The Princess Story

The Princess Story
Permaisuri Murka


__ADS_3

Se Se kembali ke ruang perjamuan yang dia adakan untuk para prajurit, namun tidak ada satu pun prajurit yang berada di sana kecuali penjaga kediaman.


"Ling Er, di mana mereka semua?" tanya Se Se dengan wajah penasaran.


Ling Er menghela nafas, ia kemudian menjawab, "Yang Mulia, mereka semua masih berada di depan gerbang istana."


"Apa maksudnya masih berada di depan gerbang? Jangan bilang mereka berdiri di sana sepanjang hari!" ucap Se Se dengan suara yang meninggi.


Ling Er mengangguk, ia kemudian berkata, "Mereka semua di suruh menunggu di depan gerbang karena Yang Mulia Kaisar belum mengizinkan mereka untuk masuk. Yu dan Jenderal Yang juga berdiri di depan gerbang, mereka menunggu izin dari Yang Mulia Kaisar yang tidak jelas kapan akan diberikan."


"Ini semua pasti ulah para menteri kerajaan yang menentang kekuasaan Xuan. Aku tidak akan membiarkan mereka menindas orang-orangku!" pikir Se Se.


"Ling Er, siapkan kereta kuda sebanyak mungkin! Kita akan berangkat ke gerbang istana sekarang juga dengan membawa semua makanan dan minuman yang sudah kita siapkan!" perintah Se Se dengan hati yang menahan amarah.


"Baik Yang Mulia." jawab Ling Er bersemangat.


Beberapa saat kemudian, seorang pengawal datang menghadap Se Se. Pria itu memberi hormat kemudian berkata, "Yang Mulia, kami sudah menyiapkan 20 kereta kuda tapi masih belum cukup untuk membawa semua makanan dan minuman. Apa yang harus kami lakukan?"


"Kalian akan berangkat lebih dulu ke sana dan bawa semua pelayan dapur. Aku akan membawa semua sisanya, sediakan seekor kuda untukku!" ucap Se Se.


"Baik Yang Mulia!" jawab pengawal itu lalu segera keluar dari sana dan melaksanakan perintah dari majikannya.


Ling Er mendekat, dia kemudian berbisik, "Permaisuri, kita tidak memberitahukan hal ini kepada Yang Mulia?"


"Tidak perlu, aku akan mengurus semuanya. Biarkan Xuan beristirahat, dia pasti sangat lelah." jawab Se Se.


"Tapi...!"


Ling Er hendak membantah, namun Se Se memotong perkataannya, "Minta pelayan dapur untuk membungkus semua makanan dan minuman. Lalu perintahkan mereka semua untuk ikut ke gerbang istana!"


"Ikut? Untuk apa?" tanya Ling Er.


"Tentu saja untuk memerankan peran rakyat yang mengasihi para pahlawannya!" ucap Se Se dengan senyuman licik.


Kereta kuda berangkat bersama dengan para pelayan yang bertugas di dapur, mereka tiba dalam waktu 30 menit.

__ADS_1


"Ada apa ini? Kenapa banyak sekali kereta kuda yang berhenti di depan gerbang istana?" tanya salah satu prajurit.


"Entahlah!" jawab prajurit di sebelahnya.


Para prajurit lain dan penduduk di sekitar menjadi penasaran karena puluhan kereta kuda berhenti di belakang barisan para prajurit yang sedang berdiri.


Pelayan-pelayan dapur dari kediaman Raja Wei turun satu persatu, pengawal mengangkat makanan dan minuman tak lupa dengan sebuah meja panjang yang sudah di gelar terlebih dulu.


"Apa yang harus kita lakukan?" tanya seorang pelayan yang bernama He Yan.


"Susun saja semua makanan dan minuman ini dengan rapi di meja. Selanjutnya kita akan menunggu hingga Permaisuri tiba!" jawab seorang pengawal.


Pelayan-pelayan itu segera melakukan perintah dari pengawal tersebut. Satu persatu makanan di tata rapi di atas meja panjang yang sudah lapisi dengan kain berwarna putih.


Sementara itu Se Se memasukkan semua makanan dan barang-barang yang ia butuhkan ke dalam ruang dimensi. Wanita itu pun berangkat dengan seekor kuda yang sudah disiapkan untuknya.


Dalam perjalanan, Se Se berpikir keras untuk menemukan cara mengeluarkan makanan dari ruang dimensi tanpa ketahuan oleh orang-orang. Hingga akhirnya ia tiba di tempat yang dituju.


