The Princess Story

The Princess Story
Episode 249


__ADS_3

Zhun Tian, pria itu semakin hari semakin tertarik dengan wanita yang menjadi targetnya. Awalnya ia hanya merasa wanita itu aneh dan unik, namun saat ini ia sangat penasaran dengan kehidupan yang dijalani oleh Se Se.


"Wanita itu terkadang terlihat bagai air yang mengalir dengan tenang, namun ternyata dia adalah air tenang yang menghanyutkan. Anak-anak yang dia didik juga tak jauh berbeda dengannya. Membunuh di usianya yang belum mencapai 10 tahun, benar-benar bocah pemberani." benak Zhun Tian.


Se Se masih menatap Zhun Tian yang membisu dengan sejuta pikiran. Kesal melihat pria itu terus mengganggunya, Se Se melemparkan cangkir yang ada di meja ke arah Zhun Tian.


Pria itu menangkap cangkir yang dilemparkan oleh Se Se, teh yang ada di cangkir di minum olehnya dalam satu teguk. Lalu ia tersenyum sambil berkata, "Terima kasih untuk tehnya."


"Apa sebenarnya mau anda?" tanya Se Se.


"Saya hanya datang untuk melihat anda. Jangan terlalu memperdulikan saya, saya takut jika anda akan jatuh cinta pada saya nantinya." goda Zhun Tian.


"Dasar pria mesum gila!" maki Se Se dengan wajah kesal.


Zhun Tian melebarkan senyuman di wajahnya, dia berjalan mendekat. Se Se merasa tidak nyaman di dekati oleh pria itu, ia berdiri dan mencoba menjauh darinya. Zhun Tian dengan cepat menghadang di depan, "Takut?" ucapnya dengan mendekatkan wajah mereka.


"Minggir!" bentak Se Se.


Zhun Tian tersenyum, samar-samar dia mencium aroma dari tubuh Se Se. Aroma yang membuatnya teringat dengan seseorang. Pria itu memicingkan mata, dengan tatapan serius dia menatap wajah wanita yang ada di depannya.


"Dimana anda berada saat hari festival kue bulan tiga tahun yang lalu?" tanya Zhun Tian.


Se Se balik bertanya, "Kenapa anda menanyakan hal itu?"


"Jawab saja pertanyaan saya, dimana anda berada pada saat itu?" tanya Zhun Tian dengan tak sabar.


Se Se mengingat kembali dimana dia berada saat itu, dia terdiam sesaat memikirkan jawaban yang di inginkan oleh Zhun Tian.


"Saat itu aku pergi ke pesta perayaan di istana, saat kembali dari pesta, aku berpisah dengan Xuan karena ada Kaisar ingin berbicara secara pribadi dengannya. Apa yang aku lakukan saat itu?" benak Se Se.


FLASHBACK

__ADS_1


Zhun Tian menerima tugas dari Tuan Lu untuk membunuh seorang hakim dari provinsi Anhui. Hakim itu terkenal dengan sebutan Hakim Yan, saat itu beliau sedang menyelidiki kasus penggelapan uang yang dilakukan oleh sejumlah pejabat, salah satu pejabat itu adalah Tuan Lu.


Karena takut Hakim Yan akan mencari bukti-bukti penggelapan yang dilakukan oleh nya, Tuan Lu menyuruh Zhun Tian untuk membunuh hakim itu.


Hakim Yan saat itu sedang berada di ibukota untuk merayakan hari festival kue bulan bersama keluarganya. Zhun Tian mengikuti pria itu sejak ia masuk ke ibukota, pria itu menunggu kesempatan untuk membunuh Hakim Yan tanpa membuat keributan.


Ketika tiba saatnya untuk melancarkan serangan ke arah Hakim Yan, Zhun Tian tiba-tiba saja kehilangan tenaga. Untuk bergerak saja pria itu sangat kesulitan, namun tiba-tiba saja seseorang muncul dan menyerang Zhun Tian.


Zhun Tian berusaha menahan tebasan pedang yang diarahkan kepadanya, tangannya yang mulai mati rasa membuat Zhun Tian menjatuhkan senjata yang dia pegang. Saat itu, Zhun Tian merasa pasrah, pedang yang menuju ke jantungnya hanya bisa ia lihat dengan tatapan mata tanpa melakukan apa-apa.


Merasa dirinya akan segera mati, Zhun Tian berharap jika ada seseorang yang akan melindunginya. Sejak kecil, Zhun Tian hanya di asuh oleh budak budak suruhan majikannya. Mereka yang di ambil dari jalanan, setiap hari dilatih menjadi mesin pembunuh.


