
Liontin itu bersinar semakin terang Zee bingung apa yang terjadi pada kalungnya bahkan Raja Been pun terkejut sebenarnya apa yang terjadi kepada liontin anaknya bersinar seperti itu, cahayanya sangat terang menyilaukan.
Tiba tiba Raja Been dan Zee sudah berada di sebuah taman yang sangat indah udaranya begitu segar bunga bunga bermekaran sungai mengalir dengan deras indah sekali.
Mereka takjub dengan pemandangan yng dilihatnya tidak pernah mereka menemukan tempat seindah itu pikir mereka.
"ayah dimana ini" tanya Zee pada sang ayah
"ayah juga tidak tau putriku"
"Been, putriku zee" suara yang sangat lembut, suara yang merdu, suara yang selama ini mereka rindukan.
"apakah aku tidak salah dengar" pikir Raja Been
"apakah itu tadi suara bunda" pikir zee
tiba tiba suara kecapi mengalun indah di telinga mereka.
Mereka berjalan mengikuti suara itu sampai ahirnya mereka melihat sebuah paviliun putih di sana terdapat seseorang prempuan rambutnya terurai, dia memakain mahkota dari bunga,memakai gaun berwarna putih, dia duduk memainkan sebuah kecapi dengan sangat anggun.
Karna penasaran Ayah dan anak itu mendekati paviliun itu betapa terkejutnya mereka dengan apa yang dilihatnya.
Wajah yang selama ini mereka rindukan, wajah yang sangat cantik terlihat lembut.
Perempuan itu membuka matanya selesai meimainkam kecapi itu.
"kalian sudah datang" tanyanya
__ADS_1
"ibundaaa" Zee datang memeluk ibunda tercintanya.
Raja Moldova hanya bisa diam membeku di tempat dia masih tidak percaya apa yang dilihatnya sekrang apakah ini nyata apakah ini hanya ilusinya saja pikir Raja Moldova.
Raja Moldova mendekat perlahan lalu dia memegang wajah dari permaisuri tercintanya setelah Zee melepaskan pelukannya, dia menyentuh wajah sang Istri yang selama ini dia rindukan matanya berkaca kaca, bunda dari Zee tersebut hanya bisa tersenyum melihat Raja Maldovi berkaca kaca tak lama kemudia Raja Maldovi memeluknya sangat erat seakan takut kehilangan.
"Ratuku apa ini sungguh kamu"
"iya ini aku, apa kamu merindukanku" ucap Ratu jahil.
"tentu saja aku sangat merindukanmu" jawab Raja Maldovi lalu melepaskan pelukannya.
"lihatlah anak kita sudah besar dia tumbuh menjadi anak gadis yang cantik seperti dirimu" menunjukan Zee pada istrinya.
"iya dia sangat cantik, bahkan lebih cantik dariku"
"jagalah putri kita dengan baik,aku tidak akan lama disini hanya satu kali ini aku bisa menemui kalian, ingatlah satu pesan dari ibunda nak ibu akan sangat bahagia jika kau bahagia tetaplah bahagia walaupun tidak ada ibunda di sisimu nak ingatlah ibunda akn tetap ada disini dihatimu" ucapnya sambil menunjuk dada Zee.
"dan jagalah putru kita baik baik Raja, aku mencintaimu, ibunda mencintaimu Zee" sambil mengecu puncak kepala Zee.
"aku mencintamu suamiku" sambil memeluk Raja Moldova.
"maafkan aku harus kembali, jaga diri kalian baik baik"
setelah mengatakan itu dia menghilang.
Raja Maldovi dan putrinya Zee kembali ke ruangan sebelumnya mereka berdua masih mencerna apa yang sebenarnya terjadi, kenapa tiba tiba cahaya itu lenyap dan yah kalung yang di gunakan oleh zee kembali seperti semula.
__ADS_1
sementara itu Zee mencoba kembali untuk memunculkan cahaya itu tapi ternyata tidak bisa.
"apa ini kenapa hidupku selalu seperti ini kejahatan apa yang telah aku perbuat sampai sampai aku harus kehilangan orang tuaku di lain kehidupan juga"
tangisan Zee sudah tidak terbendung lagi dia menggenggam erat liontin pemberian yang ibunda tercinta.
Raja Moldova sangat tidak tega melihat bagimana putrinya saat ini hancur karna kehilangan ibunya untuk selamanya.
Raja Moldova mendekat kepada Zee dia memegang kedua bahu Zee membuat zee menatapnya dan air mata zee makin derass.
"Aa..Ayaah"dengan suara bergetar zee memanggil ayahnya
Raja Moldova makin tidak kuat menahan air matanya tapi tetap dia tahan dia tak mau terlihat lemah di hadapan putrinya dia harus menjadi kuat untuk menguatkan putrinya.
"Disini masih ada ayah, ayah akan selalu bersamamu, akan selalu mendukungmu, ayah akan menjadi ayah sekaligus ibu untukmu sayang jadi sudah ya jangan bersedih"
Raja Moldova mengucapkan itu untuk menenangkan sanga putri.
Zee langsung memeluk ayahnya dengan sangat erat Raja Moldova setia memeluk Zee sampai tangisan Zee reda.
tak lama setelah itu terdengar dengkuran halus dan nafas tertur dari Zee Raja Moldova mengangkat zee ala bridal style takut nanti tubuh Zee jadi sakit karna posisi tidur.
Raja Moldova meletakan Zee di tempat tidurnya dengan hati hati, lalu mengelus surai Zee dengan lembut.
"selamat istirahat putriku" ucapnya lalu mengecup puncak kepala Zee.
bersambung....
__ADS_1