The Princess Story

The Princess Story
Ep 83. Mimpi memalukan


__ADS_3

Raja Wei menelan salivanya saat memandang bibir merah itu, sudah lama dia tidak menikmati bibir manis istrinya yang indah dan menggoda. Dia mulai mencium bibir gadis itu dengan lembut. Raja Wei tersenyum saat gadis itu membalas ciumannya.


Raja Wei melanjutkan ciuman panas mereka hingga beberapa menit, perlahan bibirnya turun ke leher permaisuri dan bermain di sana. Tangan nakalnya menyentuh setiap inchi kulit mulus tubuh sang gadis, dia melepas pakaian yang melilit tubuh itu hingga tak tersisa.


Darah pemuda itu mulai mendidih melihat tubuh indah istrinya, dia melepas pakaian dan menindih gadis itu di bawah. Sang gadis menikmati semua sentuhan itu seperti telah terbiasa.


Tubuh Se Se bergetar menahan rasa nikmat dari sentuhan jari jemari Raja Wei. Gadis itu mendesah dalam keadaan masih memejamkan mata dan tertidur, tanpa sadar dia membalas ciuman dan sentuhan dari pemuda yang tengah mencoba melahapnya.


Raja Wei tidak sanggup menahan hasratnya lagi, suara desahan dari bibir Se Se membuat gairahnya semakin memuncak.


Raja Wei mengayunkan pinggulnya dengan pelan, dia tidak ingin menyakiti bayi kecilnya. Pemuda itu bermain dalam waktu yang lama, dia merasa tidak pernah cukup saat menikmati tubuh istrinya.


Setelah memuaskan gairahnya, Raja Wei tersenyum puas. Dia memakaikan pakaian mereka seperti semula, kemudian mengecup pipi dan memeluk gadis itu.


Sementara Se Se masih melanjutkan mimpi indahnya, gadis itu bermimpi bercumbu dengan Raja Wei di dalam kamar.


Se Se memeluk Raja Wei yang baru saja tertidur, dia menjajah bibir pemuda itu dengan lembut namun penuh gairah. Raja Wei membuka mata dan menatap istrinya.


"Apakah istriku belum puas tadi?" batin Raja Wei.


Pemuda itu tersenyum, dia membalas ciuman dari Se Se, jarinya menyelinap di balik kain yang menutupi tubuh istrinya.


"Plakkk!"


Mata Se Se terbuka lebar, dia menampar wajah Raja Wei dan segera menjauh dari tubuh pemuda itu.


Se Se mengusap-ngusap bibirnya dengan punggung telapak tangan, dia kesal karena bibirnya penuh dengan aroma pemuda itu. Sesaat dia merasakan aroma itu mirip dengan aroma suaminya. Namun dia menggelengkan kepala, tak percaya dengan perasaan itu.


"Nona galak, kamu yang lebih dulu menyerangku, kenapa malah menamparku?" tanya Raja Wei dengan niat menggoda istrinya.


"Kau... Kau! Cabul, mesum, hidung belang, tak tahu malu!" maki gadis itu dengan wajah memerah.


Raja Wei tertawa, dia tidak tahan melihat wajah malu permaisurinya.


"Nona, apakah barusan kamu bermimpi tentang sesuatu yang memalukan?" goda Raja Wei lagi.


"Jangan sembarangan bicara!" jawab Se Se dengan wajah yang makin memerah.


"Kamu bahkan menyerangku saat tidur, sepertinya kamu benar-benar butuh seorang pria." ucap Raja Wei dengan senyuman nakal di wajahnya.


"Kenapa aku bisa bermimpi hal memalukan itu? apakah aku terlalu lama kesepian?" batin Se Se.


"Tutuplah mulutmu! kepalaku sakit saat mendengar suaramu." ucap Se Se dengan wajah makin merah.

__ADS_1


Se Se berjalan keluar dari gua, dia tidak ingin pemuda itu melihat wajahnya yang memerah.


"Jika itu mimpi, kenapa terasa sangat nyata? Bahkan di bawah sana masih terasa lembab dan sedikit berdenyut. Apa aku ikut tertular sifat mesum dari kedua pemuda itu?" batin Se Se.


Se Se mengacak-ngacak rambutnya, dia merasa frustasi memikirkan mimpi basahnya tadi.


"Hahhh... apa yang kulakukan? Pemuda mesum itu belum memberitahu lokasi suamiku." ucapnya setelah selesai melepas rasa frustasi.