"Yang Mulia Permaisuri!" ucap semua prajurit secara serentak sambil memberi hormat.


Se Se melompat turun dari kereta kuda, ia kemudian berbisik di telinga Ling Er. "Bawa pergi semua kereta kuda ini, kembalilah setelah kalian berkeliling satu kali di kota."


Se Se berdiri di depan para prajurit yang berbaris, dia kemudian berkata dengan suara keras, "Aku mempersiapkan semua makanan dan minuman ini bersama para pelayan, aku harap kalian para pahlawan kami yang sudah berjuang mempertahankan negara ini untuk dapat menikmati jamuan dari kami meskipun hanya sekedar jamuan yang sederhana."


Se Se menatap ke arah para pelayan dan pengawal kediaman, dia kemudian memberi perintah, "Bagikan semua makanan ini kepada para pahlawan kita!"


"Baik Yang Mulia!" jawab mereka semua dengan serentak.


Satu persatu prajurit mendapatkan bagian makanan, Yu dan Yang Fei Xi juga mendapatkan bagiannya yang langsung diberikan oleh Permaisuri mereka.


"Terima kasih Yang Mulia." ucap Yu yang merasa terharu dengan perhatian dari wanita milik Tuannya.


"Istirahatlah sebentar, aku akan menyiapkan kursi untuk kalian." ucap Se Se.


Tak lama setelah itu, puluhan kereta kuda yang di bawa oleh Ling berkeliling kota sudah kembali. Se Se masuk ke dalam kereta itu, satu persatu kereta itu di isi olehnya dengan barang-barang yang dia keluarkan dari ruang dimensi.

__ADS_1


Setelah selesai mengisi semua kereta, Se Se berkata kepada pengawal kediaman, "Tolong keluarkan semua barang dari kereta kuda!"


Mulai dari makanan cadangan yang dibuat oleh pelayan dapur hingga kursi panjang dari kayu yang ada di ruang perjamuan. Semua barang itu dibawa oleh Se Se di dalam ruang dimensi.


"Duduklah di kursi ini sambil menunggu perintah dari Yang Mulia Kaisar! Aku tidak ingin kalian berdiri terlalu lama setelah menempuh perjalanan sejauh ribuan kilometer, jadi aku menyiapkan kursi-kursi ini untuk kalian!" ucap Se Se.


Semua orang yang mendengar kata-kata itu merasa terharu, bahkan ada beberapa prajurit yang meneteskan air mata.


"Kita harus bersyukur memiliki Permaisuri yang sebaik ini!" bisik seorang prajurit.


"Benar, bahkan Kaisar saja tidak memperlakukan kita dengan layak!"


"Stttt! Kau mau dipenggal ya?


"Biarlah aku dipenggal, aku sungguh muak menunggu seharian hanya untuk menemui Kaisar yang tidak memperdulikan nasib kita!"


"Benar, untung saja Yang Mulia Raja Wei sudah pulang lebih dulu. Aku tidak akan sanggup jika melihat beliau dipermalukan seperti ini!"


"Bukankah hubungan Yang Mulia dan Kaisar begitu baik dan harmonis? Kenapa beliau memperlakukan kita seperti ini?"


Entahlah, mungkin saja beliau merasa posisinya terancam karena Yang Mulia Raja Wei selalu mendapat dukungan dari rakyat."


"Sudahlah, kalian semua berhenti membahas hal ini sebelum percakapan kalian terdengar oleh orang lain!"


"Hahhh... Memikirkannya saja membuatku kesal!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Seorang penjaga gerbang melaporkan hal ini kepada para menteri yang berada di ruang pertemuan di dalam istana. Wajah Menteri itu menjadi berang, dia kemudian membisikkan sesuatu ke telinga penjaga itu sambil tersenyum licik.


Seorang kasim keluar dari gerbang istana, kasim itu membacakan titah dari Kaisar.


"Semua prajurit yang ada di sini harus berdiri sambil menunggu izin dari Kaisar. Tidak ada yang diperbolehkan untuk makan dan minum selama menunggu! Jika ada yang membantah maka orang itu akan dihukum cambuk sebanyak 30 kali!"


Tiba-tiba saja ratusan prajurit penjaga istana keluar dari gerbang, mereka menyeret satu persatu prajurit yang sedang menikmati makanan mereka.

__ADS_1


"Hentikan!" bentak wanita itu dengan wajah kesal dan sangat marah.


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2