The Princess Story

The Princess Story
Ep 90. Rahasia Huang Se Se


__ADS_3

Raja Wei duduk di dalam ruang kerja ditemani oleh Yu yang setia di sudut ruangan. Pemuda itu menulis nama untuk bayi kembarnya. Dia menulis beberapa nama di sebuah kertas. Merasa tidak puas, Raja Wei meremas dan membuang kertas itu ke lantai.


Raja Wei mengambil kertas baru, dia mulai menulis nama yang lain. Raja Wei mengerutkan keningnya, dia masih belum puas. Kertas itu kembali di remas dan di buang ke lantai. Begitu seterusnya hingga seluruh lantai di ruangan itu penuh sampah kertas yang berserakan.


Yu yang berdiri di sudut ruangan diam-diam tersenyum saat melihat tingkah Raja Wei yang menggemaskan. Menulis laporan saja tidak pernah membuat Raja Wei sampai menghabiskan kertas sebanyak itu.


Sementara itu, bayi kembar saat ini sedang dalam gendongan ibunya. Bayi-bayi kecil itu terlihat sangat lucu.


Mata bayi laki-laki mirip Raja Wei. Mulut mungil, hidung mancung serta kulit putih mirip dengan Se Se. Sedangkan bayi perempuan lebih mirip dengan ayahnya, seperti Raja Wei versi perempuan.


Se Se berada di dalam kamar bersama bayi-bayi nya dan Ling Er. Dia tersenyum bahagia melihat bayi kembarnya lahir dengan tubuh sehat tanpa kekurangan apapun.


Se Se merasa bersyukur karena bisa melahirkan anak-anak dari Raja Wei walaupun dengan menahan rasa sakit yang luar biasa, rasa sakit itu telah hilang saat melihat wajah kedua bayinya.


"Nona, apakah nona sudah memikirkan naka untuk Pangeran Dan Putri?" tanya Ling Er.


Se Se menggelengkan kepala, dia berpikir sejenak, kemudian berkata, "Aku akan menyerahkan nama bayi kepada ayahnya."


Ling Er mengangguk, "Ah benar, Yang Mulia akan mencari nama untuk Pangeran dan Putri."


"Tok... Tok... Tok...!"


Raja Wei mengetuk pintu, dia masuk tanpa menunggu jawaban dari Se Se. Raja Wei berjalan mendekat ke tempat tidur, dia mengecup bibir Se Se dan memeluknya.


Ling Er merasa menjadi nyamuk pengganggu di sana. Dia segera keluar dan menutup pintu kamar.


"Yang Mulia... apa anda sibuk?" tanya Se Se.


"Xuan... panggil aku Xuan!" pinta Raja Wei.


Se Se tersenyum memikirkan sifat keras kepala suaminya. Dia mengingat saat di restoran, pria itu memaksanya untuk memanggil dengan nama Xuan.


"Apa yang sedang permaisuriku pikirkan? kenapa kamu tersenyum dengan bahagia seperti itu?" tanya Raja Wei penasaran.


"Saya sedang memikirkan seorang pemuda yang sangat keras kepala." jawab Se Se dengan manatap kedua mata Raja Wei.


Raja Wei mengerutkan keningnya, wajahnya terlihat kesal. Dia kemudian bertanya, "Apakah aku mempunyai saingan baru lagi sekarang?"


Senyum di wajah Se Se bertambah lebar mendengar pertanyaan dari Raja Wei. "Dasar tukang cemburu!" gumamnya.

__ADS_1


"Lihat bayi-bayi kita, mereka sangat mirip dengan mu." ucap Se Se sembari menggendong Pangeran kecil di lengannya.


Raja Wei menggendong Putri kecilnya, dia menatap wajah bayi itu dan menatap wajah Se Se secara bergantian.


"Mereka lebih mirip dengan mu." ucap raja Wei.


Raja Wei dan Se Se saling bertatapan kemudian tertawa lucu, mengingat kemarin Tuan Huang dan Ye Yuan juga meributkan hal yang sama.


"Mereka mirip dengan kita berdua." ucap Raja Wei sambil mengecup wajah putri kecilnya.


"Ck... jangan menciumnya!" keluh Se Se tidak senang melihat Raja Wei mengecup bayi mereka tanpa membersihkan wajahnya lebih dulu.


"Kenapa? Kenapa tidak boleh?" tanya Raja Wei dengan wajah bingung.


"Bersihkan dulu wajah mu sebelum mencium mereka, kulit bayi sangat sensitif dengan kotoran dan kuman." ucap Se Se dengan wajah kesal.


