The Princess Story

The Princess Story
Episode 263


__ADS_3

Ye Yuan berlari menjauh dari kawanan para pembunuh, dia masuk ke sebuah lorong gelap di persimpangan jalan. Ye Yuan terus berlari hingga menemui jalan buntu, kini para pembunuh hampir mencapai tempat Ye Yuan berada.


"Ah sial, kenapa aku memilih jalan buntu ini!" pikir Ye Yuan.


Dia melihat sekeliling lorong, saat menatap ke atas, Ye Yuan melihat sosok seorang pria terbang dengan sayapnya di atas sana.


"Sepertinya kamu perlu bantuan." ucap pria itu.


"Huo Feng." ucap Ye Yuan ketika melihat wajah pria itu.


"Ulurkan tanganmu!" pinta Huo Feng.


Ye Yuan melihat ke belakang, puluhan orang pembunuh sedang berlari mendatanginya. Tanpa pilihan lain, Ye Yuan mengulurkan tangan ke arah Huo Feng yang juga mengulurkan tangannya.


Huo Feng menarik tubuh Ye Yuan, dia terbang melintasi dinding lorong yang tinggi. Kedua pria itu mendarat di dekat pasukan Raja Wei yang sedang mencari Ye Yuan. Begitu mendarat, Huo Feng berpamitan kepada Ye Yuan. Pria itu terbang tinggi dan menghilang di dalam gelapnya langit malam.


Raja Wei menghampiri Ye Yuan yang sedang berdiri menatap langit, beberapa kali dia memanggil nama pria itu tapi Ye Yuan tidak merespon. Raja Wei menyentuh bahu Ye Yuan, pria itu tersadar, dia menghempas tangan Raja Wei karena teringat dengan pembunuh yang tadi mengejarnya.


"Yang Mulia!" ucapnya saat melihat wajah pria di depannya.


"Kamu baik-baik saja?" tanya Raja Wei.


"Itu dia!" teriak salah seorang pembunuh.


Para pembunuh ternyata masih mengejar Ye Yuan, mereka berlari mendekat dan mengarahkan pedang ke arah Ye Yuan dan Raja Wei. Pasukan Elang yang berada di sana menarik pedang mereka dan berjaga di depan kedua pria itu.


"Bunuh!" teriak salah satu pembunuh.


Gencatan senjata pun tak terelakkan, kelompok Pasukan Elang dan kelompok para pembunuh saling menyerang hingga terjadi pertumpahan darah. Meskipun jumlah para pembunuh dua kali lipat dibanding kelompok Pasukan Elang, kekuatan mereka tetap tidak bisa mengalahkan kelompok Pasukan Elang yang sudah lama terlatih di medan perang.


Dalam waktu hitungan menit saja para pembunuh sudah dikalahkan, beberapa dari mereka di tangkap hidup-hidup atas perintah Raja Wei. Raja Wei hendak menyelidiki siapa dalang di balik semua kejadian ini.


Raja Wei mengantar Ye Yuan kembali ke kediaman Huang, setelah memastikan Ye Yuan masuk ke dalam kediaman, Raja Wei meminta Yu untuk kembali ke kediamannya.


Ye Yuan mengingat percakapan di antara Raja Wei dan dirinya dalam perjalanan pulang.


FLASHBACK

__ADS_1


"Yang Mulia, terima kasih karena anda sudah menyelamatkan nyawa saya." ucap Ye Yuan.


"Tidak perlu berterima kasih kepadaku, kita adalah keluarga. Jangan sungkan padaku karena hal ini memang sudah seharusnya aku lakukan." ucap Raja Wei.


"Tapi, kenapa Yang Mulia ada di sini?" tanya Ye Yuan dengan rasa penasaran.


"Aku mendapat pesan dari seseorang, dia berkata jika kamu dalam bahaya. Itu sebabnya aku mencari mu hingga ke tempat itu." jawab Raja Wei.


"Kalau boleh saya tau, siapa yang mengirimkan pesan kepada anda?" tanya Ye Yuan.


"Seorang pria dengan sinar mata merah, dia juga memiliki warna rambut yang merah menyala." jawab Raja Wei sambil memikirkan bentuk fisik Huo Feng.


