
"Jika kamu menerima permintaan itu, jalan yang akan kamu tempuh akan semakin sulit. Musuh dari Raja Wei, akan menjadi musuhmu juga. mampukah kamu menghadapi jalan sulit itu sampai akhir?" tanya Perdana Menteri Huang.
"Aku tidak yakin, tapi aku akan mencobanya demi Se Se. Aku akan melawan musuh-musuh itu bersama adik iparku." jawab Ye Yuan.
"Baiklah, jika itu sudah menjadi keputusanmu. Ayah hanya bisa mendukung semua yang ingin kamu lakukan." ucap Perdana Menteri Huang.
"Terima kasih Ayah." jawab Ye Yuan.
Huo Feng mendengar semua percakapan ayah dan anak itu, dalam hati dia berkata, "Entah aku harus menyebutnya dengan kata naif atau bodoh! Menghadapi musuh orang lain yang tidak terlihat, bukankah itu sama saja dengan mencari mati?"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mariane keluar dari kamar untuk pertama kalinya setelah dia mengalami keguguran, wanita itu memutuskan untuk bercerai dengan Pangeran Andrew. Dia ingin membuka lembaran baru tanpa kehadiran pria yang telah melukainya dengan begitu dalam.
Pangeran Arnold melihat Mariane berjalan di taman, langkah kakinya dia percepat menuju ke arah wanita itu.
"Kakak ipar!" panggilnya saat bertatapan mata dengan Mariane.
Mariane tersenyum, senyum yang sudah lama tidak ia perlihatkan. Melihat senyuman itu, hati Pangeran Arnold terasa lega. Sudah begitu lama pria itu berharap bisa melihat senyum di wajah Mariane, hilang sudah semua kegelisahan dan rasa cemas yang selalu ada di hatinya.
"Arnold, maukah kamu menemaniku jalan-jalan di taman ini?" tanya Mariane.
Wajah Pangeran Arnold tercengang, dia merasa seperti sedang bermimpi. "Jika ini adalah mimpi, aku harap mimpi ini akan menjadi mimpi yang panjang." benak Pangeran Arnold.
"Arnold!" panggil Mariane ketika melihat pria itu diam membisu dengan tatapan mata yang sendu.
"Ya, aku juga ingin berkeliling di taman ini. Ayo kita lakukan bersama!" ucap Pangeran Arnold sembari mengulurkan tangannya ke arah Mariane.
Mariane menerima uluran tangan Pangeran Arnold, mereka berjalan bersama mengelilingi taman yang dipenuhi dengan berbagai macam bunga.
"Arnold, aku ingin bercerai dengan Andrew!" ucap Mariane.
Pangeran Arnold menghentikan langkahnya, dia menatap Mariane dengan wajah serius.
"Kamu benar-benar akan bercerai?" tanya Pangeran Arnold.
__ADS_1
"Ya, aku sudah memikirkannya selama beberapa hari ini. Aku tidak dapat hidup bersama dengan pria yang sudah menyiksa dan membunuh anakku! Aku tidak sanggup melakukan hal itu." jawab Mariane.
Hati Pangeran Arnold terasa senang sekaligus sedih, perasaan campur aduk yang sulit untuk dia lukiskan. Dia senang melihat Mariane bercerai dengan Kakaknya namun dia merasa sedih melihat Mariane akan meninggalkan istana setelah perceraian itu di umumkan.
"Aku akan mendukung semua keputusan yang kamu ambil." ucap Pangeran Arnold.
"Sejujurnya, aku merasa tidak pantas menjadi seorang Permaisuri. Aku bahkan tidak bisa melahirkan seorang pangeran, bagaimana mungkin gelar seorang Permaisuri jatuh ke tangan wanita cacat sepertiku?" ucap Mariane dengan wajah sedih.
"Mariane, tabib hanya mengatakan 'sulit' itu bukan berarti tidak bisa." hibur Pangeran Arnold.
"....."
Mariane terdiam, dia menatap teratai putih yang berada di atas air kolam.
"Jika kamu bersedia, aku akan mencari tabib yang bisa mengobati kondisimu." ucap Pangeran Arnold.
"Bukannya aku tidak mau, hanya saja, semakin aku berharap, akan semakin kecewa pula jika ternyata pengobatan itu gagal." jawab Mariane.