"Ck... Ck... Ck... Sekarang Permaisuri menganggap ku penuh kuman dan kotoran. Sepertinya aku tersaingi oleh Putra dan Putri ku sendiri." keluh Raja Wei dengan wajah pura-pura sedih.


"Hahaha..."


Se Se tertawa lucu melihat wajah suaminya yang menggemaskan.


"Berhentilah berpikiran mesum. Saat ini masih tidak boleh!" ucap Se Se yang mengetahui isi pikiran Raja Wei.


"Hufff...!"


Raja Wei menghela napas, dia berkata, "Sepertinya mulai sekarang aku tersingkirkan oleh kedua bayiku."


"Pokkk!"


Se Se menjitak ringan kepala Raja Wei, dia berkata, "Hentikan keluhanmu, apa kamu tidak malu di dengar oleh anak-anak?"


"Akh... Akh...! kepalaku terasa akan pecah karena pukulan Permaisuri." keluh Raja Wei sambil memegang kepalanya dan berakting kesakitan.


"Hufff... " Se Se menghela napas.


"Bayi kecilku sepertinya bertambah satu lagi." gumam Se Se.


Raja Wei berhenti menggoda istrinya, dia mengecup bibir Se Se dan mengeluarkan kertas yang bertulis nama bayi mereka.

__ADS_1


"Han Ze Xin, Han Ze Xia. Nama yang bagus, kelak nama panggilan kalian adalah Xin Xin dan Xia Xia." ucap Se Se membaca nama yang ditulis Raja Wei.


"Xiao Se Se, apa kamu sudah tahu nama asliku?" tanya Raja Wei.


Se Se menggeleng kepala. Dia tidak tahu nama asli dari Raja Wei karena tidak pernah ada yang menyebutkan nama nya.


"Han Ze Xuan... nama lengkap ku Han... Ze... Xuan... Mulai sekarang, kamu harus mengingatnya." ucap Raja Wei.


Se Se mengangguk, dia meletak bayi di tempat tidur mereka. Raja Wei membuat baby box untuk bayi sebelum Se Se melahirkan.


Se Se kembali ke tempat tidur, dia memeluk erat Raja Wei dan berkata, "Ada sesuatu yang harus aku bicarakan dengan mu, Xuan..."


Wajah Se Se menjadi serius, Raja Wei melepas pelukan Se Se dan bertanya, "Ada apa Permaisuri ku?"


"Xuan... aku... sebenarnya aku..." kata-kata itu sulit dia keluarkan.


Raja Wei mengelus lembut kepala gadis itu dan berkata, "Jika sulit, tidak perlu dikatakan sekarang. Aku akan menunggu hingga kamu siap mengatakan rahasia yang kamu simpan."


"Xuan... aku ingin mengatakannya sekarang." Se Se menatap kedua mata Raja Wei, dia meneruskan perkataannya. "Aku bukan Huang Se Se yang asli. Aku... datang dari dunia lain, jiwaku masuk ke tubuh gadis ini. Aku tahu cerita ini terdengar aneh dan tidak masuk akal, tapi aku, benar-benar bukan Huang Se Se yang asli."


Raja Wei menatap Se Se dengan wajah bingung, dia memang sulit percaya dengan cerita mistis seperti itu.


"Lalu di mana Huang Se Se yang asli?" tanya Raja Wei.


"Dia sudah meninggal saat tenggelam di kolam teratai. Aku menggantikan jiwanya yang sudah meninggal, tubuhnya sekarang menjadi milik ku. Tapi... aku tidak tahu sampai kapan aku akan berada di tubuh ini. Mungkin saja suatu hari nanti jiwa ku akan kembali ke dunia asal ku." jawab Se Se dengan mata berkaca-kaca.


^^^BERSAMBUNG...^^^


Gimana menurut teman-teman? Apakah jiwa Se Se akan meninggalkan tubuh itu?


A. Ngak dong, kan jiwa pemilik aslinya uda meninggal.


B. Mungkin saja, karena itu bukan tubuh nya.


C. Mungkin iya, mungkin ngak. I dunno.


D. Tulis jawaban yang ada dalam pikiran teman-teman di kolom komentar.


Terima Kasih sudah mengikuti cerita ini sampai sekarang. Saya bukanlah apa-apa tanpa teman-teman pembaca yang sudah mendukung saya untuk terus melanjutkan karya ini. 😘💖 Aku padamu... 💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2