Zhun Tian tidak pernah berinteraksi dengan siapapun, karena baginya, hidup sebagai pembunuh hanya akan mendatangkan masalah untuk kenalannya. Namun dalam hati, Zhun Tian merasa kesepian, dia ingin memiliki seseorang untuk berbagi cerita, dia ingin memiliki teman dan juga keluarga yang bisa dia percayai sepenuhnya.


"Di saat seperti ini, aku berharap ada seseorang yang muncul untuk melindungiku! Bukankah itu sangat lucu? Aku yang hidup dengan membunuh orang-orang malah menginginkan seseorang untuk melindungiku." benak Zhun Tian.


"Tringgg....! Takkk!"


Pembunuh yang berusaha membunuh Zhun Tian akhirnya kabur karena ia merasa jika kekuatannya tidak dapat melawan gadis itu.


"Anda baik-baik saja?" tanya gadis itu.


"Ya, saya tidak apa-apa." jawab Zhun Tian sambil menatap wajah gadis itu dengan seksama.


Gadis itu mengeluarkan sebutir obat, ia memasukkan obat itu ke dalam mulut Zhun Tian, dengan jari telunjuknya ia mendorong butiran obat hingga masuk lebih dalam.


"Telan obat ini!" ucap gadis itu.


Zhun Tian tidak pernah percaya kepada orang lain, hidupnya yang setiap hari dipenuhi dengan darah membuatnya selalu mencurigai orang lain. Namun kali ini, ia mendengarkan perintah dari gadis itu.


Setelah Zhun Tian menelan pil obat, gadis berambut putih itu meraih pergelangan tangan Zhun Tian. Beberapa saat ia terdiam merasakan denyut nadi pria itu, kemudian dia berkata, "Anda akan baik-baik saja setelah obat ini bekerja, jadi jangan memaksakan diri untuk bergerak, racun dalam tubuh anda akan menjadi semakin ganas ketika anda memakai tenaga dalam untuk bergerak."

__ADS_1


Gadis berambut putih itu akhirnya pergi tanpa meninggalkan nama, Zhun Tian yang merasa berutang budi selalu teringat dengan gadis itu. Gadis berparas cantik yang terlihat seperti malaikat.


"Apakah gadis itu titisan dewi bulan?" pikir Zhun Tian dalam benaknya.


Setelah kejadian itu, Zhun Tian selalu mencari keberadaan gadis yang menolongnya. Namun sekeras apapun ia mencari, ia tidak pernah mendapatkan kabar tentang wanita cantik yang berparas seperti malaikat di ibukota.


Tiga tahun telah berlalu, hanya aroma pada tubuh gadis itu yang selalu melekat di hati Zhun Tian. Karena aroma itu persis musim semi dimana bunga-bunga bermekaran. Itu juga alasan mengapa Zhun Tian menggunakan aroma bunga di dalam obat biusnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Sepertinya saat itu saya melihat seekor kucing manis yang sedang terancam di atas paviliun dekat kolam bunga yang ada di depan istana." jawab Se Se setelah teringat kejadian tiga tahun lalu.


"Kucing?" gumam Zhun Tian.


"Ya, kucing yang sangat penurut dan berwajah manis." jawab Se Se dengan senyuman di wajahnya. Dia tersenyum karena mengingat ekspresi bodoh Zhun Tian saat itu.


"Deg...! Deg...! Deg...!"


Jantung Zhun Tian berdetak kencang ketika melihat senyuman di wajah Se Se.


"Tidak, tidak mungkin dia adalah wanita itu!" batin Zhun Tian.


"Apakah anda memberikan sesuatu kepada kucing itu?" tanya Zhun Tian memastikan.


"Ya, saya memberinya sebutir obat." jawab Se Se.


Se Se merasa penasaran, dalam hati dia bertanya-tanya, "Kenapa pria ini terus menanyakan kejadian dimalam itu? Apakah dia adalah pria yang aku selamatkan saat itu?"


Zhun Tian tiba-tiba saja mengarahkan pedang di leher Se Se, dia kemudian bertanya dengan wajah dingin, "Kau, siapa kau sebenarnya? Bagaimana kau bisa tau apa yang terjadi di malam itu? Apakah kau melihat kami dari suatu tempat yang tak terlihat?"


^^^BERSAMBUNG...^^^

__ADS_1


__ADS_2