The Princess Story

The Princess Story
Ep 121. Terciduk


__ADS_3

"Hahaha... Teruslah merintih, suara rintihan mu membuat gairah ku semakin tinggi." ucap Han Ze Liang sambil menggigit daun telinga Li Siang.


Bukannya kasihan, Han Ze Liang makin kasar memperlakukan Li Siang. Dia menggigit sekujur tubuh wanita itu hingga berbekas dan berdarah.


"Bajingan ini, aku akan membunuh dan memotong alat k*lamin nya itu setelah menjadi Putri Mahkota." batin Li Siang.


Han Ze Liang membebaskan pusaka nya yang sejak tadi memberontak ingin keluar kemudian memasukkan pusaka itu ke dalam tubuh Li Siang dari belakang.


Li Siang menjerit kesakitan, Han Ze Liang menutup bibirnya dengan telapak tangan agar suara Li Siang tidak terdengar dari luar.


Han Ze Liang mulai menghentakkan pusaka nya keluar masuk tubuh Li Siang, wanita itu terus mengeluarkan air mata karena menahan rasa sakit akibat hentakan kasar dari Han Ze Liang.


Belum puas menyiksa wanita itu, dia mulai mencambuk tubuh Li Siang dengan sebuah tali pendek yang berada dibalik bantal.


Li Siang makin merintih, darah mulai keluar dari kulitnya yang dicambuki oleh Han Ze Liang.


Ti San mengawasi mereka dari atas atap, sesuai perintah Raja Wei, Ti San meneteskan obat perangsang kuat ke tempat dupa yang masih menyala di kamar Han Ze Liang.


Dalam hitungan detik, Li Siang tidak lagi memohon untuk di hentikan. Kini wanita itu secara aktif menggerakkan tubuhnya mengikuti hentakan dari Han Ze Liang.


Desahan mulai terdengar, Ti San menelan liurnya saat melihat kedua melon yang bergerak naik turun di tubuh Li Siang.


"Tugas ini benar-benar menyiksa 'adik kecilku', aku perlu pelampiasan setelah pekerjaan ini selesai." batin Ti San sambil menyentuh pusaka nya yang mulai mengeras.


Sementara itu, aula perjamuan menjadi hening karena menunggu kemunculan penari utama mereka yaitu Li Siang.


"Kasim Ma, cepat panggil penari utama kita untuk segera tampil lagi." perintah Kaisar.


"Baik Yang Mulia." jawab Kasim Ma.


Beberapa menit kemudian Kasim Ma kembali ke aula dengan seorang pelayan wanita.


"Maaf Yang Mulia, hamba tidak menemukan penari utama di ruang ganti. Pelayan ini bilang bahwa dia mengetahui dimana penari itu berada. Tapi..." Kasim Ma menghentikan ucapannya.


"Tapi apa?" tanya Kaisar tidak sabar.


"Ta...Tapi... penari itu saat ini berada di kamar Pangeran 5." jawab Kasim Ma.


"Brakkk!" Kaisar memukul meja.

__ADS_1


"Benar-benar keterlaluan! Antar aku ke sana sekarang!" ucap Kaisar dengan wajah merah padam.


Kaisar dan beberapa tamu menuju ke kamar Han Ze Liang, tentu saja Raja Wei dan Han Ze Xing mengikuti dari belakang untuk menonton pertunjukkan menarik.


Selir Fei terlihat terkejut dan panik, dengan cepat dia memerintahkan seorang pelayan untuk memberitahukan hal ini kepada Han Ze Liang.


Pelayan Selir Fei lebih dulu sampai, dia mengetuk pintu namun Han Ze Liang tidak menggubrisnya. Hingga akhirnya Kaisar tiba dan menendang pintu dengan kasar.


Kaisar dan tamu membelalakkan mata mereka ketika melihat Han Ze Liang masih menindih dan memompa tubuh Li Siang meskipun sedang di tonton oleh banyak orang.


"Akhh... tubuh mu benar-benar nikmat!" ucap Han Ze Liang masih dengan menggerakkan pinggulnya.


Li Siang berbalik dan mengangkat tubuhnya hingga memperlihatkan kedua melon yang sejak tadi tertindih.


"Glup!"


"Glek!"


