
Raja Wei bermain hingga gadis kecilnya kelelahan. Dia membawa Se Se dalam gendongannya, mereka menuju pemandian. Raja Wei menurunkan tubuh Se Se ke dalam kolam air mandi, dia membantu membersihkan tubuh Se Se dengan perlahan.
Gadis itu terlelap karena menerima perlakuan lembut dari Raja Wei. Namun itu hanya sesaat, Raja Wei kembali menyerangnya dengan buas. Sesekali dia meninggalkan jejak-jejak merah di sana.
Raja Wei membalik tubuh kecil gadis itu, dia memeluk Se Se dari belakang. Raja Wei kembali bermain di leher serta punggung Se Se yang mulus bersih tanpa bekas. Namun saat ini, kulit mulus itu telah di penuhi bercak merah yang di tinggalkan oleh Raja Wei.
Raja Wei tidak dapat menahan hasratnya yang terus memuncak, dia sangat menikmati permainannya di dalam air yang masih hangat di dalam kolam.
Hentakan-hentakan yang dia lakukan membuat Se Se terbangun, dia membuka mata. Seketika gadis itu terkejut saat mengetahui tubuhnya sedang di sentuh oleh Raja Wei di dalam air.
"Xuan...!"
Se Se memanggil dengan suara panik.
"Ada apa sayang?" tanya Raja Wei.
"Kamu benar-benar keterlaluan!" ucap Se Se dengan napas memburu.
"Bukankah Permasuri ku juga menyukainya?" ucap Raja Wei dengan napas yang juga memburu.
"Arghhh...."
Se Se merintih kesakitan saat Raja Wei mempercepat gerakan nya.
Jantung kedua pasangan itu berdegup kencang dengan napas yang tersenggal karena mencapai puncak kenikmatan.
Raja Wei mengecup bibir Se Se, dia membawa gadis itu kembali ke tempat tidur setelah mengeringkan tubuh dan memakaikan pakaian.
Se Se kembali tertidur lelap, dia benar-benar lelah karena gairah Raja Wei yang tak pernah habis.
Raja Wei kembali ke ruang kerja, dia mendapat laporan dari mata-mata. Selir Fei telah di pindahkan ke Istana Dingin. Mulai sekarang Selir Fei tidak lagi di akui sebagai selir kesayangan Kaisar.
__ADS_1
Bayi laki-laki yang di lahirkan oleh Selir Fei akan di serahkan kepada Ratu. Han Ze Liang akan tetap mendapat gelar Pangeran, Kaisar tidak ingin menghukum Han Ze Liang di dasari perbuatan kotor yang di lakukan oleh Selir Fei. Menurut Kaisar, itu bukan lah kesalahan Han Ze Liang.
Pagi hari berikutnya Kaisar mengirimkan hadiah untuk Se Se. Hadiah karena telah menyelamatkan nyawa Pangeran kecil yang baru lahir.
Raja Wei yang menggantikan Se Se untuk menerima hadiah itu, karena saat ini Se Se kesulitan bergerak. Seluruh tubuhnya terasa sakit dan sendi-sendi nya terasa rontok berkat keliaran Raja Wei.
Raja Wei kembali ke kamar saat hari sudah gelap, Se Se pura-pura tidur untuk menghindari Raja Wei yang akan melahapnya hidup-hidup jika dia tahu gadis itu belum tertidur.
Raja Wei mengecup pipi Se Se dan membenarkan posisi selimutnya. Dia berbaring di samping tubuh istrinya kemudian memeluk pinggang ramping di dekatnya.
"Istriku... aku tahu kamu belum tidur!" ucap Raja Wei di telinga Se Se dengan menghembuskan napas nya ke liang telinga Se Se.
Se Se merinding karena hembusan napas itu, dia berbalik dan memandang wajah Raja Wei.
"Tolong ampuni aku hari ini, tubuh ku terasa akan rontok jika Xuan melakukannya lagi sekarang." ucap Se Se dengan wajah memelas.
Raja Wei tersenyum, tanpa aba-aba dia kembali melampiaskan hasratnya yang telah di pendam sejak pagi. Raja Wei selalu bergairah saat melihat tubuh istrinya.
