The Princess Story

The Princess Story
Episode 247


__ADS_3

Han Ze Xia mengeluarkan jarum yang berada di lengan bajunya, dengan cepat dia menusuk mata si pria botak.


Cengkraman tangan Han Ze Xia terlepas, dia melompat turun dan berlari menjauh dari pria botak.


Han Ze Xin mengambil belati dengan tangan kanan, tangan kirinya menggenggam sebotol obat bubuk. Dia berlari ke arah pria botak itu kemudian menusuk tepat di jantungnya.


Pria botak itu terjatuh, ia merintih kesakitan sambil memegang pisau belati yang tertancap di jantungnya. Tidak lama kemudian pria itu sudah diam tak bergerak. Ling Er dan Ye Lie sangat terkejut dengan tindakan kedua bocah yang mereka layani.


Bocah-bocah imut yang selama ini mereka kira hanya anak lemah yang tak berdaya ternyata memiliki kelincahan dan keberanian seperti orang tuanya.


Han Ze Xin dan Han Ze Xia sudah mendapatkan latihan untuk mengecoh musuh sejak mereka mulai mengerti pembicaraan orang.


Raja Wei selalu melatih anak-anaknya sejak dini karena dia sadar keamanan anak-anaknya sangat terancam oleh keberadaan musuh yang tidak terlihat.


Senjata yang mereka miliki sudah disiapkan oleh Se Se sejak mereka baru lahir. Bahaya yang selalu mengancam nyawa mereka membuat Raja Wei dan Se Se mempersiapkan segalanya sejak dini.


Tentu saja bahaya itu disebabkan karena mereka merupakan bagian dari keluarga Raja Wei. Dewa perang yang di takuti di medan perang dan selalu memiliki banyak musuh.


"Putri, anda baik-baik saja?" tanya Ling Er.


"Aku baik-baik saja. Jangan takut, aku akan melindungi kalian." ucap Han Ze Xia yang tersenyum bagai malaikat padahal ia baru saja membunuh seseorang bersama kembarannya.


"Xia, ada orang yang datang!" ucap Han Ze Xin memperingatkan adiknya.


"Sttt!!! Kalian sembunyi dulu!" perintah Han Ze Xia kepada Ling Er dan Ye Lie.


Kedua pelayan itu segera menyembunyikan diri di balik jerami yang bertumpuk.


Pintu di buka oleh seorang laki-laki berwajah chubby. Laki-laki itu masuk bersama seorang wanita muda.


"Apa yang terjadi dengan si botak?" tanya wanita itu begitu melihat pria botak yang berbaring di tanah.


"Paling juga dia tidur lagi seperti biasa." jawab pria chubby.


"Akkhhh!!!"


Wanita itu berteriak begitu mendekati mayat pria botak yang mengenaskan.


"Ada apa?" tanya pria chubby.


"Ma.... Mati.... Si botak sudah mati!" ucap wanita itu dengan wajah terkejut.


"Siapa yang sudah membunuhnya?" ucap pria chubby.


"Disini hanya ada dua bocah kecil ini. Tidak mungkin mereka yang membunuh si botak kan?" ucap wanita itu.


"Kenapa bisa hanya ada dua nocah? Tadi mereka bilang sudah mendapatkan 2 gadis cantik dan 2 bocah! dimana kedua gadis itu?"


"Hey Paman chubby, sini biar aku beritahu!" ucap Han Ze Xia.


Si pria chubby mendekati Han Ze Xia, begitu jarak mereka tersisa satu langkah, Han Ze Xin yang berada di di samping Han Ze Xia segera menaburkan bubuk obat yang berada di tangannya ke wajah pria itu.

__ADS_1


"Brukkk!"


Si pria chubby tersungkur di atas tanah. Wanita yang bersamanya nampak terkejut namun dia mencoba untuk menyerang anak-anak dengan tangan kosong begitu dia menyadari keberadaan Ling Er dan Ye Lie.


Han Ze Xia melempar jarum ke arah leher wanita itu, begitu jarum menusuk nadi yang ada di lehernya, wanita itu langsung terjatuh lemas.


"Beraninya kalian mencoba menculik kami! Huhhh... Rasakan ini!" ucap Han Ze Xin sambil menendang kaki pria chubby.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Se Se duduk di dalam kamar sambil melihat keluar jendela. Rasa cemas dan khawatir terhadap anak-anaknya membuat dia tetap terjaga meskipun mata dan tubuhnya lelah.


Tiba-tiba saja dia teringat dengan ucapan Huo Feng, pria itu berjanji akan melindungi keluarganya.


"Huo Feng!" panggilnya dengan suara pelan.


"Swossshhh!!!"


Dalam sekejap mata, Huo Feng muncul di hadapan Se Se.


"Huo Feng??" tanya Se Se memastikan keberadaan pria yang saat ini membelakanginya.


"Ya, ini aku!" jawab Huo Feng sembari berbalik menatap wajah majikannya.


