The Princess Story

The Princess Story
Ep 108. Ketulusan


__ADS_3

"Xuan... Uhmmm...."


Se Se berniat menjelaskan, namun Raja Wei dengan cepat menutup bibirnya dengan ciuman hangat dan penuh cinta.


Raja Wei melepas pakaian di tubuh mereka dan membawa nya masuk ke dalam air. Pria itu tidak peduli dengan bekas-bekas merah yang ada di leher istrinya. Dia juga tidak ingin mendengar penjelasan apapun karena menurut nya itu tidak penting.


Raja Wei melanjutkan ciuman nya, perlahan ciuman itu berpindah ke daun telinga. Dia mengeratkan pelukan mereka dan menggigit pelan leher istrinya.


"Xuan..." Se Se memanggil dengan suara pelan. Dia ingin Raja Wei mendengarkan penjelasan dari nya.


Raja Wei mengabaikan panggilan dari Se Se, dia masih sibuk bermain di tubuh mulus nya. Jari jemari Raja Wei mulai bermain di bagian bawah perut Se Se, dia memasukkan jari tengah ke dalam tubuh gadis itu dan bermain di dalamnya.


"Aghhhh...."


Se Se mendesah ketika jari Raja Wei menyentuh bagian sensitif di dalam sana. Raja Wei kembali mencium bibirnya agar suara desahan tidak terdengar dari luar. Sesekali dia menggigit ringan bibir merah itu.


Se Se mendorong tubuh Raja Wei, dia menahan tangan nya yang berada di bawah air. "Hentikan, tolong dengar penjelasan dari ku!" ucap Se Se dengan mata berkaca-kaca.


Raja Wei menghentikan ciuman nya, dia menatap wajah Se Se kemudian berkata, "Tidak perlu menjelaskan apapun, aku percaya pada mu. Jika dalam kondisi terpaksa, aku tidak keberatan jika tubuh mu di sentuh oleh pria lain. Nyawa mu lebih penting di bandingkan dengan apapun yang ada di dunia ini. Berjanjilah padaku! Berjanjilah kamu akan mengutamakan nyawa mu di banding kehormatan mu. Berjanjilah kamu akan menjaga nyawa mu dengan baik demi aku."


Se Se mulai meneteskan air mata, dia menatap wajah Raja Wei dengan perasaan yang tidak dapat di lukiskan. Cinta tulus yang di berikan oleh Raja Wei telah menutup lubang besar di hati nya.


"Kata-kata Xuan membuat hati ku tersentuh, dia benar-benar suami yang sangat baik. Aku merasa menjadi wanita yang paling beruntung dan bahagia di dunia ini karena memiliki Xuan di sisi ku." batin Se Se.


Raja Wei kembali mencium bibir nya, mereka bermain semalaman tanpa lelah. Rasa cemas dan panik saat kehilangan Se Se membuat Raja Wei ingin selalu memeluk tubuh istrinya setiap saat tanpa jedah.


Raja Wei melanjutkan perjalanan ketika hari menjelang pagi. Saat kereta memasuki perbatasan negara Han, semua mata tertuju pada kereta kuda yang membawa Raja Wei beserta Permaisuri nya.


Rombongan Raja Wei singgah di sebuah restoran, dia memesan banyak makanan untuk istrinya yang terlihat lebih kurus dari sebelumnya.

__ADS_1


Dari sekian banyak menu yang di pesan Raja Wei, ada satu menu yang tidak di sentuh oleh Se Se yaitu 'udang'. Raja Wei mengupas kulit udang dan menaruh di mangkuk istrinya. Se Se menyingkirkan udang itu dan kembali makan makanan yang lain.


Raja Wei teringat dengan kejadian lalu saat mereka belum dekat, dia juga pernah memberikan udang pada Se Se dan di buang begitu saja oleh nya.


"Jangan pilih-pilih makanan!" ucap Raja Wei.


Se Se menatap wajah Raja Wei dan berkata, "Aku akan segera mati jika makan udang itu."


"Hmm?" Raja Wei tidak mengerti bagaimana seekor udang bisa membunuh nyawa manusia.