"Aku tau, tentu saja aku sangat mengerti betapa sakitnya rasa kecewa yang akan dihadapi saat kita gagal dan gagal lagi setelah terus mencoba. Bagaimana mungkin aku tidak mengerti di saat aku sudah sering mengalaminya." batin Pangeran Arnold.
Pria itu menatap Mariane tanpa mengalihkan pandangannya. Dia sangat menyukai Mariane meskipun wanita itu tidak lagi sempurna.
Mariane menoleh ke arah Pangeran Arnold, menunggu apa yang akan dikatakan oleh pria itu.
"Maukah kamu melupakan semua kenangan ini? Lupakan semua kenangan buruk ini dan mulai hidup baru bersamaku. Jika aku memintanya, apakah kamu bersedia melakukannya?" tanya Pangeran Arnold dengan wajah serius.
Mariane tiba-tiba saja tertawa, setelah tawanya berhenti, dia berkata, "Aku tidak ingin melupakan luka ini, aku ingin mengingat jika aku pernah punya bayi. Bayi yang tidak pernah melihat dunia ini. Tapi, aku tidak akan menolak tawaran untuk hidup bersama denganmu. Aku akan selalu menjadi teman dan kakak yang baik untukmu."
"Kakak? Aku tidak memerlukan seorang kakak!" jawab Pangeran Arnold.
Mariane tentu saja mengerti apa yang dibicarakan oleh Pangeran Arnold, namun dia tidak ingin membuat pria itu sakit hati dengan menolaknya secara terang-terangan.
"Arnold... Suatu hari nanti, kamu pasti akan bertemu dengan wanita lain yang lebih baik dariku!" benak Mariane.
"Ngomong-ngomong, kenapa kamu kembali memanggilku dengan nama? Susah lama kamu tidak memanggilku dengan nama asliku." ucap Mariane.
__ADS_1
"Aku hanya ingin memanggil namamu ketimbang kakak ipar." jawab Pangeran Arnold.
"Aku akan kembali ke kamar, kamu juga jangan berlama-lama di sini, anginnya terlalu kencang." ucap Mariane.
Wanita itu pergi meninggalkan Pangeran Arnold yang menatapnya dengan wajah sedih.
"Kali ini juga masih tetap gagal!" ucap Pangeran Arnold.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Huo Feng menyusup ke kediaman Raja Wei, namun dia tidak datang untuk menemui Se Se. Huo Feng berencana untuk menemui Raja Wei, dia datang untuk memberitahukan percakapan di antara Perdana Menteri Huang dan Ye Yuan.
"Kau masih datang dengan cara yang sama rupanya!" ucap Raja Wei saat menyadari kehadiran Huo Feng di ruang kerjanya.
"Aku tidak terbiasa masuk melalui pintu depan!" jawab Huo Feng beralasan.
"Jadi, apa yang kau inginkan dengan datang ke ruanganku?" tanya Raja Wei.
"Aku ingin menyampaikan kata-kata yang baru saja aku dengar dari kediaman Huang." jawab Huo Feng.
"Apakah kali ini kau bekerja sebagai mata-mata?" sindir Raja Wei.
"Aku bisa menjadi apapun yang aku mau!" balas Huo Feng.
"Terserah kau saja, cepat katakan apa maumu!" ucap Raja Wei yang mulai kesal.
Huo Feng mulai menceritakan kembali kata-kata yang diucapkan oleh Perdana Menteri Huang dan Ye Yuan. Setelah selesai dengan apa yang ingin dia sampaikan, pria itu menghilang begitu saja.
"Bala bantuan dalam kondisi seperti ini? Hahh... Mereka pasti sangat keras dalam berusaha untuk menjatuhkan aku!" ucap Raja Wei.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ye Yuan kembali ke kamarnya, dia merenungkan banyak hal yang baru saja terjadi. Salah satunya adalah Huo Feng, menurut Ye Yuan, pria itu sangat aneh dan misterius.
"Huo Feng, makhluk apa sebenarnya dia? Kenapa dia bisa terbang dan memiliki sayap sebesar itu?" ucap Ye Yuan yang sendirian di kamar.
__ADS_1
"Dia tidak terlihat seperti monster ataupun iblis, tapi aku yakin dia juga bukan manusia biasa. Satu hal yang paling tidak ku mengerti, kenapa aku merasa pernah mengenal Huo Feng? Aku merasa dekat dengannya meskipun aku tidak pernah bertemu dengannya. Siapa sebenarnya pria itu?" benak Ye Yuan.
^^^BERSAMBUNG...^^^