"Aku memerlukan bantuanmu!" ucap Se Se tanpa ragu-ragu.


"Mencari anak-anak mu?" tanya Huo Feng.


"Bagaimana bisa kamu...?"


Belum selesai pertanyaan Se Se diucapkan, Huo Feng langsung memotong dengan berkata, "Aku sudah menemukan mereka."


"Benarkah?" tanya Se Se bersemangat.


Huo Feng tersenyum, kini dia mengetahui satu kelemahan majikannya.


"Mereka baik-baik saja, jangan khawatir." jawab Huo Feng.


"Terima kasih." ucap Se Se.


"Tidak perlu, bukan aku yang menolong mereka." jawab Huo Feng.


Tidak lama kemudian terdengar suara dari depan pintu kamar.


"Buka pintunya!"


"Baik Yang Mulia."


"Anak-anak sudah kembali." ucap Raja Wei begitu dia membuka pintu kamar.


FLASHBACK

__ADS_1


Ling Er dan Ye Lie menggendong anak-anak untuk keluar dari gubuk tua tempat mereka di sekap. Han Ze Xin meminta Ye Lie menurunkan dia ketika mereka sudah di luar gubuk.


Ye Lie menurunkan bocah itu, dia penasaran dengan apa yang akan dilakukan lagi oleh anak itu setelah membunuh tiga orang dewasa yang menculiknya.


Han Ze Xin mengambil jerami kering dari samping gubuk, dia menyalakan pemantik api yang diberikan oleh Se Se kepadanya.


Gubuk tua itu terbakar, api mulai membesar setelah mereka menjauh dari sana.


"Kedua bocah ini sangat mengerikan!" pikir Ye Lie.


Sementara Ling Er berpikir, "Pangeran dan Putri sangat luar biasa. Mirip dengan ayah dan ibunya."


Kedua pelayan itu terus berlari hingga mereka memasuki pusat pasar. Ling Er melihat ke sekeliling untuk mencari keberadaan orang yang mungkin mereka kenal.


Ling Er ingin segera kembali ke kediaman Raja Wei, namun dengan jarak yang begitu jauh, sulit bagi mereka untuk membawa kedua anak-anak ini kembali dengan berjalan kaki.


Lama mencari dan terus berkeliling, belum ada satu wajah pun yang mereka kenali. Ye Lie dan Ling Er merasa lelah, melihat kedua pelayan mereka sudah tidak sanggup lagi berjalan, Han Ze Xin dan Han Ze Xia meminta untuk diturunkan saja.


Seorang pria berdiri di atas sebuah atap bangunan, sejak tadi pria itu memperhatikan mereka berempat yang seperti kehilangan induk.


Zhun Tian, pria yang tengah memperhatikan kedua anak dan kedua pelayan akhirnya memutuskan untuk menunjukkan dirinya.


Zhun Tian berjalan mendekati Han Ze Xia, dengan sengaja dia mendekat agar anak itu menabrak dirinya yang sedang berjalan dikeramaian pasar.


"Aduh!" ucap Han Ze Xia setelah dirinya hampir terjatuh.


Zhun Tian meraih tubuh kecil bocah itu, dengan tangan kekarnya dia mengangkat Han Ze Xia ke dalam gendongannya.


"Woww... Paman tampan." ucap Han Ze Xia setelah menatap wajah Zhun Tian.


"Pfff... Haha..." Zhun Tian tertawa lepas setelah melihat reaksi Han Ze Xia yang menggemaskan.


"Terima kasih Paman Tampan sudah menangkapku. Bolehkan anda menurunkan aku sekarang?" ucap Han Ze Xia dengan wajah dan suaranya yang imut.


Zhun Tian tidak menjawab, dia hanya tersenyum melihat wajah bocah yang terlihat sangat cantik dimatanya.


"Paman, aku tau Paman itu tampan, tapi laki-laki dan perempuan tidak boleh saling menyentuh jika belum menikah!" ucap Han Ze Xia dengan wajah kesal namun terlihat imut di mata Zhun Tian.


"Kalau begitu, Paman akan menikahimu saat kau besar nanti!" goda Zhun Tian sambil mengecup pipi Han Ze Xia.


"Hey kau! Turunkan adikku!" perintah Han Ze Xin dengan wajah kesal karena Zhun Tian mengecup pipi adiknya.


"Aku adalah calon suaminya sekarang. Jadi kamu harus memanggilku adik ipar bukan Hey!" goda Zhun Tian.


Pria itu terus tersenyum dan tertawa melihat kelakuan dua bocah itu. "Mereka sangat menyenangkan mirip seperti ibunya." benak Zhun Tian.


Sebilah pedang diarahkan ke leher Zhun Tian, senyuman di wajah pria itu seketika menghilang. Dia berbalik menatap wajah pemilik pedang itu.


"Lepaskan anakku!" perintah Raja Wei dengan wajah yang sedingin kutub utara.


^^^BERSAMBUNG...^^^

__ADS_1


__ADS_2