
"Ayo ke istana, kita harus memakamkan Ayah Xuan yang masih berada di ruang rahasia." ajak Se Se.
Raja Wei mengangguk, namun dirinya saat ini masih belum memakai pakaian. Dia melihat istrinya yang terlihat cantik, tanpa aba-aba, lengan istrinya di tarik hingga jatuh ke dalam pelukannya.
"Lakukan sekali sebelum ke istana!" pinta Raja Wei dengan senyuman mesum.
"Suami ku, haruskah ku buat adikmu itu lumpuh?" tanya Se Se dengan nada mengancam.
Raja Wei segera menggelengkan kepala, buru-buru dia memakai kembali pakaiannya. Keduanya lalu berangkat ke istana dengan menggunakan kereta kuda.
Raja Wei mengajak Han Ze Xing untuk masuk ke ruang rahasia, perdana Menteri Huang juga ikut masuk ke dalam. Sesampainya di dalam, Raja Wei melihat peti mati ayahnya di sudut ruangan. Perlahan, dia membuka peti itu untuk melihat wajah ayahnya yang sudah tak lagi bernyawa.
"Ayah, maafkan aku yang datang terlambat." ucap Raja Wei setelah berlutut di depan peti.
Han Ze Xing, Perdana Menteri Huang dan Se Se ikut berlutut di depan peti, mereka hanya menatap Raja Wei yang menangis mengeluarkan kesedihannya. Sementara Han Ze Xing berpikir dalam hati, "Kenapa Kakek ada di sini?"
Sedangkan Se Se berpikir, "Mayat Kaisar Han Ze Shang lebih kurang sudah berusia 10 tahunan. Kenapa masih awet begini?"
Karena penasaran, Se Se berdiri. Dia berjalan mendekati mayat lalu kembali berlutut. Se Se memeriksa mayat itu, sebuah ke anehan muncuk di pikirannya.
"Xuan, bolehkah aku memeriksa tubuh Kaisar?" tanya Se Se meminta izin.
"Dia pasti memiliki alasan sendiri kenapa ingin memeriksa tubuh ayah " pikir Raja Wei, dia pun mengangguk memperbolehkan Se Se untuk memeriksa mayar ayahnya.
Se Se membuka lebar mata mayat Kaisar, dia lalu meraba nadi di leher dan lengan. Ekspresi di wajahnya terlihat bingung, dia mengambil sebuah jarum. Jarum itu di tusukkan ke jantung mayat Kaisar.
"Akkkkhhhh!"
Seketika itu juga mayat Kaisar menjadi posisi duduk, dengan suara kesakitan serta keterkejutan. Dia membuka matanya lalu melihat sekeliling ruangan.
"A...ayah!" panggil Raja Wei yang tak kalah terkejutnya.
"Ternyata selama ini Kaisar Han Ze Shang hanya di buat pingsan, namun kelihatan seperti sudah mati. Untungnya aku memeriksa tubuhnya sebelum di makamkan, jika tidak, hari ini benar-benar akan menjadi hari kematian untuknya!" benak Se Se.
Han Ze Xing menatap bingung dan heran, dia tidak mengingat sosok pria di depannya itu. Sementara Perdana Menteri Huang yang juga terkejut, dia memberi hormat kepada Kaisar Han Ze Shang.
__ADS_1
"Yang Mulia, selamat datang kembali!" ucapnya dengan perasaan bahagia.
Han Ze Shang di angkat keluar dari peti, mereka semua lalu duduk di dalam ruangan. Kaisar Han Ze Shang menceritakan kembali kehidupannya selama di kurung.
"Ze Ti, dia tidak seburuk itu. Meskipun dia menginginkan harta, dia tidak pernah berniat untuk membunuhku. Selama aku di kurung, dia sering datang kemari dan mengajakku bercerita tentang dunia luar." ucap Kaisar Han Ze Shang.
"Sayang sekali ambisinya membuat Ze Ti harus kehilangan kebahagiaan yang sudah dia miliki." sambung Kaisar Han Ze Shang.
Mereka berdiskusi seharian untuk mencari solusi, bagaimana cara memberitahu rakyat, jika Kaisar Han Ze Shang masih hidup.
"Bukankah kita tinggal menyebarkan kabar tentang kematian Kaisar yang dipalsukan?" ucap Se Se.
Keempat pria itu menatap Se Se, mereka setuju dengan pendapatnya. "Istrimu cerdik sekali!" puji Kaisar Han Ze Shang.
Se Se kembali ke kediaman bersama Raja Wei, Ddalam perjalanan pulang, Se Se singgah ke tempat Max.
"Permaisuri, ada apa Yang Mulia Permaisuri datang ke gubuk ini? Harusnya anda memanggil saya saja ke kediaman. Saya merasa malu tidak bisa menjamu Yang Mulia dengan layak." ucap Max dengan wajah yang merasa bersalah.
"Aku perlu bantuan!" ucap Se Se.
"Sebarkan berita ini!" ucap Se Se sambil menyerahkan secarik kertas kepada Max.
Di kertas itu tertulis jika Kaisar Han Ze Shang masih hidup, dan dua hari lagi akan menjadi peresmian Kaisar Han Ze Shang sebagai pemimpin negara. Kematian Kaisar yang diberitakan dulunya hanya sebatas kebohongan dari Han Ze Ti yang ingin merebut tahta.
