
Se Se berada di tempat tidur bersama Raja Wei, dia menceritakan percakapan nya dengan Thien Si Rui.
"Kamu ingin ikut dia kembali ke Kerajaan Langit?" tanya Raja Wei.
"Ya, aku hanya ingin membantu nya saja. Bagaimana pun, dia pernah menyelamatkan nyawa ku dan bayi bayi kita. Bukan kah sudah sewajarnya jika kita juga menolong nya?" jawab Se Se.
"Aku tidak ingin kamu ikut bersama nya, dia terlalu berbahaya." ucap Raja Wei.
"Berbahaya?" tanya Se Se tidak mengerti.
"Wajahnya sangat tampan, tubuh nya juga sangat bagus. Bahkan umur nya lebih muda dari ku. Aku tidak ingin kamu dekat dengan Thien Si Rui." ucap Raja Wei.
"Hahaha... Apakah itu yang di maksud berbahaya?" tanya Se Se sambil tertawa geli.
"Tentu saja dia berbahaya, dia adalah saingan terberat ku. Kenapa bisa ada pria berwajah cantik dan tampan sepertinya? Seharusnya aku menggores beberapa luka permanen di wajah nya itu saat kami latihan pedang." ucap Raja Wei dengan wajah kesal.
"Hahaha... Xuan, ucapan mu benar-benar mirip anak kecil saat ini." goda Se Se masih dengan tawa nya.
"Aku tidak keberatan menjadi anak anak di depan mu!" jawab Raja Wei.
"Tapi aku hanya ingin menolongnya saja." ucap Se Se.
Raja Wei memeluk tubuh Se Se dengan erat, seolah takut istrinya akan menghilang jika dia melepaskan pelukan nya.
"Aku tidak suka kamu dekat dekat dengan pria lain. Meskipun pria itu adalah teman atau sahabat ku sendiri. Aku merasa tidak tenang jika melihat wajah mu yang sedang tertawa dan tersenyum di hadapan pria lain. Hati ku terasa gelisah dan cemas setiap kali aku melihat hal itu." ucap Raja Wei.
"Apakah aku... tidak cukup membuat Xuan percaya pada ku?" tanya Se Se.
"Bukan begitu, aku hanya tidak percaya kepada pria pria di sekeliling mu. Mereka menatap mu seperti hewan buas yang telah menentukan mangsa nya. Aku khawatir jika mereka akan merebut mu dari sisi ku." ucap Raja Wei mengeluarkan keluh kesah nya.
"Mereka tidak akan bisa membuat kita berpisah, aku akan selalu kembali ke sisi Xuan. Tentu saja itu berlaku selama Xuan tidak melakukan kesalahan yang fatal hingga membuat ku ingin meninggalkan tempat ini." ucap Se Se.
"Kesalahan fatal? Kesalahan apa?" tanya Raja Wei.
"Aku tidak bisa menerima jika Xuan memiliki Selir ataupun wanita lain. Aku tidak akan pernah bisa memaafkan penghianatan seperti itu!" jawab Se Se.
"Aku tidak akan pernah memiliki wanita lain selain Huang Se Se." ucap Raja Wei sambil mengecup bibir istrinya.
"Aku harap Xuan akan menepati janji ini seumur hidup!" ucap Se Se.
"Aku tidak akan mengingkari janji ku." ucap Raja Wei dengan yakin.
"Bolehkah aku pergi ke Kerajaan Langit selama beberapa hari? Aku akan kembali setelah tugasku di sana selesai." ucap Se Se.
"Aku tidak ingin kamu pergi, tapi aku juga tidak ingin mengecewakan harapan Thien Si Rui. Aku akan mengizinkan mu ikut ke Kerajaan Langit jika kamu berjanji satu hal pada ku." ucap Raja Wei.
__ADS_1
"Janji apa?" tanya Se Se.
"Berjanjilah kamu akan melindungi diri mu terlebih dulu jika ada bahaya yang mengancam. Nyawa mu adalah yang terpenting, kamu boleh mengorbankan apapun asal kamu kembali demgan selamat." ucap Raja Wei.
"Mengorbankan apapun?" tanya Se Se dengan wajah bingung.
"Ya, jika ada kejadian buruk yang mengharuskan mu kehilangan sesuatu, kamu harus merelakan nya. Asal nyawa mu selamat dan kembali ke sisi ku, aku tidak keberatan meskipun kamu mengorbankan semua hal yang ada." ucap Raja Wei.
