal yang telah disepakati." ucap Lao Chen menyerahkan kotak itu.


"Terima kasih Tuan Chen, saya akan datang lagi bulan depan. Jika tidak ada urusan lagi, saya permisi dulu." ucap Se Se.


"Semoga kerja sama kita menyenangkan!" ucap Lao Chen menundukkan sedikit kepalanya.


********


"Berhenti!"


"Jangan mengikutiku! Aku tidak ingin melihat wajahmu! Pergi sana!"


"Kumohon dengarkan aku! Semua itu hanya salah paham ... "


"Pergi!!! Aku tidak percaya lagi padamu! Aku tidak ingin mendengarkan kebohonganmu!"


Sepasang pria dan wanita sedang bertengkar di jalanan. Se Se melewati jalan itu dan mendengarkan semua pertengkaran mereka. "Apa arti kata 'Percaya'? Jika dengan begitu mudahnya seseorang bisa mencurigai pasangannya, Apakah kata 'Percaya' masih ada gunanya?" ucapnya dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2