"Serahkan saja kepada saya Yang Mulia." ucap Max sambil tersenyum. Dia merasa senang bisa berbuat sesuatu untuk membalas budi kepada Permaisuri yang telah memberinya kehidupan baru.
DUA HARI KEMUDIAN
Perdana Menteri Huang memanggil semua pejabat untuk ke istana. Raja Wei dan Permaisurinya turut hadir. Han Ze Xing dan Zhou Yi Thing sudah tiba lebih dulu ke ruang pertemuan.
"Mulai saat ini, Kaisar Han Ze Shang akan kembali menduduki tahta sebagai Kaisar di negara Han." ucap Perdana Menteri Huang.
Pertemuan singkat itu berakhir dengan berbagai macam kicauan. Zhou Yi Thing merasa puimg melihat banyak orang di sekelilingnya, dia hampir saja terjatuh, namun Han Ze Xing segera menangkap tubuhnya.
Se Se dan Raja Wei segera mendekat, "Yang Mulia, anda baik-baik saja?" tanya Se Se dengan wajah khawatir.
__ADS_1
"Aku baik-baik saja, hanya sedikit lelah." jawab wanita itu.
Han Ze Xing berpikiran jika tubuh lemah istrinya disebabkan karena mereka dikurung oleh ayahnya tanpa makanan dan minuman. Dia tidak menyadari ada yang salah drngan tubuh istrinya.
Se Se memberanikan diri untuk memeriksa denyut nadi Zhou Yi Thung, meskipun wanita itu sudah menolak.
Se Se menarik paksa lengannya lalu menaikkan sedikit lengan pakaiannya.
"Yang Mulia...!" panggilnya dengan wajah serius. Membuat ketiga orang yang menatapnya menjadi cemas dan gugup.
"Selamat, anda hamil!" ucap Se Se sambil tersenyum.
Han Ze Xing begitu bahagia, dia bahkan tertawa keras tanpa sadar jika mereka masih berada di ruang perjamuan. "Terima kasih istriku!" ucapnya sambil mrngecup pipi Zhou Yi Thing berulang kali.
Meluhat kemesraan pasangan di depannya, Raja Wei menjadi cemburu. Dia juga ingin berperilaku seperti Han Ze Xing yang bebas mencium istrinya kapan saja. Namun jika itu dia lakukan kepada Se Se, nasib buruk akan menunggunya malam nanti. "Bisa-bisa aku menjadi kasim nanti malam!" pikir Raja Wei sambil merinding.
Beberapa tahun kemudian, Raja Wei dan Se Se berjalan bersama di sebuah pasar. Ketiga anaknya mengikuti dari belakang, sementara Ling dan pengawal mengikuti dari belakang anak-anak.
Raja Wei hidup bahagia bersama keluarganya setelah mengundurkan diri dari jabatannya. Setiap hari dia menemani istrinya berbelanja atau berkeliling kota. Kehidupan mereka terasa sempurna karena bebas dari kekacauan dunia politik.
Han Ze Xing menjadi ayah dari dua anak, dia masih berstatus sebagai Putra Mahkota. Namun dia mrmiliki status lain sekarang, Kaisar Langit! Dia menerima tawaran dari Thien Si Rui untuk meneruskan tahta menggantikan pria itu.
Zhun Tian melamar sebagai pengawal kerajaan. Dia kini bertugas untuk melindungi Kaisar Han Ze Shang. Meskipun begitu, sesekali dia masih suka datang diam-diam ke kamar Se Se dan membuat kesal wanita itu dengan ulah dan tingkah lakunya yang semena-mena.
Lalu manusia burung, Huo Feng. Kekuatan suci miliknya sudah kembali seperti semula berkat cahaya 7 warna dari Se Se ketika menyelamatkan nyawa Raja Wei. Dia mengajak Ye Yuan kembali ke nirwana, Ye Yuan menolak. Dia ingin hidup sebagai manusia dan menjalani hari-hari bersama ayah dan adiknya.
Huo Feng kembali ke Nirwana dalam wujud phoenix, sebelum kembali, dia memberikan berkat abadi untuk Ye Yuan. Pria itu tidak akan mati apapun yang terjadi kepadanya hingga Huo Feng mengangkat berkat itu.
Huo Feng melakukan itu untuk menyelamatkan nyaw Ye Yuan yang akan segera berakhir 5 tahun ke depan. Dia membaca nasib buruk Ye Yuan ketika terakhir kali mereka berjumpa.
Kaisar Han Ze Shang kembali memimpin negara, hidup rakyat semakin makmur dan tak terlihat lagi pengemis di jalanan.
Max menjadi bos dari perkumpulan pedagang dan jaringan informasi terbesar di negara Han. Dia selalu memberi laporan kepada Se Se setiap bulan. Bahkan ketika istrinya melahirkan anak perempuan, Max meminta berkat dari Permaisuri untuk kebahagiaan anaknya.
Meskipun telah melepas semua jabatan, Se Se masih berperan sebagai wanita yang paling dihormati di negara Han. Hidupnya kini hanya ada senyuman dan kebahagiaan. Dia bersyukur hidup kembali di dunia yang asing ini, dia berterima kasih karena bertemu dengan seorang pria yang sangat mencintainya. Dan dia sangat bahagia karena di berkahi dengan 3 anak-anak yang manis.
__ADS_1
THE END