"Uhukk... Uhukk...!"


"Besar sekali!"


"Mengagumkan!"


Wajah Selir Fei menjadi pucat, "Habis sudah usaha ku selama ini!" batin Selir Fei.


Kaisar merasa malu dan murka melihat tingkah Han Ze Liang yang terlewat batas. Dia memerintahkan pengawal untuk memisahkan kedua orang itu.


Han Ze Liang tersadar dan segera menutup pusakanya dengan kedua tangan. Dengan tubuh bergetar dia berlutut di hadapan Kaisar.


Li Siang masih dibawah pengaruh obat, dia mencium pengawal yang menariknya dan melepaskan pakaian pengawal itu.


Han Ze Liang merasa sangat malu di lihat oleh banyak orang, dirinya masih bugil tanpa pakaian.


Han Ze Xing mengambil selimut di ranjang kemudian menutupi tubuh Han Ze Liang, Han Ze Xing merasa kasihan dan iba melihat adik tirinya dipermalukan di depan banyak orang.


Sementara Raja Wei menatap Han Ze Liang dengan senyuman puas, memang dia yang merencanakan hal ini agar reputasi Han Ze Liang hancur.


Se Se melihat Li Siang dengan tatapan iba, dia merasa kasihan kepada wanita itu karena menjadi korban dari keserakahannya. Dia melepas jubah nya dan memakaikan ke tubuh Li Siang.

__ADS_1


Bukannya berterima kasih, wanita itu hendak menampar Se Se saat dirinya sudah tersadar. Raja Wei dengan cepat menangkap tangan Li Siang dan memutarnya ke belakang hingga terdengar suara tulang yang patah.


Raja Wei mendorong tubuh Li Siang hingga tersungkur di atas lantai, dia memeluk tubuh Se Se dan bertanya dengan wajah cemas. "Kamu tidak apa-apa?"


Se Se mengangguk kemudian menghela napas. "Kamu... benar-benar menyedihkan!" ucapnya sambil melihat Li Siang yang masih telanjang.


"Mulai hari ini, gelar Pangeran akan di cabut dan Han Ze Liang di turunkan menjadi rakyat biasa. Dia tidak boleh lagi tinggal di istana ini." ucap Kaisar.


"Ayah Kaisar, maafkan saya, saya sudah digoda oleh wanita jalang ini!" ucap Han Ze Liang sambil berlutut dan menghormat berkali-kali.


Selir Fei ikut berlutut dan memohon pengampunan.


"Yang Mulia, anda tidak boleh melakukan ini. Semua ini salah wanita jalang itu, dia yang sudah menggoda Ze Liang dan masuk ke kamar ini." ucap Selir Fei sambil menangis histeris.


Han Ze Xing ingin membuka suara untuk membela Han Ze Liang namun di larang oleh Raja Wei.


Raja Wei menarik lengan Han Ze Xing dan berbisik, "Jangan coba-coba untuk membantunya!"


"Paman..." Han Ze Xing tidak meneruskan perkataannya.


Han Ze Xing menatap Raja Wei dengan wajah memelas, dia tidak ingin Han Ze Liang di usir dari istana. Raja Wei mengabaikan Han Ze Xing, dia sudah bertekad untuk mengusir ibu dan anak itu dari istana agar tidak membahayakan nyawa Han Ze Xing.


Se Se hanya bisa menghela napas tanpa berbuat apa-apa, dia tidak ingin mencampuri urusan keluarga istana.


"Hahaha... aku wanita jalang? Bukankah kalian yang membuatku seperti ini?" ucap Li Siang sambil tertawa lepas, dia mulai kehilangan akal sehatnya.


Li Siang menatap Se Se dengan penuh kebencian, "Aku akan membunuh wanita jalang ini dan anak di dalam perutnya lebih dulu sebelum aku mati!" batin Li Siang.


Li Siang berdiri dan menarik pedang dari sarung di pinggang salah satu pengawal, dia berlari dengan cepat dan mengayunkan pedang di tangannya, pedang di arahkan ke perut Se Se yang sudah membesar.


"Permaisuri!!!"


^^^BERSAMBUNG...^^^


Hai teman-teman...


Mohon dukungan nya.


Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.

__ADS_1


Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.


Terima Kasih💖


__ADS_2