
Zhao Su Mo dengan sombongnya berkata, "Aku akan memakai tangan kosong untuk melawan mu gadis cantik. Tidak baik jika aku menggunakan senjata, jika tanpa sengaja aku melukai wajah atau tubuh mulus mu, akan sangat di sayangkan.
Se Se merasa jijik melihat pandangan mesum Zhao Su Mo yang terus menatapnya dari atas hingga ke bawah. Wajah bejat nya membuat Se Se ingin segera menghajar pria itu.
Kaisar memerintahkan beberapa pengawal untuk memindahkan meja dan kursi ke samping, memberi ruang gerak untuk pertandingan.
Pengawal meminjamkan pedang panjang mereka untuk Zhao Su Mo dan Se Se.
"Tringgg!"
Zhao Su Mo melempar pedang nya ke tanah. Dia memandang gadis di depannya dengan sebelah mata, menganggap remeh kemampuan bertarungnya.
Se Se berjalan ke arah pengawal yang meminjamkan senjata kepadanya, dia mengembalikan pedang ke tangan pengawal itu.
"Saya tidak membutuhkan senjata untuk melawan seorang pria lemah. Terima kasih sudah meminjamkan nya kepada saya." ucap Se Se kepada pengawal.
"Apa gadis itu serius?"
"Dia benar-benar tidak mengenal rasa takut..."
"Gadis itu akan segera menderita berhadapan dengan Pangeran Zhao."
"Sayang sekali gadis secantik itu harus menjadi korban Zhao Su Mo."
Para delegasi yang hadir mulai berbisik-bisik mengeluarkan pendapat mereka. Mereka menyayangkan gadis secantik Permaisuri harus menjadi Selir Zhao Su Mo. Pastinya gadis itu akan di siksa hingga mati oleh Zhao Su Mo jika sudah menjadi selirnya.
Zhao Su Mo terkenal dengan keanehan nya dalam memuaskan diri, dia memaksa semua selir nya untuk melayani kepuasan psikologi nya dengan cara yang ekstrim. Mulai dari cambukan, pukulan, di bakar dengan nyala dupa atau pun di teteskan lilin yang sudah mencair ke tubuh mereka.
Selir yang berada di kediaman Zhao Su Mo hanya bertahan beberapa bulan saja, sebagian besar dari mereka di kabarkan meninggal setelah 2 minggu menjadi selir Zhao Su Mo.
Hanya satu penyebab kematian para selir, yaitu rasa sakit yang luar biasa di tubuh mereka. Wanita yang umum nya mempunyai tubuh lemah tentu tidak akan tahan menerima penyiksaan dari Zhao Su Mo setiap hari. Pria itu akan menyiksa mereka mulai dari pagi hingga tengah malam.
Jika dia mabuk, penyiksaan akan menjadi lebih sadis dan kejam. Zhao Su Mo menjadikan tubuh wanita sebagai pelampiasan kepada orang yang di benci nya. Salah satunya adalah Raja Wei. Tubuh polos wanita yang menjadi selirnya akan terus di cambuk hingga mereka meregang nyawa.
Se Se tentunya pernah mendengar kabar ini, dia merasakan kebencian untuk Zhao Su Mo sebelum mereka bertemu, dan saat ini pria yang di bencinya malah mencari masalah dengannya. Sungguh malang nasib Zhao Su Mo, sebentar lagi dia akan segera menyesali keputusan nya.
__ADS_1
Pertandingan di mulai, dengan jantung berdebar-debar semua orang menantikan pertunjukkan menarik ini.
Li Siang menatap Se Se dengan senyuman kemenangan. "Mati lah kau jalang! Raja Wei akan segera menjadi milik ku." batin Li Siang.
Se Se berdiri dengan santai menunggu serangan dari Zhao Su Mo, sementara pria itu berniat mempermalukan Raja Wei dengan cara melepaskan pakaian di tubuh Permaisurinya hingga polos tak bersisa.
Niat itu tentu di baca oleh penglihatan cerdas yang di miliki oleh Raja Wei. Dia sangat gelisah memikirkan Permaisurinya yang sedang dibully.
