The Princess Story

The Princess Story
Ep 177. Kaisar Han menyerah


__ADS_3

"Yang Mulia, keluar dari kereta itu!" teriak Yu.


Han Ze Xing melompat keluar dari kereta sebelum kereta itu meledak karena bola api yang dilemparkan oleh para pembunuh.


Yu membawa Han Ze Xing pergi dari tempat itu, dengan ilmu meringankan tubuh miliknya, dia terbang dalam gelap malam dan menghilang tanpa jejak.


Para pembunuh mengejar Yu, namun Pasukan Elang menghentikan mereka. Beberapa pembunuh berhasil di tangkap, mereka kembali ke Kediaman dengan membawa pembunuh-pembunuh yang menyerang Han Ze Xing.


"Yang mulia, kami menangkap pembunuh yang menyerang Putra Mahkota. Mereka saat ini berada di dalam penjara." lapor salah satu pasukan Elang.


"Cari tahu siapa dalang di balik pembunuhan kali ini, mereka pasti orang yang sama." ucap Raja Wei.


"Baik Yang Mulia." jawab Pasukan Elang itu.


Raja Wei pergi ke Istana dengan mengendarai kuda yang tercepat. Dia merasa cemas dan khawatir dengan Han Ze Xing.


Yu membawa Han Ze Xing sampai di depan pintu gerbang istana. Beberapa pengawal menahan mereka karena tidak mengenali Han Ze Xing.


Raja Wei tiba tidak lama setelah pengawal bersikap kasar terhadap Han Ze Xing. Raja Wei melemparkan pedang yang langsung menusuk ke arah jantung pengawal itu.


"Yang... Yang Mulia!" ucap pengawal lain sambil berlutut ketika melihat Raja Wei.


"Kau berlutut di hadapan ku tapi bersikap kasar di depan Putra Mahkota! Apa kau sudah bosan hidup?" tanya Raja Wei.


"Maafkan hamba, hamba tidak mengetahui bahwa beliau adalah Putra Mahkota. Maafkan hamba Yang Mulia." ucap pengawal itu ketakutan.


"Paman, mereka tidak mengenali saya karena saya selalu berada di dalam kereta kuda. Jangan terlalu keras menghukum mereka." ucap Han Ze Xing.


"Sebaiknya kalian mengingat pelajaran hari ini, jika bukan karena Putra Mahkota meminta untuk mengampuni nyawa kalian, kalian pasti sudah mati sekarang." ucap Raja Wei.


"Terima kasih Yang Mulia Putra Mahkota, Terima kasih Yang Mulia Raja Wei." ucap Pengawal itu bersamaan.


Raja Wei menarik tangan Han Ze Xing, pria itu kini duduk di belakang kuda Raja Wei.


"Yu, kembali lah ke kediaman dan jaga anak anak." perintah Raja Wei.


"Baik Yang Mulia." jawab Yu.


Raja Wei membawa Han Ze Xing kembali ke Istana Matahari, tanpa di sengaja dia bertemu dengan Kaisar Han saat akan keluar dari Istana.


"Ah, orang tua itu akan mengomel lagi." batin Raja Wei.


Raja Wei memberi hormat kepada Kaisar Han, mereka kemudian berbincang di taman sambil menikmati teh herbal yang di siapkan oleh Tabib Istana.


"Apa kamu sudah memikirkan nya?" tanya Kaisar Han.


"Aku tidak akan menikah." jawab Raja Wei.

__ADS_1


"Kamu sangat keras kepala." ucap Kaisar Han.


"Aku belajar dari Kakak." jawab Raja Wei.


"Hari hari sangat cepat berlalu, aku masih mengingat saat tinggi mu masih sekecil ini." ucap Kaisar Han sambil menunjukkan tinggi badan Raja Wei saat masih kecil.


"Aku juga mengingat nya, hari hari dulu terasa sangat cepat berlalu." jawab Raja Wei.


"Apa kamu mengingat wanita cantik itu?" tanya Kaisar Han.


"Siapa maksud Kakak?" tanya Raja Wei.


"Wanita yang pernah datang ke Kediaman mu saat kamu berusia 10 tahun. Wanita yang telah mengambil ciuman pertama mu dan berkata untuk menikahi nya jika kamu sudah besar nanti." ucap Kaisar Han.