"Huo Feng?" benak Ye Yuan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Kenapa Huo Feng bisa tau jika aku sedang dalam bahaya? Mungkinkah dia yang telah memerintahkan orang untuk membunuhku? Tapi, kalau dia ingin membunuhku, buat apa repot-repot datang untuk menyelamatkan aku dan juga meminta bantuan dari Raja Wei? Mungkin bukan dia pelakunya." benak Ye Yuan.


"Tuan muda, air hangat sudah kami siapkan." ucap Xiao Li.


Pria itu masuk ke dalam kamar mandi, dia membersihkan tubuhnya di dalam air hangat yang telah di siapkan oleh Xiao Li.


"Akhir-akhir ini sepertinya aku sering bermimpi, tapi aku selalu melupakan mimpi itu ketika aku bangun. Entah kenapa aku merasa sedih setiap kali bermimpi, padahal mimpi itu tidak pernah aku ingat sama sekali." benak Ye Yuan.


"Tok Tok Tok!"


Xiao Li mengetuk pintu, dia memberitahukan kepada Ye Yuan jika Perdana Menteri Huang menunggunya di paviliun utama.


"Katakan pada ayah aku akan menemuinya sebentar lagi!" perintah Ye Yuan.


"Baik Tuan muda." jawab Xiao Li dari luar pintu.


Ye Yuan menyudahi kegiatan bersih-bershnya, dia mengambil kain putih yang terlipat rapi di dalam ruangan itu, dia mengeringkan tubuhnya dengan kain itu. Setelahnya, pria itu memakai pakaian yang sudah di siapkan oleh Xiao Li.


"Ada apa ayah mencariku?" tanya Ye Yuan ketika dia baru saja tiba di paviliun utama.


"Ada permintaan bala bantuan dari perbatasan utara. Ayah ingin menanyakan pendapatmu tentang ini." ucap Perdana Menteri Huang.

__ADS_1


"Apakah ayah ingin aku memimpin bala bantuan ke sana?" tanya Ye Yuan.


"Ayah tidak ingin kamu pergi, tapi beberapa menteri lain sudah memilih namamu untuk memimpin prajurit tambahan yang akan membantu perang kali ini." ucap Perdana Menteri Huang.


"Jika aku menolaknya, siapa orang selanjutnya yang akan dikirim ke sana?" tanya Ye Yuan.


"Sepertinya, tanpa ayah sebutkan, kamu pasti sudah tau jawabannya." ucap Perdana Menteri Huang.


"Han Ze Xuan?" tanya Ye Yuan memastikan.


Perdana Menteri Huang mengangguk, "Benar, dia adalah kandidat selanjutnya yang akan di kirim ke sana."


"Ternyata ini sebabnya aku menjadi target pembunuhan, mereka ingin mengirim Raja Wei ke perbatasan." ucap Ye Yuan.


"Apa maksud mu dengan target pembunuhan?" tanya Perdana Menteri Huang tak mengerti.


"Ayah, baru saja sekelompok pembunuh dikirim untuk membunuhku." jawab Ye Yuan.


"Kamu baik-baik saja? Apa ada yang terluka?" tanya Perdana Menteri Huang dengan panik.


Aku baik-baik saja ayah, Raja Wei muncul di sana dan menyelamatkan nyawaku." jawab Ye Yuan.


Perdana Menteri Huang tampak berpikir keras, dia mengingat jika saat pertemuan tadi, ada satu orang yang sangat menginginkan jika Raja Wei yang akan di kirim ke perbatasan.


"Hong Yu Lin, pria tua itu sejak tadi ngotot untuk mengirim Raja Wei. Mungkinkah dia dalang di balik para pembunuh itu?" ucap Perdana Menteri Huang.


"Kira-kira, apa tujuannya ingin mengirim Raja Wei?" ucap Ye Yuan sambil berpikir.


"Membunuh Raja Wei di medan perang!" ucap Perdana Menteri Huang dan Ye Yuan secara bersamaan.


"Ayah, sepertinya memang dia pelakunya." ucap Ye Yuan dengan yakin.


"Pria tua itu sudah lama tidak menyukai Raja Wei, itu karena permintaannya untuk menaikan pajak selalu di tolak oleh Raja Wei. Mungkin dia akan menggunakan kesempatan ini untuk menyingkirkan Raja Wei." ucap Perdana Menteri Huang.


"Ayah, aku akan pergi ke perbatasan." jawab Ye Yuan yakin.


^^^BERSAMBUNG...^^^

__ADS_1


__ADS_2