Zhao Su Mo mendekat, dia mencengkram pundak Se Se dengan satu tangannya dan berusaha menarik pakaian Se Se agar terlepas dari tubuhnya.
Se Se menangkap tangan Zhao Su Mo, dengan satu gerakan, dia melemparkan tubuh pria besar itu ke depan hingga tersungkur di tanah.
"Wow..."
"Luar biasa..."
"Hebat Permaisuri, saya mendukung anda."
Beberapa delegasi mulai kagum melihat gerakan lincah Permaisuri.
Pria itu kembali menyerang Se Se dengan tinjuan bertubi-tubi di layangkan ke tubuh kecil nya. Dengan gesit Se Se menghindar dan menahan serangan Zhao Su Mo. Se Se melompat dan berputar di udara, kaki kecilnya menendang wajah Zhao Su Mo hingga pria itu kembali mencium tanah.
"Hahaha...."
"Hahaha...."
"Benar-benar memalukan!"
"Pangeran Zhao yang terkenal kuat ternyata kalah dengan gadis kecil ini."
Para delegasi menertawakan Zhao Su Mo dan mulai menghina nya.
Wajah Zhao Su Mo semakin merah padam, dia bangkit lagi. Namun saat ini dia mengambil pedang yang tadi di buangnya ke tanah.
Zhao Su Mo menarik pedang dari sarungnya, dia melangkah mendekati Se Se dan mengayunkan pedang ke tubuh kecil gadis itu.
__ADS_1
Raja Wei seketika menjadi panik. Beberapa delegasi juga tampak panik dan terkejut melihat pedang di ayunkan dengan kuat ke tubuh wanita kecil.
Sulit di percaya, Se Se menghindari serangan dari Zhao Su Mo tanpa luka sedikit pun. Setelah Zhao Su Mo lengah, Se Se menendang kedua telur yang dijaga oleh burung Zhao Su Mo. Pria itu merintih kesakitan hingga mengeluarkan air mata.
Tanpa sadar pria-pria yang sedang menonton pertandingan segera memegang telur-telur mereka. Beberapa dari mereka menelan liurnya dan merasa nyeri melihat Zhao Su Mo yang sedang merintih.
Raja Wei merasa lega, Permaisurinya ternyata sangat ahli dalam menyiksa pria.
"Mulai sekarang aku tidak boleh membuat marah Permaisuri ku. Jangan sampai pusaka ku nanti di hancurkan oleh tendangan kakinya." batin Rsja Wei.
Zhao Su Mo berdiri dengan kedua kaki yang gemetaran menahan sakit di ************. Dia menyerang Se Se dengan membabi buta, serangan yang bertubi-tubi ke wajah mulus Se Se membuat nya sulit melihat gerakan Zhao Su Mo.
Para penonton menjadi panik dan cemas, apalagi Raja Wei. Dia bersiap maju menolong Permaisuri nya bila terdesak.
Namun mereka tidak menyangka bahwa gadis itu sangat gesit dan lincah, dengan cepat dia berlari kemudian melompat menendang tiang besar yang ada di depan nya. Tubuhnya memantul ke belakang dan kini dia berada di belakang Zhao Su Mo.
Se Se meninju kepala Zhao Su Mo dengan sekuat tenaga, pria itu terjatuh dan memuntahkan darah dari mulutnya.
Zhao Su Mo berlutut menahan rasa sakit, setelah rasa sakitnya berkurang, dia kembali menyerang Se Se dengan pedang. Namun kali ini dia mengeluarkan bubuk putih beracun yang kemudian di lemparkan ke wajah Se Se.
Se Se menutup mata nya yang terkena bubuk, dia merasa perih di kedua mata nya. Zhao Su Mo tersenyum licik, dia segera menyerang gadis itu.
Zhao Su Mo mengayunkan pedang ke leher Se Se, Raja Wei panik, dia maju untuk melindungi istrinya.
"Aghhhh....!"
^^^BERSAMBUNG...^^^
Hai teman-teman...
Mohon dukungan nya.
Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.
Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.
__ADS_1
Terima Kasih💖