"Ya, aku mengingat nya. Tapi aku tidak bisa mengingat wajah nya dengan jelas. Kejadian itu sudah sangat lama. Aku juga hanya melihat wajah wanita itu selama satu menit." jawab Raja Wei.


"Entah bagaimana kabar wanita itu, aku sedikit merindukan nya." ucap Kaisar Han.


"Aku tidak boleh merindukan gadis lain selain istri ku." jawab Raja Wei.


"Apakah kamu tidak pernah berpikir jika Permaisuri sudah meninggal? Atau dia sudah pergi jauh tanpa memiliki niat untuk kembali ke sisi mu?" tanya Kaisar Han.


"Tidak, dia pasti masih hidup. Dia akan kembali suatu hari nanti. Aku akan terus menunggu sampai hari itu tiba." jawab Raja Wei.


"Wanita itu memang luar biasa, dia bisa mencairkan hati es mu hingga seperti sekarang." ucap Kaisar Han.


"Terserah kamu saja. Aku sudah menyerah untuk meminta mu menikah dengan Su Li Ching." ucap Kaisar Han.


"Terima kasih Kak." ucap Raja Wei.


"Jangan melupakan tugas mu untuk melindungi rakyat kita, meskipun aku tahu ini berat untuk mu karena kamu harus menjaga ketiga bayi mu, kamu tetap harus melakukan tugas mu dengan baik." ucap Kaisar Han.


"Ya, aku akan melakukan tugas ku dengan baik." jawab Raja Wei.


"Kembalilah, hari sudah sangat gelap. Berhati-hatilah di jalan." ucap Kaisar Han.


Raja Wei memberi hormat sebelum pergi meninggalkan istana, dia kembali ke Kediaman dan langsung menuju ke kamar nya.


Yu sedang bermain bersama anak anak yang belum tertidur karena ayah mereka belum pulang.


"Kenapa kalian belum tidur di hari yang hampir menjelang pagi ini?" ucap Raja Wei.


"Itu karena mereka sedang menunggu anda Yang Mulia." jawab Yu.


"Ayo tidur, anak kecil tidak baik tidur tengah malam. Lain kali kalian harus tidur lebih awal." ucap Raja Wei.


"Saat ini Yang Mulia terlihat seperti ibu yang sedang mengomeli anak anak nya." batin Yu.

__ADS_1


"Yu, istirahatlah, masih banyak pekerjaan yang harus kita lakukan besok." ucap Raja Wei.


"Baik Yang Mulia." jawab Yu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Se Se dan Ti Liu telah sampai di perbatasan, dalam waktu setengah hari lagi mereka akan tiba di Kediaman.


"Liu, tolong cari restoran terdekat. Aku kelaparan sejak malam tadi." ucap Se Se.


"Baik Permaisuri." jawab Ti Liu.


Kereta kuda berhenti di depan sebuah restoran, mereka memesan banyak makanan dan makan dengan sangat lahap.


"Permaisuri, apakah saya boleh menambah makanan lain?" tanya Ti Liu.


"Ya, pesan saja sesuka mu." jawab Se Se.


"Terima kasih Permaisuri." ucap Ti Liu sambil tersenyum ceria.


"Pelayan, tolong tambah dua piring ayam goreng dan satu mangkuk mie pedas." ucap Ti Liu kepada pelayan.


"Hei, apa kalian sudah dengar tentang Raja Wei yang menghamili Nona Su Li Ching?"


"Bukan kah itu omong kosong? Mana mungkin Raja Wei menghamili gadis itu."


"Itu bukan hal yang tidak mungkin, Permaisuri sudah menghilang sejak satu tahun yang lalu. Mungkin saja Raja Wei tidak bisa menahan kebutuhan nya itu."


"Ya, Ya, mungkin saja begitu."


"Permaisuri, jangan mendengarkan omong kosong mereka. Yang Mulia tidak akan pernah melakukan hal seperti itu." ucap Ti Liu.


"Aku percaya pada nya. Jangan khawatir, makan saja makanan mu." jawab Se Se.


"Baik Permaisuri." ucap Ti Liu.


"Aku senang karena saat ini Liu bisa dekat dan lebih terbuka dengan ku. Dia tidak lagi sedingin dan sekaku dulu." batin Se Se.


^^^BERSAMBUNG...^^^


Hai teman-teman...


Mohon dukungan nya.


Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.


Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.

__ADS_1


Terima Kasih💖


__ADS_2