"Apa Xuan masih membayangkan kejadian di masa lalu?" batin Se Se.
"Berjanjilah!" ucap Raja Wei.
"Aku berjanji, aku akan kembali dengan selamat ke sisi mu. Aku akan mengorbankan apapun yang ada agar aku bisa kembali ke sini dan bersama mu hingga akhir hayat ku." jawab Se Se.
"Kamu tidak boleh melupakan janji mu!" ucap Raja Wei.
"Xuan... Ada apa dengan mu? Apakah hati mu masih merasa tidak tenang karena kejadian di masa lalu?" tanya Se Se.
"Ya, entah kenapa setiap saat aku merasa kamu bisa menghilang dari hidup ku. Aku merasa gelisah dan cemas setiap kali memikirkan hal itu." jawab Raja Wei.
"Apakah itu sebabnya Xuan selalu bergegas kembali ke kamar setiap kali tugas nya selesai? Dia bahkan kembali ke kamar meskipun hanya tersisa waktu 1 menit saja untuk melihat ku. Seberapa besar rasa cemas dan kegelisahan di dalam hati nya?" batin Se Se.
"Xuan..." panggil Se Se.
"Kenapa Xuan sangat baik pada ku?" tanya Se Se.
"Karena kamu adalah gadis yang selalu ada di dalam pikiran ku." jawab Raja Wei.
"Apakah hal itu akan berubah suatu saat nanti?" tanya Se Se.
"Tidak akan pernah, perasaan ini terus tumbuh dan membesar. Pikiran ku juga hanya di isi oleh wajah dan senyuman mu setiap saat." jawab Raja Wei.
"Bagaimana jika suatu hari nanti Xuan berubah dan tidak lagi mencintai ku? atau bahkan melupakan aku?" tanya Se Se.
"Aku pasti akan kembali mencintai dan mengingat mu lagi." jawab Raja Wei.
"Kenapa Xuan bisa sangat yakin?" tanya Se Se.
"Aku juga tidak tahu, ini adalah keyakinan yang entah muncul dari mana. Tapi aku mempercayai keyakinan ini." jawab Raja Wei.
"Xuan, sepertinya aku jatuh cinta lagi." ucap Se Se.
"Jatuh cinta? Kamu mencintai orang lain?" tanya Raja Wei dengan ekspresi terkejut.
"Ya, sepertinya aku jatuh cinta sekali lagi kepada ..." ucap Se Se.
__ADS_1
"Kepada siapa?" tanya Raja Wei dengan wajah yang mulai emosi.
"Kepada Xuan... hehe..." jawab Se Se sambil tertawa kecil.
"Kamu benar-benar membuat ku takut dan cemas!" ucap Raja Wei.
"Maaf, aku hanya bercanda." ucap Se Se sambil tersenyum.
"Aku akan memaafkan mu jika kamu menuruti kemauan ku malam ini!" bisik Raja Wei.
"Kemauan? Apa?" tanya Se Se berpura-pura tidak mengerti.
"Aku membutuhkan pelayan mu malam ini!" bisik Raja Wei dengan suara manja.
"Ta... Ta.. Tapi Xuan sudah melakukan hal itu sejak sore tadi!" ucap Se Se.
"Sore tadi adalah pelayanan ku untuk mu, malam ini, aku ingin kamu yang melakukan nya... dengan cara mu!" bisik Raja Wei.
Hembusan napas dari Raja Wei membuat tubuh Se Se bereaksi, Raja Wei tersenyum nakal melihat wajah istri nya yang mulai bergairah.
"Xuan, aku tidak bisa melakukan nya." ucap Se Se.
"Belajarlah dari sekarang! Aku akan mengajari mu dengan perlahan..." ucap Raja Wei.
Raja Wei mulai menyentuh seluruh bagian sensitif tubuh Se Se.
"Bantu aku melepas pakaian!" pinta Raja Wei sambil mengarahkan tangan Se Se untuk melepas pakaian nya.
"Deg Deg Deg!"
Jantung Se Se mulai berdetak keras, meskipun mereka sering melakukan hubungan, baru kali ini dia melepaskan pakaian di tubuh Raja Wei.
"Ini sangat memalukan, aku tidak bisa melakukan nya!" gumam Se Se dengan wajah merona.
^^^BERSAMBUNG...^^^
Hai teman-teman...
Mohon dukungan nya.
Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.
Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.
Terima Kasih💖
__ADS_1