
Raja Wei mengecup pipi istrinya yang baru saja tertidur, dia tidak tega membangunkan istrinya karena wanita itu kelihatan sangat lelah setelah seharian menangis.
"Aku pergi... Tunggu aku kembali dan jangan mengundang pria lain masuk ke sini!" bisik Raja Wei.
Saat berkata "ke sini", Raja Wei menunjuk hati istrinya. maksud kata "di sini" adalah ke dalam hati istrinya.
Setelah melihat wajah istrinya semalaman, Raja Wei merasa semakin berat untuk meninggalkan wanita itu. Namun dia tetap harus pergi, karena masalah ini menyangkut nyawa Ye Yuan. Dia tau betapa besar cinta istrinya untuk Ye Yuan, kakaknya itu. Raja Wei berjanji akan membawa Ye Yuan pulang dengan selamat meski harus mengorbankan nyawanya.
Raja Wei berangkat ke perbatasan Utara secara diam-diam, dia tidak ingin ada yang mengetahui jika kediamannya saat ini sedang tidak dijaga olehnya.
Yu dan Pasukan Elang tentu saja mengikuti jejak Raja Wei untuk pergi ke perbatasan, mereka menyiapkan segala keperluan yang akan digunakan di perjalanan. Mulai dari pakaian, makanan dan juga obat-obatan.
Sebelumnya, Se Se sudah mengeluarkan banyak obat-obatan dari ruang dimensi untuk diberikan kepada Yu dan para pasukan. Semua obat itu sudah diberi label cara penggunaan dan fungsi obat itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Wen Yi yang ditinggalkan sendiri merasa sepi, sebab tidak ada Ti Yi yang selalu mengajaknya berbicara. Gadis itu berjalan keluar dari kamar, dia melihat sekeliling halaman yang dipenuhi oleh bunga-bunga yang indah.
Tanpa sadar, Wen Yi berjalan hingga ke halaman depan paviliun utama. Dia mendengar suara tangisan seseorang, karena penasaran, wanita itu mendekat ke arah datangnya suara.
Wen Yi melihat seseorang sedang menangis di dekat pohon persik, wanita itu duduk di bawah pohon sambil menatap ke langit. Dia adalah wanita cantik yang pernah Wen Yi temui saat bersama Ti Yi.
Wen Yi menatap wanita yang tengah menangis itu sambil berpikir, "Kenapa wanita itu menangis dengan sangat sedih? Dia terlihat seperti bangsawan yang berkedudukan tinggi. Aku tidak menyangka jika bangsawan seperti mereka juga bisa menangis seperti ini."
"Siapa di sana?" tanya Ling Er ketika melihat sosok Wen Yi yang sedang berdiri menatap majikannya.
"Ma... Maaf, saya hanya kebetulan lewat dan mendengar suara tangisan. Saya tidak bermaksud untuk mengintip." jawab Wen Yi sambil menunduk.
__ADS_1
"Kamu tidak di izinkan masuk ke taman ini! Keluar dari sini!" ucap Ling Er dengan wajah kesal.
"Ling Er, jangan memarahinya. Dia baru datang ke tempat ini beberapa hari yang lalu, dia pasti belum mengerti peraturan di kediaman ini." ucap Se Se tanpa melihat ke arah kedua wanita itu.
Wen Yi masih menatap wajah wanita yang terlihat sangat sedih di depannya itu, dia merasa iba dan kasihan meski tidak tau apa yang sedang ditangisi oleh wanita itu.
Ling Er melihat Wen Yi masih menatap Permaisuri, dia kembali memarahinya, "Kenapa kamu masih di sini?" bentak Ling Er.
"Maaf, saya akan segera pergi." ucap Wen Yi.
Langkah wanita itu menuju ke luar taman namun matanya masih melihat ke arah Se Se. Ling Er hanya bisa menahan kesal melihat sikap Wen Yi yang kepo.
"Ling Er, jangan terlalu keras terhadapnya, dia juga wanita yang penuh luka." ucap Se Se sambil menghapus air matanya.
