
Se Se menyadari ada yang salah dengan tatapan Raja Wei, dia menatap Su Li An kemudian bertanya dengan nada dingin, "Apa yang kau lakukan pada Xuan?"
"Aku tidak melakukan apa apa, Mungkin Yang Mulia baru menyadari jika anda wanita yang menjijikkan." jawab Su Li An dengan senyum kemenangan.
"Hahh... kau benar benar tidak tertolong!" ucap Se Se.
Raja Wei yang mendengar percakapan kedua gadis itu mulai menyadari kesalahan nya, dia menatap Se Se dan Su Li An secara bergantian.
"Salah satu dari mereka adalah gadis kecil ku." batin Raja Wei.
Raja Wei mengeluarkan sapu tangan yang selalu di bawa nya, dia menutup kedua matanya dengan menggunakan sapu tangan itu.
"Permaisuri, mendekatlah kemari!" ucap Raja Wei.
Su Li An tidak memgerti apa yang di lakukan oleh Raja Wei, namun dia segera menghampiri Raja Wei yang saat ini tidak bisa melihat sosok wajahnya.
"Yang Mulia, saya di sini!" ucap Su Li An.
"Xuan ... " ucap Se Se.
Raja Wei menyarungkan pedangnya, namun sesaat kemudian dia mengayunkan pedang yang masih di dalam sarung itu.
"Brakkk!"
Wanita itu terjatuh ke tanah dalam keadaan tidak sadarkan diri. Raja Wei membunyikan peluit untuk mengumpulkan pasukan Elang yang bertugas di dalam Istana. Tidak lama kemudian Ti San muncul di sana, dia memberi hormat di hadapan Raja Wei dan Se Se.
"Bawa wanita ini kepada Ti Liu, kurung dia di bawah tanah dan jangan melakukan apapun sampai aku kembali!" perintah Raja Wei.
"Baik Yang Mulia." jawab Ti San.
"Tunggu sebentar!" ucap Se Se.
Se Se mendekati Su Li An, dia memeriksa semua tubuh nya untuk mengeluarkan racun yang di sembunyikan wanita itu.
"Hati hati lah, wanita ini sangat ahli menggunakan racun." ucap Se Se.
"Terima kasih atas nasehat Permaisuri. Saya akan lebih berhati hati." jawab Ti San.
"Xuan ... Kamu baik baik saja?" tanya Se Se.
Raja Wei terlihat sangat menderita saat ini, tubuhnya sesang menahan hasrat yang besar karena pengaruh obat dari Su Li An.
__ADS_1
"Tolong bantu aku!" ucap Raja Wei.
"Apa yang harus aku lakukan?" tanya Se Se.
"Aku sangat menginginkan nya." jawab Raja Wei.
"Blush"
Wajah Se Se merona mendengar ungkapan hati Raja Wei, dia masih merasa malu mendengar kata kata seperti itu meskipun telah menjadi istri dari pria itu selama bertahun tahun.
Raja Wei mendekat ke arah Se Se tanpa membuka mata nya, dia memeluk tubuh kecil gadis itu kemudian mulai mencium bibir nya.
Han Ze Xing telah selesai menjamu para tamu, dia berjalan menuju ke kamar pengantin. Dalam perjalanan nya kembali ke kamar, tanpa sengaja mata Han Ze Xing melihat Raja Wei yang tengah mencium bibir Se Se dengan penuh hasrat.
"Ya... Yang Mulia ... !" ucap Se Se setelah mendorong tubuh Raja Wei.
Dia sangat malu karena Han Ze Xing melihat mereka berdua yang sedang berciuman di depan kolam.
"Paman, ini adalah hari pernikahan ku, tapi sepertinya Paman lebih bergairah di banding aku." goda Han Ze Xing sambil tertawa.
Seorang Kasim yang berdiri di belakang Han Ze Xing ikut tertawa tanpa suara.
"Baik Yang Mulia." jawab Kasim Ma.
"Jangan melakukan hal itu di tempat ini, Permaisuri akan merasa malu jika di lihat orang. Lakukan lah di kamar, itu akan terasa lebih nyaman." goda Han Ze Xing lagi sebelum meninggalkan Raja Wei dan Se Se.
