The Princess Story

The Princess Story
Dasar Pria Mesum!


__ADS_3

"Dia tidak mengingatnya! Dia tidak ingat apa yang telah terjadi terhadap dirinya dan juga apa yang terjadi semalam." ucap Raja Wei dalam pikiran.


"Panggilkan Tabib!" teriak Raja Wei agar pelayan di luar mendengarnya.


Tidak lama kemudian, Tabib masuk ke dalam ruangan itu.


"Cepat periksa keadaan Permaisuri!" perintah Raja Wei kepada Tabib.


Tabib segera memeriksa kondisi kesehatan Se Se, ia lalu berkata, "Yang Mulia, Permaisuri baik baik saja. Beliau hanya perlu banyak istirahat karena tubuhnya sangat lemah."


"Kau yakin Permaisuri baik baik saja?" tanya Raja Wei dengan wajah dingin


"Ya, saya yakin Yang Mulia." jawab tabib sambil menundukkan kepala.


"Kalau dia baik baik saja, kenapa dia tidak mengingat kejadian semalam?" hardik Raja Wei dengan wajah murka.


Tabib segera berlutut, terbata-bata dia menjawab, "Sa... Saya ti... tidak tau Yang Mulia!"


"Dasar tak berguna! Seret keluar Tabib ini dan cambuk dia 30 kali!" perintah Raja Wei dengan suara meninggi.


"Xuan...!"

__ADS_1


Suara panggilan dari istrinya membuat wajah pria itu kembali ramah dan lembut.


"Ya, aku di sini!" ucapnya sambil berjalan mendekat ke tepi ranjang.


"Jangan menghukum Tabib itu, dia tidak melakukan kesalahan!" pinta Se Se dengan wajah memelas.


Raja Wei memang tidak bisa menolak permintaan istrinya, dia mengangguk lalu berkata kepada pengawal, "Lepaskan Tabib itu!"


Se Se tersenyum melihat sikap manis suaminya yang penurut. Dia lalu memeluk Raja Wei dan berbisik ke telinga pria itu, "Aku sangat bahagia memiliki suami seperti Xuan."


Kedua sudut bibir Raja Wei terangkat ke atas, dia tersenyum senang mendengar kata-kata dari istrinya. Raja Wei mengencangkan pelukannya lalu ikut berbisik, "Aku juga sangat bahagia memiliki Huang Se Se sebagai bagian dari hidupku."


Raja Wei melepas pelukannya, dia lalu menatap wajah istrinya yang sudah kembali merona. "Aku mencintai mu! Aku sangat-sangat mencintai gadis kecil ku!" ucapnya lalu mulai menempelkan kedua bibir mereka dengan lembut dan mesra.


Suara ketukan pintu membuat pasangan itu melepaskan tautan bibir mereka yang baru mulai memanas.


"Hey, apa aku mengganggu?" ucap Huo Feng dari balik pintu.


Raja Wei memasang ekspresi wajah kesal, dia tentu saja merasa terganggu karena manusia bersayap itu sudah menghentikan adegan mesra mereka yang sudah lama tidak terjadi.


"Dasar manusia burung! Kau ini hanya mengganggu kesenangan ku saja!" rutuk Raja Wei dalam hati.

__ADS_1


"Mau apa kau datang ke sini?" tanya Raja Wei dengan wajah kesal.


"Tentu saja aku mau melihat majikan ku! Memangnya untuk apa lagi? Lagi pula tidak mungkin aku datang datang karena mau melihat wajahmu yang jelek itu!" jawab Huo Feng dengan nada yang mengejek.


"Dasar burung sialan!" maki Raja Wei dengan suara rendah.


"Hey, aku bisa mendengarmu!" teriak Huo Feng dengan wajah kesal.


"Memang kenapa kalau kau bisa mendengarku? Jauh jauh lah dari istriku dan jangan datang ke sini jika kau tidak di suruh!" ucap Raja Wei dengan suara meninggi.


"Dasar pria mesum!" ucap Huo Feng dengan sengaja karena mengetahui penyebab kekesalan pria di depannya.


Se Se hanya tersenyum melihat kelakuan kedua pria itu. Dia bahagia dengan perubahan sikap suaminya yang tidak lagi sedingin dan sekaku dulu.


"Feng, ada apa kau ke sini?" tanya Se Se ketika mereka sudah berdiam diri.


"Aku hanya ingin memastikan apakah majikanku masih hidup atau sudah mati!" jawab Huo Feng dengan kasar namun memang kenyataannya seperti itu.


"Aku sudah pernah mati lalu hidup lagi!" jawab Se Se sambil tersenyum.


"...???" muncul tanda tanya di pikiran Huo Feng.

__ADS_1


"Apa arti perkataan majikan?" tanya pria itu dalam pikirannya.


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2