
Mata Se Se membelalak. Dia mendorong tubuh Ou Yang Chien, tetapi pemuda itu dengan cepat menahan kedua lengannya dan menempelkan bibirnya ke leher Se Se.
Gadis itu meronta, menggerak-gerakkan tangannya untuk membebaskan diri. Namun tenaganya tidak cukup kuat untuk melawan pria itu.
"Ou Yang Chien! Aku akan membunuhmu jika kau tidak menghentikannya sekarang!" ancam Se Se pada pemuda itu.
"BUGHHH!"
Seorang pemuda bertopeng melayangkan tinjunya ke wajah Ou Yang Chien.
Ou Yang Chien tidak sempat menghindarinya karena sedang menikmati leher mulus calon tunangannya. Tinju pemuda itu mendarat di wajah tampannya. Wajahnya menjadi merah kebiruan, dengan sedikit darah di ujung bibirnya.
Se Se merapikan pakaiannya yang terbuka. Dia menatap pemuda yang baru saja menyelamatkannya dari ke buas-an Ou Yang Chien. Pemuda itu dengan cepat memeluknya dan berkata, "Maaf, aku selalu terlambat!"
"Han Ze Xuan! Lepaskan pelukanmu!" bentak Ou Yang Chien.
Raja Wei mengeluarkan aura haus darahnya, dia melepaskan pelukannya dan menarik pedang nya. Kedua pemuda itu kini bertarung sengit. Raja Wei sangat lincah menarikan pedang di tangannya, Ou Yang Chien juga tak kalah gesit.
Setelah bermain lama dengan pedang masing-masing, mereka di kejutkan dengan suara tembakan.
"DOR DOR DOR!!"
Mereka menghentikan tarian pedangnya dan mencari sumber suara. Mereka tertegun saat melihat Se Se yang menembakkan pistolnya ke beberapa pembunuh. Beberapa mayat sudah tergeletak di tanah dengan kepala berlubang.
"DOR DOR DOR!!"
Suara tembakan masih berlanjut. Pembunuh-pembunuh itu seperti tidak ada habisnya. Raja Wei dan Ou Yang Chien menghadapi beberapa pembunuh lain. Se Se memperhatikan arah tujuan para pembunuh, dia panik saat menyadari pembunuh itu berlari ke arah paviliun kecilnya.
Dia segera meninggalkan kedua pemuda itu dan berlari ke kamar Ling Er.
"Akhhh...!"
Terdengar suara dari kamar kak Li. Se Se mengalihkan tujuannya ke kamar keluarga Li. Saat sampai disana, Se Se melihat seorang pembunuh mengarahkan pedangnya ke jantung Kak Li.
Dengan gesit dia segera menendang pedang itu dan bertarung dengan pembunuh yang memakai baju serba hitam dengan penutup wajahnya yang juga hitam.
Se Se melayangkan pukulannya ke wajah pembunuh, dia melompat berputar dan mendaratkan kakinya di telinga kiri pembunuh itu. Pembunuh itu terlempar ke tanah, beberapa pengawal yang baru sampai segera menahan pembunuh itu.
Beberapa pasang mata yang memperhatikan pertarungan itu tertegun tak percaya dengan apa yang baru saja mereka lihat.
"Kakak sangat hebat." gumam anak-anak.
Raja Wei dan Ou Yang Chien yang menyusul gadis itu turut menonton pertarungan tadi. Mereka merasa gadis di depannya, bukanlah gadis yang mereka kenal.
"Gerakan gadis ini sangat lincah, seperti orang yang sudah terlatih untuk bertarung." batin Ou Yang Chien.
"Sejak kapan gadis kecilku menjadi begitu kuat?" batin Raja Wei.
Se Se memeriksa kondisi anak-anak dan kak Li yang baru saja menjadi target pembunuh. Dia mengobati beberapa luka di tangan kak Li dan membalut luka itu dengan hati-hati.
Tidak lama, keluarga Huang sudah berkumpul di sana. Tuan Huang memerintahkan beberapa pengawal untuk membuang mayat-mayat pembunuh itu.
__ADS_1
Ye Yuan mendisiplinkan pengawalnya yang tidak menjaga kediaman dengan baik, sehingga pembunuh dapat masuk di kediaman. Dia pergi ke ruang interogasi untuk menyelidi tuan dari si pembunuh.
Nyonya Xin dan kedua putrinya merasa kesal. "Kenapa gadis jalang ini belum mati juga!" batin Nyinya Xin.
Se Se berjalan ke halaman dekat kamarnya setelah memastikan anak-anak tidak terluka. Kedua pemuda itu mengikuti langkahnya dari belakang.
Se Se duduk di kursi yang ada di taman itu. Dia terlihat kesal karena harus menggunakan kemampuannya di depan orang lain.
"Kenapa kalian masih di sini?" tanya Se Se ketus.
"Kedua pemuda itu saling melirik dengan mata dingin kemudian membuang pandangan mereka ke samping.