Obat itu adalah obat yang di berikan oleh Tabib Istana. Tabib membuat obat itu sesuai permintaan Raja Wei. Obat itu berguna untuk mencegah kehamilan.
Raja Wei telah mengkonsumsi obat itu sejak Se Se melahirkan bayi mereka. Dia tidak ingin istrinya merasakan sakit karena melahirkan lagi. Raja Wei kembali ke tempat tidur dan memeluk istrinya hingga fajar tiba.
Istana tampak tenang karena Selir Fei telah di pindahkan, banyak selir-selir yang pernah menjadi korban kecemburuan Selir Fei merasa senang atas kejatuhan Selir Fei.
Bayi yang di lahirkan oleh Selir Fei diberi nama Han Ze Lun, bayi itu selalu di siksa oleh pelayan Ratu. Tentu saja itu di lakukan karena perintah dari Ratu. Mereka di izinkan untuk menyiksa bayi itu selama bayi itu tidak mati.
Saat pagi hari, Istana Ratu geger karena Han Ze Lun di temukan meninggal dalam kondisi mengerikan. Kaisar sangat marah dan kecewa terhadap Ratu.
Kaisar menitipkan Han Ze Lun kepada Ratu karena menganggap Ratu adalah wanita yang bijaksana, tapi ternyata penilaian Kaisar salah besar.
Ratu bukanlah sosok wanita baik yang akan menjaga dan merawat bayi dari musuhnya. Dia bahkan tidak segan-segan untuk membunuh nyawa orang yang di anggap menghalangi jalan nya menuju puncak tertinggi.
__ADS_1
Walaupun bukan Ratu yang membunuh, dia tetaplah bersalah karena telah memberi perintah kepada pelayan untuk menyiksa Han Ze Lun.
Ratu berlutut di depan Kaisar, dengan air mata yang terus mengalir, dia menyanggah semua tuduhan yang di arahkan kepadanya.
"Yang Mulia, bukan saya yang telah membunuh bayi itu. Saya tidak tahu apa-apa. Mohon Yang Mulia menyelidiki kasus ini kembali!"
Han Ze Liang tertawa bahagia di dalam hati ketika melihat Ratu memohon dengan sangat menyedihkan.
Kaisar berpikir sejenak, dia teringat seseorang yang mungkin bisa membantu penyelidikan. Dia memanggil Kasim dan memerintahkan Kasim untuk menjemput Permaisuri Raja Wei.
Tidak lama kemudian, Se Se tiba di Istana bersama Raja Wei. Dia di minta untuk memeriksa keadaan Han Ze Lun dan mencari kebenaran atas penyebab kematian Han Ze Lun.
Gadis itu tampak syok saat melihat kondisi bayi Han Ze Lun. Tubuh bayi itu di penuhi oleh bekas luka dan memar. Bahkan tulang rusuknya patah di beberapa bagian.
Se Se meneteskan air mata saat memikirkan rasa sakit yang di derita oleh bayi itu. Dia tidak pernah berpikir bahwa ada manusia yang tega menyiksa seorang bayi kecil yang baru berumur 7 hari.
"Orang ini benar-benar tidak punya hati nurani." batin Se Se.
Raja Wei mengetahui apa yang di tangisi oleh istrinya. Dia menghela napas dan berkata, "Lagi-lagi dia menangis untuk orang lain!"
Ratu berjalan mendekat ke mayat bayi, dia berkata bahwa bukan dia pelakunya.
"Aku tidak membunuh bayi ini, kamu harus membuktikan hal itu." ucap Ratu dengan nada memerintah.
Se Se menatap Ratu dengan aura pembunuh di sekeliling tubuhnya. Dia tidak percaya pada perkataan Ratu.
"Kau atau bukan, aku akan mencari buktinya!" ucap Se Se dengan mata yang berapi-api menatap Ratu.
^^^BERSAMBUNG...^^^
Ayo tebak siapa yang bunuh Han Ze Lun??βπβ
__ADS_1
Jangan Lupa Likeπ dan Vote nya π