"Sebenarnya kenapa aku terus menangis? Aku tidak bisa menahan air mata ini. Bukan berarti aku tidak bisa menemui Xuan dan Kak Ye Yuan lagi saat mereka pergi berperang, jadi sebenarnya, apa yang membuat hatiku terasa begitu sedih?" tanya Se Se dalam pikirannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Perdana Menteri Huang berusaha menyelidiki kejahatan yang telah dilakukan oleh Hong Yu Lin, dia ingin menjatuhkan kedudukan pria itu agar tidak lagi mengusik anak dan menantunya. Namun sekeras apapun dia mencoba, kejahatan dari Hong Yu Lin tidak pernah meninggalkan bukti.
Hal itu membuat Perdana Menteri Huang berpikir keras, "Bagaimana cara untuk menyingkirkan posisi Hong Yu Lin dari kedudukannya saat ini?"
Karena menemui jalan buntu, Perdana Menteri Huang akhirnya memutuskan untuk mengungkapkan rencananya kepada putrinya. Dia mengunjungi kediaman Raja Wei untuk bertemu dengan Se Se.
"Ayah, kenapa Ayah tidak mengirimkan surat saja, agar aku yang mendatangi Ayah?" ucap Se Se saat melihat wajah Ayahnya di ruang tamu.
"Ayah hanya ingin segera bertemu denganmu." jawab Perdana Menteri Huang.
__ADS_1
"Ayah sudah makan? Aku akan menyiapkan makanan dulu untuk Ayah. Tolong tunggu di sini sebentar." ucap Se Se sambil melangkah keluar.
"Padahal aku hanya ingin meminta bantuannya, anakku ini malah jadi repot mengurus makananku." gumam Perdana Menteri Huang dengan wajah bahagia.
Beberapa saat kemudian, Se Se membawa makanan yang sudah dia masak sendiri. Ling Er membantu membawakan makanan, dia meletakkan piring di atas meja makan kemudian meninggalkan ruangan itu.
"Ayah, silahkan dimakan!" ucap Se Se sambil menyerahkan sumpit yang baru saja dia bersihkan dengan sapu tangan.
"Terima kasih." ucap Perdana Menteri Huang.
Pria itu menyantap makanan dengan sangat lahap, sudah lama sekali dia tidak makan makanan yang disiapkan oleh putrinya itu. Bukan hanya rasanya saja yang lezat, kebahagiaan juga terasa, setiap kali dia memasukkan makanan itu ke dalam mulutnya. Karena semua makanan itu adalah masakan putri kecilnya yang sangat berharga.
Setelah selesai menikmati makan siangnya, Perdana Menteri Huang mengungkapkan tujuannya mengunjungi putrinya itu.
"Se Se, Ayah sedang menyelidiki kejahatan yang dilakukan oleh Hong Yu Lin, tapi pria tua itu sangat licik, tidak ada satupun bukti kejahatannya yang tertinggal." ucap Perdana Menteri Huang dengan wajah kesal.
"Ayah, jika tidak ada buktinya, maka kita hanya perlu membuat buktinya saja." ucap Se Se.
"Membuat bukti?" ucap Perdana Menteri Huang mengulangi perkataan anaknya.
"Ya, kenapa harus mencari bukti yang tidak ada saat kita bisa merekayasa bukti itu?" ucap Se Se dengan senyuman licik yang terlihat manis di mata Perdana Menteri Huang.
"Benar, kenapa ayah tidak kepikiran soal ini. Putriku benar-benar pintar. Ha.. Ha... Ha..." ucap Perdana Menteri Huang sambil tertawa.
"Ayah akan menyuruh seseorang untuk merekayasa bukti kejahatan yang dilakukan oleh pria licik itu! Dia sudah banyak melakukan hal hal buruk, terutama percobaan pembunuhan yang dia lakukan terhadap Ye Yuan. Ayah tidak akan pernah memaafkannya!" ucap Perdana Menteri Huang dengan geram.
"Aku akan membantu Ayah untuk melenyapkan pria itu!" batin Se Se.
__ADS_1
^^^BERSAMBUNG...^^^