The Princess Story

The Princess Story
Ep 203. Hukuman Su Li An


__ADS_3

"Benar, aku bisa menyimpan ataupun mengeluarkan benda benda yang ada di ruang dimensi itu kapan pun aku memerlukan nya dan di mana saja aku berada." jawab Se Se.


"Jika kamu terus mengambilnya, bukan kah barang itu akan habis suatu saat nanti?" tanya Raja Wei.


Se Se menggelengkan kepala, "Tidak, barang itu terisi secara otomatis begitu aku mengambilnya. Aku tidak akan pernah kehabisan barang yang memang berasal dari dalam sana." jawab Se Se.


"Memang sangat tidak masuk di akal. Aku tidak dapat membayangkan ruang dimensi yang kamu katakan." ucap Raja Wei.


"Aku harap dapat menunjukkan ruang itu kepada Xuan, ruangan itu benar benar luar biasa. Tapi seperti nya akan sulit karena aku tidak tahu cara melakukan nya dan aku juga tidak tahu apakah ruang itu bisa ditunjukkan kepada orang lain." ucap Se Se.


"Istirahat lah dengan baik, jangan terlalu banyak berpikir. Aku harus kembali ke ruang kerja karena masih ada urusan lain yang harus aku selesaikan sekarang." ucap Raja Wei.


Raja Wei meninggalkan kamar, dia menuju ke ruang bawah tanah untuk menemui Su Li An.


"Yang Mulia ... " panggil Su Li An saat melihat Raja Wei.


Sesaat wajah Su Li An tersenyum bahagia melihat Raja Wei menemui nya di ruang tahanan, namun senyuman itu tidak bertahan lama karena dia melihat wajah dingin Raja Wei yang membuat orang lain merinding dengan tatapan nya.


Raja Wei mengepal erat kedua telapak tangan nya, wajah dingin dan mata yang tajam seperti hendak membunuh Su Li An terpancar jelas dalam tatapan Raja Wei.


"Ikat wanita itu, pukuli dia hingga semua tulang tulang nya hancur!" perintah Raja Wei.


Para penjaga saling menatap sebelum menjawab perintah dari Raja Wei, mereka sulit mempercayai apa yang baru saja mereka dengar.


"Apa kalian tidak mendengar perintah ku?" tanya Raja Wei dengan wajah kesal.


"Baik Yang Mulia, kami akan melakukan perintah anda." jawab para penjaga serentak.


Su Li An terlihat sangat terkejut mendengar perintah dari Raja Wei, dia tidak pernah berpikir bahwa Raja Wei akan memberi hukuman yang sangat kejam untuk nya.


Raja Wei keluar dari ruang bawah tanah, dia menemui Yu di ruang kerja.


"Periksa obat ini!" perintah Raja Wei sambil menyerahkan jarum suntik bekas yang dia pakai saat di hutan.


"Ini adalah obat?" tanya Yu dengan wajah bingung.


"Cairan di dalam nya adalah obat. Minta tabib untuk memeriksa kandungan obat di dalam nya." ucap Raja Wei.


"Baik Yang Mulia." jawab Yu.

__ADS_1


"Apa sebenarnya isi di dalam obat yang bisa menyatukan tulang retak dalam satu malam?" batin Raja Wei.


Meskipun Raja Wei sangat penasaran dan ingin bertanya langsung kepada Se Se, dia lebih memilih memeriksa nya sendiri agar tidak mengganggu istirahat Permaisurinya.


Raja Wei mengeluarkan bunga yang di petik oleh Se Se dengan mengorbankan nyawanya, dia menatap bunga itu sambil berpikir dalam hati, "Bunga ini di dapatkan dengan nyawa Permaisuri ku, aku akan membawa nya seumur hidup."


Suara teriakan, rintihan dan tangisan terdengar dari ruang tahanan bawah tanah, para pengawal memukul Su Li An dengan besi panjang yang tebal untuk membuat tulang tulang nya patah sesuai perintah Raja Wei.


Yu dan beberapa anggota Pasukan Elang merasa terganggu dengan suara tangisan dan teriakan Su Li An, mereka merasa kasihan kepada wanita itu.


