The Princess Story

The Princess Story
Ep 168. Rasa takut


__ADS_3

Thien Si Rui menemukan jejak yang di tinggalkan oleh Se Se, dia menggambar panah ke arah yang dia lalui.


Thien Si Rui mengikuti jejak yang di gambar oleh Se Se, dia berjalan lebih dalam ke arah hutan hingga akhirnya sampai di pinggiran sungai.


Jejak itu berganti menjadi batu batu yang di susun di atas tanah, Thien Si Rui mengikuti jejak itu namun langkahnya terhenti saat mendengar suara dari tembakan senjata yang biasa digunakan oleh Se Se.


Thien Si Rui menatap ke arah salah satu gunung yang ada di seberang sungai, dia mencari jalur yang bisa di gunakan untuk menyeberang sungai.


Karena merasa terlalu memakan waktu, Thien Si Rui akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam sungai dan menyeberang lewat sana.


Thien Si Rui melihat sebuah goa di salah satu gunung, dia masuk ke dalam goa. Matanya membelalak terkejut ketika melihat tubuh Putri Yuan Cin Cu yang setengah telanjang. Gadis itu menangis dalam pelukan Se Se dengan tubuh yang gemetaran dan wajah yang ketakutan.


Di atas tanah tergeletak sesosok tubuh pria besar yang sudah dipenuhi dengan darah segar.


Thien Si Rui berjalan keluar dari goa, dia menunggu di depan pintu goa sambil berpikir hal hal buruk yang terlintas di dalam pikirannya.


"Apa yang terjadi pada Putri Yuan Cin Cu? Apakah pria itu telah menodai nya?" batin Thien Si Rui.


FLASHBACK


Se Se menyusuri sungai untuk mencari petunjuk lain, namun saat dia akan melangkah lebih jauh, dia mendengar suara teriakan dari Putri Yuan Cin Cu dari arah seberang sungai.


Saat itu, tanpa berpikir panjang, Se Se berlari secepatnya mencari jalan lintas untuk ke seberang sungai.


Sesampainya di pintu goa, dia melihat tubuh pria besar yang sedang menindih tubuh Putri Yuan Cin Cu yang saat ini setengah terbuka. Kain bekas sobekan dari pakaian Putri Yuan Cin Cu berserakan di atas tanah.


"Hentikan!" bentak Se Se.


Pria itu terkejut, dia menoleh ke arah Se Se. Namun wajahnya yang terkejut berubah menjadi senyuman mesum begitu melihat wajah cantik gadis di hadapan nya.


Pria itu berdiri dan berjalan ke arah Se Se, "Hari ini aku beruntung sekali bisa mendapatkan dua gadis cantik sekaligus." ucap pria itu.


Se Se mengabaikan ucapan pria itu, dia menatap Putri Yuan Cin Cu yang menangis sambil meringkuk menutup tubuh nya yang terbuka.


"Akhhh!" rintih pria itu.


Dengan penuh amarah Se Se menembakkan pistol ke arah pusaka pria itu hingga berulang kali, pria itu terjatuh ke tanah dan berlutut sambil memegangi alat pusaka nya yang kini hancur lebur.

__ADS_1


"Nikmati penderitaan mu itu!" ucap Se Se dengan wajah dingin.


Pria itu bangkit dan menyerang Se Se, dengan gesit gadis itu menghindari serangan nya.


"Pergilah ke neraka!" ucap Se Se sambil mengarahkan pistol ke kepala pria itu.


"Dor Dor Dor!"


Pria itu terjatuh ke atas tanah, nyawanya melayang begitu saja karena peluru bersarang di kepala nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Se Se mengeluarkan pakaian dari ruang dimensi nya, dia tidak perduli lagi apa yang akan di pikirkan oleh Putri Yuan Cin Cu tentang dari mana datangnya pakaian itu. Dia hanya ingin gadis itu segera pergi dari goa ini dan melupakan semua hal yang baru saja terjadi padanya.


Setelah memakai pakaian yang di berikan oleh Se Se, gadis itu merapikan rambutnya yang berantakan. Meskipun masih ketakutan, Putri Yuan Cin Cu berusaha tenang, dia melangkahkan kaki dengan perlahan untuk keluar dari goa. Kakinya yang gemetaran karena ketakutan terasa begitu lemah dan tidak bertenaga.