"Keponakan ku sangat pergertian karena sudah dewasa." jawab Raja Wei sambil tersenyum.
"Silahkan ikut dengan hamba Yang Mulia, Permaisuri." ucap Kasim Ma.
Mereka menghabiskan malam di Istana Matahari, racun yang membuat Raja Wei meluhat wajah Permaisuri nya terlihat seperti monster menjijikkan akhirnya hilang setelah menjelang pagi hari.
Sementara itu Han Ze Xing dan Zhou Yi Thing hanya berbaring dalam satu kamar tanpa melakukan apapun. Mereka masih merasa canggung, belum ada perasaan untuk Han Ze Xing, Zhou Yi Thing hanya menikah dengan pria itu demi Pangeran Han Ze Le.
"Istri ku ... " panggil Raja Wei.
"Ya? Ada apa?" jawab Se Se.
"Aku minta maaf karena telah menyebut mu dengan kata monster menjijikkan dan telah menyerang mu semalam." ucap Raja Wei sambil melingkarkan lengan nya ke perut langsing Se Se.
"Tidak apa apa, itu bukan salah Xuan." jawab Se Se.
__ADS_1
"Untung saja kamu bisa menghindar, jika serangan itu mengenai tubuh mu, mungkin kamu sudah tidak bernyawa. Maafkan aku ..." ucap Raja Wei sambil mengeratkan pelukan nya.
"Aku tidak akan mati semudah itu." jawab Se Se sambil mengelus kepala Raja Wei.
Raja Wei membenamkan wajahnya ke dada Se Se yang masih terbuka, hasrat dan gairah nya kembali naik setelah bibirnya tanpa sengaja menyentuh belahan di kedua buah persik istrinya yang kental dan menggoda.
Raja Wei mulai mencium kedua buah persik itu secara bergantian, Se Se hanya menikmati sensasi nikmat dari ciuman lembut Raja Wei sambil sesekali mengeluarkan suara desahan dari bibir mungilnya.
Han Ze Xing berencana menemui Raja Wei di pagi hari, namun langkahnya terhenti di depan pintu kamar yang di tempati oleh Raja Wei dan Se Se.
"Akhh....!"
"Akhhh...!"
Suara desahan terdengar berjlang kali dari dalam kamar, sementara wajah Han Ze Xing yang sedang berdiri di depan pintu kamar semakin lama semakin memerah karena suara desahan itu.
Han Ze Ding mulai membayangkan apa yang tengah terjadi di dalam ruangan kamar kedua suami istri itu. Gairahnya mulai bangkit karena fantasi yang di milikinya. Dia kembali dengan tergesa gesa menuju ke kamar pengantin.
Han Ze Xing menutup dan mengunci kamar dengan perlahan. Dia berjalan mendekat ke tempat tidur, Zhou Yi Thing masih tidur setelah satu malam kesulitan tidur karena Han Ze Xing berada di samping nya.
Han Ze Xing menarik selimut Zhou Yi Thing, perlahan dia membuka pakaian istri baru nya agar tidak terbangun. Dia mulai mencium Zhou Yi Thing dengan lembut dan hati hati, dia tidak ingin membuat pasangan baru nya itu terkejut.
Zhou Yi Thing yang baru saja tertidur merasa terganggu, dia membuka mata dan seketika terkejut melihat Han Ze Xing yang kini sedang mencium bibir nya.
"Deg Deg Deg!"
Jantung Zhou Yi Thing mulai berdebar kencang, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Memang selama ini dia belum pernah menjalin hubungan dengan pria. Dia tidak tahu cara melayani suami ataupun cara menjadi istri yang baik. Pangeran Han Ze Le juga lahir karena kesalahan yang dilakukan Han Ze Xing.
"Ya... Ya... Yang Mulia ..." ucap Zhou Yi Thing terbata bata ketika bibir Han Ze Xing mulai turun ke bukit kembarnya.
^^^BERSAMBUNG...^^^
Hai teman-teman...
Mohon dukungan nya.
Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.
Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.
Terima Kasih💖
__ADS_1