Dia berjalan kembali ke gua dan bertanya pada pemuda yang masih berbaring di tanah.


"Di mana suamiku? apa yang terjadi padanya?


Raja Wei menatap wajah istrinya sambil berpikir, "Istriku benar-benar lugu, berulang kali aku mengatakan diriku ada di sini tapi dia tidak percaya."


"Hahaha..."


Raja Wei tertawa kecil memikirkan keluguan dan kepolosan istrinya. Sementara rasa kesal gadis itu telah sampai di puncak.


"Kau benar-benar ... !" ucapan Se Se tertahan rasa emosi dan amarah.


"Kembalilah ke kediaman Yang, orang yang kamu cari ada di sana." ucap Raja Wei sambil memandang wajah Se Se.


"Apa maksudmu?" tanya Se Se tak percaya.


"Karena kamu sudah menolongku, Raja Wei juga sudah tertolong. Dia akan segera kembali ke kediaman Yang." jawab Raja Wei dengan wajah serius.


"Aku tidak percaya dengan pemuda ini, namun tidak ada pilihan lain, aku tidak tahu di mana dia sekarang. Sebaiknya aku kembali ke kediaman Yang lebih dulu dan memeriksa kebenaran dari kata-katanya." batin Se Se.


Se Se berjalan meninggalkan gua, Raja Wei mengikuti dari belakang. Dia melindungi gadis kecilnya secara diam-diam.


"Permaisuri!" jerit seorang pria berbaju hitam dari arah depan.


Ti San menemukan Se Se di dalam hutan, dia segera mendekat dan berlutut di hadapan gadis itu.


"Permaisuri, maafkan hamba yang telah lalai melindungi anda!" ucap Ti San.


"Berdirilah, tidak perlu berlutut di depanku!" ucap Se Se.


"Pria ini pasti tidak tidur semalaman, matanya sudah mirip panda, namun dia masih mencariku dengan sepenuh hati. Benar-benar orang yang dapat diandalkan. Beruntung sekali Raja Wei menemukan pengawal seperti ini." batin Se Se.


Ti San meniup sebuah peluit yang tergantung di lehernya, Se Se menatapnya dengan heran.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Se Se dengan wajah penasaran.

__ADS_1


"Peluit ini untuk mengumpulkan anggota Pasukan yang berada di sekitar." jawab Ti San.


"Prittt... Prittt...!"


Suara peluit lain saling tumpang tindih dari berbagai arah.


"Kita harus kembali ke kediaman Yang. Seseorang memberitahuku bahwa Raja Wei sudah kembali ke sana." ucap Se Se pada Ti San.


"Baik Permaisuri." jawab Ti San.


Ti San meniup peluitnya lagi, namun kali ini dengan cara yang berbeda. Se Se menatapnya heran tanpa bertanya, Ti San seolah mengetahui pertanyaan di hati Permaisuri, pengawal itu kemudian menjawab.


"Ini adalah suara perintah untuk kembali ke kediaman Yang."


Mereka kembali ke kediaman, Raja Wei lebih dulu sampai. Dia sudah memasang kembali topengnya dan berganti pakaian baru yang dibelinya di tengah jalan.


"Nona, akhirnya Nona kembali." ucap Ling Er.


"Apakah Raja Wei sudah ditemukan?" tanya Se Se dengan wajah cemas.


Ling Er mengangguk, dia memberitahu Se Se bahwa Raja Wei baru saja masuk ke kediaman dan saat ini ada di kamar Se Se.


Gadis itu berjalan dengan cepat menuju kamar, dia membuka pintu kamar dengan kasar dan segera memeluk suaminya.


"Maaf sudah membuatmu khawatir." ucap Raja Wei sambil membalas pelukan dari Se Se.


^^^BERSAMBUNG...^^^


Apa yang mereka lakukan setelah berbulan-bulan tidak bertemu?


A. Berpelukan dalam waktu lama.


B. Menangis bersama.


C. Ehem....


D. Tulis jawaban yang teman-teman inginkan di kolom komentar.


Terima kasih sudah membaca karya saya yang masih banyak kekurangan ini. Mohon dukungannya, jangan lupa Like & Vote nya ya... 😘😘😘


...XieXie...


...Arigato...

__ADS_1


...Danke...


...💖💖💖...


__ADS_2