Thien Si Rui menatap gadis itu dengan tatapan penuh pertanyaan, "Apa yang sudah terjadi padanya? Apakah dia telah kehilangan ...? Apakah dia akan baik baik saja setelah ini?"


"Tolong bantu Putri Yuan Cin Cu untuk kembali ke kota. Dia tidak akan kuat berjalan dengan kaki gemetaran seperti itu!" ucap Se Se.


Thien Si Rui mengangguk, dia kemudian berkata, "Maaf atas ketidak sopanan saya!"


Thien Si Rui membawa mereka ke penginapan yang sudah di sewanya untuk 1 malam. Putri Yuan Cin Cu yang masih trauma karena kejadian di hutan meminta agar Se Se tidur bersama nya.


"Saya akan menemani anda, jangan takut... tidak akan ada orang yang bisa menyakiti anda." ucap Se Se.


"Terima kasih Permaisuri." jawab Putri Yuan Cin Cu.


"Istirahatlah lebih awal, Kaisar Langit akan melindungi kita dari para penjahat." ucap Se Se menenangkan Putri Yuan Cin Cu karena tubuh gadis itu masih gemetaran.


"Sepertinya dia memerlukan obat tidur." batin Se Se.


Se Se mengeluarkan jarum suntik dan obat tidur cair, dia menyuntikkan obat itu ke lengan Putri Yuan Cin Cu yang sedang termenung. Beberapa saat setelahnya, gadis itu tertidur dengan lelap di atas ranjang.


Se Se menyelimuti Putri Yuan Cin Cu setelah memastikan gadis itu tertidur nyenyak. Se Se berjalan keluar dari kamar, dengan perlahan dia menutup pintu kamar.


Thien Si Rui duduk di bawah penginapan, dia masih memikirkan hal yang telah terjadi kepada Putri Yuan Cin Cu.

__ADS_1


"Apa yang sedang anda pikirkan Yang Mulia?" tanya Se Se sambil melangkah mendekat.


Se Se duduk di depan Thien Si Rui, dia menuang teh untuk pria itu sebelum menuang untuk dirinya sendiri.


"Silahkan di minum." ucap Se Se.


Thien Si Rui menatap wajah gadis di depan nya, dengan perasaan bersalah dia berkata, "Maaf, saya tidak melindungi kalian dengan baik."


"Bukan salah anda, preman preman itu lah yang harus di salahkan." jawab Se Se.


"Apa gadis itu baik baik saja?" tanya Thien Si Rui.


"Dia tidak baik baik saja, kejadian hari ini mungkin akan terus menghantui nya seumur hidup." jawab Se Se.


"Apakah pria itu telah ..." tanya Thien Si Rui tanpa mengucapkan nya secara lengkap.


"Tidak, dia tidak sempat melakukan hal itu kepada Putri Yuan Cin Cu. Tapi kekerasan fisik dan pemaksaan yang di lakukan pria itu sudah membekas di dalam hati nya." ucap Se Se.


"Terima kasih karena anda sudah menolong nya." ucap Thien Si Rui.


"Saya juga bersalah dalam hal ini, jika saya tidak mengajaknya pergi ke hutan, dia pasti tidak akan mengalami kejadian buruk ini." ucap Se Se.


"Nasib gadis itu memang buruk, sudah dua kali dia bertemu dengan hal yang sama. Itu bukan salah Permaisuri." ucap Thien Si Rui.


"Anda sepertinya sangat perduli dengan Putri Yuan Cin Cu." ucap Se Se.


"Saya hanya merasa jika kami memiliki nasib yang sama." jawab Thien Si Rui.


"Karena kami mencintai orang yang tidak seharusnya di cintai." batin Thien Si Rui.


^^^BERSAMBUNG...^^^


Hai teman-teman...


Mohon dukungan nya.


Bantu Vote dan Like 👍setiap Episode.

__ADS_1


Jangan lupa tulis komentar sebanyak-banyaknya.


Terima Kasih💖


__ADS_2