"Aku alergi udang. Sedikit saja menyentuh udang akan langsung membuatku sesak dan kehabisan napas." jawab Se Se menjelaskan.


Raja Wei memanggil pelayan, dia menyuruh pelayan itu untuk segera menyingkirkan piring yang berisi udang dari mejanya.


Se Se tertawa melihat wajah panik Raja Wei.


"Aku tidak akan mati jika hanya melihatnya!" ucap Se Se sambil terkekeh.


"Apakah kalian mendengar tentang Permaisuri Raja Wei yang di culik?"


"Ya, kabar itu sepertinya sudah sampai ke semua negara tetangga."


"Menurut kabar, Permaisuri pergi bersama dengan seorang pria. Ntah apa yang sudah di lakukan pria itu padanya."


"Benar, mana mungkin seorang pria membiarkan wanita cantik begitu saja, mungkin dia sudah di sentuh dan di nikmati oleh beberapa pria lain yang menculiknya."


Gosip-gosip mulai bermunculan karena Permaisuri telah menghilang selama beberapa hari. Gosip itu beredar bukan tanpa sebab, Han Ze Liang adalah dalang di balik semua rumor buruk yang menargetkan Permaisuri Raja Wei.


Raja Wei tampak tidak perduli meskipun dalam hatinya dia marah istrinya di hina. Dia tidak ingin menunjukkan emosinya di depan Se Se.

__ADS_1


Namun tanpa di duga, Se Se berkata pada Raja Wei, "Jangan di pikirkan, saya tidak apa-apa. Saya hanya butuh Xuan seorang. Tidak peduli apa kata orang lain, selama Xuan ada di samping saya, itu sudah lebih dari cukup."


Raja Wei menghela napas kemudian menjawab, "Kenapa malah kamu yang menghibur ku? Bukan kah seharusnya aku yang menghibur mu dengan kata-kata itu?"


Se Se tersenyum dan mengecup bibirnya. "Itu karena wajah Xuan terlihat ingin membunuh orang-orang di sini."


"Menjadi suami Huang Se Se adalah hal yang paling membanggakan seumur hidup ku." ucap Raja Wei.


Gosip berlalu begitu saja tanpa di perdulikan oleh si empunya. Beberapa minggu kemudian gosip itu menghilang seperti tidak pernah ada.


Bayi bayi kecil terlihat bermain dengan gembira bersama Ling Er dan Se Se. Senyuman cerah mereka menjadi penghangat hati kedua orang tua nya.


Raja Wei baru saja kembali dari Istana, Han Ze Xing ikut datang ke kediaman. Mereka ingin menggendong bayi Xin Xin dan Xia Xia namun tidak di izinkan oleh Se Se.


"Bersihkan dulu tangan kalian!" ucap Se Se dengan nada tegas.


Raja Wei dan Han Ze Xing segera membersihkan tangan mereka dan kembali untuk menggendong bayi imut nan lucu yang mirip Raja Wei.


"Senang sekali rasanya bermain dengan bayi bayi kecil." ucap Han Ze Xing.


"Cepatlah menikah dan buat Putri Mahkota melahirkan bayi kalian." kata Raja Wei sambil tertawa kecil.


"Aku masih sulit melupakan perasaan yang ku berikan untuk seorang gadis, meskipun dia sudah menikah." ucap Han Ze Xing sambil mengarahkan pandangan nya ke Se Se.


"Coba lah untuk menerima yang baru jika sulit melupakan yang lama." jawab Raja Wei.


Han Ze Xing tersenyum getir, dia benar-benar sulit untuk melupakan Huang Se Se. Senyuman di wajah gadis itu terus terbayang di pikiran nya.


Raja Wei melihat pandangan mata Han Ze Xing, dia menyadari bahwa keponakan nya saat ini jatuh hati pada Permaisuri. Raja Wei hanya bisa menghela napas tanpa berbuat apa-apa. Karena perasaan cinta bukan lah sesuatu yang bisa kita atur sesuai logika.

__ADS_1


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2