"Yang Mulia sepertinya sedikit kejam terhadap wanita itu." ucap salah satu anggota pasukan Elang.


"Dia pantas mendapatkan hukuman berat, kamu mengatakan hukuman itu kejam karena kamu tidak tahu apa yang Permaisuri alami karena perbuatan wanita jahat itu." jawab Ti Liu.


"Sepertinya baru kali ini Yang Mulia menyiksa seorang wanita lemah." sanggah anggota Pasukan Elang yang lain.


"Jika aku yang memberi hukuman, akan ku buat wanita itu lebih menderita ribuan kali." jawab Ti Liu.


"Liu, sepertinya akhir akhir ini kamu menjadi lebih kejam." ucap Yu.


"Aku sudah kejam sejak menjadi salah satu anggota Pasukan Elang." jawab Ti Liu.


"Apakah aku harus kembali menjadi pendiam?" tanya Ti Liu.


"Tidak, teruslah seperti ini. Kamu yang dulu terlihat seperti mayat hidup, Ti Liu yang sekarang lebih terlihat seperti manusia." jawab Ti San.


"Apa kita perlu memberi pelajaran kepada wanita jahat yang telah meracuni Yang Mulia dan membuat Permaisuri menderita?" tanya Ti Yi.


Para kumpulan pasukan Elang saling menatap dengan senyuman licik di wajah mereka, semua nya berkumpul lebih dekat kemudian berbisik bisik untuk menyusun rencana aksi balas dendam mereka kepada Su Li An.


"Jangan bertindak sembarangan, Yang Mulia akan menghukum kalian jika bertindak tanpa perintah." ucap Yu menasehati.


"Aku akan menerima hukuman dengan senang hati setelah menyiksa wanita jahat itu." jawab Ti Liu.


"Kami juga akan menerima hukuman bersama dengan senang hati." jawab para Pasukan serentak.


"Hahh..."


Yu menghela napas panjang melihat keteguhan mereka untuk balas dendam.

__ADS_1


"Lakukan saja sesuka kalian, aku akan berpura pura tidak mengetahuinya tapi jangan sampai wanita itu mati, dia tidak boleh mati secepat ini sebelum menerima hukuman yang setimpal." ucap Yu sambil berjalan pergi.


"Yu yang terbaik!!" ucap para Pasukan Elang serentak.


Yu hanya tersenyum sambil terus berjalan menuju ruang kerja Raja Wei. Yu memeriksa laporan yang datang dari rakyat, sudah lama dia menggantikan Raja Wei untuk membaca laporan itu sebelum di serahkan kepada Raja Wei.


"Laporan sebanyak ini, sampai kapan aku harus membaca nya?" keluh Yu dengan wajah lelah.


Yu menatap satu surat laporan yang dikirim tanpa nama, di surat itu terdapat bercak bercak darah yang sudah mengering.


Yu mengambil surat laporan itu dan membuka isinya, mata nya membesar saat melihat isi laporan itu di tulis dengan darah.


"Tolong kami!"


Hanya dua kata itu yang tertulis di dalam surat, tidak ada nama pengirim dan alamat yang tertera di surat itu.


"Siapa pengirim surat ini?" gumam Yu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tengah malam, para anggota pasukan Elang memulai aksi balas dendam mereka. Satu persatu masuk ke ruang tahanan bawah tanah dengan pakaian serba hitam dengan penutup wajah.


Su Li An tergeletak di lantai penjara yang di alasi jerami kering, seluruh pakaian nya di penuhi bercak darah. Dia terlihat sangat menyedihkan dengan kondisi yang mirip orang sekarat.


Salah satu pasukan Elang membuka gembok jeruji besi, mereka masuk beramai ramai ke dalam penjara tempat Su Li An terbaring.


"Siapa kalian?" tanya Su Li An dengan wajah ketakutan.


"Lakukan!" perintah Ti Liu tanpa menjawab pertanyaan Su Li An.


^^^BERSAMBUNG...^^^


Hai teman-teman...


Mohon dukungan nya.


Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.


Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.

__ADS_1


Terima Kasih💖


__ADS_2