"Pergi!" perintah Se Se yang tidak menyukai kehadiran kedua pemuda itu di dekatnya.
Ou Yang Chien membalikkan badannya dan pergi dari sana.
Raja Wei menatap gadis itu beberapa saat. Tiba-tiba dia menyerang Se Se, pemuda itu mengarahkan pukulan dan tendangannya ke gadis itu.
Se Se dengan tangkas menghindar dari serangan-serangan Raja Wei. Dia tidak lagi menyembunyikan kemampuan bertarungnya.
Setelah menyerang dengan beberapa gerakan ringan, Raja Wei mengeluarkan pedangnya dan mengayunkan pedang itu ke tubuh Se Se.
Gadis itu mengeluarkan belati kecilnya dan menahan pedang itu. Dia mundur beberapa langkah, tenaganya kalah jika di bandingkan dengan Raja Wei.
Se Se menurunkan sedikit badannya dan menendang lutut kaki Raja Wei. Pemuda itu melangkah mundur, menghindari tendangan dari Se Se.
Se Se sangat kelelahan hanya dengan beberapa gerakan saja. Tangannya sedikit gemetaran setelah menghabiskan banyak tenaga untuk menahan serangan dari pedang Raja Wei.
Raja Wei menyarungkan pedangnya, dia melangkahkan kakinya ke arah Se Se dan berdiri menatap wajahnya.
"Apa kau benar Huang Se Se yang selama ini aku kenal?" tanya Raja Wei setelah beberapa saat memandang wajah gadis itu.
"....."
Se Se tidak tau harus menjawab apa.
"Aku tidak perduli siapa dirimu. Dimataku, kamu adalah gadis kecil yang membuat duniaku berwarna."
Se Se masih diam tidak berkata apapun. Dia hanya mendengarkan ucapan Raja Wei sambil menatap wajah tampannya.
"Gadis ini, kenapa diam saja?" batin Raja Wei. Kemudian dia mendekatkan bibirnya ke telinga Se Se dan berkata, "Menikahlah denganku!"
Deg Deg Deg
Terdengar suara keras dari jantung gadis itu. Dia tidak menyangka pemuda dingin ini bisa melamarnya.
"Me... Menikah?" gumamnya.
Raja Wei memundurkan wajahnya dan menatap wajah gadis itu. "Ya, menikahlah denganku!" ucap Raja Wei mengulangi perkataanya.
Se Se mendorong tubuh Raja Wei dan menjawab, "Pergilah dari sini! Jangan bercanda denganku!"
__ADS_1
Gadis itu berjalan masuk ke kamar, meninggalkan Raja Wei yang masih berdiri di halaman. Dia merebahkan tubuhnya di tempat tidur dan memejamkan matanya.
Se Se teringat bisikkan dari adiknya di masa lalu. "Kakak, aku lah orang yang melakukan semua itu! aku yang merencanakan kecelakaan Nona muda Wilson, aku yang sudah menandatangani surat persetujuan operasi. Oh, hampir saja aku melupakannya, aku juga yang sudah membunuh Kakak laki-lakimu itu!"
Se Se membuka matanya, dia membalikkan tubuhnya ke samping dan menatap tembok di sebelah tempat tidurnya.
"Apa aku boleh mempercayai mu? Apa aku boleh memberikan hatiku yang pernah hancur ini untukmu? Sepertinya sangat sulit!" gumamnya pelan.
Tok Tok Tok...
"Pergilah!" ucap Se Se tanpa menoleh.
"Apa kakak menganggumu?" tanya Ye Yuan berjalan masuk.
Se Se berbalik dan melihat ke arah pintu.
"Kakak!" ujar Se Se sambil bangkit dari posisi tidurnya.
"Ada yang ingin kakak tanyakan, apa kakak boleh meminta sedikit waktumu?" tanya Ye Yuan.
Se Se mengepalkan tangannya, dengan nada pelan dia bertanya, "Apa yang ingin kakak tanyakan?"
"Siapa kamu sebenarnya?" tanya Ye Yuan tanpa basa basi lagi.
DEG!
"Apakah aku sudah ketahuan? Apa yang harus aku katakan pada kakak? Apa aku boleh menjawabnya dengan jujur?
"Tidak, aku akan dikira gila jika mengatakan asalku dari jaman 1000 tahun yang akan datang!" batin Se Se.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Apa yang akan di katakan Se Se pada kakaknya?
A. Aku adikmu dari jaman 1000 tahun mendatang.
B. Aku adalah adikmu, namaku Huang Se Se!.
C. Aku adalah orang asing yang masuk ke tubuh adikmu.
D. Tulis jawaban kalian sendiri di kolom komentar!
Terima Kasih sudah membaca karya novel saya yang masih banyak kekurangan ini. Saya mengharapkan saran dan kritik dari pembaca untuk membuat karya ini lebih seru dan di minati!
Terima Kasih
Xie Xie
Arigato
Danke
__ADS_1
💖💖💖